Life is Value

Bismillahirrohmaniir rohiim

“Akhi, kalau antum ingin menjadi seorang pengusaha, jadilah pengusaha yang mempunyai value yang membedakan antum dengan pengusaha lain”

Kalimat ini saya dapatkan saat saya bersilaturahim ke seorang kawan di daerah Gunung Puntang, Bandung. Sebut saja namanya mas Irwan. Mas Irwan ini masih berusia 22 tahun dengan 2 anak, yang sedang merintis usaha di bidang agrobusiness. Dia mempunyai brand Kopi Puntang dengan jargon “pantang pulang tanpa kopi puntang”. 🙂

Saya tidak menulis tentang mas Irwan disini, tetapi kata-kata mas Irwan  selalu terngiang di telinga saya, berputar-putar di pikiran. Meminta untuk diresapi lebih dalam maknanya. Saya memang bukanlah pengusaha seperti mas Irwan. Saya seorang pekerja kantoran. Tetapi kata-kata “value” itulah yang menarik bagi saya.

Menurut kamus oxford, value diartikan sebagai . The regard that something is held to deserve; the importance, worth, or usefulness of something” . Disisi lain, (mungkin) beberapa dari kita memahami value adalah angka-angka yang identik dengan rupiah seperti definisi lain dari oxford : “The numerical amount denoted by an algebraic term; a magnitude, quantity, or number”:

Jika membaca Value yang disebutkan mas Irwan diatas, maka value bisa diartikan dengan jumlah penghasilan tiap hari bukan? Misalkan ada serats pengusaha kopi di Bandung, maka yang membedakan seratus pengusaha tersebut adalah berapa omzet mereka per hari? apakah termasuk pengusaha bermozet puluhan juta kah? ratusan ribu kah? atau puluhan ribu?

BUKAN. Ternyata bukan itu value yang dimaksud, kalau kita berbisnis atau bekerja hanya memikirkan tentang angka-angka rupiah maka value kita hanya sebatas angka. Tetapi ada value yang lebih dari sekedar angka-angka, yang membedakan kita dengan orang lain. Sesuatu yang tidak bisa dikonversi dengan rupiah. Sesuatu yang membuat kita merasa dibutuhkan orang lain, sesuatu yang ingin kita dapatkan, sesuatu yang membuat kita berguna bagi lingkungan sekitar, sesuatu yang membedakan derajat seorang Hamba di hadapan Rabbnya.

Contoh : Seorang pengusaha kopi, boleh jadi omzetnya lebih kecil dari pengusaha lain. Tetapi jika pengusaha kopi ini adalah seorang hafidz Quran atau imam masjid di daerahnya, maka itulah value yang membedakan dia. Contoh lain, Value seorang yang penghasilannya kecil tetapi sedekahnya 10%  itu, lebih tinggi dibanding yang berpenghasilan besar dengan sedekah  2,5%.  Value bagi seorang muslim bukanlah bertambahnya angka-angka rupiah, tetapi sesuatu yang membuatnya bernilai lebih di hadapan Rabbnya.

Pikiran saya sejenak terbang ke Gaza yang terkenal dengan izzudin al qassam nya. Pasukan tempur yang gigih mempertahankan tanahnya dari serbuan zionis la’natullah. Menurut info yang saya dapatkan, pasukan yang identik dengan tutup muka ini ternyata berasal dari berbagai kalangan profesi, mulai dari tukang sampah, guru, insinyur sampai perdana menteri.  Mereka bekerja di siang hari untuk menghidupi keluarganya, dan  menyandang senjata berjaga di perbatasan pada malamnya. Untuk diketahui bersama, salah satu syarat menjadi bagian pasukan khusus ini adalah hafidz quran.

Subhanalloh, betapa banyak insinyur di dunia ini, mungkin ratusan juta. Penghasilannya pun berbeda-beda sesuai kadar rizki yang telah Alloh tetapkan. Lalu apa value yang membedakan ratusan juta insinyur tersebut? Rumah mewahnya kah? Jumlah mobilnya kah? ataukah Derajat dihadapan Rabbnya? (for your information, i am an engineer and i’m warned now)

Mulailah berbuat sesuatu dalam hidup ini, Tentukan value yang ingin didapatkan. Jika tidak bisa melakukan sesuatu yang besar, maka awalilah dengan yang kecil.

Hidup adalah perbuatan, tidak cukup hanya direnungkan. Life is Value, Action!

——————-

2

Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

Iklan

Laporan Donasi Peduli Palestina 2014

Bismillahirrohamaniir rohiim

Alhamdulillah, setelah membuat program donasi peduli palestina, response teman-teman cukup baik sehingga  terkumpul dana sebesar Rp. 4.900.000 plus 30 Real KSA. Seluruh donasi disalurkan ke Palestina melalui KNRP pada hari Jumat 25 Juli 2014 pukul 14.30 dan diterima oleh Akh Maman.

Semoga Alloh menerima amal baik teman-teman semua dan membalas dengan balasan yang lebih baik. Jazakumulloh khoiron katsiir.

2014-07-25 21.37.15 2014-07-25 21.38.01 2014-07-25 21.38.47 2014-07-25 14.58.47 2014-07-25 15.53.34-2

Sesungguhnya, orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (al-Qur’an), mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dengan diam-diam maupun terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Faathir: 30)

Barokallahufiikum

 

notes:

* kalau ada yang belum tercatat, mohon konfirmasi ke saya

* harga produksi kaos saya flat-kan 75.000 per kaos meskipun kalau ukuran XXL ada harganya tersendiri. Dan untuk ongkos kirim, saya mohon keikhlasan donatur jika terjadi kelebihan uang.

Donasi Peduli Palestina 2014

Bismillahirrohmaniir rohiim

palestine 2014_2_final

 

Saatnya Peduli Palestina, Sekarang!

Caranya ? ada TIGA pilihan sob,

1. Salurkan Sedekah Terbaik mu Ke Rekening Kami dengan memberi angka unik 1 di jumlah transfer.

Contoh : 100.001

2. Membeli Kaos #FreePalestine dengan Harga Rp 100.000. Semua Keuntungan akan  didonasikan ke Palestina. Tambah angka unik 2 di akhir jumlah transfer ya

Contoh : 100.002

free-palestine-palestina
Bahan : Cotton Combed 20s, Sablon Distro
Ukuran :  S, M, L, XL, XXL
 Kaos Jadi Bada Lebaran (Insya Alloh)

3. Cek Rekening Tabungan kalian, ada ndak harta haram disana (BUNGA). Kalo masih ada, salurkan aja ke  Palestina, banyak fasum yang harus dibangun, insya Alloh sesuai syariah. Tambah angka unik 3 di akhir jumlah transfer ya.

Contoh : 500.003

==================================================

Uangnya bisa transfer ke Rekening Mandiri

140 000 6208 830 atas nama Imron Rosyadi

=================================================

 Contact Us

Bang Dani         WA/Call : 081 373 328 775

Cak Imron         WA : 0856 310 4072 / PIN BBM : 2B005C8F

==================================================

*Donasi akan diberikan melalui KNRP yang sudah kredibel tgl 25 Juli 2014. Laporan akan diposting setelah donasi diserahkan ke KNRP

 “Seorang muslim saudara terhadap sesama muslim, tidak menganiyayanya dan tidak akan dibiarkan dianiaya orang lain. Dan siapa yang menyampaikan hajat saudaranya, maka Allah akan menyampaikan hajatnya. Dan siapa yang melapangkan kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan     kesukarannya di hari qiyamat, dan siapa yang menutupi aurat seorang muslim maka Allah akan   menutupinya di hari qiyamat.” (HR Bukhari Muslim)”.

 

Money Laundry : Clean Our Wealth From Riba

Bismillahirrohmaniir rohiim

Alhamdulillah, tidak terasa sudah memasuki hari ke 15 di bulan Ramadhan, semoga Alloh menerima amal ibadah kita dan memperkuat iman di dada sehingga kita bisa lebih memaksimalkan lagi sisa 15 hari berikutnya dengan melakukan amalan ibadah terbaik.

Ramadhan identik dengan penyucian diri, peningkatan iman dan taqwa serta waktu terbaik untuk melakukan ibadah terbaik. Sangat banyak dalil yang menerangkan hal tersebut.

Ramadhan mubarak juga merupakan saat yang tepat bagi kita untuk tidak hanya menyucikan jiwa , tetapi juga menyucikan harta kita!. Pada umumnya menyucikan harta dimaknai dengan membayar zakat. Hal ini memang benar., tapi ada satu lagi yang harus kita lakukan untuk menyucikan harta selain berzakat yaitu dengan menyucikan harta dari harta haram.

Perkembangan sistem ekonomi membuat kita tidak bisa terlepas dari larangan agama yang cukup keras yaitu RIBA.  Pada era saat ini RIBA yang umum di masyarakat adalah perbankan konvensional, asuransi dan jual beli kredit konvensional.  (sumber)

Karena harta tersebut adalah harta haram, maka penyalurannya pun tidak boleh sembarangan. Sebagian ulama sepakat harta haram tidak boleh digunakan dalam hal kepentingan ibadah, tapi disalurkan ke kepentingan umum seperti pembangunan jalan, perbaikan got,  pembuatan tempat sampah dsb. Sedangkan sebagian ulama lain memperbolehkan harta haram digunakan untuk membangun fasilitas ibadah.  (sumber)

Baiklah sobat, Ayo cek tabungan, cek harta dari asuransi dsb,  Berapa banyak harta haram yang masih nyangkut pada harta kita?  segera sisihkan dan salurkan sebelum terlambat karena harta haram membuat hidup tidak barokah dan ancaman siksanya  di akhirat pun tidak main-main.

“Orang-orang yang memakan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran tekanan penyakit gila. Hal itu karena mereka mengatakan, bahwasanya jual beli itu adalah seperti riba. Dan Allah menghalalkan jual beli serta mengharamkan riba. Maka barangsiapa yang telah datang padanya peringatan dari Allah SWT kemudian ia berhenti dari memakan riba, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu dan urusannya terserah kepada Allah. Namun barang siapa yang kembali memakan riba, maka bagi mereka adalah azab neraka dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” QS. Al-Baqarah 275

Sobat,  memang dalam mengeluarkan harta haram ini akan terasa cukup berat, apalagi kalau  akumulasi nilainya lumayan besar. Semoga Ramadhan kali ini bisa memotivasi kita untuk menyucikan harta dari harta haram. Oke . Now is the time to do the right thing, money laundry!

Saya mempunyai rekening tabungan bank konvensional untuk keperluan penggajian dari perusahaan dan transaksi lainnya.  JELAS INI ADA UNSUR RIBA!. Sehingga kemarin saya cek buku tabungan dan mencari kode yang menunjukkan “bunga bank” pada mutasi tiap bulannya lalu saya akumulasi.

2014-07-13 10.34.14

 

 

Setelah mendapatkan AKUMULASI angka “bunga bank” selama ini yang belum saya bersihkan, saya  WAJIB menyisihkan harta tersebut untuk disalurkan dengan tepat.

Saya pun memilih  menyalurkan harta haram saya untuk perbaikan got dan jalan di kampung melalui perangkat desa.  Saat menyerahkan uang tersebut, saya bilang ini adalah uang dari bunga bank, bukan sumbangan, biar akadnya jelas. 🙂

Saya sudah,  kamu?

*watawaa shoubil haq, watawaa shoubish shobr*

 

 

 

Satu Kata Yang Tak Kunjung Terealisasi

Bismillah

Menjadi kebiasaan ku sejak empat tahun terakhir ini  menuliskan target-target yang ingin kucapai salam satu tahun berjalan. Awalnya target-target itu aku tulis di sebuah buku saja tapi semenjak tahun kemarin aku memutuskan untuk membeli sebuah whiteboard dan kugantung di kamar untuk mengingatkan ku target-target apa yang harus kucapai.

Ramadhan kali ini, pertengahan 2014, target-target yang kutuliskan untuk dicapai hampir semua terealisasi . Target-target kecil seperti lari 5 km, menginjakkan kaki di Sulawesi, menambah hafalan dsb telah terealisasi. Satu target besar untuk melanjutkan sekolah juga sudah kuhapus, aku termasuk penerima beasiswa LPDP dan insyaAlloh tahun depan akan kuliah lagi. Tapi ada satu kata yang semenjak empat tahun lalu belum bisa ku hapus …

222

 

 

 

 

 

 

Ramadhan, waktu dimana setan dibelenggu, waktu dimana doa diijabah adalah sebagai waktu terbaik untuk merenungkan kembali apa sebenarnya tujuan satu kata yang selama ini masih terbaca jelas saat aku terbangun dari tidur…

 

 

 

Alun Alun Kota Lamongan

Bismillahirrohmaniir rohiim

Apa kabar sobat blogger? semoga sehat dan bahagia selalu.  Cukup lama aku tidak menulis lagi di blog ini, tulisan yang benar-benar orisinal kutulis lebih tepatnya karena posting terakhir isinya cuma kopas saja dari group email kantor.  Koneksi internet kantor yang @#@#!* membuatku malas buka admin wp #alibi. 😀

Alhamdulillah, bulan kemarin sempat pulang ke kota kelahiran tercinta, Lamongan. Dengan menggunakan jasa kereta api kertajaya, aku berangkat senin siang dari Jakarta dan tiba selasa dini hari di Lamongan.  Sambil menunggu adik yang akan menjemput di pagi harinya, aku memilih langsung ke masjid agung Lamongan yang terletak di alun-alun kota untuk istirahat dan sholat shubuh.

Setelah sholat shubuh, aku mengikuti pengajian rutin bada shubuh di masjid tersebut sampai jam setengah 6. Karena adik belum juga kelihatan, aku memutuskan untuk mengelilingi alun-alun kota Lamongan yang “baru”.  Aku menyebutnya “baru” karena wajah alun-alun ini beberapa tahun terakhir dipermak habis sehingga membuat nyaman warga yang mengunjunginya.

Karena alun-alun adalah trademark setiap kota, terbersit pikiran untuk menjepret keadaan disana dan dishare disini.. Check it out.

1. Menara dan fasilitas olahraga.

menara lamongan

2. Miniatur pesawat foker, dan menara kembar masjid agung.

3

 

3. Kolam ikan

4

4.  Buat yang suka skate board dan free style rider, menuju Lamongan gaul. 🙂

5

 

5. Arena bermain anak-anak.

8

 

6. Kandang burung parkit, lovebird. (ada juga kandang merpati yang tidak tertutup lho)

Lamongan-20140506-00367

7.  Wifi On

11

 

8.  Halaman luas untuk upacara para pejabat kota

9

 

9.  Alun-alun ini juga digunakan untuk tempat olahraga siswa smp setempat. 10

 

10.  Plakat di gapura

2

 

10. Pedagang nasi boranan,  makanan khas Lamongan

7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11. Toilet pun ada wifinya, biar eksis. :p

Lamongan-20140506-00366

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12. Pendopo Lamongan (biasanya alun-alun itu sepaket dengan pendopo dan masjid agung)

Lamongan-20140506-00385

 

Ini alun-alun kota ku, gimana alun-alun kota mu?  pastinya bagus juga kan? boleh ditulis dikolom komentar link nya. 🙂

 

 

 

FW: PROAKTIF: Meningkatkan EQ melalui optimalisasi fungsi otak kanan

Bismillah

Di tempatku bekerja, hubungan antara manajer dan karyawan cukup baik. Manajerku sering memberi motivasi-motivasi pada anggotanya agar meningkatkan produktivitas kerja. Selain bertemu langsung dalam rapat harian, beliau juga berkomunikasi via email. Salah satu email yang menurut saya bagus untuk di tulis kembali di blog yang lama vakum ini adalah motivasi ke karyawan untuk lebih proaktif dan menggunakan otak kanan agar lebih kreatif dalam bekerja. Meskipun sharing beliau adalah artikel yang pernah dimuat di salah satu media massa terkenal, tetapi tetap saja banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari artikel tersebut, berikut ini artikel nya :

KOMPAS.com – Era di mana orangtua berharap anak-anaknya menjadi profesional, seperti dokter, insinyur, akuntan, atau ahli komputer, belum lewat. Tidak banyak orang tua yang “melepas” begitu saja anak-anaknya untuk menekuni musik atau seni saja, tanpa menekuni bidang pelajaran lain.
>
> Diam-diam kita masih meyakini dominasi belahan otak kiri, yaitu terkait logika, data, dan fakta sebagai penentu kesuksesan. Ya, kita memang tidak bisa menghitung kinerja dan memprediksi ke depan, tanpa fakta dan data, namun, kita pun bisa melihat betapa kerja otak kanan yang berhubungan dengan feelings, kreativitas, inovasi, hubungan antar-manusia, semakin dominan menentukan keberhasilan dalam setiap profesi.
>
> Orang tidak lagi memilih dokter yang sekadar jago mendiagnosa, namun lebih menyukai dokter yang kuat berempati dan bisa menerangkan duduk perkara penyakit dalam storytelling yang menarik. Kemampuan para wirausaha memilih produk, mengambil keputusan, dan memilih orang kepercayaan juga terasa jelas lebih mengandalkan intuisi daripada sekadar angka dan fakta. Individu  bertitel MBA semakin banyak, namun mereka yang sukses adalah para meaning makers yang tidak hanya sebatas membaca angka, namun sebaliknya menunjukkan kemampuan berkreasi, mengidentifikasikan hal baru, berempati, dan melihat big picture-nya.
>
> Era “left brain” sudah berganti fokusnya dengan otak kanan yang berupa kemampuan berinovasi, berempati, dan memberi makna dari hal-hal di sekitar kita.
>
> Kita lihat betapa banyak organisasi yang menderita akibat ketidaksadaran bahwa kerja otak kanan penting. Bila kita telaah, kegagalan dalam membuat suksesi CEO dan entrepreneur juga kerap tidak terlepas dari kesenjangan kompetensi dari pimpinan dengan jajaran tim ahli yang ada di bawahnya.
>
> Si CEO banyak menggunakan belahan otak kanannya, untuk mencari solusi dan menyusun strategi, sementara jajaran profesional di bawahnya berkekuatan logika dan angka, senantiasa diasah untuk memperkuat otak kirinya. Tanpa disadari, semakin mereka berkuat-kuat dalam berpikir, semakin besarlah  kesenjangan para tim ahli ini dengan CEO atau pimpinannya.
>
> Kita lupa bahwa kelangkaan kompetensinya justru terletak pada perbedaan kerja otaknya. Kita tidak menyadari bahwa tim perlu dilengkapi dengan kemampuan transformasi, seperti empati dan kreativitas, yang digerakkan oleh cara pikir yang beda, lentur, tidak berstruktur, dan bahkan didasari “way of life” yang berbeda. Kita membutuhkan story teller yang mahir,  kreatif, dan penuh empati, ketimbang number crunchers yang jenius, tetapi berfikir logic dan linier saja.
>
> Tren “outsource” otak kiri
> Seorang ahli, Dan Pink, mengatakan: “The future belongs to a very different kind of person with a very different kind of mind.” Kita juga bisa melihat betapa kinerja otak kiri, seperti pencatatan, komputerisasi dan input data, sekarang bisa di-outsource atau bisa dilakukan oleh pihak di luar perusahaan.
>
> Anggapan orang bahwa yang bisa di-outsource adalah  pekerja blue collar sudah mulai ditinggalkan. Saat sekarang kinerja white collars pun sudah tergantikan dengan mesin. Pekerjaan rutin yang menyangkut akunting dan engineering pun bisa  dilimpahkan keluar perusahaan, bahkan ke luar negeri, dengan menggunakan hasil secara real time. Sebaliknya, hal yang tidak bisa tergantikan di perusahaan adalah kekuatan membaca kebutuhan pelanggan, menentukan hal-hal yang punya daya tarik, atau sebaliknya usang.
>
> Ide-ide pembaruan, inspirasi dan inovasi, tetap harus ditumbuhkan di dalam perusahaan. Kita sudah memasuki era baru, di mana kita perlu menyadari bahwa era teknologi sudah berlalu, dan  ini adalah saatnya  untuk berfokus pada konteks. Semua pemimpin dan manajer, perlu bisa berempati lebih dalam, agar pemahaman sosial konseptual tidak meleset. Mereka pun perlu menjadi storytellers yang jago, agar isi pikirannya bisa tertransfer dengan lancar ke bawahan, dalam rapat-rapat melalui cerita. Cerita bisa memberi impact emosional yang lebih berkekuatan daripada penyajian data saja. Dampak emosional membuat informasi menempel di ingatan dengan lebih baik.
>
> Fokus yang berlebihan pada analisa data, angka dan target, bisa membuat kita lupa berintrospeksi secara mendalam dan luas, apalagi berimaginasi. Betapa sangat menguntungkan bila prinsip-prinsip mendesain yang digunakan oleh para desainer kita terapkan pada saat membuat segala macam strategi perusahaan, juga hal-hal penting di pemerintahan.
>
> Jalur busway, kanal banjir, sandal jepit, adalah contoh temuan atau solusi serta desain yang dilandasi  kinerja otak kanan. Jadi, bila kita perhatikan, pola pikir mendesain itu bukan sekadar karya seni atau desain produk yang khusus, tapi hampir semua di sekitar kita memang dilandaskan oleh berpikir desain kita. “Design and leadership are fundamentally about actively creating the future rather than reacting to the present.”
>
> Merajut koneksi dan simfoni otak
> Sangat sempit bila kita masih beranggapan bahwa pengembangan belahan otak kanan semata terkait dengan seni, drama, film, dan musik. Kita jelas perlu memikirkan bagaimana menanamkan dan mengembangkan kinerja otak kanan ini dan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari dan juga di pekerjaan.
>
> Handry Satriago, di dalam salah satu presentasinya, menganjurkan kita untuk banyak membaca novel, agar pikiran kita tidak terkotak-kotak dan bergaris-garis, tetapi lebih cair, sehingga memungkinkan kita menghubungkan disiplin ilmu satu dengan yang lainnya di dalam tabungan pikiran kita. Hasilnya adalah kemampuan yang lebih baik dalam mengembangkan ide baru, berinovasi, juga mengambil keputusan di tempat kerja kita.
>
> Tanpa mengaktifkan peran otak kanan, otak kita tak akan bisa membuat koneksi. Padahal, di era konseptual ini, sangat penting bagi kita untuk membuat koneksi, baik itu koneksi  interpersonal, antar disiplin ilmu, hati ke hati, ataupun masa lalu, sekarang dan masa depan. Tanpa kemampuan membuat koneksi seperti layaknya sebuah simfoni, kita tidak bisa mendapatkan big picture yang lengkap dan mendalam apalagi mempunyai perspektif yang inovatif.
>
> Kita memang perlu banyak belajar dari generasi milenial, jagoan “game” yang memang memulai daya pikirnya dengan kinerja otak kanan semenjak dini. Generasi milenial ini mengatakan: “We no longer just want to have things; we want cool things. We want well-designed things. We want things with meaning.”
>
> Tantangan kita adalah melakukan senam otak kanan lebih banyak dengan mengasah empati, sense of humor, bermain’ dan otak atik data, sehingga otak kiri kita diwarnai dengan lagu, simfoni, “story”, warna, desain, dan membuat hidup kita lebih berwarna, dan bermasa depan.
>
> (Eileen Rachman/Sylvina Savitri, EXPERD Consultant)
>

So, be creative ya sobat blogger. 🙂

Semoga bermanfaat,

 

Stop Jadi Penyebar Bibit-Bibit Pemecah Ukhuwah

Bismillahirrohmaniir rohiim

Akhirnya.. bisa nulis lagi di blog, setelah sekian lama tenggelam dalam pusaran pekerjaan di kantor yang sejak dua bulan ini  amanahnya bertambah untuk jadi bagian dari majalah bulanan kantor. 🙂

Seiring dengan berkembangnya teknologi, informasi bisa didapat dengan murah, mudah dan cepat. Peran SMS yang mahal (dulu 350 rupiah per sms), sekarang digantikan whatsapp atau bbm yang sangat murah,  bisa mencapai 1 rupiah per message.

Selain murah, salah satu keuntungan whatsapp atau bbm adalah adanya fasilitas grup yang memungkinkan anggotanya bertukar informasi secara massal. Salah satu grup yang saya ikuti adalah grup yang diberi subject “Dalam Dekapan Ukhuwah” . Dari judulnya, bisa sobat bayangkan bagaimana nantinya konten dari informasi yang mengalir di grup ini? ohya, grup ini anggotanya berasal dari salah satu harokah yang cukup punya nama di Indonesia.

Dari banyak informasi di grup tersebut, saya ingin meng-share episode obrolan yang menurut saya bisa diambil hikmahnya. Berikut copas-an nya

—————————————

TUKAR PADU

Alfa :

Seorang aktivis H** berkata keras-keras penuh emosi: “Indonesia ini negara thoghut. Dasar negaranya bukan Al-Qur’an tapi Pancasila. Sumber hukumnya bukan Hadis, tapi UUD 1945. Lambangnya bukan kalimat tauhid, tapi Garuda Pancasila. Tolak negara ini, jangan taati pemerintahnya. Dirikan khilafah di bumi nusantara, tegakkan syariah secara sempurna”.

Teman sy yang gampang emosi, di forum itu, lantas menimpali: Anda ini telah berzina sekian lama. Anak-anak dan istri Anda itu haram dan tidak sah sebagai keluarga Anda. Karena Anda menikah di Indonesia dan disahkan oleh pemerintah Indonesia. Buku nikah Anda bergambar Garuda Pancasila. Jelas sekali itu tidak sah, jadi Anda dan semua kelompok Anda yg telah menikah, sesungguhnya berzina. Lalu, semua transaksi keuangan Anda itu haram semua. Jual beli Anda dengan siapapun di negeri ini tidak sah hukumnya. Karena Anda memakai rupiah, sedangkan rupiah bergambar Garuda Pancasila dan dibuat oleh pemerintah RI. Anda juga haram jadi penduduk negeri ini. Sebab KTP Anda bergambar Garuda Pancasila dan diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. Jangan hanya bicara, kalau memang menolak Indonesia dan pemerintahnya, buktikan dengan sikap. Buang KTP Anda, dan jangan pernah punya KTP Indonesia. Buang semua uang Anda, karena semuanya rupiah. Bakar buku nikah Anda, karena itu tidak dari negara Islam dan tidak kari kilafah yg Anda perjuangkan. Cepat angkat kaki dari tempat ini atau saya bantu Anda hilang dari negara ini!”.

Saya dan kawan2 yang mendengar perdebatan itu, tak bisa berkata apa-apa. Diam saja tapi terus terang kami tak bisa menahan  tawa. wqwqwqwqw

 Sumber: copasan seko aki Ichwan Ndeso Manggon Kutho — with Andi Rizqhi Nurul Azisyah and 45 others.

Beta :

Sebagian statemen H** benar kan? ‘Dasar negaranya bukan Al-Qur’an tapi Pancasila. Sumber hukumnya bukan Hadis, tapi UUD 1945. Lambangnya bukan kalimat tauhid, tapi Garuda Pancasila” ?

Tapi yg men-judge penyembah thoghut? Tunggu dulu, itu kajiannya panjang.. Kalo disini ada yg kompeten, monggo. Kalo ane ga ngerti apa2

Beta :

 Terus temen nya yg emosi nanggepin, kayaknya beberapa statemenya harus dikritisi deh.. ” Buku nikah Anda bergambar Garuda Pancasila. Jelas sekali itu tidak sah, jadi Anda dan semua kelompok Anda yg telah menikah, sesungguhnya berzina.” , ini tuduhan yang luar biasa dan tidak berilmu.

Setahu ane yg belum menikah ini, adanya gambar garuda di buku nikah tidak menggugurkan status pernikahan.. Mengapa dituduh berzina?

 Poin ane, hati2 dalam men-share sesuatu, soalnya semua itu harus kita pertanggung jawabkan kelak

 Kalau tulisan2 gak jelas kayak diatas, memecah ukhuwah, mendingan diemin aja, ga usah di share deh.. Lebih banyak mudharatnya.

 Charlie :

Mksdnya dia gak ngakui negara, berarti gak ngakui UU negara. Wallahu’alam.

 Beta :

Afwan, ini pendapat ane, ane gerah ada sharing kayak begituan.. Cmiiw

 Delta :

Mungkin yg share jg kegerahan krn harokahnya sering disudutkan, krn ikut berpolitik n berdemokrasi. Wallahu ‘alam.

 Beta :

Akh Delta, ya sudah kalo dia gak ngakui negara, itu bukan hak kita memaksa mereka kan? Mereka pun dalam bersikap ber-dalil? Seperti halnya yang mengakui demokrasi, mereka juga ber dalil kan?

Di situ lah terlihat letak kedewasaan sebuah harokah dalam menanggapi isu2 yg dikeluarkan lawan politiknya.

 Echo :

Disini berkoar-2 masalah khilafah Tapi dimesir mereka malah mendukung kudeta. Ga jelas perjuangannya. Memang mendirikan khilafah. Bim salabim. Harus ada proses. Dari pribadi islami menjadi keluarga islami dari keluarga islami menjadi masyarakat islami dari masyarakat islami dari menjadi negara islami kalo semua negara sdh, baru bs mendirikan khilafah. Belajar shiroh nabawiyah biar jelas. Yg penting tujuannya bukan cara ato kontennya. Buktikan pada pemilu 2014 bahwa umat islam harus menang…. allahu akbar

 Dari kacamata awam

– nanti jual beli pakai apa?

– nikah yang sah bgmn?

– trus kalau mau haji, sebagai warga negara apa?

 Fanta :

IMHO, silakan saja H** tidak setuju dengan NKRI, tapi khilafah islam bukanlah solusi yang tepat karena sifatnya jangka panjang. Harus ada solusi jangka pendek karena urusan perut dan bawah perut gak bisa nunggu lama2 

Gama :

Jiakaka….langsung klekep deh…

Mo pindah ke negara mana tuh…

 Artinya orang H** gak boleh haji naik peaawat Garuda

 Horison :

Ga usah dibahas lah di sini soal H**, ga akan menjadi sebuah penyelesaian jg karena disini toh ga ada org H**. Dan saran sy sih jgn jadikan pemikiran saudara kita di H** jd penghalang kita buat berteman sama mrk. Tunjukkan klo ikhwah itu org2 yg santun dan baik tutur katanya. Klo mau debat dgn org H**pun dgn bhasa yg baik. Ane paling seneng liat gaya bahasa nya ust salim a fillah. Klo negur atau debat bahasa nya enak bner di denger. 

Lagian klo kita ributin H**disini yg ada cm jd debat kusir tanpa penyelesaian. Dan itu ga disukai nabi kita. Ane lupa bunyi hadist nya, tp ada hadist yg menyuruh kita menjauhi debat. Imho….

*Alfa,Beta,Charlie dst bukan nama sebenarnya

—————

Sepengalaman saya, sangat banyak broadcast, update status, nge-tweet dsb yang berpotensi memecah ukhuwah, meskipun gaya tulisannya dibuat bercanda tetapi kalau kita mau meresapi nya ternyata hal ini berbahaya bagi ukhuwah.

Menurut saya broadcast seperti yang dilakukan Alfa itu akan menanamkan kebencian para anggota grup “Dalam Dekapan Ukhuwah” ke aktivis H** . Dimulai dari memantik emosi dengan menyebut H** menghukumi Indonesia menyembah Thaghut, lalu penyebar broadcast melempar tuduhan bahwa aktivis H** berbuat zina akibat batalnya nikah karena gambar garuda di kartu nikah (yang merupakan pembodohan, darimana dalilnya nikah batal kalau buku nikahnya ada gambar garuda?)  dsb. Kalau seperti itu, ukhuwah bagian mana yang mau di dekap?

Sobat, mari kita berhati-hati. Berhati-hati saat menulis status, berpikir dua kali saat mem-broadcast, atau memahami apa yang kita copas. Begitu juga dalam hal fanatik pada harokah, merasa harokah nya paling benar dan paling berhak menggapai syurga. Sungguh harokah itu hanya kendaraan untuk mencapai tujuan yang sama, orang yang berbeda kendaraan dengan kita itu masih saudara kita selama dia bersyahadat. Ingatkan jika kendaraan saudara kita itu menempuh jalur yang salah atau melanggar rambu-rambu Alloh, tapi jangan tebarkan paku di jalan yang saat ini mereka tempuh.

Janganlah kita menebar bibit kebencian itu…

Semoga Alloh melindungi kita dari berpecah belah , berburuk sangka pada saudara dan ghibah.

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara. (QS Ali Imran:103)

 

Siapapun Kita, Ayo Berperan Dalam Agama dan Kehidupan

Bismillahirrohmaaniir rohiim

“Tidak ada kata terlambat untuk memainkan peranan kita dalam agama dan kehidupan, bahkan jika saat ini kita adalah seorang ahli maksiat. Tetaplah berbuat kebaikan semampu kita. Kita tidak pernah tahu bagaimana akhir kehidupan”

———————–

Saudaraku …

Apa yang kau anggap atas dirimu sendiri? Begitu banyakkah dosa dan noda? Ketahuilah, setiap manusia –siapa pun dia- juga memiliki kesalahan, dan sebaik-baik  manusia yang membuat kesalahan adalah yang mau bertaubat. Mari jadilah yang terbaik ……….

Saudaraku …

Apa yang menghalangimu membela agamamu? Apa yang merintangimu beramal demi kejayaan Islam dan kaum muslimin? Dosa,  noda, dan maksiat itu? Ketahuilah, jika kau diam saja, tidak beramal karena merasa belum pantas berjuang, masih jauh dari sempurna, maka daftar noda dan maksiat itu semakin bertambah. Itulah tipu daya syetan atas anak Adam, mereka menghalangi manusia dari berjuang dan hidup bersama para pejuang, dengan menciptakan keraguan di dalam hati manusia dengan menjadikan   dosa-dosanya sebagai alasan.

Saudaraku …

Hilangkan keraguanmu, karena Rabbmu yang Maha Pengampun telah berfirman:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghapuskan keburukan-keburukan. (QS. Hud: 114)

Hilangkan pula kebimbinganmu, karena kekasih hati tercinta, NabiNya yang mulia –Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam-  telah bersabda:

وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا

Ikutilah perbuatan burukmu dengan perbuatan baik, niscaya itu akan menghapuskannya. (HR. At Tirmidzi No. 1987, katanya: hasan shahih. Ahmad No. 21354, 21403, 21487, 21536, 21988, 22059, Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir No. 296, 297, 298, juga Al Mu’jam Ash Shaghir No. 530, Ad Darimi No. 2833, Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 178, katanya: “Shahih, sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim.” Disepakati oleh Imam Adz DZahabi dalam At Talkhish. Sementara Syaikh Syu’aib Al Arnauth dan Syaikh Al Albani menghasankannya dalam kitab mereka masing-masing)

Saudaraku …

Tidak usah berkecil hati dan jangan putus asa, sungguh agama mulia ini pernah  dimenangkan oleh orang mulianya dan para fajir(pelaku dosa)nya. Semuanya mengambil bagian dalam gerbong caravan pejuang Islam. Imam Al Bukhari telah membuat Bab dalam kitab Shahihnya,  Innallaha Yu’ayyidu Ad Diin bir Rajul Al Faajir (Sesungguhnya Allah akan menolong agamaNya melalui seseorang yang fajir). Ya, kadang ada pelaku maksiat, seorang fajir, justru dia melakukan aksi-aksi nushrah (pertolongan) terhadap agamanya, dibanding laki-laki yang shalih. Semoga aksi-aksi nushrah tersebut bisa merubahnya dari perilaku buruknya, dan dia bisa mengambil pelajaran darinya sampai dia  berubah menjadi   orang  shalih yang berjihad, bukan lagi  orang fajir yang berjihad.

Saudaraku … Ada Abu Mihjan!!

Kukisahkan kepadamu tentang Abu Mihjan Radhiallahu ‘Anhu. Ditulis dengan tinta emas para ulama Islam, di antaranya Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A’lamin Nubala pada Bab Sirah Umar Al Faruq. (2/448. Darul Hadits, Kairo), juga Usudul Ghabah-nya  Imam Ibnul Atsir. (6/271. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Beliau adalah seorang laki-laki yang sangat sulit menahan diri dari khamr (minuman keras). Beliau sering dibawa kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk diterapkan hukum cambuk  (Jild) padanya karena perbuatannya itu.  Bahkan Ibnu Jarir menyebutkan Abu Mihjan tujuh kali dihukum cambuk.  Tetapi, dia adalah seorang laki-laki yang sangat mencintai jihad, perindu syahid, dan hatinya gelisah jika tidak andil dalam aksi-aksi jihad para sahabat nabi Radhiallahu ‘Anhum.

Hingga datanglah perang Al Qadisiyah yang dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqash Radhiallahu ‘Anhu melawan Persia, pada masa pemerintahan Khalifah Umar Radhiallahu ‘Anhu. Abu Mihjan ikut andil di dalamnya, dia tampil gagah berani bahkan termasuk yang paling bersemangat dan banyak membunuh musuh. Tetapi, saat itu dia dikalahkan keinginannya untuk meminum khamr, akhirnya dia pun meminumnya. Maka, Sa’ad bin Abi Waqash menghukumnya dengan memenjarakannya serta melarangnya untuk ikut jihad.

Di dalam penjara, dia sangat sedih  karena tidak bisa bersama para mujahidin. Apalagi dari dalam penjara dia mendengar suara dentingan pedang dan teriakan serunya peperangan, hatinya teriris, ingin sekali dia membantu kaum muslimin melawan Persia yang Majusi. Hal ini diketahui oleh istri Sa’ad bin Abi Waqash yag bernama Salma, dia sangat iba melihat penderitaan Abu Mihjan, menderita karena tidak dapat ikut berjihad, menderita karena tidak bisa berbuat untuk agamanya! Maka, tanpa sepengetahuan Sa’ad -yang saat itu sedang sakit, dan dia memimpin pasukan melalui pembaringannya, serta mengatur strategi di atasnya- Beliau membebaskan Abu Mihjan untuk dapat bergabung dengan para mujahidin. Abu Mihjan meminta kepada Salma kudanya Sa’ad yaitu Balqa dan juga senjatanya. Beliau berjanji, jika masih hidup akan mengembalikan kuda dan senjata itu, dan kembali pula ke penjara. Sebaliknya jika wafat memang itulah yang dia cita-citakan.

Abu Mihjan berangkat ke medan tempur dengan wajah tertutup kain sehingga tidak seorang pun yang mengenalnya. Dia masuk turun ke medan jihad dengan gesit dan gagah berani. Sehingga Sa’ad memperhatikannya dari kamar tempatnya berbaring karena sakit dan dia takjub kepadanya, dan mengatakan: “Seandainya aku tidak tahu bahwa Abu Mihjan ada di penjara, maka aku katakan orang itu  pastilah Abu Mihjan. Seandainya aku tidak tahu di mana pula si Balqa, maka aku katakan kuda itu adalah Balqa.”

Sa’ad bin Abi Waqash bertanya kepada istrinya, dan istrinya menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada Abu Mihjan, sehingga lahirlah rasa iba dari Sa’ad kepada Abu Mihjan.

Perang usai, dan kaum muslimin menang gilang gemilang. Abi Mihjan kembali ke penjara, dan dia sendiri yang memborgol kakinya, sebagaimana janjinya. Sa’ad bin Waqash Radhiallahu ‘Anhu mendatanginya dan membuka borgol tersebut, lalu berkata:

لا نجلدك على خمر أبدا فقال: وأنا والله لا أشربها أبدا

Kami tidak akan mencabukmu karena khamr selamanya. Abu Mihjan menjawab: “Dan Aku, Demi Allah,   tidak akan lagi meminum khamr  selamanya!”

Bismillahirrohmaniir rohiim

Sobat, ayo berperan dalam memperbaiki agama ini. Sekecil apapun

Saudaraku ….

Sangat sulit bagi kita mengikuti dan menyamai Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan para sahabat nabi yang mulia, Radhiallahu ‘Anhum. Tetapi, paling tidak kita masih bisa seperti Abu Mihjan, walau dia pelaku maksiat namun masih memiliki ghirah kepada perjuangan agamanya, dan ikut hadir dalam deretan nama-nama pahlawan Islam.  Semoga Allah Ta’ala memasukkan kita ke dalam deretan para pejuang agamaNya, mengikhlaskan, dan memberikan karunia syahadah kepada kita. Amin.

Wallahu A’lam

Sebuah tulisan dakwah dari Ust Farid Nu’man

salah

Ada yang salah denganku, ya ada yang salah.
Di perjalanan panjang ini, sudah berkali-kali aku membaca petunjuk jalan itu, agar tetap di jalur yang benar, jalan yang menjanjikan kemudahan..
tapi, berkali juga aku mengambil jalan yang berliku, penuh onak dan duri. Meskipun tahu itu salah. Hanya untuk menantang nyaliku. Ya, nyali untuk merasakan sakit dan perihnya tertusuk duri.
Ada yang salah denganku, ya ada yang salah.
Berkali aku memohon untuk dikembalikan ke jalan penuh kemudahan itu, ketika sudah tiba di persimpangan, berkali pula aku berputar balik, kembali ke jalan penuh duri. Dan ketika kesekian kalinya aku tertusuk duri, aku malah menyalahkan jalan tersebut, mengapa engkau penuh duri?
Ketika tersadar bekalku mulai habis, ternyata aku masih berada di jalan berduri, aku terdiam, lalu penuh luka dan tertatih-tatih, kembali ke persimpangan, menunggu, berharap ada seseorang lewat, yang dengan senang hati akan mengajakku tetap di jalan yang mulus, yang dengan ikhlas berbagi bekal denganku, yang dengan tulus akan merawat luka-luka ku..
Ada yang salah denganku, ya ada yang salah..
Ternyata aku tidak bisa berjalan sendirian.