Stop Jadi Penyebar Bibit-Bibit Pemecah Ukhuwah

Bismillahirrohmaniir rohiim

Akhirnya.. bisa nulis lagi di blog, setelah sekian lama tenggelam dalam pusaran pekerjaan di kantor yang sejak dua bulan ini  amanahnya bertambah untuk jadi bagian dari majalah bulanan kantor. 🙂

Seiring dengan berkembangnya teknologi, informasi bisa didapat dengan murah, mudah dan cepat. Peran SMS yang mahal (dulu 350 rupiah per sms), sekarang digantikan whatsapp atau bbm yang sangat murah,  bisa mencapai 1 rupiah per message.

Selain murah, salah satu keuntungan whatsapp atau bbm adalah adanya fasilitas grup yang memungkinkan anggotanya bertukar informasi secara massal. Salah satu grup yang saya ikuti adalah grup yang diberi subject “Dalam Dekapan Ukhuwah” . Dari judulnya, bisa sobat bayangkan bagaimana nantinya konten dari informasi yang mengalir di grup ini? ohya, grup ini anggotanya berasal dari salah satu harokah yang cukup punya nama di Indonesia.

Dari banyak informasi di grup tersebut, saya ingin meng-share episode obrolan yang menurut saya bisa diambil hikmahnya. Berikut copas-an nya

—————————————

TUKAR PADU

Alfa :

Seorang aktivis H** berkata keras-keras penuh emosi: “Indonesia ini negara thoghut. Dasar negaranya bukan Al-Qur’an tapi Pancasila. Sumber hukumnya bukan Hadis, tapi UUD 1945. Lambangnya bukan kalimat tauhid, tapi Garuda Pancasila. Tolak negara ini, jangan taati pemerintahnya. Dirikan khilafah di bumi nusantara, tegakkan syariah secara sempurna”.

Teman sy yang gampang emosi, di forum itu, lantas menimpali: Anda ini telah berzina sekian lama. Anak-anak dan istri Anda itu haram dan tidak sah sebagai keluarga Anda. Karena Anda menikah di Indonesia dan disahkan oleh pemerintah Indonesia. Buku nikah Anda bergambar Garuda Pancasila. Jelas sekali itu tidak sah, jadi Anda dan semua kelompok Anda yg telah menikah, sesungguhnya berzina. Lalu, semua transaksi keuangan Anda itu haram semua. Jual beli Anda dengan siapapun di negeri ini tidak sah hukumnya. Karena Anda memakai rupiah, sedangkan rupiah bergambar Garuda Pancasila dan dibuat oleh pemerintah RI. Anda juga haram jadi penduduk negeri ini. Sebab KTP Anda bergambar Garuda Pancasila dan diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. Jangan hanya bicara, kalau memang menolak Indonesia dan pemerintahnya, buktikan dengan sikap. Buang KTP Anda, dan jangan pernah punya KTP Indonesia. Buang semua uang Anda, karena semuanya rupiah. Bakar buku nikah Anda, karena itu tidak dari negara Islam dan tidak kari kilafah yg Anda perjuangkan. Cepat angkat kaki dari tempat ini atau saya bantu Anda hilang dari negara ini!”.

Saya dan kawan2 yang mendengar perdebatan itu, tak bisa berkata apa-apa. Diam saja tapi terus terang kami tak bisa menahan  tawa. wqwqwqwqw

 Sumber: copasan seko aki Ichwan Ndeso Manggon Kutho — with Andi Rizqhi Nurul Azisyah and 45 others.

Beta :

Sebagian statemen H** benar kan? ‘Dasar negaranya bukan Al-Qur’an tapi Pancasila. Sumber hukumnya bukan Hadis, tapi UUD 1945. Lambangnya bukan kalimat tauhid, tapi Garuda Pancasila” ?

Tapi yg men-judge penyembah thoghut? Tunggu dulu, itu kajiannya panjang.. Kalo disini ada yg kompeten, monggo. Kalo ane ga ngerti apa2

Beta :

 Terus temen nya yg emosi nanggepin, kayaknya beberapa statemenya harus dikritisi deh.. ” Buku nikah Anda bergambar Garuda Pancasila. Jelas sekali itu tidak sah, jadi Anda dan semua kelompok Anda yg telah menikah, sesungguhnya berzina.” , ini tuduhan yang luar biasa dan tidak berilmu.

Setahu ane yg belum menikah ini, adanya gambar garuda di buku nikah tidak menggugurkan status pernikahan.. Mengapa dituduh berzina?

 Poin ane, hati2 dalam men-share sesuatu, soalnya semua itu harus kita pertanggung jawabkan kelak

 Kalau tulisan2 gak jelas kayak diatas, memecah ukhuwah, mendingan diemin aja, ga usah di share deh.. Lebih banyak mudharatnya.

 Charlie :

Mksdnya dia gak ngakui negara, berarti gak ngakui UU negara. Wallahu’alam.

 Beta :

Afwan, ini pendapat ane, ane gerah ada sharing kayak begituan.. Cmiiw

 Delta :

Mungkin yg share jg kegerahan krn harokahnya sering disudutkan, krn ikut berpolitik n berdemokrasi. Wallahu ‘alam.

 Beta :

Akh Delta, ya sudah kalo dia gak ngakui negara, itu bukan hak kita memaksa mereka kan? Mereka pun dalam bersikap ber-dalil? Seperti halnya yang mengakui demokrasi, mereka juga ber dalil kan?

Di situ lah terlihat letak kedewasaan sebuah harokah dalam menanggapi isu2 yg dikeluarkan lawan politiknya.

 Echo :

Disini berkoar-2 masalah khilafah Tapi dimesir mereka malah mendukung kudeta. Ga jelas perjuangannya. Memang mendirikan khilafah. Bim salabim. Harus ada proses. Dari pribadi islami menjadi keluarga islami dari keluarga islami menjadi masyarakat islami dari masyarakat islami dari menjadi negara islami kalo semua negara sdh, baru bs mendirikan khilafah. Belajar shiroh nabawiyah biar jelas. Yg penting tujuannya bukan cara ato kontennya. Buktikan pada pemilu 2014 bahwa umat islam harus menang…. allahu akbar

 Dari kacamata awam

– nanti jual beli pakai apa?

– nikah yang sah bgmn?

– trus kalau mau haji, sebagai warga negara apa?

 Fanta :

IMHO, silakan saja H** tidak setuju dengan NKRI, tapi khilafah islam bukanlah solusi yang tepat karena sifatnya jangka panjang. Harus ada solusi jangka pendek karena urusan perut dan bawah perut gak bisa nunggu lama2 

Gama :

Jiakaka….langsung klekep deh…

Mo pindah ke negara mana tuh…

 Artinya orang H** gak boleh haji naik peaawat Garuda

 Horison :

Ga usah dibahas lah di sini soal H**, ga akan menjadi sebuah penyelesaian jg karena disini toh ga ada org H**. Dan saran sy sih jgn jadikan pemikiran saudara kita di H** jd penghalang kita buat berteman sama mrk. Tunjukkan klo ikhwah itu org2 yg santun dan baik tutur katanya. Klo mau debat dgn org H**pun dgn bhasa yg baik. Ane paling seneng liat gaya bahasa nya ust salim a fillah. Klo negur atau debat bahasa nya enak bner di denger. 

Lagian klo kita ributin H**disini yg ada cm jd debat kusir tanpa penyelesaian. Dan itu ga disukai nabi kita. Ane lupa bunyi hadist nya, tp ada hadist yg menyuruh kita menjauhi debat. Imho….

*Alfa,Beta,Charlie dst bukan nama sebenarnya

—————

Sepengalaman saya, sangat banyak broadcast, update status, nge-tweet dsb yang berpotensi memecah ukhuwah, meskipun gaya tulisannya dibuat bercanda tetapi kalau kita mau meresapi nya ternyata hal ini berbahaya bagi ukhuwah.

Menurut saya broadcast seperti yang dilakukan Alfa itu akan menanamkan kebencian para anggota grup “Dalam Dekapan Ukhuwah” ke aktivis H** . Dimulai dari memantik emosi dengan menyebut H** menghukumi Indonesia menyembah Thaghut, lalu penyebar broadcast melempar tuduhan bahwa aktivis H** berbuat zina akibat batalnya nikah karena gambar garuda di kartu nikah (yang merupakan pembodohan, darimana dalilnya nikah batal kalau buku nikahnya ada gambar garuda?)  dsb. Kalau seperti itu, ukhuwah bagian mana yang mau di dekap?

Sobat, mari kita berhati-hati. Berhati-hati saat menulis status, berpikir dua kali saat mem-broadcast, atau memahami apa yang kita copas. Begitu juga dalam hal fanatik pada harokah, merasa harokah nya paling benar dan paling berhak menggapai syurga. Sungguh harokah itu hanya kendaraan untuk mencapai tujuan yang sama, orang yang berbeda kendaraan dengan kita itu masih saudara kita selama dia bersyahadat. Ingatkan jika kendaraan saudara kita itu menempuh jalur yang salah atau melanggar rambu-rambu Alloh, tapi jangan tebarkan paku di jalan yang saat ini mereka tempuh.

Janganlah kita menebar bibit kebencian itu…

Semoga Alloh melindungi kita dari berpecah belah , berburuk sangka pada saudara dan ghibah.

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara. (QS Ali Imran:103)

 

Iklan

Siapapun Kita, Ayo Berperan Dalam Agama dan Kehidupan

Bismillahirrohmaaniir rohiim

“Tidak ada kata terlambat untuk memainkan peranan kita dalam agama dan kehidupan, bahkan jika saat ini kita adalah seorang ahli maksiat. Tetaplah berbuat kebaikan semampu kita. Kita tidak pernah tahu bagaimana akhir kehidupan”

———————–

Saudaraku …

Apa yang kau anggap atas dirimu sendiri? Begitu banyakkah dosa dan noda? Ketahuilah, setiap manusia –siapa pun dia- juga memiliki kesalahan, dan sebaik-baik  manusia yang membuat kesalahan adalah yang mau bertaubat. Mari jadilah yang terbaik ……….

Saudaraku …

Apa yang menghalangimu membela agamamu? Apa yang merintangimu beramal demi kejayaan Islam dan kaum muslimin? Dosa,  noda, dan maksiat itu? Ketahuilah, jika kau diam saja, tidak beramal karena merasa belum pantas berjuang, masih jauh dari sempurna, maka daftar noda dan maksiat itu semakin bertambah. Itulah tipu daya syetan atas anak Adam, mereka menghalangi manusia dari berjuang dan hidup bersama para pejuang, dengan menciptakan keraguan di dalam hati manusia dengan menjadikan   dosa-dosanya sebagai alasan.

Saudaraku …

Hilangkan keraguanmu, karena Rabbmu yang Maha Pengampun telah berfirman:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghapuskan keburukan-keburukan. (QS. Hud: 114)

Hilangkan pula kebimbinganmu, karena kekasih hati tercinta, NabiNya yang mulia –Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam-  telah bersabda:

وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا

Ikutilah perbuatan burukmu dengan perbuatan baik, niscaya itu akan menghapuskannya. (HR. At Tirmidzi No. 1987, katanya: hasan shahih. Ahmad No. 21354, 21403, 21487, 21536, 21988, 22059, Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir No. 296, 297, 298, juga Al Mu’jam Ash Shaghir No. 530, Ad Darimi No. 2833, Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 178, katanya: “Shahih, sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim.” Disepakati oleh Imam Adz DZahabi dalam At Talkhish. Sementara Syaikh Syu’aib Al Arnauth dan Syaikh Al Albani menghasankannya dalam kitab mereka masing-masing)

Saudaraku …

Tidak usah berkecil hati dan jangan putus asa, sungguh agama mulia ini pernah  dimenangkan oleh orang mulianya dan para fajir(pelaku dosa)nya. Semuanya mengambil bagian dalam gerbong caravan pejuang Islam. Imam Al Bukhari telah membuat Bab dalam kitab Shahihnya,  Innallaha Yu’ayyidu Ad Diin bir Rajul Al Faajir (Sesungguhnya Allah akan menolong agamaNya melalui seseorang yang fajir). Ya, kadang ada pelaku maksiat, seorang fajir, justru dia melakukan aksi-aksi nushrah (pertolongan) terhadap agamanya, dibanding laki-laki yang shalih. Semoga aksi-aksi nushrah tersebut bisa merubahnya dari perilaku buruknya, dan dia bisa mengambil pelajaran darinya sampai dia  berubah menjadi   orang  shalih yang berjihad, bukan lagi  orang fajir yang berjihad.

Saudaraku … Ada Abu Mihjan!!

Kukisahkan kepadamu tentang Abu Mihjan Radhiallahu ‘Anhu. Ditulis dengan tinta emas para ulama Islam, di antaranya Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A’lamin Nubala pada Bab Sirah Umar Al Faruq. (2/448. Darul Hadits, Kairo), juga Usudul Ghabah-nya  Imam Ibnul Atsir. (6/271. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Beliau adalah seorang laki-laki yang sangat sulit menahan diri dari khamr (minuman keras). Beliau sering dibawa kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk diterapkan hukum cambuk  (Jild) padanya karena perbuatannya itu.  Bahkan Ibnu Jarir menyebutkan Abu Mihjan tujuh kali dihukum cambuk.  Tetapi, dia adalah seorang laki-laki yang sangat mencintai jihad, perindu syahid, dan hatinya gelisah jika tidak andil dalam aksi-aksi jihad para sahabat nabi Radhiallahu ‘Anhum.

Hingga datanglah perang Al Qadisiyah yang dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqash Radhiallahu ‘Anhu melawan Persia, pada masa pemerintahan Khalifah Umar Radhiallahu ‘Anhu. Abu Mihjan ikut andil di dalamnya, dia tampil gagah berani bahkan termasuk yang paling bersemangat dan banyak membunuh musuh. Tetapi, saat itu dia dikalahkan keinginannya untuk meminum khamr, akhirnya dia pun meminumnya. Maka, Sa’ad bin Abi Waqash menghukumnya dengan memenjarakannya serta melarangnya untuk ikut jihad.

Di dalam penjara, dia sangat sedih  karena tidak bisa bersama para mujahidin. Apalagi dari dalam penjara dia mendengar suara dentingan pedang dan teriakan serunya peperangan, hatinya teriris, ingin sekali dia membantu kaum muslimin melawan Persia yang Majusi. Hal ini diketahui oleh istri Sa’ad bin Abi Waqash yag bernama Salma, dia sangat iba melihat penderitaan Abu Mihjan, menderita karena tidak dapat ikut berjihad, menderita karena tidak bisa berbuat untuk agamanya! Maka, tanpa sepengetahuan Sa’ad -yang saat itu sedang sakit, dan dia memimpin pasukan melalui pembaringannya, serta mengatur strategi di atasnya- Beliau membebaskan Abu Mihjan untuk dapat bergabung dengan para mujahidin. Abu Mihjan meminta kepada Salma kudanya Sa’ad yaitu Balqa dan juga senjatanya. Beliau berjanji, jika masih hidup akan mengembalikan kuda dan senjata itu, dan kembali pula ke penjara. Sebaliknya jika wafat memang itulah yang dia cita-citakan.

Abu Mihjan berangkat ke medan tempur dengan wajah tertutup kain sehingga tidak seorang pun yang mengenalnya. Dia masuk turun ke medan jihad dengan gesit dan gagah berani. Sehingga Sa’ad memperhatikannya dari kamar tempatnya berbaring karena sakit dan dia takjub kepadanya, dan mengatakan: “Seandainya aku tidak tahu bahwa Abu Mihjan ada di penjara, maka aku katakan orang itu  pastilah Abu Mihjan. Seandainya aku tidak tahu di mana pula si Balqa, maka aku katakan kuda itu adalah Balqa.”

Sa’ad bin Abi Waqash bertanya kepada istrinya, dan istrinya menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada Abu Mihjan, sehingga lahirlah rasa iba dari Sa’ad kepada Abu Mihjan.

Perang usai, dan kaum muslimin menang gilang gemilang. Abi Mihjan kembali ke penjara, dan dia sendiri yang memborgol kakinya, sebagaimana janjinya. Sa’ad bin Waqash Radhiallahu ‘Anhu mendatanginya dan membuka borgol tersebut, lalu berkata:

لا نجلدك على خمر أبدا فقال: وأنا والله لا أشربها أبدا

Kami tidak akan mencabukmu karena khamr selamanya. Abu Mihjan menjawab: “Dan Aku, Demi Allah,   tidak akan lagi meminum khamr  selamanya!”

Bismillahirrohmaniir rohiim

Sobat, ayo berperan dalam memperbaiki agama ini. Sekecil apapun

Saudaraku ….

Sangat sulit bagi kita mengikuti dan menyamai Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan para sahabat nabi yang mulia, Radhiallahu ‘Anhum. Tetapi, paling tidak kita masih bisa seperti Abu Mihjan, walau dia pelaku maksiat namun masih memiliki ghirah kepada perjuangan agamanya, dan ikut hadir dalam deretan nama-nama pahlawan Islam.  Semoga Allah Ta’ala memasukkan kita ke dalam deretan para pejuang agamaNya, mengikhlaskan, dan memberikan karunia syahadah kepada kita. Amin.

Wallahu A’lam

Sebuah tulisan dakwah dari Ust Farid Nu’man

Pray at The Office

Bismillahiirohmaniirohiim

People consist of two part, body and soul. The two part need  nutrition to keep both health. The body nutrition can be supplied from food, drink and drugs. The soul nutrition can be supplied from religion theory, motivation from another people or  gathering with inspirational environment and people. 

Here, i will share to you how the PLN P3B JB workers get the soul nutrition at the office. 

1. One Day One Juz Program

This program sounds similar with one day one juz which held by a dakwah organisation, but the implementation is different.  one day one juz  programs purposes is to keep the spirit of reading Al Quran among the worker by reading Al Quran every morning, before work time starts.

as we know, jakarta is very crowded and has bad traffic. some worker desire to go work earlier in order to avoid the traffic. They go at 6.00  am from home and arrive at office at 7.30.  Since  the work time starts at 8.00 am, they have 10-15 minutes to read AL Quran in our musholla. No matter how much pages or ayat of Al Quran  they’ve read, they will note it at a form. Sometimes we make an appointment with other what pages we will read.

we hope, the accumulation of the pages or ayat of Al Quran that read by worker can reach one juz on one day.

Starts our day with Al Quran. 🙂

Lima-20130910-00048

Announcement

Lima-20130910-00054

reading Al Quran together

Lima-20130910-00046

the checklist form

2. Ashar prayer together  (jamaah) and continue by Syarah Riyadhus shalihin readings

Ashar prayer time at jakarta is about 3 pm.  Most of worker have finished their work and prepare to go home. Before go home, we held ashar prayer together at our building musholla and continue with  syarah riyadhus sholihin readings by a volunteer.

The volunteer reader reads the hadith from syarah riyadhus sholihin book and another jamaah listen carefully. Syarah riyadhus sholihin is a good book, easy to be understood and applicable in our whole life.

“Majelis ‘ilm is  gardens of heaven”

Lima-20130910-00052

reading riyadhus sholihin after ashar prayer

 

3.  Prayer together on control room (special for shift worker)

as a shift worker who control the electricity in Jawa Bali and ensure the electricity is delivered to your home, we must not leave control room,  at least one of three shift worker must standby to pick up the phone, control the electricity flow and maintain the quality of electricity.

Jamaah prayer is a must for moslem (some ulama say sunnah) except we have an obstacle.  Jamaah worth 27 times to lone prayer. In order to get the eminence of jamaah, we effort to keep jamaah prayer on control room.

sholat jamah di control room

jamaah on the control room

4. Routine islamic study on Baitul Ihsan Mosque, every wednesday

Every wednesday, after dhuhur prayer, there is routine islamic study on our beloved mosque, Baitul Ihsan. The theme is varies and presented by several ustadz. Ustadz Farid Nu’man presents lesson about tazkiyatun nufs, ustadz Muhsinin presents about keluarga sakinah and etc. The audience not only from PLN but aslo the jamaah from surrounding mosque, the student of SMK Utama and etc.

pengajian rabu

5. Special event gathering

When a special event happened, especially religious event, we also held an activities . Some gathering we’ve held are “khataman qur’an’ , “syukuran haji’and etc. The event held simply,for example when celebrated khataman quran we just bought some food and ate together after read juz 30. Very simple event, but believe me, it works for bounding one and other.

syukuran one day one juz

——

Our management totally support the activities. They believe that the best worker is who can balance their nutrition, body and soul, both. 

I believe most of you have a religious activities on work. Dont be hesitate to share. This is my story, and you?

*blogger missions accomplished*

 

Salafy Yang Aneh

Bismillah

Mohon maaf jika sedikit menyinggung, tapi ini bukan tulisan tentang agama koq. Saya membahas masalah humaniora
secara personal. (Ngeles dengan cerdas.. hehehe)

Saya akan membahas keanehan seorang teman dengan embel-embel As-Salafy di belakangnya. Teman aneh saya ini bernama Amin Mustangin.
Sekarang berjuluk Amin Mustangin As-Salafy. Walau saya post di Fiksiana, ini nyata saudara-saudara.. Check saja profilnya di google nama tersebut.:-P

Saya berteman dengan dia, si Aneh ini, sejak kami SMP. Dulu dia gagap, kumal, baju-bajunya tidak pernah kenalan dengan mahluk yang namanya setrika, Pokoknya sangat tidak gaul deh, suka jadi bahan ledekan teman-teman karena gagapnya itu. Sekarangpun demikian. Hanya saja stylenya sedikit berubah.

Memakai jubah gamis panjang, celana panjang “cungklang” dan berjanggut lebat. Mirip dengan gambaran teroris-teroris di kepala kita? Jangan salah sangka… Salafy itu sangat patuh kepada Ulul Amri. “Apa yang akan kamu lakukan misalkan rumahmu diambil pemerintah untuk suatu proyek?” Dia menjawab,
“Bersabar”

Aneh kan? Baca lebih lanjut

Memulai Istiqomah Sholat Berjamaah?? Why Not??

Bismillah

 

Sayup-sayup terdengar adzan dari kamar mess tempat aku tinggal. ku lihat jam di handphone menunjukkan pukul 04.20, sudah masuk waktu shubuh. dengan mata masih berat terbuka, ku paksa diri ini menuju kamar mandi untuk berwudlu.Segera setelah itu, ku pakai sarung, koko dan kopyah berangkat menuju masjid yang terletak tidak jauh dari mess.

Masjid Nurul Hikmah memang hanya masjid kecil yang  sebenarnya di peruntukkan untuk karyawan perusahaan telekomunikasi yang membangun nya,  tetapi tidak jarang warga sekitar menunaikan sholat Jumat di masjid tersebut. Pada saat sholat dzuhur dan ashar biasa nya tidak kurang dua shof terisi, maklum sebagaian besar karyawan perusahaan tersebut belum pulang.  Ada kemajuan shof ketika sholat maghrib dan isya yang hanya satu shof terisi, itupun tidak penuh. Pemandangan yang tidak biasa terjadi pada saat sholat Jumat ditunaikan. Mendadak Masjid penuh sampai sampai banyak jamaah yang harus sholat di serambi masjid. Keadaan ini bertolak belakang sekali ketika sholat subuh ditunaikan, tidak kurang dari sepuluh orang saja yang sholat subuh berjamaah di masjid bahkan pernah waktu itu ditunaikan sholat subuh hanya dengan dua orang jamaah!!.

Muncul pertanyaan, sebenar nya dalam syariat islam bagaimana hukum sholat berjamaah? apakah wajib, sunah atau mubah? berikut beberapa dalil yang berkaitan dengan sholat berjamaah dan hukum sholat berjamaah di masjid menurut beberapa ulama :

1. Hukumnya fardhu kifayah.

beberapa ulama yang berpendapat ini adalah Imam Syafi’i, Abu Hanifah, jumhur ulama Syafi’iyah mutaqadimin dan banyak ulama Hanafiyah dan Malikiyah.

Adapun dalil-dalil nya adalah

hadits 1 :“Tidaklah ada tiga orang dalam satu perkampungan atau pedalaman tidak ditegakkan pada mereka shalat kecuali Syeithon akan menguasainya. Berjamaahlah kalian, karena srigala hanya memangsa kambing yang sendirian”[HR Abu dawud no 460 dan HR Ahmad no 26242].

hadits 2 : “Kembalilah kepada ahli kalian, lalu tegakkanlah shalat pada mereka serta ajari dan perintahkan mereka (untuk shalat). Shalatlah kalian sebagaiamana kalian melihat aku shalat. Jika telah datang waktu shalat hendaklah salah seorang kalian beradzan dan yang paling tua menjadi imam.[HR Bukhori no 595 dan HR Muslim no 1080]

hadits 3 : Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: Shalat berjamaah mengungguli shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.‘”[HR Bukhori no 609]

2. Dihukumi sebagai syarat sah shalat. Shalat tidak sah tanpa berjama’ah kecuali dengan adanya udzur (hambatan).

Ini pendapat zhahiriyah dan sebagian ulama hadits. Pendapat ini didukung oleh sejumlah ulama diantaranya: Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Ibnu Aqiil dan Ibnu Abi Musa. Diantara dalil mereka:

hadits 1 : Barang siapa yang mendengar adzan lalu tidak datang maka tidak ada shalat baginya kecuali karena udzur.[HR Ibnu Majah no 785]

hadits 2 : “Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku berkeinginan untuk memerintahkan mengumpulkan kayu bakar lalu dibakar, kemudian aku memerintahkan agar adzan dikumandangkan. Lalu aku juga memerintah seseorang untuk mengimami manusia, lalu aku berangkat kepada kaum laki-laki (yang tidak shalat) dan membakar rumah-rumah mereka (HR Bukhari no  644 dan HR  Muslim no 651).

hadits 3 : ” Dari Abu Hurairah berkata, ada seorang buta datang kepada Rasulullah seraya berkata, Ya Rasulallah, tidak ada seorang yang menuntunku ke masjid, adakah keringanan bagiku? Jawab Nabi, “Ya.” Ketika orang itu berpaling, Rasulullah bertanya, “Apakah kamu mendengar adzan?” Jawab orang itu, “Ya”. Kata Nabi selanjutnya, “Kalau begitu penuhilah!” (HR Muslim no 653).

3. Hukumnya sunnah muakkad

Ini pendapat madzhab Hanafiyah dan Malikiyah. Imam Ibnu Abdil Barr menisbatkannya kepada kebanyakan ahli fiqih Iraq, Syam dan Hijaaj.

hadits 1 : Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah n bersabda: Shalat berjamaah mengungguli shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.[HR Bukhari no 609]

hadits 2 : Sesungguhnya orang yang mendapat pahala paling besar dalam shalat adalah yang paling jauh jalannya kemudian yang lebih jauh. Orang yang menunggu shalat sampai shalat bersama imam lebih besar pahalanya dari orang yang shalat kemudian tidur. Dalam riwayat Abu Kuraib: sampai shalat bersama imam dalam jama’ah.[HR Muslim no 1064]

Imam Asy Syaukaniy menyatakan setelah membantah pendapat yang mewajibkannya: “Pendapat yang pas dan mendekati kebenaran, shalat jamaah termasuk sunah-sunah yang muakkad. Adapun hukum shalat jama’ah adalah fardhu ‘ain atau kifayah atau syarat sah shalat maka tidak”. Hal ini dikuatkan oleh Shidiq Hasan Khon dan pernyataan beliau: “Adapun hukumnya fardhu, maka dalil-dalil masih dipertentangkan. Akan tetapi disana ada cara ushul fiqh yang mengkompromikan dalil-dalil tersebut, yaitu hadits-hadits keutamaan shalat jama’ah menunjukkan keabsahan shalat sendirian seperti hadits “Orang yang menunggu shalat sampai shalat bersama imam lebih besar pahalanya dari orang yang shalat sendirian kemudian tidur. Hadits ini dalam kitab shohih.

4. Hukumnya wajib ain (fardhu ‘ain) dan bukan syarat
Ini pendapat Ibnu Mas’ud, Abu Musa Al Asy’ariy, Atha’ bin Abi Rabbaah, AL Auzaa’iy, Abu Tsaur, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibaan, kebanyakan ulama Hanafiyah dan madzhab Hambali. Dalil mereka adalah firman Allah:

1. Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata. Kemudian apabila mereka (yang shalat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu.(QS An-Nisa: 102) Dalam ayat ini terdapat dalil yang tegas akan kewajiban shalat berjamaah. Shalat jamaah tidak boleh ditinggalkan kecuali dengan udzur seperti ketakutan atau sakit.

2.Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.[QS. Al Baqarah :43]. ini adalah perintah, kata perintah menunjukkan kewajibannya.

sedangkan beberapa hadits yang menjadi dalil diwajibkannya sholat berjamaah adalah

hadits 1 : Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku berkeinginan untuk memerintahkan mengumpulkan kayu bakar lalu dibakar, kemudian aku memerintahkan agar adzan dikumandangkan. Lalu aku juga memerintah seseorang untuk mengimami manusia, lalu aku berangkat kepada kaum laki-laki (yang tidak shalat) dan membakar rumah-rumah mereka (HR Bukhari no 644 dan HR Muslim no 651).

hadits 2: .  Dari Abu Hurairah berkata, ada seorang buta datang kepada Rasulullah seraya berkata, Ya Rasulallah, tidak ada seorang yang menuntunku ke masjid, adakah keringanan bagiku? Jawab Nabi, “Ya.” Ketika orang itu berpaling, Rasulullah bertanya, “Apakah kamu mendengar adzan?” Jawab orang itu, “Ya”. Kata Nabi selanjutnya, “Kalau begitu penuhilah!” (HR Muslim no 653).

hadits 3 : “Tidaklah ada tiga orang dalam satu perkampungan atau pedalaman tidak ditegakkan pada mereka shalat kecuali setan akan menguasainya. Berjamaahlah kalian, karena srigala hanya memangsa kambing yang sendirian” . [HR Abu dawud no 460 dan HR Ahmad no 26242].

wallohu’alam

(di kutip dari http://ustadzkholid.com/fiqih/hukum-shalat-berjama%e2%80%99ah-wajib-ataukah-sunnah/?#_ftn23)

melihat dari berbagai hukum di atas, maka kita sebagai muslim hendak nya memberi perhatian ekstra tentang sholat berjamaah ini sebagaimana sholat jumat. memang ada perbedaan pendapat di beberapa ulama tentang hukum sholat berjamaah tetapi alangkah baiknya  kita mengusahakan untuk sholat fardhu berjamaah jika tidak udzur. jika memang hukum sholat berjamaah adalah wajib, maka kita telah terbebas dari kewajiban. jika hukum sholat berjamaah adalah sunnah muakadah, maka kita mendapatkan keutamaan dari sunah muakadah tersebut. wallohu’alam.

=====

Memang berat untuk memulai sholat fardhu berjamaah ini, tetapi bukankah untuk mendapatkan sesuatu yang berharga dibutuhkan pengorbanan? every thousand miles journey must begin with a single step, begitu kata orang bule. berikut sharing beberapa tips untuk memprogram istiqomah sholat berjamaah :

a. Perdalam ilmu agama terutama tentang sholat berjamaah dan keutamaan nya.

ikuti kajian-kajian baik di masjid, radio maupun download di web. beberapa referensi kajian di web adalah

http://www.kajian.net , http://www.radiorodja.com, http://www.eramuslim.com, http://www.muslim.or.id  dsb

b. Tanamkan mindset investasi akhirat yang mudah tapi pahala nya berlebih

dalam dunia bisnis, kalau ada orang yang mau membayar kita 27 kali lipat dari bayaran kita, maka kita pasti akan bilang “OKE. apa yang harus saya kerjakan??” orang tersebut bilang “kamu kerjakan pekerjaan mu yang dulu, tapi lakukan secara tim (bersama-sama)”. what a big deal??? saya yakin kita akan meng iya kan tawaran orang tersebut.

begitu juga sholat berjamaah. mindset bisnis kita harus bermain juga dalam investasi akhirat ini. kita investasi dengan sholat fardhu berjamaah maka kita akan mendapatkan 27 keutamaan sholat fardhu sendirian?? subhanalloh !!!

c. Kita yang mengatur waktu, bukan waktu yang mengatur kita

Mulailah untuk memasukkan sholat berjamaah di jadwal kegiatan kita. Jika dalam perjalanan, kita harus menghitung waktu kapan dan dimana kita bisa sholat berjamaah di masjid. Jika kita rapat, maka rapat harus dipending ketika masuk waktu sholat (bukan hanya diam dengerin adzan, tapi tidak sholat. Adzan selesai, rapatnya lanjut). Jika tubuh lelah, tidurlah lebih awal sehingga subuh bisa bangun.

Mulailah untuk mengeset alarm HP di jam-jam sholat fardhu lima waktu. 5 menit sebelum waktu sholat masuk, alarm harus berbunyi.

d. Minta bantuan orang lain

jangan malu-malu untuk minta dibangunin orang lain saat subuh. orang tua/istri/suami/teman bisa kita minta tolong untuk membangunkan saat subuh. Begitu juga pada saat sholat fardhu yang lain, jangan malu untuk membuat janji dengan teman kerja/kuliah untuk ketemu di masjid, sholat berjamaah.

e. Kurangi perbuatan dosa dan perbanyak doa

semakin sering kita berbuat dosa dan maksiat maka hati ini semakin banyak noktah hitam nya sehingga semakin sulit dalam mendapat hidayah. dan jangan lupa selalu berdoa agar kita dijjadikan orang yang mendirikan sholat.

“Rabbij’anii muqiimas salaati wa min zurriyyatii rabbanaa wa taqabbal du’a’i ”

yang artinya “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. (Q.S. Ibrahim [14]: 40)”

=====

Sungguh indah jika suatu saat nanti ketika kita sholat subuh di masjid, jamaahnya sebanyak jamaah sholat Jumat. Mari kita mulai dari diri kita sendiri untuk sholat berjamaah di masjid sebagai bentuk usaha kita dalam menegakkan sunnah, memakmurkan masjid dan menyiarkan islam.

Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS Al A’la 13-16)

Alhamdulillah, semoga bermanfaat bagi yang pembaca.  jika ada yang salah dalam tulisan ini, mohon di koreksi.