FW: PROAKTIF: Meningkatkan EQ melalui optimalisasi fungsi otak kanan

Bismillah

Di tempatku bekerja, hubungan antara manajer dan karyawan cukup baik. Manajerku sering memberi motivasi-motivasi pada anggotanya agar meningkatkan produktivitas kerja. Selain bertemu langsung dalam rapat harian, beliau juga berkomunikasi via email. Salah satu email yang menurut saya bagus untuk di tulis kembali di blog yang lama vakum ini adalah motivasi ke karyawan untuk lebih proaktif dan menggunakan otak kanan agar lebih kreatif dalam bekerja. Meskipun sharing beliau adalah artikel yang pernah dimuat di salah satu media massa terkenal, tetapi tetap saja banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari artikel tersebut, berikut ini artikel nya :

KOMPAS.com – Era di mana orangtua berharap anak-anaknya menjadi profesional, seperti dokter, insinyur, akuntan, atau ahli komputer, belum lewat. Tidak banyak orang tua yang “melepas” begitu saja anak-anaknya untuk menekuni musik atau seni saja, tanpa menekuni bidang pelajaran lain.
>
> Diam-diam kita masih meyakini dominasi belahan otak kiri, yaitu terkait logika, data, dan fakta sebagai penentu kesuksesan. Ya, kita memang tidak bisa menghitung kinerja dan memprediksi ke depan, tanpa fakta dan data, namun, kita pun bisa melihat betapa kerja otak kanan yang berhubungan dengan feelings, kreativitas, inovasi, hubungan antar-manusia, semakin dominan menentukan keberhasilan dalam setiap profesi.
>
> Orang tidak lagi memilih dokter yang sekadar jago mendiagnosa, namun lebih menyukai dokter yang kuat berempati dan bisa menerangkan duduk perkara penyakit dalam storytelling yang menarik. Kemampuan para wirausaha memilih produk, mengambil keputusan, dan memilih orang kepercayaan juga terasa jelas lebih mengandalkan intuisi daripada sekadar angka dan fakta. Individu  bertitel MBA semakin banyak, namun mereka yang sukses adalah para meaning makers yang tidak hanya sebatas membaca angka, namun sebaliknya menunjukkan kemampuan berkreasi, mengidentifikasikan hal baru, berempati, dan melihat big picture-nya.
>
> Era “left brain” sudah berganti fokusnya dengan otak kanan yang berupa kemampuan berinovasi, berempati, dan memberi makna dari hal-hal di sekitar kita.
>
> Kita lihat betapa banyak organisasi yang menderita akibat ketidaksadaran bahwa kerja otak kanan penting. Bila kita telaah, kegagalan dalam membuat suksesi CEO dan entrepreneur juga kerap tidak terlepas dari kesenjangan kompetensi dari pimpinan dengan jajaran tim ahli yang ada di bawahnya.
>
> Si CEO banyak menggunakan belahan otak kanannya, untuk mencari solusi dan menyusun strategi, sementara jajaran profesional di bawahnya berkekuatan logika dan angka, senantiasa diasah untuk memperkuat otak kirinya. Tanpa disadari, semakin mereka berkuat-kuat dalam berpikir, semakin besarlah  kesenjangan para tim ahli ini dengan CEO atau pimpinannya.
>
> Kita lupa bahwa kelangkaan kompetensinya justru terletak pada perbedaan kerja otaknya. Kita tidak menyadari bahwa tim perlu dilengkapi dengan kemampuan transformasi, seperti empati dan kreativitas, yang digerakkan oleh cara pikir yang beda, lentur, tidak berstruktur, dan bahkan didasari “way of life” yang berbeda. Kita membutuhkan story teller yang mahir,  kreatif, dan penuh empati, ketimbang number crunchers yang jenius, tetapi berfikir logic dan linier saja.
>
> Tren “outsource” otak kiri
> Seorang ahli, Dan Pink, mengatakan: “The future belongs to a very different kind of person with a very different kind of mind.” Kita juga bisa melihat betapa kinerja otak kiri, seperti pencatatan, komputerisasi dan input data, sekarang bisa di-outsource atau bisa dilakukan oleh pihak di luar perusahaan.
>
> Anggapan orang bahwa yang bisa di-outsource adalah  pekerja blue collar sudah mulai ditinggalkan. Saat sekarang kinerja white collars pun sudah tergantikan dengan mesin. Pekerjaan rutin yang menyangkut akunting dan engineering pun bisa  dilimpahkan keluar perusahaan, bahkan ke luar negeri, dengan menggunakan hasil secara real time. Sebaliknya, hal yang tidak bisa tergantikan di perusahaan adalah kekuatan membaca kebutuhan pelanggan, menentukan hal-hal yang punya daya tarik, atau sebaliknya usang.
>
> Ide-ide pembaruan, inspirasi dan inovasi, tetap harus ditumbuhkan di dalam perusahaan. Kita sudah memasuki era baru, di mana kita perlu menyadari bahwa era teknologi sudah berlalu, dan  ini adalah saatnya  untuk berfokus pada konteks. Semua pemimpin dan manajer, perlu bisa berempati lebih dalam, agar pemahaman sosial konseptual tidak meleset. Mereka pun perlu menjadi storytellers yang jago, agar isi pikirannya bisa tertransfer dengan lancar ke bawahan, dalam rapat-rapat melalui cerita. Cerita bisa memberi impact emosional yang lebih berkekuatan daripada penyajian data saja. Dampak emosional membuat informasi menempel di ingatan dengan lebih baik.
>
> Fokus yang berlebihan pada analisa data, angka dan target, bisa membuat kita lupa berintrospeksi secara mendalam dan luas, apalagi berimaginasi. Betapa sangat menguntungkan bila prinsip-prinsip mendesain yang digunakan oleh para desainer kita terapkan pada saat membuat segala macam strategi perusahaan, juga hal-hal penting di pemerintahan.
>
> Jalur busway, kanal banjir, sandal jepit, adalah contoh temuan atau solusi serta desain yang dilandasi  kinerja otak kanan. Jadi, bila kita perhatikan, pola pikir mendesain itu bukan sekadar karya seni atau desain produk yang khusus, tapi hampir semua di sekitar kita memang dilandaskan oleh berpikir desain kita. “Design and leadership are fundamentally about actively creating the future rather than reacting to the present.”
>
> Merajut koneksi dan simfoni otak
> Sangat sempit bila kita masih beranggapan bahwa pengembangan belahan otak kanan semata terkait dengan seni, drama, film, dan musik. Kita jelas perlu memikirkan bagaimana menanamkan dan mengembangkan kinerja otak kanan ini dan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari dan juga di pekerjaan.
>
> Handry Satriago, di dalam salah satu presentasinya, menganjurkan kita untuk banyak membaca novel, agar pikiran kita tidak terkotak-kotak dan bergaris-garis, tetapi lebih cair, sehingga memungkinkan kita menghubungkan disiplin ilmu satu dengan yang lainnya di dalam tabungan pikiran kita. Hasilnya adalah kemampuan yang lebih baik dalam mengembangkan ide baru, berinovasi, juga mengambil keputusan di tempat kerja kita.
>
> Tanpa mengaktifkan peran otak kanan, otak kita tak akan bisa membuat koneksi. Padahal, di era konseptual ini, sangat penting bagi kita untuk membuat koneksi, baik itu koneksi  interpersonal, antar disiplin ilmu, hati ke hati, ataupun masa lalu, sekarang dan masa depan. Tanpa kemampuan membuat koneksi seperti layaknya sebuah simfoni, kita tidak bisa mendapatkan big picture yang lengkap dan mendalam apalagi mempunyai perspektif yang inovatif.
>
> Kita memang perlu banyak belajar dari generasi milenial, jagoan “game” yang memang memulai daya pikirnya dengan kinerja otak kanan semenjak dini. Generasi milenial ini mengatakan: “We no longer just want to have things; we want cool things. We want well-designed things. We want things with meaning.”
>
> Tantangan kita adalah melakukan senam otak kanan lebih banyak dengan mengasah empati, sense of humor, bermain’ dan otak atik data, sehingga otak kiri kita diwarnai dengan lagu, simfoni, “story”, warna, desain, dan membuat hidup kita lebih berwarna, dan bermasa depan.
>
> (Eileen Rachman/Sylvina Savitri, EXPERD Consultant)
>

So, be creative ya sobat blogger. 🙂

Semoga bermanfaat,

 

Iklan

Pray at The Office

Bismillahiirohmaniirohiim

People consist of two part, body and soul. The two part need  nutrition to keep both health. The body nutrition can be supplied from food, drink and drugs. The soul nutrition can be supplied from religion theory, motivation from another people or  gathering with inspirational environment and people. 

Here, i will share to you how the PLN P3B JB workers get the soul nutrition at the office. 

1. One Day One Juz Program

This program sounds similar with one day one juz which held by a dakwah organisation, but the implementation is different.  one day one juz  programs purposes is to keep the spirit of reading Al Quran among the worker by reading Al Quran every morning, before work time starts.

as we know, jakarta is very crowded and has bad traffic. some worker desire to go work earlier in order to avoid the traffic. They go at 6.00  am from home and arrive at office at 7.30.  Since  the work time starts at 8.00 am, they have 10-15 minutes to read AL Quran in our musholla. No matter how much pages or ayat of Al Quran  they’ve read, they will note it at a form. Sometimes we make an appointment with other what pages we will read.

we hope, the accumulation of the pages or ayat of Al Quran that read by worker can reach one juz on one day.

Starts our day with Al Quran. 🙂

Lima-20130910-00048

Announcement

Lima-20130910-00054

reading Al Quran together

Lima-20130910-00046

the checklist form

2. Ashar prayer together  (jamaah) and continue by Syarah Riyadhus shalihin readings

Ashar prayer time at jakarta is about 3 pm.  Most of worker have finished their work and prepare to go home. Before go home, we held ashar prayer together at our building musholla and continue with  syarah riyadhus sholihin readings by a volunteer.

The volunteer reader reads the hadith from syarah riyadhus sholihin book and another jamaah listen carefully. Syarah riyadhus sholihin is a good book, easy to be understood and applicable in our whole life.

“Majelis ‘ilm is  gardens of heaven”

Lima-20130910-00052

reading riyadhus sholihin after ashar prayer

 

3.  Prayer together on control room (special for shift worker)

as a shift worker who control the electricity in Jawa Bali and ensure the electricity is delivered to your home, we must not leave control room,  at least one of three shift worker must standby to pick up the phone, control the electricity flow and maintain the quality of electricity.

Jamaah prayer is a must for moslem (some ulama say sunnah) except we have an obstacle.  Jamaah worth 27 times to lone prayer. In order to get the eminence of jamaah, we effort to keep jamaah prayer on control room.

sholat jamah di control room

jamaah on the control room

4. Routine islamic study on Baitul Ihsan Mosque, every wednesday

Every wednesday, after dhuhur prayer, there is routine islamic study on our beloved mosque, Baitul Ihsan. The theme is varies and presented by several ustadz. Ustadz Farid Nu’man presents lesson about tazkiyatun nufs, ustadz Muhsinin presents about keluarga sakinah and etc. The audience not only from PLN but aslo the jamaah from surrounding mosque, the student of SMK Utama and etc.

pengajian rabu

5. Special event gathering

When a special event happened, especially religious event, we also held an activities . Some gathering we’ve held are “khataman qur’an’ , “syukuran haji’and etc. The event held simply,for example when celebrated khataman quran we just bought some food and ate together after read juz 30. Very simple event, but believe me, it works for bounding one and other.

syukuran one day one juz

——

Our management totally support the activities. They believe that the best worker is who can balance their nutrition, body and soul, both. 

I believe most of you have a religious activities on work. Dont be hesitate to share. This is my story, and you?

*blogger missions accomplished*

 

Nilai Nilai Al Quran Dalam Kehidupan

Bismillahirrohmanir rohiim

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakaatuh

Al Qur’an adalah kitab suci yang berisi wahyu Alloh swt dan disampaikan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai petunjuk bagi manusia. Petunjuk untuk menjalani kehidupan di dunia dari semua aspek yang berorientasikan kehidupan kekal di akhirat kelak. Sungguh, barangsiapa yang menggunakan Al Quran sebagai pedoman hidupnya , dengan dikombinasi sunnah Rasul, maka derajatnya akan ditinggikan Alloh.

Salah satu istilah yang sering kita dengar adalah generasi qurani yang mencintai Al quran. Generasi qurani sering diartikan sempit sebagai mereka yang senang membaca Al quran, menghafal dan mempelajarinya. Padahal ada satu lagi kriteria generasi qurani yang lain yaitu mengamalkan nilai-nilai Al quran dalam kehidupannya. Sehingga generasi qurani adalah mereka yang sukses di dunia maupun di akhirat.

images

gambar dari googgle

Setidaknya ada 10 nilai-nilai al Quran dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dilihat dari sosok seorang generasi qurani. Seorang generasi qurani itu akan ..  :

1.  Menghargai Waktu

Seorang yang menerapkan nilai al Quran dalam kehidupannya Baca lebih lanjut

Jam Dinding

Bismillahirrohmanir rohiim

Assalamu’alaykum warohmatulloh wabarakaatuh sobat blogger.. Semoga Alloh memudahkan semua urusan kita, di dunia dan akhirat.

Di setiap masjid, kantor, rumah atau kamar kos hampir pasti ada benda yang satu ini.. Jam !!! alat penunjuk waktu yang dalam bahasa inggris disebut clock ini sangat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya jam ini, kita bisa men-schedule kan kegiatan kita. kapan kita harus sholat, makan, tidur, bangung, berangkat kerja, dan sebagainya.

Kalau direnungkan, ternyata ada pelajaran luar biasa yang bisa kita ambil dari keberadaan benda satu ini. Apa itu??? Keikhlasan dan produktivitas !!

Lihatlah keihklasan jam dinding, Tidak peduli diilihat orang atau tidak, ia tetap berdetak. Dihargai orang atau tidak, ia tetap berputar. Ditempatkan dimanapun, dia tetap akan berdenting.

Lihatlah produktivitas Jam dinding, Walau tak seorangpun mengucapkan terima kasih, ia tetap Bekerja. Setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik. Dia akan berhenti bekerja ketika lifetime nya habis.

Hidup ini banyak pilihan, namun Hidup inipun sangat singkat. Maka segera tentukan dan pilihlah prioritas hidup kita. Jangan sia-siakan hidup kita agar hidup kita lebih bermanfaat bagi orang lain.

Dan teruslah berbuat baik kepada sesama, meskipun perbuatan baik kita tidak dinilai dan diperhatikan oleh orang lain. Ibarat Jam Dinding yang terus bekerja walaupun tak dilihat, namun senantiasa memberi manfaat bagi orang sekitarnya.

Mari merenungkan firman Allah yang indah berikut

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keredaan Tuhannya, mendirikan solat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),  (QS Ar Ra’du 22)

images

 

sumber inspirasi

Belajar Dari Gangguan – Instropeksi –

Bismillah

Kamis, 03 mei 2012

Hari itu, saya tugas dinas malam menjaga sistem kelistrikan Jawa Bali. Di tempat saya bekerja, shift malam berlangsung dari pukul 21.00 sampai 08.00 dengan jatah waktu istirahat satu hingga tiga jam. Malam itu saya rencanakan saya istirahat pukul 23.00 sampai 02.00 dengan tujuan ingin melihat pertandingan Juventus vs Lecce di stasiun tivi yang banyak menyajikan sinetron (indo***R). 🙂 . Saya ngomong ke partner shift saya dan dia setuju kalau saya istirahat jam segitu.

pukul 02.30 saya bangun, langsung memindahkan televisi di dekat layar komputer saya. Ternyata pertandingan Juve vs Lecce sudah berlangsung dengan keunggulan Juve 1-0, gol dicetak Mirko Vucinic di menit ke-9. Saat itu saya senang, karena jika Juve menang dan AC Milan kalah dikandang melawan Atalanta, maka scudetto milik juve yang ke-30 (secara resmi, scudetto juve masih 27, tapi bagi saya juve scudetto 29 kali) 😀 :D.

Tapi kesenangan itu tidak lama, pukul 02.56 tiba-tiba saya mendapat tellpon dari operator  GITET (gardu induk tegangan tinggi)

Operator GITET : “pak IBT 2 Tasik trip, karena over voltage (tegangan ketinggian)”.

Saya p: “kenapa trip pak?? di layar komputer saya tegangan terbaca masih dalam range yang di ijinkan??” (dengan nada terkejut) 

operator GITET : “Tegangan di relai terbaca 539/162 KV”

saya : “di layar komputer saya terbaca 488/165 KV tadi pak, kenapa alarm di GITET tidak berbunyi ??”

operator GITET : “saya juga tidak tahu”

saya : “bukannya setting trip over voltage di 550/165 KV pak??”

operator GITET : “iya pak, tapi bisa saja dia trip di 7.5 -10 % tegangan normal” (ini jawaban ngeles)

saya : “oke pak, direset dulu semua relai nya, akan kita normalkan segera”

begitulah, kira-kira dialog singkat antara saya dengan operator GITET. akibat IBT 2 Tasik itu trip, terjadi pemadaman konsumen sekitar 200 MW. Beban listrik segitu, mungkin sama dengan pasokan listrik 4 kali wilayah kabupaten Lamongan. UNTUNG nya, kejadian terjadi dinihari, banyak orang tidur sehingga tidak merasakan lampu mati (wong jowo, mesti ada UNTUNG dibalik kejadian) :). Setelah berkoordinasi dengan pengatur listrik jawa barat dan mengatur kondisi sistem listrik Jawa-Bali akhirnya IBT 2 tasik pun bisa normal kembali 45 menit kemudian. Pada saat itu, pertandingan Juve vs Lecce masih 1-0, dan 7 menit kemudian gawang Juve bobol akibat blunder yang dilakukan Buffon di menit ke-87. pertandingan pun berakhir 1-1 dan disaat yang bersamaan AC milan menang 2-0 atas Atalanta. 😦

Saya pun mengevaluasi diri saya sendiri, kenapa IBT 2 tasik trip karena over voltage ya??? berarti saya tidak memperhatikan kondisi sistem listrik Jawa Bali saat itu. Meskipun pembacaan tegangan di layar monitor saya terbaca normal, seharusnya saya lebih “care” untuk menanyakan tegangan aktual di GITET Tasik  tersebut. Bukankah GITET itu memang mengalami fenomena kenaikan tegangan di malam hari ??? Saya tidak boleh menyalahkan sepenuh nya hal ini pada temen-temen SCADA (yang bertanggung jawab pada data-data listrik  yang saya monitor), saya juga tidak bisa menyalahkan relai yang tidak bekerja sesuai settingan nya. Bagaimanapun juga, IBT tersebut mengalami  gangguan salah satu penyebab nya karena kesalahan operasi sistem listrik yang saya jalankan.

Jadi teringat setiap kali penilaian kinerja yang dilakukan manajemen, saya pasti merasa tidak puas dengan penilaian tersebut. Saya sering menggerutu karena kalibrasi nilai yang dilakukan manajemen. Saya sering merasa pantas untuk dinilai lebih atas apa yang telah saya kerjakan. Tetapi berkaca dari kejadian hari ni, timbul pertanyaan dalam diri saya “apa selama ini saya telah meng-over value diri saya ya,  menjaga sistem listrik dalam keadaan aman saja masih pernah salah?? melakukan pekerjaan rutin seperti mengisi aplikasi setiap kali melakukan perintah ke pembangkitan atau manuver peralatan juga kadang-kadang saya lakukan, kadang-kadang tidak ???? jangan-jangan selama ini saya tidak mendapat gangguan karena “beruntung” saja ?? jangan-jangan selama ini pekerjaan saya memang pantas mendapat kan nilai optimal saja?? ” banyak pertanyaan-pertanyaan yang membuat saya menarik kesimpulan, SEBENARNYA PERFORMA PEKERJAAN SAYA SELAMA INI  BELUM MAKSIMAL, JADI JANGAN MENGELUHKAN PENILAIAN KINERJA JIKA DINILAI TIDAK MAKSIMAL. SAYA HANYA MENILAI DIRI SAYA SENDIRI TERLALU TINGGI.

Tips Bagi para Pekerja Shift Agar Kesehatan Terjaga

Bismillahir rahmanir rahiim

langsung aja deh ini dia tips menjaga kesehatan bagi mereka yang kerja shift, semoga bermanfaat bagi yang membaca

——

Dilansir dari GeniusBeauty, berikut beberapa cara untuk mengurangi dampak kesehatan akibat siklus tubuh yang terganggu:

  1. Pola makan selama kerja malam
    Pastikan Anda makan malam yang hangat sebelum pergi bekerja. Ini akan menjamin proses pencernaan tetap sehat untuk memberi energi di malam hari. Serta kurangi konsumsi minuman seperti kopi, teh atau minuman berkafein lainnya. Kafein dapat berakibat buruk pada tubuh, terlebih bila ritme sirkadian Anda abnormal.
  2. Minuman untuk shift malam
    Jus alami dan air putih adalah minuman terbaik di malam hari. Dalam situasi stres, tubuh membutuhkan lebih banyak cairan yang harus diganti.
  3. Vitamin untuk meningkatkan efisiensi kerja
    Mengatasi stres yang terkait dengan kerja shift malam atau kerja hingga larut malam adalah dengan mengonsumsi cukup vitamin B, kalsium dan magnesium. Vitamin-vitamin ini bisa mengurangi risiko kesehatan karena dampak bekerja hingga larut malam.
  4. Jangan merokok saat kerja malam
    Jangan merokok ketika Anda kerja di malam hari. Serupa dengan kafein, nikotin yang terkandung dalam rokok juga bertindak sebagai stimulan, yang pada akhirnya akan memperburuk kondisi kesehatan Anda.
  5. Gaya hidup sehat dan olahraga
    Luangkan waktu lebih untuk diri sendiri dan mempertahankan gaya hidup sehat. Lakukan lebih banyak jalan dan berolahraga setidaknya setengah jam sehari. Lari, renang dan olahraga kebugaran (fitness) tidak hanya akan membantu mempertahankan tingkat kebugaran yang baik tetapi juga menyediakan dukungan untuk tidur yang sehat.

sumber ( http://www.ilmukesehatan.com/305/dampak-dan-tips-kerja-malam.html )

—–

dari sumber lain nya ( http://www.dokterku-online.com/index.php/article/50-dampak-bagi-pekerja-shift-gilir- )

  1. Patuhlah dengan jadwal tidur yang teratur, bahkan saat akhir pekan dan tidak bekerja.
  2. Apabila memungkinkan, tidur sebentar dalam tugas shift malam berdampak positif untuk mengurangi kelelahan tanpa mengurangi kinerja (Arora dkk, 2006).
  3. Bekerjalah dengan orang-orang lainnya. Sebaiknya hindari situasi bekerja sendirian di malam hari.
  4. Selepas shift malam, segeralah tidur, jangan tunda waktu tidur anda dengan kegiatan lain atau perjalanan lain, gunakan penutup mata dan upayakan kamar segelap mungkin. Ingat selalu pentingnya menjaga waktu tidur antara 6-8 jam perhari.
  5. Mandi sebelum tidur, lingkungan yang tenang, minum susu, atau membaca di tempat tidur dapat membantu menciptakan kondisi tubuh untuk mempermudah proses tidur.
  6. Untuk mengurangi tingkat kesalahan pada pekerja shift malam, Berger dan Hobbs (2006) menyarankan untuk melakukan tidur siang, menghilangkan kerja lembur hingga lebih 12 jam dan mengerjakan tugas sebelum jam 4 pagi
  7. Lama shift kerja sebaiknya tidak lebih dari 8 jam, jika lebih dari jam tersebut beban kerja sebaiknya dikurangi
  8. Penggantian shift kerja sebaiknya dengan pola rotasi maju dengan waktu rotasi kurang dari 2 minggu dan dengan waktu libur rata-rata 2hari per minggu.

——

Dampak Kerja Shift Bagi Kesehatan

Bismillahir rohman iir rohiim

Karena kesehatan adalah salah satu nikmat dari Alloh yang sangat berharga, maka kesehatan ini harus dijaga dan disyukuri. Untuk menjaga kesehatan, maka saya harus mengetahui hal-hal yang bisa berdampak terhadap kesehatan saya seperti waktu kerja saya yang masuk shift dan berada di ruangan tertutup yang dingin (bersuhu 18 C). Setelah browsing-browsing internet berikut informasi yang bisa saya himpun terkait dengan efek kerja shift (teruama shift malam) terhadap kesehatan.

—–

Orang yang kerja shift malam atau bekerja hingga larut malam sering menderita insomnia. Bekerja di malam hari tentu saja membuat tubuh stres, karena secara biologis tubuh dirancang untuk menjadi aktif pada siang hari dan istirahat di malam hari. Cara tubuh berfungsi dan jenis hormon yang diproduksi bervariasi tergantung apakah orang tidur atau terjaga. Jika jadwal tidur Anda keluar jalur, maka dapat mengganggu siklus tidur-bangun (ritme sirkadian) yang normal dan tubuh menjadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya, yang akhirnya akan mengarah pada insomnia dan masalah kesehatan lainnya..

—–

masalah kesehatan lain nya ???? waduh ngeri juga nih.  kira-kira apa saja masalh kesehatan lain nya itu??

Sebuah penelitian terbaru dari WHO telah menyatakan bahwa jam kerja larut malam juga dapat memperbesar peluang terserang kanker. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa rata-rata penderita kanker prostat dan kanker payudara adalah orang yang berkerja hingga larut malam.

Meskipun belum ada bukti kuat, namun kerja hingga larut malam sangat berbahaya. Tidak hanya merusak ritme jantung, tapi juga fungsi biologis tubuh. Hormon melatonin yang menjadi pendorong bagi perkembangan tumor, umumnya diproduksi pada malam hari. Orang yang bekerja pada malam hari sering membuat pola hidup seseorang terganggu. Selain itu, serangan insomnia secara teori juga dapat meningkatkan risiko terserang kanker.

Tak hanya itu, sistem penerangan saat bekerja di malam hari juga diyakini menjadi salah satu penyebab kanker. Hal ini karena cahaya lampu ternyata mengeluarkan melatonin yang dapat merangsang pertumbuhan sel kanker. Selama ini diketahui sinar lampu dan sisa hasil pembakaran menjadi faktor yang mempermudah seseorang terserang kanker.

“Shift malam tentu akan membuat orang berusaha terjaga pada saat bekerja. Hal itulah yang membuat orang tidak cukup tidur, sehingga sistem kekebalan tubuh mudah diserang dan kehilangan kekuatan untuk menangkal sel-sel kanker yang mengancam,” ujar Mark Rea, Direktur Light Research Center di Rensselaer Polytechnic Institute New York.

Selain rasa kantuk dan ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, orang yang bekerja shift malam cenderung berisiko terkena penyakit usus kronis dan jantung, dan telah terbukti lebih tinggi kemungkinan menderita beberapa jenis kanker. Organisasi Kesehatan Dunia PBB (World Health Organization/ WHO) telah menggolongkan shift kerja sebagai penyebab kanker.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Dr Andrew D. Krystal, MS dari Departemen Psikiatri di Duke University School of Medicine, Durham, USA mengatakan ada beberapa kondisi yang terkait dengan kondisi kesulitan tidur pada pasien yang mengalami gangguan tidur terkait shift kerja.

——

Tulisan ini sebagai wawasan agar kita (terlutama saya) agar menjaga kesehatan dan mengenali sebab-akibat dari respon tubuh kita. Saya bekerja masuk shift dengan pola 2 kali pagi, 2 kali siang, 2 kali Malam lalu libur 3 hari. Beberapa resume dari browsing diatas sudah saya rasakan seperti susah tidur di pagi hari ketika shift malam dan ngantuk di malam hari nya meskipun ada waktu untuk tidur pada malam harinya selama 3 jam (shift malam berlangsung dari pukul 21.00 s.d 08.00). Beberapa teman juga ada yang mengalami gangguan pencernaan. jadi (mungkin) ada benarnya resume diatas.

Mari menjaga kesehatan kita dengan pola hidup yang benar, pola makan yang tepat dan olahraga teratur. Jangan tunggu sakit datang..

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Alloohumma innii as alukal hudaa wattuqoo wal ‘afaafa wal ghinaa

”Ya Allah ! Sesungguhnya aku memohon petunjuk, ketaqwaan, kesehatan dan kekayaan.”

sumber :

http://rsudbdh.com/index.php/posting/57

http://www.ilmukesehatan.com/305/dampak-dan-tips-kerja-malam.html

http://lifestyle.okezone.com/read/2011/05/16/195/457452/ancaman-kesehatan-di-balik-kerja-malam

http://health.detik.com/read/2012/01/16/105808/1816297/775/gangguan-tidur-akibat-shift-kerja

http://nasional.kompas.com/read/2012/02/01/09203965/Gangguan.Ingatan.akibat.Kurang.Tidur

Hukum Koperasi Karyawan

Bismillah,

Hari ini ada rapat anggota tahunan koperasi karyawan di tempat saya bekerja, rapat ini bertujuan memilih ketua koperasi baru, dewan pengawas dan perangkat lain nya. dalam acara ini juga di adakan doorprize berupa dua buah sepeda motor, Laptop dan barang berharga lain nya. dan tidak lupa dibagi angpao buat karyawan. lumayan kata temen saya, 500 ribu . (saya ndak tahu besaran pasti nya)

Jadi teringat dulu sewaktu saya memutuskan tidak ikut koperasi karena ada salah satu usaha koperasi yang namanya pinjaman dengan bunga ringan. Waktu itu ada yang bilang, “rugi kamu nggak ikut koperasi, kamu nggak ngapa-ngapa in minimal 300ribu perbulan masuk kantong”.saya diam saja waktu itu.

mungkin ini sedikit penjelasan tentang hukum syar’i koperasi konvensional (yang saya yakini) dari beberapa sumber :

Pertama: Kaidah baku dalam memahami riba adalah perkataan Fudhalah bin Ubaid radhiallahu ‘anhu, yang mengatakan,

Setiap piutang yang memberikan keuntungan maka (keuntungan) itu adalah riba.

Demikiaan juga keterangan Abdullah bin Sallam. Beliau mengatakan, “Apabila kamu mengutangi orang lain, kemudian orang yang diutangi itu memberikan fasilitas layanan membawakan jerami, gandum, atau pakan ternak maka janganlah menerimanya, karena itu riba.” (HR. Bukhari)

Berdasarkan keterangan di atas maka apa pun bentuk kelebihan yang diberikan oleh orang yang berutang karena konsekuensi utangnya maka statusnya adalah riba, baik yang menerima itu adalah pihak perorangan atau organisasi, semacam koperasi.

Yang kami maksud dengan “konsekuensi utang” adalah semua sebab yang mengakibatkan kreditor memberikan kelebihan–apa pun bentuknya–kepada debitor, baik disepakati di awal atau hanya sebatas karena perasaan “tidak enak” kepada yang mengutangi. Artinya, andai bukan karena adanya utang tersebut, dia tidak akan memberikan apa pun kepada debitor.

sumber : http://konsultasisyariah.com/hukum-koperasi-simpan-pinjam

Dampak Riba yang Begitu Mengerikan

Sungguh dalam beberapa hadits disebutkan dampak buruk dari memakan riba. Orang yang mengetahui hadits-hadits berikut ini, tentu akan merasa jijik jika harus terjun dalam lembah riba.

  –  Memakan Riba Lebih Buruk Dosanya dari Perbuatan Zina

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahih)

  –   Dosa Memakan Riba Seperti Dosa Seseorang yang Menzinai Ibu Kandungnya Sendiri

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya)

 –   Tersebarnya riba merupakan “pernyataan tidak langsung” dari suatu kaum bahwa mereka berhak dan layak untuk mendapatkan adzab dari Allah Ta’ala

Tersebarnya riba merupakan “pernyataan tidak langsung” dari suatu kaum bahwa mereka berhak dan layak untuk mendapatkan adzab dari Allah ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.” (HR. Al Hakim. Beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi)

sumber: http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/memakan-satu-dirham-dari-hasil-riba.html

Saran

Adapun ikut berpartisipasi di koperasi yang berbasis bunga, meski hanya untuk menyimpan dana saja dan tanpa ada keinginan untuk mendapat imbalan apapun, sebaiknya dihindari. Jika kita ikuti, maka kita dapat dianggap mendukung sistem koperasi yang tidak sesuai syariah. Padahal dalam sebuah hadits, telah diingatkan bahwa : “Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja” (HR Bukhari).

sumber :  http://www.republika.co.id/berita/konsultasi/klinik-syariah/11/03/28/lirij2-apakah-koperasi-simpan-pinjam-termasuk-riba

Saya mengutip pernyataan salah seorang ustadz yang intinya seperti ini ” setiap yang anda lakukan di dunia ini carilah dalilnya, baik dari Al Quran hadits atau Ijma . Pilihlah dalil yang paling rajih karena yang demikian itu lebih aman” . Bagi yang ikut koperasi adakah alasan syar’i nya mengikuti koperasi ?? kalo iya, share dong.. ^^

Luruskan Niat, Bekerja Adalah Ibadah

Bismillahirrohmanir rohiim

SMUK

Sudah menjadi salah satu kebiasaan  di suatu perusahaan pada akhir tahun atau semester mengadakan penilaian kinerja perusahaan, mengevaluasi pencapaian-pencapaian target tahunan dan juga mengevaluasi dan menilai kinerja karyawan yang terlibat di perusahaan tersebut. Banyak metode dalam menentukan nilai kinerja perusahaan mulai dari sistem Malcolm baldrige, balance score card dan lainnya. Di perusahaan saya bekerja, setiap individu karyawan di potret nilai kinerja dalam satu periode penilaian (semester) menggunakan sistem manajemen unjuk kerja yang lebih dikenal dengan sebutan SMUK.

Secara singkat, SMUK ini terdiri dari dua jenis penilaian yaitu penilaian kompetensi yang berkaitan dengan  hard skill dan penilaian kinerja yang berkaitan dengan soft skill. Nilai total dari kedua jenis penilaian tersebut adalah nilai akhir kinerja karyawan. Nilai SMUK ini sangat penting bagi para karyawan Karena nilai SMUK ini berkaitan dengan jenjang karir dan juga uang insentif tiap semester. Semakin bagus nilai seseorang, semakin cepat dia naik peringkat dan juga semakin besar uang yang dia dapatkan.

Sewaktu supervisor  saya memberi tahu  bahwa nilai kinerja saya adalah sangat potensial (SPOT), hati saya sangat senang, Alhamdulillah, kerja selama satu semester dinilai baik oleh atasan langsung saya. Tetapi  memang sudah menjadi rahasia umum kalau di sini ada filter jumlah karyawan berprestasi yang bernama “kuota dan kalibrasi”. Maksud dari kuota disini adalah jumlah orang yang mendapatkan kriteria nilai Excellent (STAR), sangat optimal (SOPT) sangan potensial (SPOT), optimal (OPT), Potensial (POT) dan seterusnya sudah ditentukan jumlahnya. Dan seperti yang di bayangkan, jumlah kuota ini sistemnya adalah sistem pyramid dimana jumlah mereka yang dinilai POT lebih banyak dari criteria diatasnya.

Sedikit gambaran bagi yang tidak paham apa itu STAR, SOPT,SPOT, OPT dan POT, penjelasan sederhananya adalah STAR itu jika dianalogikan rangking anak sekolah adalah ranking 1, sedangkan POT adalah rangking 5. Padahal murid di sekolah itu tidak lebih dari 10. hehe

Karena munculnnya isu kuota dan kalibrasi ini, semangat kerja jadi menurun terlebih ketika mendengar isu bahwa saya adalah termasuk yang beruntung mendapatkan kalibrasi ke bawah. Artinya nilai saya turun dari SPOT menjadi POT*. Langsung downgrade 2 tingkat ! J. Naluri sebagai manusia biasa yang masih sangat fragile dengan godaan nafsu, saya pun mulai beburuk sangka, meng gibah, negative thinking dan seterusnya kepada mereka yang mengkalibrasi nilai saya. – semua penyakit hati berseliweran- . Apalagi setelah mendengar isu siapa yang mendapatkan SPOT, hati lebih dongkol lagi karena saya merasa performance saya lebih baik dari pada dia.- Muncul penyakit hati yang lain, takabur  – Betapa merana jika hari-hari dilalui dengan hati yang kotor seperti ini terus-terusan.  Sungguh, nafsu dalam diri ini jika tidak dikendalikan maka secara tidak sadar dia akan menjadi penyakit dalam tubuh hati dan pikiran kita. dalam postingan saya tentang GOS (Gembira Optimis Semangat) dapat anda rasakan betapa ku tidak bisa menikmati pekerjaan ku. Capek..

Pencarian Hakekat Bekerja

Alloh menanamkan nafsu dalam diri manusia dengan bukan tanpa tujuan, nafsu dalam diri ini sebagaai salah satu indicator keimanan seorang muslim. Jangan sampai dia bilang “saya beriman kepada Alloh dan Rasulnya” tetapi kehidupan nya tidak mencerminkan hal ucapan tersebut. Oleh karena itu Alloh juga memberi  rambu-rambu untuk mengendalikan nafsu ini, dan jika seseorang  mentaati rambu-rambu itu maka dia lulus ujian sebagai orang beriman.

Dalam sebuah hadits yang di riwayatkan imam Bukhari dan Muslim tentang pentingnya menjaga hati

ingatlah bahwa dalam tubuh terdapat sepotong daging, apabila ia baik maka baiklah badan itu seluruhnya, apabila ia rusak maka rusaklah badan itu seluruhnya. Ingatlah itu adalah jantung (hati)” HR Bukhari Muslim.

Meresapi hadits ini,maka saya langsung tersindir. Betapa hati saya rusak saat ini dan juga merusak badan saya yang berimplikasi langsung terhadap semangat kerja dan profesionalisme kerja.  Setelah merenung ternyata yang saya lakukan diatas tidak mengubah keadaan dan menjelekkan diri saya sendiri di hadapan orang lain. Bukankah dengan menjelek-jelekan orang lain itu termasuk juga menjelek-jelekan diri sendiri? -_-

QS Al hujurat ayat 12 menyatakan dengan jelas larangan meng gibah

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan buruk-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari buruk-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”

Saya juga teringat hadits Rasul tentang larangan menuduh orang lain.

“Apakah kalian mengetahui apa itu orang yang pailit? Para sahabat berkata : Orang yang pailit dalam (pandangan) kami adalah yang tidak memiliki dirham (harta) dan juga tidak barang (makanan). Beliau bersabda : sesungguhnya orang yang pailit adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) sholat, puasa dan zakat. akan tetapi datang dan telah menghina si ini, dan menuduh si ini, dan telah memakan harta si ini, dan menumpahkan darah si ini, dan telah memukul si ini. maka si ini akan di beri dari pahala orang itu, dan si ini juga di beri dari (pahala) kebaikannya. dan apa bila telah habis pahalanya sebelum semuanya mendapat (pahala) darinya, maka dosa yang lain akan di berikan kepadanya dan kemudian dia di lemparkan ke neraka.” (HR Muslim dan At-Tirmidzi)

Membaca hadits ini, lengkap sudah penderitaan saya akibat penyakit hati. Jika saya terus-terusan meng gibah dan menuduh mereka yang mengkalibrasi nilai kinerja saya maka akan menghabiskan pahala yang saya kumpulkan. Sungguh dahsyat efek penyakit hati ini, menyebabkan Rugi di dunia dan akhirat !!!

Bekerja adalah Ibadah

Bekerja adalah ibadah, mungkin kata-kata ini sudah sangat sering kita dengar. Banyak dalil Al Quran dan hadits yang menganjurkan seorang muslim untuk bekerja. Silahkan di buka tafsir Al quran nya surat-surat yang berkaitan dengan perintah bekerja QS Almulk : 15, QS Al jumuah : 10, QS Alinsyiroh : 7 dsb. Juga hadits-hadits nya.

Jika bekerja adalah ibadah, maka kita tentunya mengharapkan pahala dari Alloh karena ibadah bekerja kita. Sudah paham, bahwa syarat diterimanya ibadah adalah ikhlas karena Alloh dan tidak bertentangan dengan yang di contohkan Rasul. Ikhlas, kata ini harus direnungkan lebih dalam. Apa arti kata ikhlas dalam bekerja ???

Sebenarnya konsep ikhlas sudah sering saya ucapkan sewaktu sholat, dalam doa iftitah saya lafadzkan, tetapi saya belum bisa merenungi dan menerapkan nya dalam kehidupan

 “ katakanlah : sesungguhnya sholatku, ibadahku,hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh tuhan seluruh alam”  (Q S Al An’am : 162)

konsep ikhlas lain nya Dijelaskan juga dalam hadits :

dari Umar ibn Khathab berkata, Rasululloh bersabda “ sesungguhnya tiap amal perbuatan tergantung niatnya dan sesungguhnya setiap orang hanya mendapatkan  sesuai apa yang ia niatkan. Barang siapa yang berhijrah karena (keridhoan) Alloh dan Rasulnya, maka hijrah nya kepada (keridhoan) Alloh dan Rasulnya. Barang siapa yang hijrah karena dunia yang ia tuju atau wanita yang akan dinikahinya maka hijrahnya itu ke arah yang ia tuju”  (HR Bukhari Muslim)

Cukup dua dalil diatas, mengintepretasikan  apa itu keikhlasan niat. Niat kan setiap aktivitas dalam kehidupan ini untuk ibadah kepada Alloh. Berarti selama ini kalau saya mengharapkan di nilai bagus oleh atasan, maka nilai keikhlasan saya berkurang. Kalau keihklasan saya berkurang, maka pahala saya juga akan berkurang. Wah ternyata rugi bersikap seperti yang saya lakukan selama ini.

Sikap terhadap SMUK yang di kuota oleh para pengkalibrasi-pengkalibrasi,  saya akan pegang hadits Rasul berikut

Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, beliau berkata : Suatu saat saya berada dibelakang nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda : Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah, niscaya dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering. (hadits arbain no 19)

Alloh sudah mengatur semuanya, tidak usah berprasangka buruk kepada siapapun tapi berbaik sangkalah kepada Alloh dan mereka. bekerja adalah ibadah !!

Luruskan niat, Semangat-semangat kerja !!!!!

* nilai SMUK belum keluar, tapi isu yang beredar sudah sangat kuat

– hasil diskusi sama teman, supervisor dan inspirasi membaca buku, tidak semua nya dialami penulis. kata “saya” disini biar pembaca lebih meresapi –

GOS (Gembira Optimis Semangat)

Bismillah,

Meeting pagi atau short briefing pagi sudah menjadi rutinitas di kantor saya setiap senin dan rabu. Semua karyawan yang berada di lantai satu gedung operasional diwajibkan ikut untuk sharing informasi terkait pekerjaan masing-masing. Short briefing ini konsepnya memang sangat bagus untuk kinerja perusahaan.  Dulu sewaktu short briefing ini menjadi salah satu indikator kinerja karyawan, hampir semua karyawan datang dengan semangat dan tepat waktu. Tetapi seiring berjalan nya waktu jumlah kehadiran karyawan semakin tidak menentu, kadang sedikit kadang banyak tetapi masih sering sedikitnya sih. mungkin dikarenakan short briefing sudah tidak masuk lagi di indikator kinerja karyawan atau mungkin short briefing itu sendiri yang “boring” ??  sedikit yang saya ketahui, beberapa peserta short briefing datang untuk makan snack yang disediakan. mungkin snack itulah yang membuat short briefing menarik bagi mereka.

entahlah..

Saya sendiri termasuk golongan yang malas ikut short briefing. saya malas ikut kegiatan satu ini lebih karena short briefing yang membosankan dan juga kerjaan saya sebagai operator yang sulit ditinggal. Senin pagi akhirnya saya ditunjuk juga untuk menjadi pemimpin/moderator short briefing. Dengan agak berat hati saya lakukan tugas itu. Short briefing dimulai dengan do’a, lalu penyampaian kondisi sistem tenaga listrik hari minggu. setelah nya tugas moderator menyampaikan “sesuatu’ di short briefing. saya yang belum menyiapkan materi akhirnya menyampaikan hasil rapat di kantor pusat yang saya ikuti minggu lalu dan menyarankan ke peserta short briefing agar membaca buku positive power nya mantan GM UP Cirata, pak Iwan. Meskipun saya sendiri belum mengkhatamkan buku tersebut tapi dari beberapa bab yang sudah saya baca., saya yakin buku tersebut sangat bagus untuk dibaca. Setelah menyampaikan “sesuatu” tersebut apa adanya, short briefing dilanjutkan penyampaian kegiatan masing-masing karyawan dan sharing informasi kalau ada. untuk penutup short briefing semua peserta dimohon berdiri dan mengucapkan yel-yel pebangkit semangat kerja yang dipimpin moderator.

Sewaktu saya melihat opsi yel-yel penutup tertulis dua kalimat yaitu GOS (Gembira optimis Semangat) dan TEAM (Together Everyone Achieve More). entah kenapa saya agak berat untuk memilih GOS sebagai yel-yel penutup, saya lebih condong ke TEAM ysebagai yel-yel yang diucapkan pagi itu. Akhirnya saya meneriakkan ” TEAM, Together Everyone Achieve More ” dan diikuti peserta short briefing.  saya mendengar peserta meneriakkan TEAM ini dengan agak kaku, mungkin karena menggunakan bahasa inggris atau mungkin karena yel-yel ini paling jarang diucapkan. entahlah..

malam harinya saya melanjutkan buku positive power tersebut. ada bab yang membuat saya merenung. Bab di buku tersebut berjudul “Cirata The Champion” yang mengulas yel-yel di PLTA Cirata. Singkat saja, bab tersebut menulis ketika GM Cirata, pak Iwan, pada suatu kesempatan menanyakan ke karyawan nya di short briefing pagi tentang arti yel-yel “Cirata The Champion” tersebut dan hasilnya  mengejutkan beliau bahwa mayoritas karyawan disana tidak mengerti apa itu arti “Cirata The Champion” yang mereka teriakkan hampir tiap hari selama dua tahun. Akhirnya beliau sebagai pemimpin disana menjelaskan apa itu Cirata The Champion dan bagaimana langkah-langkah mewujudkannya. memang begituah seharusnya tugas manager, memanage dan mengarahkan anak buahnya untuk lebih baik dan menjadi the champion.

Setelah membaca buku tersebut saya menganalisa diri saya sendiri apakah selama ini saya sudah GOS dalam bekerja ?? Mengapa saya kok berat mengucapkan nya pada sahort briefing senin lalu ??

Setelah merenung beberapa hari, saya sadar saya belum sepenuhnya GOS dalam bekerja. ini dia alasan nya..

G for Gembira

di kantor saya termasuk orang yang senang tertawa dalam bekerja tetapi apakah ini adalah indikator saya Gembira dalam bekerja ??? Mmm mungkin sedikit benar. Siapa yang tidak gembira bekerja di BUMN yang melayani masyarakat se Jawa Bali, gaji cukup dan fasilitas dari perusahaan pun bagus. Oke dalam hal ini saya harus gembira (mungkin lebih tepatnya bersyukur).

Mari melihat sisi yang lain, dulu sewaktu saya memutuskan untuk menjadi operator saya membayangkan bahwa yang namanya operator sistem  listrik se jawa bali itu akan menguasai semua tentang sistem ketenaga listrikan mulai dari pembangkitan listrik,  transmisi dan proteksi alat listrik sampai ke sistem distribusi nya. angan-angan saya waktu itu adalah skill saya akan di upgrade sedemikian rupa sehingga skill saya mencakup semua bidang tersebut (meskipun belum sampai ke expert tapi paling tidak saya pernah di traning di ketiga bidang tersebut dengan training “beneran” bukan trainig “alibi SPPD “).  Setelah dua tahun duduk di ruangan yang super dingin ini, saya  sekali ikut kursus operator distribusi se-ASEAN di senayan hotel. sedikit informasi, saya banyak tidak paham nya materi yang disampaikan waktu itu karena dua hal, yang pertama saya tidak punya persiapan karena pemberitahuannya agak mendadak dan yang kedua bahasa inggris saya jelek. hehe

Ketika saya sharing dengan ke sepuluh teman sesama operator di ruangan dingin ini, ternyata kebanyakan mereka juga sudah berkurang kegembiraan nya dalam bekerja dibandingkan awal-awal mereka bekerja di sini. saya tidak tahu alasan detail mereka tapi satu yang saya tahu bahwa mereka rindu dengan “kecerdasan” mereka dulu semasa kuliah yang berkibar-kibar dan bisa dibanggakan. saya asumsikan bahwa pengetahuan kami sekarang di bidang ketenaga listrikan dibandingkan semasa kuliah dulu adalah bertambah sedikit (akibat kebiasaan yang diulang) dan berkurang banyak (akibat lupa).

Mungkin bagi beberapa orang pendapat saya ini terlalu idealis, tapi beginilah jiwa anak muda. Semangatnya berkobar-kobar untuk mendapatkan apa yang dulu dia angankan. tapi tatkala realita itu tidak terjadi akibat “sistem” maka kebahagiaaan itu akan berkurang…

O for Optimis

(masih) dulu sewaktu saya masuk ruangan dingin ini, banyak informasi berseliweran di telingan bahwa jenjang karir di ruangan ini bagus. secara kami adalah salah satu “pion” penting dalam performance perusahaan terkait ekskursi frekuensi dan tegangan. Penilaian kinerja adalah minimal PIW (grade 2 atas), 5 tahun sudah jadi SPV atau keluar dari ruangan ini minimal asisten UPT dst.

wooww siapa yang tidak semangat dan optimis dengan jenjang karir ke depan mendengar  informasi yang melenakan tersebut. Optimisme pun membuncah di dada. semester pertama masuk, banyak studi kelistrikan yang saya buat bersama teman-teman. Apakah studi kami tersebut dibaca atau tidak itu urusan belakang yang penting buat studi dulu. Administrasi kerja selalu dilakukan mulai dari hal se-pele sampai yang sepuluh pele. 😀 :D.

seiring berjalannya waktu ternyata ada informasi yang mengagetkan, pembatasan kuota penilaian kinerja. pada  semester pertama 2011 dari 16 orang operator yang di rekomendasiikan dinilai PIW disunat semua menjadi Cadre (grade 3) oleh mereka yang bekerja di SDM dan juga atasan saya menyetujuinya. Optimisme saya pun kontan juga disunat oleh pengetahuan saya terkait sistem penilaian yang berbasis kuota, like and dislike juga senior and junior (dua hal terakhir yang berbahas inggris ini asumsi saya pribadi).

Realita di ruangan juga ternyata bicara bahwa informasi melenakan di awal masuk dulu “palsu”. rekan-rekan yang masuk 4 tahun diatas saya juga belum ada tanda-tanda akan naik jabatan, bahkan ada salah seorang rekan yang sudah sangat senior juga masih menjabat sebagai operator. belakangan saya juga tahu bahwa beliau juga mendapat informasi melenakan seperti yang saya dengar dulu.

S for Semangat

Semangat ?? sudah jangan di tanya deh, dari penjelasan G dan O diatas anda semua paham kenapa semangat saya naik turun. Semangat saya naik bisa dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu

1.  setelah pulang kampung, memang the power of familys spirit itu luar biasa. semangat yang dihembuskan bapak ibu kakak adek setiap kali pulang memang luar biasa. saya tidak bisa membayangkan kalau nanti ada seorang wanita di samping saya yang akan menyemangati saya tiap saya akan berangkat kerja (lho kok curhat yang lain? ) hehehe

2. supervisor yang “cerewet” . bagi saya dengan “cerewet” nya supervisor berarti dia melakukan tugas nya mensupervisi kami meskipun tidak berarti juga supervisor yang “pendiam” tidak mensupervisi lho ya… ^^

3. setelah dinas/rapat. jangan diasumsikan saya hanya semangat setelah dinas luar daerah saja lho ya, saya juga semangat setelah dinas/rapat di kantor pusat. sedikit info bagi yang tidak tahu kenapa dinas luar daerah bisa mambangkitkan semangat ya.. uang dinas luar itu jauh lebih besar dari gaji harian kami, jadi wajar banyak pemburu dinas luar di tempat kami. (kalimay terkahir jangan dibaca keras2 ^^V). tapi jangan bayangkan operator seperti kami sering dinas luar ya..  dinas saya saja yang termasuk “sering” dinas luar dibanding operator yang lain, itu terjadi 8 bulan yanglalu. ^^

4. kalau juventus menang… #ga nyambung. hehehe

Banyak diantara kita ternyata yang sering mengucapkan kata-kata positif tetapi tidak mengetahui makna nya atau bahkan bertolak belakang dengan kejadian pada diri kita.

Akhirnya ada Plesetan GOS  adalah gelisah ogah-ogahan dan semerawut

GOS terakhir jangan di tiru ya.. 😀

pesan : kalau anda setali tiga uang dengan kondisi saya , mari kita diskusi dan share cara terbaik untuk menangani keadaan ini. kita tinjau dari sudut agama, profesional pekerjaan, moral dsb.

… to be continued

— skalau memang tidak ada hikmah yang bisa anda ambil maka setelah membacanya, langsung  di SHIFT DELETE memori otak yang anda gunakan selama membaca tulisan ini —