Bola Karet Kuning

Bismillahirrohmaniir rohiim

Beberapa waktu lalu saya pergi ke mall bersama anak istri untuk belanja bulanan
Karena kami datang 15 menit sebelum ashar, maka kami memutuskan untuk sholat ashar dulu secara bergantian. Istri sholat, saya dan Naf menunggu di gramedia sambil baca buku.

Saat sedang membaca, tiba-tiba ada bola karet kuning seukuran bola sepak menghantam kepala saya. Oh,, ada anak kecil usia 6 tahunan sedang bermain, dia menendang bola tersebut sekuat tenaga hingga bolanya melayang dan mengenai kepala saya .

Saya pun tersenyum ke dia, “lain kali maennya hati-hati ya dek”, ucap saya. Ternyata bapak anak itu ada di sebelah saya, dia juga sedang membaca. “Adek, stop it. Jangan main bola disini” ujarnya dengan nada tinggi. Sang anak pun menjauh ke bagian kasir. Dan sang bapak juga menjauh dari saya tanpa ada kata maaf dari mulutnya, he just.. go away.

3 menit kemudian, anak kecil tadi mendekat ke saya dan dengan malu-malu berkata pelan, “om, sorii ya”. Saya pun membalasnya dengan senyuman. Dan dia langsung pergi lari, main lagi. Mata saya melihat sekeliling mencari ayah sang anak, dan ternyata dia masih sibuk membaca di tempat yang agak jauh dari saya

Sebagai orang tua, kita seharusnya bertanggung jawab penuh atas perilaku anak karena perilaku anak adalah hasil didikan orang tua. Umumnya, orang tua akan sangat bangga mengklaim prestasi anak saat sang anak jadi juara adalah buah kerja kerasnya dalam mendidik. Tetapi di sisi lain, banyak orang tua yang tidak siap bertanggung jawab atas kesalahan anak dan cenderung menyalahkan sang anak. Hal ini secara teori merupakan salah satu kesalahan dalam mendidik anak. Perlu diingat anak itu adalah the best imitator,  dan saya tidak akan kaget jika mungkin nanti sang anak tadi menjadi seorang yang cuek, pemarah dan egonya tinggi.

Ah.. Saya harus banyak belajar lagi buat ngedidik si Naf.. Lingkungan jaman sekarang sudah sebegininya…

#Lets make Indonesia stronger from home

#quu anfusakum wa ahliikum naar

1136

gambar dari google

Saya Mohon Maaf Kepada Saudara Semua Sebelum Ramadan – Tidak Berniat Bid’ah

Bismillah,

Dengan ini saya ingin meminta maaf kepada bapak-bapak, ibu-ibu dan teman-teman semua atas kesalahan yang pernah saya lakukan. Dalam berinteraksi sehari-hari entah itu lewat dunia maya atau dunia sebenarnya dengan anda semua, (sepertinya) ada perbuatan maupun ucapan saya dan secara sadar maupun tidak sadar menyakiti hati anda semua, yang jika saya sebutkan satu persatu mungkin tidak akan cukup huruf untuk menulis kan nya. Saya akui, saya sering melakukan ghibah (ngerasani), berkata dan bertindak yang tidak sopan, membuat tulisan yang mungkin menyinggung dan sebagainya, Tolong di halalkan ya.

Saya sengaja meminta maaf  secara terbuka dan bertepatan sebelum ramadan datang, karena saya rasa inilah momen yang tepat untuk meminta maaf (selain hari raya idul fitri). Karena di waktu lampau, saya masih sungkan dan harga diri saya terlalu tinggi untuk mengakui bahwa saya pernah melakukan salah ke anda semua. Karena itu, mohon dimaafkan semua kesalahan saya yang lampau, semua nya. Baca lebih lanjut