Arai, Simpai Keramat Seniman Kehidupan

Bismillah

Arai, dia adalah seorang yatim piatu sejak kelas tiga SD yang diasuh oleh saudara jauh ibu nya. Arai adalah anak tunggal penerus garis keturunan ayah ibu nya sehingga dia dijuluki simpai keramat oleh masyarakat Belitong. Arai tumbuh bersama anak ayah angkat nya yang bernama Ikal. Mereka berdua seumuran dan melewati masa-masa muda bersama. Arai adalah seniman kehidupan. Arai bisa memandang segala sesuatu yang menimpa dirinya sebagai seni yang asyik untuk dinikmati. Arai berpikir dengan cara berpikir yang extra ordinary dari kebanyakan orang. Ketika seharusnya ikal menghibur dirinya disaat orang tua nya meninggal, Arai memutar balik kan fakta tersebut dengan cara menghibur ikal yang larut dalam kesedihan dan memberi ikal mainan kumbang sagu saat dia di jemput orang tua angkat nya menggunakan truk.

Pada suatu hari Mak Cik Maryamah datang ke rumah. Saat itu Mak Cik datang bersama Nurmi, anaknya. Nurmi membawa sebuah biola kesayangan nya untuk ditukar dengan beras oleh ibu nya. Oleh ibu Ikal, Mak Cik Maryamah diberi beras dengan gratis tanpa harus ditukar dengan biola Nurmi, Nurmi pun senang. Melihat hal itu, Arai dan Ikal mempunyai inisiatif yang luar biasa. Mereka memecah celengan mereka dan berboncengan melewati jalan arah ke rumah Mak Cik Maryamah. Sampai di persimpangan jalan, ternyata Arai tidak melewati cabang jalan ke rumah Mak Cik tetapi mengendarai sepeda menuju pasar. Ikal yang dia bonceng pun marah-marah, kenapa mereka tidak  menuju rumah Mak Cik? Bukankah uang itu akan mereka berikan untuk mereka berikan ke Mak Cik? Akhirnya semua kemarahan Ikal lenyap tatkala mengetahui rencan jenius arai untuk membeli tepung terigu, gula dan bahan kue yang lain agar Mak Cik membuat kue dan mereka yang akan menjual nya, Dengan begitu Mak Cik akan punya penghasilan. Subhanalloh.. Jenius bukan? Beri seseorang kail dan umpan, jangan beri dia ikan !😀. Sesampai di rumah Mak Cik, Mereka memberi kan bahan-bahan tersebut dan mengutarakan ide mereka. Mak Cik pun sangat bahagia dan Arai meminta Nurmi memainkan lagu juwita malam dengan biola nya…

Arai, seorang saudara sekaligus sahabat bagi Ikal. Arai selalu ada ketika Ikal membutuhkan nya. Dia tidak pernah lelah menyemangati Ikal, mengajak hal-hal kenakalan khas remaja dan sebagainya. Kisah yang menurut saya sangat menarik adalah saat Arai marah habis-habis an pada Ikal karena prestasi sekolah Ikal yang menurun drastis dari peringkat dua menjadi peringkat tujuh puluh lima !!. Saat itu Ikal pesimistis dengan masa depan dia untuk kuliah setamat SMA, Ikal pesimis dia akan pergi ke Prancis dan menginjakkan kaki di Almamater Sorbonne seperti yang dia impikan bersama Arai. Ikal pesimis dia hanya akan menjadi tukang buruh PT Timah seperti kakak-kakak dan tetangga nya. Tapi lihatlah Arai, setelah orang tua mereka mengambil raport dan pulang, Arai berteriak dan marah pada Ikal. Salah satu kata-kata nya yang selalu saya ingat adalah “Tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati, mungkin setelah tamat SMA kita akan mendulang timah dan menjadi kuli, tetapi disini kita tidak akan mendahului nasib!!”. Kata-kata yang sangat luar biasa bagi saya. Betapa rasa pesimis akan menghancurkan mimpi-mimpi kita. Rasa pesimis tidak ubahnya kita mendahului nasib kita yang belum tentu terjadi.

Cerita lain tentang Arai adalah saat dia ingin membahagiakan Jimbron, sahabat nya yang terobsesi dengan kuda. Saat pertama kali tersiar kabar bahwa capo, bisnisman tionghoa setempat, akan memelihara kuda, Jimbron jadi murung dan tidak bersemangat. Jimbron sangat ingin menunggangi kuda seperti yang dilakukan koboi di film-film. Mengetahui hal ini, Arai pun diam-diam membujuk capo agar dia bekerja di pabrik cingcau nya selama dua bulan dengan imbalan meminjam kuda terbaik di peternakan nya satu hari agar bisa ditunggangi Jimbron. Luar biasa!! Arai selama dua bulan rela bekerja banting tulang tanpa upah hanya untuk membuat kejutan spesial bagi Jimbron, sahabat nya yang punya obsesi akut terhadap kuda.

Dalam hal percintaan, Arai adalah seorang yang setia. Dia jatuh hati pada Zakiah Nurmala pada pandangan pertama. Berjuta cara dia lakukan untuk merebut perhatian Nurmala, mulai dari mengirim bunga, menulis puisi sampai berlatih musik, meskipun semua yang dia lakukan gagal tapi Arai berprinsip yang agak absurd “ Nurmala itu seperti sebuah tembok kukuh, dan setiap usaha yang dia lakukan seperti melempar lumpur ke tembok itu. Memang lumpur itu tidak akan merobohkan tembok itu, tetapi lumpur itu akan meninggalkan bekas. Sama seperti usaha yang dia lakukan akan membekas di hati Nurmala” . dan pada akhirnya, Arai dan Nurmala pun menikah setelah dewasa.

Arai adalah salah satu tokoh yang diceritakan Andrea Hirata dalam Novel Sang Pemimpi dan Edensor. Membaca Novel adalah salah satu alternatif yang saya pilih dalam mengisi waktu luang. Sebenarnya saya tidak terlalu suka membaca novel, buktinya beberapa novel yang dulu sempat saya beli seperti the kite runner dan the girl of riyadh tidak habis saya baca. Tetapi ketika saya membeli buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, saya kecanduan membaca nya. Saya terbius dengan lika-liku laskar pelangi untuk mendapat hak dalam pendidikan dan juga kisah persahabatan mereka di salah satu sudut pulau Belitong yang kaya akan timah. Pada novel Laskar Pelangi ini belum ada tokoh Arai. Baru pada novel kedua yang berjudul Sang Pemimpi, Arai muncul. Jujur saya langsung jatuh hati dengan novel ini, sudah tidak bisa dihitung dengan jari berapa kali saya membaca Novel ini hingga tamat, dan bagi saya Arai adalah daya tarik kuat yang membuat saya tidak pernah bosan membaca nya.

Seniman hidup, begitulah Andrea Hirata menggambarkan tokoh Arai. Dan kadang saya ingin seperti dia yang bisa menikmati sisi indah dari kehidupan yang pahit.

One thought on “Arai, Simpai Keramat Seniman Kehidupan

  1. Iya, begitu saya membaca novel laskar pelangi dan sang pemimpi saya jadi kecanduan, dan pengen baca karya Andrea Hirata lainnya.. Karena banyak pelajaran yg bisa diambil… ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s