Life is Value

Bismillahirrohmaniir rohiim

“Akhi, kalau antum ingin menjadi seorang pengusaha, jadilah pengusaha yang mempunyai value yang membedakan antum dengan pengusaha lain”

Kalimat ini saya dapatkan saat saya bersilaturahim ke seorang kawan di daerah Gunung Puntang, Bandung. Sebut saja namanya mas Irwan. Mas Irwan ini masih berusia 22 tahun dengan 2 anak, yang sedang merintis usaha di bidang agrobusiness. Dia mempunyai brand Kopi Puntang dengan jargon “pantang pulang tanpa kopi puntang”. 🙂

Saya tidak menulis tentang mas Irwan disini, tetapi kata-kata mas Irwan  selalu terngiang di telinga saya, berputar-putar di pikiran. Meminta untuk diresapi lebih dalam maknanya. Saya memang bukanlah pengusaha seperti mas Irwan. Saya seorang pekerja kantoran. Tetapi kata-kata “value” itulah yang menarik bagi saya.

Menurut kamus oxford, value diartikan sebagai . The regard that something is held to deserve; the importance, worth, or usefulness of something” . Disisi lain, (mungkin) beberapa dari kita memahami value adalah angka-angka yang identik dengan rupiah seperti definisi lain dari oxford : “The numerical amount denoted by an algebraic term; a magnitude, quantity, or number”:

Jika membaca Value yang disebutkan mas Irwan diatas, maka value bisa diartikan dengan jumlah penghasilan tiap hari bukan? Misalkan ada serats pengusaha kopi di Bandung, maka yang membedakan seratus pengusaha tersebut adalah berapa omzet mereka per hari? apakah termasuk pengusaha bermozet puluhan juta kah? ratusan ribu kah? atau puluhan ribu?

BUKAN. Ternyata bukan itu value yang dimaksud, kalau kita berbisnis atau bekerja hanya memikirkan tentang angka-angka rupiah maka value kita hanya sebatas angka. Tetapi ada value yang lebih dari sekedar angka-angka, yang membedakan kita dengan orang lain. Sesuatu yang tidak bisa dikonversi dengan rupiah. Sesuatu yang membuat kita merasa dibutuhkan orang lain, sesuatu yang ingin kita dapatkan, sesuatu yang membuat kita berguna bagi lingkungan sekitar, sesuatu yang membedakan derajat seorang Hamba di hadapan Rabbnya.

Contoh : Seorang pengusaha kopi, boleh jadi omzetnya lebih kecil dari pengusaha lain. Tetapi jika pengusaha kopi ini adalah seorang hafidz Quran atau imam masjid di daerahnya, maka itulah value yang membedakan dia. Contoh lain, Value seorang yang penghasilannya kecil tetapi sedekahnya 10%  itu, lebih tinggi dibanding yang berpenghasilan besar dengan sedekah  2,5%.  Value bagi seorang muslim bukanlah bertambahnya angka-angka rupiah, tetapi sesuatu yang membuatnya bernilai lebih di hadapan Rabbnya.

Pikiran saya sejenak terbang ke Gaza yang terkenal dengan izzudin al qassam nya. Pasukan tempur yang gigih mempertahankan tanahnya dari serbuan zionis la’natullah. Menurut info yang saya dapatkan, pasukan yang identik dengan tutup muka ini ternyata berasal dari berbagai kalangan profesi, mulai dari tukang sampah, guru, insinyur sampai perdana menteri.  Mereka bekerja di siang hari untuk menghidupi keluarganya, dan  menyandang senjata berjaga di perbatasan pada malamnya. Untuk diketahui bersama, salah satu syarat menjadi bagian pasukan khusus ini adalah hafidz quran.

Subhanalloh, betapa banyak insinyur di dunia ini, mungkin ratusan juta. Penghasilannya pun berbeda-beda sesuai kadar rizki yang telah Alloh tetapkan. Lalu apa value yang membedakan ratusan juta insinyur tersebut? Rumah mewahnya kah? Jumlah mobilnya kah? ataukah Derajat dihadapan Rabbnya? (for your information, i am an engineer and i’m warned now)

Mulailah berbuat sesuatu dalam hidup ini, Tentukan value yang ingin didapatkan. Jika tidak bisa melakukan sesuatu yang besar, maka awalilah dengan yang kecil.

Hidup adalah perbuatan, tidak cukup hanya direnungkan. Life is Value, Action!

——————-

2

Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

Iklan

Stop Jadi Penyebar Bibit-Bibit Pemecah Ukhuwah

Bismillahirrohmaniir rohiim

Akhirnya.. bisa nulis lagi di blog, setelah sekian lama tenggelam dalam pusaran pekerjaan di kantor yang sejak dua bulan ini  amanahnya bertambah untuk jadi bagian dari majalah bulanan kantor. 🙂

Seiring dengan berkembangnya teknologi, informasi bisa didapat dengan murah, mudah dan cepat. Peran SMS yang mahal (dulu 350 rupiah per sms), sekarang digantikan whatsapp atau bbm yang sangat murah,  bisa mencapai 1 rupiah per message.

Selain murah, salah satu keuntungan whatsapp atau bbm adalah adanya fasilitas grup yang memungkinkan anggotanya bertukar informasi secara massal. Salah satu grup yang saya ikuti adalah grup yang diberi subject “Dalam Dekapan Ukhuwah” . Dari judulnya, bisa sobat bayangkan bagaimana nantinya konten dari informasi yang mengalir di grup ini? ohya, grup ini anggotanya berasal dari salah satu harokah yang cukup punya nama di Indonesia.

Dari banyak informasi di grup tersebut, saya ingin meng-share episode obrolan yang menurut saya bisa diambil hikmahnya. Berikut copas-an nya

—————————————

TUKAR PADU

Alfa :

Seorang aktivis H** berkata keras-keras penuh emosi: “Indonesia ini negara thoghut. Dasar negaranya bukan Al-Qur’an tapi Pancasila. Sumber hukumnya bukan Hadis, tapi UUD 1945. Lambangnya bukan kalimat tauhid, tapi Garuda Pancasila. Tolak negara ini, jangan taati pemerintahnya. Dirikan khilafah di bumi nusantara, tegakkan syariah secara sempurna”.

Teman sy yang gampang emosi, di forum itu, lantas menimpali: Anda ini telah berzina sekian lama. Anak-anak dan istri Anda itu haram dan tidak sah sebagai keluarga Anda. Karena Anda menikah di Indonesia dan disahkan oleh pemerintah Indonesia. Buku nikah Anda bergambar Garuda Pancasila. Jelas sekali itu tidak sah, jadi Anda dan semua kelompok Anda yg telah menikah, sesungguhnya berzina. Lalu, semua transaksi keuangan Anda itu haram semua. Jual beli Anda dengan siapapun di negeri ini tidak sah hukumnya. Karena Anda memakai rupiah, sedangkan rupiah bergambar Garuda Pancasila dan dibuat oleh pemerintah RI. Anda juga haram jadi penduduk negeri ini. Sebab KTP Anda bergambar Garuda Pancasila dan diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. Jangan hanya bicara, kalau memang menolak Indonesia dan pemerintahnya, buktikan dengan sikap. Buang KTP Anda, dan jangan pernah punya KTP Indonesia. Buang semua uang Anda, karena semuanya rupiah. Bakar buku nikah Anda, karena itu tidak dari negara Islam dan tidak kari kilafah yg Anda perjuangkan. Cepat angkat kaki dari tempat ini atau saya bantu Anda hilang dari negara ini!”.

Saya dan kawan2 yang mendengar perdebatan itu, tak bisa berkata apa-apa. Diam saja tapi terus terang kami tak bisa menahan  tawa. wqwqwqwqw

 Sumber: copasan seko aki Ichwan Ndeso Manggon Kutho — with Andi Rizqhi Nurul Azisyah and 45 others.

Beta :

Sebagian statemen H** benar kan? ‘Dasar negaranya bukan Al-Qur’an tapi Pancasila. Sumber hukumnya bukan Hadis, tapi UUD 1945. Lambangnya bukan kalimat tauhid, tapi Garuda Pancasila” ?

Tapi yg men-judge penyembah thoghut? Tunggu dulu, itu kajiannya panjang.. Kalo disini ada yg kompeten, monggo. Kalo ane ga ngerti apa2

Beta :

 Terus temen nya yg emosi nanggepin, kayaknya beberapa statemenya harus dikritisi deh.. ” Buku nikah Anda bergambar Garuda Pancasila. Jelas sekali itu tidak sah, jadi Anda dan semua kelompok Anda yg telah menikah, sesungguhnya berzina.” , ini tuduhan yang luar biasa dan tidak berilmu.

Setahu ane yg belum menikah ini, adanya gambar garuda di buku nikah tidak menggugurkan status pernikahan.. Mengapa dituduh berzina?

 Poin ane, hati2 dalam men-share sesuatu, soalnya semua itu harus kita pertanggung jawabkan kelak

 Kalau tulisan2 gak jelas kayak diatas, memecah ukhuwah, mendingan diemin aja, ga usah di share deh.. Lebih banyak mudharatnya.

 Charlie :

Mksdnya dia gak ngakui negara, berarti gak ngakui UU negara. Wallahu’alam.

 Beta :

Afwan, ini pendapat ane, ane gerah ada sharing kayak begituan.. Cmiiw

 Delta :

Mungkin yg share jg kegerahan krn harokahnya sering disudutkan, krn ikut berpolitik n berdemokrasi. Wallahu ‘alam.

 Beta :

Akh Delta, ya sudah kalo dia gak ngakui negara, itu bukan hak kita memaksa mereka kan? Mereka pun dalam bersikap ber-dalil? Seperti halnya yang mengakui demokrasi, mereka juga ber dalil kan?

Di situ lah terlihat letak kedewasaan sebuah harokah dalam menanggapi isu2 yg dikeluarkan lawan politiknya.

 Echo :

Disini berkoar-2 masalah khilafah Tapi dimesir mereka malah mendukung kudeta. Ga jelas perjuangannya. Memang mendirikan khilafah. Bim salabim. Harus ada proses. Dari pribadi islami menjadi keluarga islami dari keluarga islami menjadi masyarakat islami dari masyarakat islami dari menjadi negara islami kalo semua negara sdh, baru bs mendirikan khilafah. Belajar shiroh nabawiyah biar jelas. Yg penting tujuannya bukan cara ato kontennya. Buktikan pada pemilu 2014 bahwa umat islam harus menang…. allahu akbar

 Dari kacamata awam

– nanti jual beli pakai apa?

– nikah yang sah bgmn?

– trus kalau mau haji, sebagai warga negara apa?

 Fanta :

IMHO, silakan saja H** tidak setuju dengan NKRI, tapi khilafah islam bukanlah solusi yang tepat karena sifatnya jangka panjang. Harus ada solusi jangka pendek karena urusan perut dan bawah perut gak bisa nunggu lama2 

Gama :

Jiakaka….langsung klekep deh…

Mo pindah ke negara mana tuh…

 Artinya orang H** gak boleh haji naik peaawat Garuda

 Horison :

Ga usah dibahas lah di sini soal H**, ga akan menjadi sebuah penyelesaian jg karena disini toh ga ada org H**. Dan saran sy sih jgn jadikan pemikiran saudara kita di H** jd penghalang kita buat berteman sama mrk. Tunjukkan klo ikhwah itu org2 yg santun dan baik tutur katanya. Klo mau debat dgn org H**pun dgn bhasa yg baik. Ane paling seneng liat gaya bahasa nya ust salim a fillah. Klo negur atau debat bahasa nya enak bner di denger. 

Lagian klo kita ributin H**disini yg ada cm jd debat kusir tanpa penyelesaian. Dan itu ga disukai nabi kita. Ane lupa bunyi hadist nya, tp ada hadist yg menyuruh kita menjauhi debat. Imho….

*Alfa,Beta,Charlie dst bukan nama sebenarnya

—————

Sepengalaman saya, sangat banyak broadcast, update status, nge-tweet dsb yang berpotensi memecah ukhuwah, meskipun gaya tulisannya dibuat bercanda tetapi kalau kita mau meresapi nya ternyata hal ini berbahaya bagi ukhuwah.

Menurut saya broadcast seperti yang dilakukan Alfa itu akan menanamkan kebencian para anggota grup “Dalam Dekapan Ukhuwah” ke aktivis H** . Dimulai dari memantik emosi dengan menyebut H** menghukumi Indonesia menyembah Thaghut, lalu penyebar broadcast melempar tuduhan bahwa aktivis H** berbuat zina akibat batalnya nikah karena gambar garuda di kartu nikah (yang merupakan pembodohan, darimana dalilnya nikah batal kalau buku nikahnya ada gambar garuda?)  dsb. Kalau seperti itu, ukhuwah bagian mana yang mau di dekap?

Sobat, mari kita berhati-hati. Berhati-hati saat menulis status, berpikir dua kali saat mem-broadcast, atau memahami apa yang kita copas. Begitu juga dalam hal fanatik pada harokah, merasa harokah nya paling benar dan paling berhak menggapai syurga. Sungguh harokah itu hanya kendaraan untuk mencapai tujuan yang sama, orang yang berbeda kendaraan dengan kita itu masih saudara kita selama dia bersyahadat. Ingatkan jika kendaraan saudara kita itu menempuh jalur yang salah atau melanggar rambu-rambu Alloh, tapi jangan tebarkan paku di jalan yang saat ini mereka tempuh.

Janganlah kita menebar bibit kebencian itu…

Semoga Alloh melindungi kita dari berpecah belah , berburuk sangka pada saudara dan ghibah.

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara. (QS Ali Imran:103)

 

Siapapun Kita, Ayo Berperan Dalam Agama dan Kehidupan

Bismillahirrohmaaniir rohiim

“Tidak ada kata terlambat untuk memainkan peranan kita dalam agama dan kehidupan, bahkan jika saat ini kita adalah seorang ahli maksiat. Tetaplah berbuat kebaikan semampu kita. Kita tidak pernah tahu bagaimana akhir kehidupan”

———————–

Saudaraku …

Apa yang kau anggap atas dirimu sendiri? Begitu banyakkah dosa dan noda? Ketahuilah, setiap manusia –siapa pun dia- juga memiliki kesalahan, dan sebaik-baik  manusia yang membuat kesalahan adalah yang mau bertaubat. Mari jadilah yang terbaik ……….

Saudaraku …

Apa yang menghalangimu membela agamamu? Apa yang merintangimu beramal demi kejayaan Islam dan kaum muslimin? Dosa,  noda, dan maksiat itu? Ketahuilah, jika kau diam saja, tidak beramal karena merasa belum pantas berjuang, masih jauh dari sempurna, maka daftar noda dan maksiat itu semakin bertambah. Itulah tipu daya syetan atas anak Adam, mereka menghalangi manusia dari berjuang dan hidup bersama para pejuang, dengan menciptakan keraguan di dalam hati manusia dengan menjadikan   dosa-dosanya sebagai alasan.

Saudaraku …

Hilangkan keraguanmu, karena Rabbmu yang Maha Pengampun telah berfirman:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghapuskan keburukan-keburukan. (QS. Hud: 114)

Hilangkan pula kebimbinganmu, karena kekasih hati tercinta, NabiNya yang mulia –Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam-  telah bersabda:

وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا

Ikutilah perbuatan burukmu dengan perbuatan baik, niscaya itu akan menghapuskannya. (HR. At Tirmidzi No. 1987, katanya: hasan shahih. Ahmad No. 21354, 21403, 21487, 21536, 21988, 22059, Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir No. 296, 297, 298, juga Al Mu’jam Ash Shaghir No. 530, Ad Darimi No. 2833, Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 178, katanya: “Shahih, sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim.” Disepakati oleh Imam Adz DZahabi dalam At Talkhish. Sementara Syaikh Syu’aib Al Arnauth dan Syaikh Al Albani menghasankannya dalam kitab mereka masing-masing)

Saudaraku …

Tidak usah berkecil hati dan jangan putus asa, sungguh agama mulia ini pernah  dimenangkan oleh orang mulianya dan para fajir(pelaku dosa)nya. Semuanya mengambil bagian dalam gerbong caravan pejuang Islam. Imam Al Bukhari telah membuat Bab dalam kitab Shahihnya,  Innallaha Yu’ayyidu Ad Diin bir Rajul Al Faajir (Sesungguhnya Allah akan menolong agamaNya melalui seseorang yang fajir). Ya, kadang ada pelaku maksiat, seorang fajir, justru dia melakukan aksi-aksi nushrah (pertolongan) terhadap agamanya, dibanding laki-laki yang shalih. Semoga aksi-aksi nushrah tersebut bisa merubahnya dari perilaku buruknya, dan dia bisa mengambil pelajaran darinya sampai dia  berubah menjadi   orang  shalih yang berjihad, bukan lagi  orang fajir yang berjihad.

Saudaraku … Ada Abu Mihjan!!

Kukisahkan kepadamu tentang Abu Mihjan Radhiallahu ‘Anhu. Ditulis dengan tinta emas para ulama Islam, di antaranya Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A’lamin Nubala pada Bab Sirah Umar Al Faruq. (2/448. Darul Hadits, Kairo), juga Usudul Ghabah-nya  Imam Ibnul Atsir. (6/271. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Beliau adalah seorang laki-laki yang sangat sulit menahan diri dari khamr (minuman keras). Beliau sering dibawa kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk diterapkan hukum cambuk  (Jild) padanya karena perbuatannya itu.  Bahkan Ibnu Jarir menyebutkan Abu Mihjan tujuh kali dihukum cambuk.  Tetapi, dia adalah seorang laki-laki yang sangat mencintai jihad, perindu syahid, dan hatinya gelisah jika tidak andil dalam aksi-aksi jihad para sahabat nabi Radhiallahu ‘Anhum.

Hingga datanglah perang Al Qadisiyah yang dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqash Radhiallahu ‘Anhu melawan Persia, pada masa pemerintahan Khalifah Umar Radhiallahu ‘Anhu. Abu Mihjan ikut andil di dalamnya, dia tampil gagah berani bahkan termasuk yang paling bersemangat dan banyak membunuh musuh. Tetapi, saat itu dia dikalahkan keinginannya untuk meminum khamr, akhirnya dia pun meminumnya. Maka, Sa’ad bin Abi Waqash menghukumnya dengan memenjarakannya serta melarangnya untuk ikut jihad.

Di dalam penjara, dia sangat sedih  karena tidak bisa bersama para mujahidin. Apalagi dari dalam penjara dia mendengar suara dentingan pedang dan teriakan serunya peperangan, hatinya teriris, ingin sekali dia membantu kaum muslimin melawan Persia yang Majusi. Hal ini diketahui oleh istri Sa’ad bin Abi Waqash yag bernama Salma, dia sangat iba melihat penderitaan Abu Mihjan, menderita karena tidak dapat ikut berjihad, menderita karena tidak bisa berbuat untuk agamanya! Maka, tanpa sepengetahuan Sa’ad -yang saat itu sedang sakit, dan dia memimpin pasukan melalui pembaringannya, serta mengatur strategi di atasnya- Beliau membebaskan Abu Mihjan untuk dapat bergabung dengan para mujahidin. Abu Mihjan meminta kepada Salma kudanya Sa’ad yaitu Balqa dan juga senjatanya. Beliau berjanji, jika masih hidup akan mengembalikan kuda dan senjata itu, dan kembali pula ke penjara. Sebaliknya jika wafat memang itulah yang dia cita-citakan.

Abu Mihjan berangkat ke medan tempur dengan wajah tertutup kain sehingga tidak seorang pun yang mengenalnya. Dia masuk turun ke medan jihad dengan gesit dan gagah berani. Sehingga Sa’ad memperhatikannya dari kamar tempatnya berbaring karena sakit dan dia takjub kepadanya, dan mengatakan: “Seandainya aku tidak tahu bahwa Abu Mihjan ada di penjara, maka aku katakan orang itu  pastilah Abu Mihjan. Seandainya aku tidak tahu di mana pula si Balqa, maka aku katakan kuda itu adalah Balqa.”

Sa’ad bin Abi Waqash bertanya kepada istrinya, dan istrinya menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada Abu Mihjan, sehingga lahirlah rasa iba dari Sa’ad kepada Abu Mihjan.

Perang usai, dan kaum muslimin menang gilang gemilang. Abi Mihjan kembali ke penjara, dan dia sendiri yang memborgol kakinya, sebagaimana janjinya. Sa’ad bin Waqash Radhiallahu ‘Anhu mendatanginya dan membuka borgol tersebut, lalu berkata:

لا نجلدك على خمر أبدا فقال: وأنا والله لا أشربها أبدا

Kami tidak akan mencabukmu karena khamr selamanya. Abu Mihjan menjawab: “Dan Aku, Demi Allah,   tidak akan lagi meminum khamr  selamanya!”

Bismillahirrohmaniir rohiim

Sobat, ayo berperan dalam memperbaiki agama ini. Sekecil apapun

Saudaraku ….

Sangat sulit bagi kita mengikuti dan menyamai Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan para sahabat nabi yang mulia, Radhiallahu ‘Anhum. Tetapi, paling tidak kita masih bisa seperti Abu Mihjan, walau dia pelaku maksiat namun masih memiliki ghirah kepada perjuangan agamanya, dan ikut hadir dalam deretan nama-nama pahlawan Islam.  Semoga Allah Ta’ala memasukkan kita ke dalam deretan para pejuang agamaNya, mengikhlaskan, dan memberikan karunia syahadah kepada kita. Amin.

Wallahu A’lam

Sebuah tulisan dakwah dari Ust Farid Nu’man

salah

Ada yang salah denganku, ya ada yang salah.
Di perjalanan panjang ini, sudah berkali-kali aku membaca petunjuk jalan itu, agar tetap di jalur yang benar, jalan yang menjanjikan kemudahan..
tapi, berkali juga aku mengambil jalan yang berliku, penuh onak dan duri. Meskipun tahu itu salah. Hanya untuk menantang nyaliku. Ya, nyali untuk merasakan sakit dan perihnya tertusuk duri.
Ada yang salah denganku, ya ada yang salah.
Berkali aku memohon untuk dikembalikan ke jalan penuh kemudahan itu, ketika sudah tiba di persimpangan, berkali pula aku berputar balik, kembali ke jalan penuh duri. Dan ketika kesekian kalinya aku tertusuk duri, aku malah menyalahkan jalan tersebut, mengapa engkau penuh duri?
Ketika tersadar bekalku mulai habis, ternyata aku masih berada di jalan berduri, aku terdiam, lalu penuh luka dan tertatih-tatih, kembali ke persimpangan, menunggu, berharap ada seseorang lewat, yang dengan senang hati akan mengajakku tetap di jalan yang mulus, yang dengan ikhlas berbagi bekal denganku, yang dengan tulus akan merawat luka-luka ku..
Ada yang salah denganku, ya ada yang salah..
Ternyata aku tidak bisa berjalan sendirian.

Ibu, izinkan aku berbakti padamu

Bismillahirrohmaniirohiim

Dikisahkan bahwa Abdullah bin Umar melihat seorang pemuda yang thowaf sambil menggendong ibunya. Setelah selesai thowaf pemuda tersebut mencari Abdullah bin Umar. “Hai Abdullah bin Umar, apakah yang aku lakukan ini bisa membalas kebaikan ibuku?” tanya pemuda itu ketika berhasil menemui Abdullah bin Umar.

Abdullah bin umar lalu diam sejenak, lalu berkata “Hai pemuda, seandainya engkau sa’i antara shafa dan marwah, engkau mabit di muzdalifah, wuquf di arafah dan itu engkau lakukan sambil menggendong ibumu, maka sedikitpun tak akan bisa menggantikan satu nafas ibumu saat melahirkan”  (sumber)

Ibu, maafkan aku jika selama ini masih banyak membuatmu kecewa karena perhatian ku yang sangat kurang. Maafkan aku telah membuatmu khawatir jika telat memberi kabar, jika membuatmu bersedih akibat tingkah lakuku yang tidak sesuai , jika membuatmu… jika membuatmu… Ah, terlalu banyak yang belum bisa kuberikan untukmu.

Ibu, meskipun aku tahu, satu tarikan nafasmu saat melahirkanku belum sebanding dengan semua yang telah kuberi padamu, aku tetap saja masih perhitungan dalam membalas budi mu.

Ibu, meskipun aku tahu berkata “uff” saja dilarang agama, tapi betapa banyak kata-kata ku yang tidak berkenan di hatimu..

Ibu, meskipun engkau diam. Tidak menuntut apapun dariku. Menyimpan rapat-rapat keluh kesah mu pada ku. Bukan kewajibanmu meminta balas budi pada ku, aku lah yang wajib membalas budi mu, berbakti pada mu dengan segenap kemampuanku.

Ibu, sungguh aku ingin menjadikan mu salah satu tiket ku menggapai syurga kelak.

….celakalah dan merugilah orang yang tinggal bersama kedua orang tuanya tapi tidak membuatnya masuk surga… (HR Ahmad)

Ya Rabb, ampunilah dosa-dosa ku dan juga kedua orang tua ku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu kecil. Karuniakan mereka kekuatan iman yang kokoh, kesehatan dan juga anak-anak yang sholeh. Ya Rabb, jadikanlah hamba sebagai anak yang berbakti pada orang tua.

———

Ibu, hari ini aku akan menempuh 14 jam perjalanan sejauh 900 km dengan kuda besi. Untuk mengobati rindu. Rindu memeluk mu, rindu masakan mu, rindu nasehat-nasehat mu, rindu rumah.

Ibu jika kehadiranku di rumah bisa membahagiakan mu, semoga pulang kampung yang singkat kali ini, bisa menjadi mozaik-mozaik tiket syurga ku yang terserak.

 

*Ibu disini mewakili bapak juga*

 

 

December Challenges

Bismillahir rohmaniir rohiim

Sungguh cepat waktu berlalu, tidak terasa sudah sampai di bulan penghujung 2013. Padahal terasa baru kemarin saya nge-blog, tapi ternyata sudah  dua tahun eksis di wepe dan menulis 100 posting. Iniadalah posting ke 101  :).  Meskipun sudah 100 posting, sepertinya masih banyak yang kurang di sana sini. Terutama kualitas tulisan yang akhir-akhir ini didominasi curcol dalam kategori catatan bujangan. 😀

Saya masih ingat, Awal-awal 2013, terjadi penurunan semangat menulis, sehingga di beberapa bulan awal 2013 kemarin hanya nulis satu postingan. Menyadari hal tersebut, pertengahan 2013, tepatnya bulan Juni, saya menantang diri sendiri untuk memposting minimal tiga tulisan di blog dan alhamdulillah, terealisasi sampai penghujung november.

Desember ini, saya mencoba menantang diri sendiri lagi. Saya tetap mentargetkan minimal tiga postingan Desember ini,  dan tantangan nya adalah, satu dari tiga tulisan tersebut akan ditulis dengan bahasa inggris ! . Meskipun besar kemungkinan akan terjadi kasus bahasa inggris ala vicky di tulisan tersebut, biarlah. Yang penting saya menulis dalam bahasa inggris. Hehehe.

Desember ini, saya juga akan mencoba menapak tilas awal mula tujuan dibuat blog ini,  untuk menuliskan ilmu-ilmu yang pernah didapatkan. Biar isinya tidak melulu curcol bujangan. 🙂 .

Tantangan lain,  sebenarnya saya ingin menulis puisi, entahlah puisi bertemakan apa, yang penting puisi. Kata pak guru, menulis puisi itu berhubungan dengan kemampuan berbahasa seseorang dan masih melekat dalam memori saya, betapa bahasa indonesia saya luar biasa WOOW  semasa sekolah dulu. Dari tiga kali ujian akhir sekolah, mulai dari EBTANAS, UNAS lalu UAN, semua nilai bahasa indonesia saya kepalanya 6. itupun buntutnya angka minimalis.  🙂

Baiklah, target sebagai blogger Desember ini telah ditentukan. Tinggal menuliskan target-target lain sebagai hamba Alloh, pekerja, dan bujangan.  Doakan saya ya!

Ohya, sobat apa target yang ingin kamu capai akhir tahun ini? 🙂

—————

Lima-20131122-00197Yes! Idea without action is worthless

Nasyid penggugah

Bismillahirrohmanir rohiim

Sobat, setiap kita pasti pernah merasakan futur (lemah iman,red) , galau, sedih, bimbang dan sejenisnya. Memang sangat wajar kita mengalami hal-hal tersebut karena memang kita manusia ini lemah, diciptakan senang berkeluh kesah, dengan iman yang bertambah dan berkurang.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk me-recharge  kondisi rohani yang sedang drop tersebut. Mulai dari membaca Al Qur’an dan dzikir, menyendiri dan muhasabah, menghadiri taman syurga (majelis ilmu), berbagi cerita dengan sahabat, menenangkan diri dengan tafakur alam, mendengar nasyid dan banyak lagi. Setiap orang pasti mempunyai caranya sendiri dalam mengatasi turunnya kualitas rohani ini.

Dari banyak alternatif yang saya sebutkan diatas, tidak semuanya pernah saya lakukan. menyesuaikan kondisi. Akhir-akhir ini saya mengalami fenomena penyakit rohani tersebut dan salah satu obat yang cukup mujarab bagi saya saat ini adalah mendengar nasyid. Somehow, saya sedang senang mendengar forgive me nya  Maher Zain. Sepertinya lirik nya pas dengan kondisi saya yang bergelimang dosa ini. Berikut penggalan liriknya yang menurut saya cukup Jleb.

I can’t help thinking to myself
What if my time would end today, today, today?
Can I guarantee that I will get another chance
Before it’s too late, too late, too late

Bener juga kata Maher Zain, bagaimana jika hari ini adalah hari terakhir saya di dunia ini? Tidak ada yang bisa menjamin besok saya masih hidup. Baiklah, segera bangkit, tobat. Sebelum semuanya terlambat. (begitulah tafsiran saya di lirik tersebut).

Meskipun tidak semudah membalikkan tangan, tetapi memotivasi diri sendiri yang sedang dalam keadaan futur harus diusahakan, dengan cara kita sendiri.

Jadi sobat, pernahkah kalian mengalami futur tersebut? apa yang kalian lakukan? nasyid apa yang senang kalian dengarkan? boleh dishare dong. 🙂

 

*notes : however, i dont recommend you to put listening nasyid on first way to heal your soul. Put Al Qur’an, dzikr, dua, muhasabah, gathering on majelis ‘ilm and so on as your priorities. You may put listening nasyid on number ten or hundred .

 

Visi Misi, pentingkah?

Bismillahirrohmanirrohiim

Sobat, pernahkah kalian membayangkan akan berlayar di lautan? ketika jangkar diangkat, layar dikembangkan kalian akan terapung di hamparan samudra biru. Setelah di tengah samudra, kalian tidak tahu kemana kalian akan berlabuh? kalian hanya berlayar mengikuti angin berhembus. Oke kalau angin membawa kalian ke daratan, kalau angin hanya mengombang-ambing kapal di samudra sampai kalian kehabisan bekal makanan?

Begitulah orang yang dalam mengarungi bahtera kehidupannya tanpa visi, tanpa tujuan yang jelas. Visi dalam bahasa sederhana adalah tujuan atau cita-cita mau seperti apa kita nanti. Ibarat berlayar, visi adalah tujuan pelayaran misalnya mengelilingi dunia dalam 10 bulan. Visi sangat penting bagi suatu organisasi yang berisikan orang-orang dengan karakter dan keahlian yang berbeda. Adanya visi ini dapat menyatukan tujuan orang-orang tersebut dengan peran nya masing-masing dalam mencapai visi.

Sedangkan misi adalah langkah-langkah, strategi-strategi yang disusun untuk mewujudkan visi. Dalam berlayar yang visinya adalah mengelilingi dunia dalam 10 bulan, maka misi-misi nya adalah mempersiapkan kapal dan awak kapal yang tangguh, mempersiapkan bahan makanan dan bahan bakar yang cukup sebelum berlabuh di pelabuhan pertama, membuat dokumentasi sepanjang perjalanan, bulan pertama sudah sampai di pelabuhan A untuk mengisi bahan bakar dan bahan makanan, bulan kedua sudah sampai di pulau B dan seterusnya sampai bulan kesepuluh kembali ke Indonesia dengan seluruh awak kapal selamat.

Begitu pentingnya visi misi sehingga pada setiap organisasi pasti memiliki visi misi yang jelas. Visi harus dibuat oleh pemimpin organisasi  dan manager menyusun misi-misi untuk mewujudkan visi. Ibarat suatu pertunjukan orkestra, untuk menghasilkan simfoni yang bagus, seluruh pemainnya harus berharmonisasi dalam membawakan lagu yang diinginkan.

Hal ini, juga berlaku dalam ikhtiar membangun miniatur organisasi dalam kehidupan, rumah tangga. Jika (calon) suami dan (calon) istri tidak mempunyai visi misi yang sama, bisa ditebak kapal mereka akan oleng tidak tentu arah, harmonisasi orkestra mereka tidak akan menghasilkan simfoni yang indah.

Jadi pentingkah visi misi itu? bagi saya, iya!

Transisi

Bismillahirrohmanir rohiim

Beberapa hari terakhir ini, mulai lagi ke aktivitas buka wordpress, kembali blogwalking sambil ditemani deringan telepon dari operator pembangkit, melihat angka putih bergerak-gerak antara 49,750 sampai 50,250  dan akan berubah jadi kuning jika angka besar di monitor raksasa ini tiba-tiba  berada di luar range diatas, sehingga mengharuskan saya pontang-panting menelpon operator pembangkit agar menaikkan daya keluaran pembangkitnya demi menyeimbangkan kenaikan beban yang dikonsumsi masyarkat jawa. yah memang itulah salah satu tugas utama saya sebagai pengatur lalu lintas listrik se-Jawa Bali, sambil (kadang-kadang) blogging. 😀

970413_3188197799178_1293932334_n

1240294_3506635639925_418217082_n

Dulu, awal niatan blogging sebenarnya untuk menuliskan tentang sesuatu yang bermanfaat sehingga bisa jadi tabungan di akhirat kelak, disamping sebagai salah satu jurus ampuh mengusir kantuk ketika jaga listrik malam :). Maklum,  malam adalah saat arus lalu lintas listrik sedang tenang, angka besar di layar enggan berubah warna dari putih ke kuning. Dan sepertinya sudah menjadi fitrah jika kita sendirian (sebenarnya satu kali shift ada tiga orang, tapi kalau shift malam kami tidur gantian untuk menghindari kemungkinan ketiduran berjamaah 😀 ) di malam hari yang tenang maka akan datang suatu masa  mata akan terasa berat seperti  digantungi beban puluhan kilo agar menutup. Dan blogging ditemani kopi dan suara TV menjadi salah satu jurus saya mengusir kantuk ! 🙂

Sesuatu yang bermanfaat? pada awalnya saya berfikir sesuatu yang bermanfaat itu adalah sesuatu yang berasal dari literatur buku, resume kajian majelis ta’lim , atau yang sejenis nya. Tetapi setelah blogwalking yang saya lakukan akhir-akhir ini, saya menjumpai banyak manfaat yang bisa diambil dari sobat-sobat blogger yang menuliskan kisah-kisah pribadinya, pemikiran orisinil nya mengenai kehidupan atau cara mereka mentafakkuri ayat-ayat kauniyah Ilahi dengan sederhana tapi mengena.. Dan setelah dibaca dengan seksama, banyak blog yang (bagi saya) tidak tekstual (tidak selalu disertai dalil, meskipun sebebnarnya dalilnya ada)  itu mampu  membuka cara pandang saya menghadapi hidup, menggugah semangat, memberi informasi sederhana dan saling mengingatkan dalam bentuk hikmah.

Finally, saya ingin mencoba kedepannya mengisi blog ini dengan kisah-kisah kecil dalam hidup yang saya temui, rasakan dan dengarkan untuk dibagi sehingga ada yang bisa mengambil manfaat. Mungkin masih belum bisa sebagus tulisan-tulisan sobat blogger sih, sebut saja ustadz muhaimin dengan tausiyah-tausiyah nya, cerita lucu inspiratif edukatif dari perkembangan kiki anak pak lambang, mbak rindu, yang tulisannya subhanallah bagusnya. Salah satu blog favorit saya, blognya mas abi gilang dengan cerita-cerita sederhana nya tentang dek Gilang, ada tafakur dari mas ainul harits, Sudut pandang seorang pendidik di intitusi pendidikan terkemuka di Bandung pak  rinaldimunir atau menyelami pemikiran brilian dari dailynomous dan banyak blogger inspiratif lainnya. Tapi bismillah, saya kan mencoba karena jika tidak dilakukan tidak akan tau hasilnya. (semoga hasilnya tidak sama seperti hasil nilai NEM bahasa indonesia saya yang sejak SD, SMP dan SMA nilainy berkepala enam)  🙂

Baiklah, 15 September 2013, masa transisi , blogging in simple ways… Semoga bisa menulis sesuatu yang bermanfaat, dengan bahasa yang lebih sederhana..

Mohon doanya sobat blogger ya. 🙂

Kekuatan Bening

Obsesi tujuh abad itu begitu bergemuruh di dada seorang sultan muda, baru 23 tahun usianya. Tak sebagaimana lazimnya, obsesi itu bukan mengeruhkan, melainkan semakin membeningkan hati dan jiwanya. Ia tahu, hany seorang paling bertaqwa yang layak mendapatkannya. Ia tahu, hanya sebaik-baik pasukan yang layak mendampinginya.

Maka di sepertiga malam terakhir menjelang penyerbuan bersejarah itu, ia berdiri di atas mimbar dan meminta semua pasukan nya berdiri. “saudara-saudaraku di jalan Allah” , ujarnya, “amanah yang dipikulkan ke pundak kita menuntut hanya yang terbaik yang layak mendapatkannya. Tujuh ratus lamanya nubuat Rasulullah telah menggerakkan para mujahid tangguh. tetapi Allah belum mengizinkan mereka memenuhinya. Aku katakan pada kalian sekarang, yang pernah meninggalkan sholat fardlu sejak balighnya, silahkan duduk!

begitu sunyi, tak seorang pun bergerak.

“Yang pernah meninggalkan puasa ramadhan, sialhkan duduk!”

Andai sebutir keringat jatuh ketika itu, pasti terdengar. Hening sekali tak satupun bergerak.

“Yang pernah mengkhatamkan Al Quran melebih sebulan, silakan duduk!”

Kali ini, beberapa gelintir orang perlahan menenkuk kakinya, berlutut berlinang air mata.

“Yang pernah kehilangan hafalan Al Quran-nya, silakan duduk”

Kali ini lebih banyak yang menangis sedih, khawatir tak terikut menjadi ujung tombak pasukan. Mereka pun duduk.

“yang pernah meninggalkan sholat malam sejak balighnya, silahkan duduk!”

Tinggal sedikit yang masih berdiri, dada berdegub kencang dan tubuh menggeletar.

“yang pernah meninggalkan puasa ayyamul bidh, silakan duduk!”

Kali ini semua terduduk lemas. Hanya satu orang yang masih berdiri. Dia, sang sultan sedniri. Namanya Muhammad Al Fatih. Dan obsesi tujuh abad itu adalah konstantinopel.

Jalan Cinta Para Pejuang, hal 142-143. Salim A Fillah.

————–

Bagaimana dengan kita? Jika kita bercita-cita menjadi pasukan yang mencium wangi syurga seperti pasukan Al Fatih tersebut, di pertanyaan keberapa kita akan terduduk? kalau saya, langsung terduduk lemas setelah pertanyaan pertama….