Money Laundry : Clean Our Wealth From Riba

Bismillahirrohmaniir rohiim

Alhamdulillah, tidak terasa sudah memasuki hari ke 15 di bulan Ramadhan, semoga Alloh menerima amal ibadah kita dan memperkuat iman di dada sehingga kita bisa lebih memaksimalkan lagi sisa 15 hari berikutnya dengan melakukan amalan ibadah terbaik.

Ramadhan identik dengan penyucian diri, peningkatan iman dan taqwa serta waktu terbaik untuk melakukan ibadah terbaik. Sangat banyak dalil yang menerangkan hal tersebut.

Ramadhan mubarak juga merupakan saat yang tepat bagi kita untuk tidak hanya menyucikan jiwa , tetapi juga menyucikan harta kita!. Pada umumnya menyucikan harta dimaknai dengan membayar zakat. Hal ini memang benar., tapi ada satu lagi yang harus kita lakukan untuk menyucikan harta selain berzakat yaitu dengan menyucikan harta dari harta haram.

Perkembangan sistem ekonomi membuat kita tidak bisa terlepas dari larangan agama yang cukup keras yaitu RIBA.  Pada era saat ini RIBA yang umum di masyarakat adalah perbankan konvensional, asuransi dan jual beli kredit konvensional.  (sumber)

Karena harta tersebut adalah harta haram, maka penyalurannya pun tidak boleh sembarangan. Sebagian ulama sepakat harta haram tidak boleh digunakan dalam hal kepentingan ibadah, tapi disalurkan ke kepentingan umum seperti pembangunan jalan, perbaikan got,  pembuatan tempat sampah dsb. Sedangkan sebagian ulama lain memperbolehkan harta haram digunakan untuk membangun fasilitas ibadah.  (sumber)

Baiklah sobat, Ayo cek tabungan, cek harta dari asuransi dsb,  Berapa banyak harta haram yang masih nyangkut pada harta kita?  segera sisihkan dan salurkan sebelum terlambat karena harta haram membuat hidup tidak barokah dan ancaman siksanya  di akhirat pun tidak main-main.

“Orang-orang yang memakan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran tekanan penyakit gila. Hal itu karena mereka mengatakan, bahwasanya jual beli itu adalah seperti riba. Dan Allah menghalalkan jual beli serta mengharamkan riba. Maka barangsiapa yang telah datang padanya peringatan dari Allah SWT kemudian ia berhenti dari memakan riba, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu dan urusannya terserah kepada Allah. Namun barang siapa yang kembali memakan riba, maka bagi mereka adalah azab neraka dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” QS. Al-Baqarah 275

Sobat,  memang dalam mengeluarkan harta haram ini akan terasa cukup berat, apalagi kalau  akumulasi nilainya lumayan besar. Semoga Ramadhan kali ini bisa memotivasi kita untuk menyucikan harta dari harta haram. Oke . Now is the time to do the right thing, money laundry!

Saya mempunyai rekening tabungan bank konvensional untuk keperluan penggajian dari perusahaan dan transaksi lainnya.  JELAS INI ADA UNSUR RIBA!. Sehingga kemarin saya cek buku tabungan dan mencari kode yang menunjukkan “bunga bank” pada mutasi tiap bulannya lalu saya akumulasi.

2014-07-13 10.34.14

 

 

Setelah mendapatkan AKUMULASI angka “bunga bank” selama ini yang belum saya bersihkan, saya  WAJIB menyisihkan harta tersebut untuk disalurkan dengan tepat.

Saya pun memilih  menyalurkan harta haram saya untuk perbaikan got dan jalan di kampung melalui perangkat desa.  Saat menyerahkan uang tersebut, saya bilang ini adalah uang dari bunga bank, bukan sumbangan, biar akadnya jelas. 🙂

Saya sudah,  kamu?

*watawaa shoubil haq, watawaa shoubish shobr*

 

 

 

Stop Jadi Penyebar Bibit-Bibit Pemecah Ukhuwah

Bismillahirrohmaniir rohiim

Akhirnya.. bisa nulis lagi di blog, setelah sekian lama tenggelam dalam pusaran pekerjaan di kantor yang sejak dua bulan ini  amanahnya bertambah untuk jadi bagian dari majalah bulanan kantor. 🙂

Seiring dengan berkembangnya teknologi, informasi bisa didapat dengan murah, mudah dan cepat. Peran SMS yang mahal (dulu 350 rupiah per sms), sekarang digantikan whatsapp atau bbm yang sangat murah,  bisa mencapai 1 rupiah per message.

Selain murah, salah satu keuntungan whatsapp atau bbm adalah adanya fasilitas grup yang memungkinkan anggotanya bertukar informasi secara massal. Salah satu grup yang saya ikuti adalah grup yang diberi subject “Dalam Dekapan Ukhuwah” . Dari judulnya, bisa sobat bayangkan bagaimana nantinya konten dari informasi yang mengalir di grup ini? ohya, grup ini anggotanya berasal dari salah satu harokah yang cukup punya nama di Indonesia.

Dari banyak informasi di grup tersebut, saya ingin meng-share episode obrolan yang menurut saya bisa diambil hikmahnya. Berikut copas-an nya

—————————————

TUKAR PADU

Alfa :

Seorang aktivis H** berkata keras-keras penuh emosi: “Indonesia ini negara thoghut. Dasar negaranya bukan Al-Qur’an tapi Pancasila. Sumber hukumnya bukan Hadis, tapi UUD 1945. Lambangnya bukan kalimat tauhid, tapi Garuda Pancasila. Tolak negara ini, jangan taati pemerintahnya. Dirikan khilafah di bumi nusantara, tegakkan syariah secara sempurna”.

Teman sy yang gampang emosi, di forum itu, lantas menimpali: Anda ini telah berzina sekian lama. Anak-anak dan istri Anda itu haram dan tidak sah sebagai keluarga Anda. Karena Anda menikah di Indonesia dan disahkan oleh pemerintah Indonesia. Buku nikah Anda bergambar Garuda Pancasila. Jelas sekali itu tidak sah, jadi Anda dan semua kelompok Anda yg telah menikah, sesungguhnya berzina. Lalu, semua transaksi keuangan Anda itu haram semua. Jual beli Anda dengan siapapun di negeri ini tidak sah hukumnya. Karena Anda memakai rupiah, sedangkan rupiah bergambar Garuda Pancasila dan dibuat oleh pemerintah RI. Anda juga haram jadi penduduk negeri ini. Sebab KTP Anda bergambar Garuda Pancasila dan diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. Jangan hanya bicara, kalau memang menolak Indonesia dan pemerintahnya, buktikan dengan sikap. Buang KTP Anda, dan jangan pernah punya KTP Indonesia. Buang semua uang Anda, karena semuanya rupiah. Bakar buku nikah Anda, karena itu tidak dari negara Islam dan tidak kari kilafah yg Anda perjuangkan. Cepat angkat kaki dari tempat ini atau saya bantu Anda hilang dari negara ini!”.

Saya dan kawan2 yang mendengar perdebatan itu, tak bisa berkata apa-apa. Diam saja tapi terus terang kami tak bisa menahan  tawa. wqwqwqwqw

 Sumber: copasan seko aki Ichwan Ndeso Manggon Kutho — with Andi Rizqhi Nurul Azisyah and 45 others.

Beta :

Sebagian statemen H** benar kan? ‘Dasar negaranya bukan Al-Qur’an tapi Pancasila. Sumber hukumnya bukan Hadis, tapi UUD 1945. Lambangnya bukan kalimat tauhid, tapi Garuda Pancasila” ?

Tapi yg men-judge penyembah thoghut? Tunggu dulu, itu kajiannya panjang.. Kalo disini ada yg kompeten, monggo. Kalo ane ga ngerti apa2

Beta :

 Terus temen nya yg emosi nanggepin, kayaknya beberapa statemenya harus dikritisi deh.. ” Buku nikah Anda bergambar Garuda Pancasila. Jelas sekali itu tidak sah, jadi Anda dan semua kelompok Anda yg telah menikah, sesungguhnya berzina.” , ini tuduhan yang luar biasa dan tidak berilmu.

Setahu ane yg belum menikah ini, adanya gambar garuda di buku nikah tidak menggugurkan status pernikahan.. Mengapa dituduh berzina?

 Poin ane, hati2 dalam men-share sesuatu, soalnya semua itu harus kita pertanggung jawabkan kelak

 Kalau tulisan2 gak jelas kayak diatas, memecah ukhuwah, mendingan diemin aja, ga usah di share deh.. Lebih banyak mudharatnya.

 Charlie :

Mksdnya dia gak ngakui negara, berarti gak ngakui UU negara. Wallahu’alam.

 Beta :

Afwan, ini pendapat ane, ane gerah ada sharing kayak begituan.. Cmiiw

 Delta :

Mungkin yg share jg kegerahan krn harokahnya sering disudutkan, krn ikut berpolitik n berdemokrasi. Wallahu ‘alam.

 Beta :

Akh Delta, ya sudah kalo dia gak ngakui negara, itu bukan hak kita memaksa mereka kan? Mereka pun dalam bersikap ber-dalil? Seperti halnya yang mengakui demokrasi, mereka juga ber dalil kan?

Di situ lah terlihat letak kedewasaan sebuah harokah dalam menanggapi isu2 yg dikeluarkan lawan politiknya.

 Echo :

Disini berkoar-2 masalah khilafah Tapi dimesir mereka malah mendukung kudeta. Ga jelas perjuangannya. Memang mendirikan khilafah. Bim salabim. Harus ada proses. Dari pribadi islami menjadi keluarga islami dari keluarga islami menjadi masyarakat islami dari masyarakat islami dari menjadi negara islami kalo semua negara sdh, baru bs mendirikan khilafah. Belajar shiroh nabawiyah biar jelas. Yg penting tujuannya bukan cara ato kontennya. Buktikan pada pemilu 2014 bahwa umat islam harus menang…. allahu akbar

 Dari kacamata awam

– nanti jual beli pakai apa?

– nikah yang sah bgmn?

– trus kalau mau haji, sebagai warga negara apa?

 Fanta :

IMHO, silakan saja H** tidak setuju dengan NKRI, tapi khilafah islam bukanlah solusi yang tepat karena sifatnya jangka panjang. Harus ada solusi jangka pendek karena urusan perut dan bawah perut gak bisa nunggu lama2 

Gama :

Jiakaka….langsung klekep deh…

Mo pindah ke negara mana tuh…

 Artinya orang H** gak boleh haji naik peaawat Garuda

 Horison :

Ga usah dibahas lah di sini soal H**, ga akan menjadi sebuah penyelesaian jg karena disini toh ga ada org H**. Dan saran sy sih jgn jadikan pemikiran saudara kita di H** jd penghalang kita buat berteman sama mrk. Tunjukkan klo ikhwah itu org2 yg santun dan baik tutur katanya. Klo mau debat dgn org H**pun dgn bhasa yg baik. Ane paling seneng liat gaya bahasa nya ust salim a fillah. Klo negur atau debat bahasa nya enak bner di denger. 

Lagian klo kita ributin H**disini yg ada cm jd debat kusir tanpa penyelesaian. Dan itu ga disukai nabi kita. Ane lupa bunyi hadist nya, tp ada hadist yg menyuruh kita menjauhi debat. Imho….

*Alfa,Beta,Charlie dst bukan nama sebenarnya

—————

Sepengalaman saya, sangat banyak broadcast, update status, nge-tweet dsb yang berpotensi memecah ukhuwah, meskipun gaya tulisannya dibuat bercanda tetapi kalau kita mau meresapi nya ternyata hal ini berbahaya bagi ukhuwah.

Menurut saya broadcast seperti yang dilakukan Alfa itu akan menanamkan kebencian para anggota grup “Dalam Dekapan Ukhuwah” ke aktivis H** . Dimulai dari memantik emosi dengan menyebut H** menghukumi Indonesia menyembah Thaghut, lalu penyebar broadcast melempar tuduhan bahwa aktivis H** berbuat zina akibat batalnya nikah karena gambar garuda di kartu nikah (yang merupakan pembodohan, darimana dalilnya nikah batal kalau buku nikahnya ada gambar garuda?)  dsb. Kalau seperti itu, ukhuwah bagian mana yang mau di dekap?

Sobat, mari kita berhati-hati. Berhati-hati saat menulis status, berpikir dua kali saat mem-broadcast, atau memahami apa yang kita copas. Begitu juga dalam hal fanatik pada harokah, merasa harokah nya paling benar dan paling berhak menggapai syurga. Sungguh harokah itu hanya kendaraan untuk mencapai tujuan yang sama, orang yang berbeda kendaraan dengan kita itu masih saudara kita selama dia bersyahadat. Ingatkan jika kendaraan saudara kita itu menempuh jalur yang salah atau melanggar rambu-rambu Alloh, tapi jangan tebarkan paku di jalan yang saat ini mereka tempuh.

Janganlah kita menebar bibit kebencian itu…

Semoga Alloh melindungi kita dari berpecah belah , berburuk sangka pada saudara dan ghibah.

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara. (QS Ali Imran:103)

 

Siapapun Kita, Ayo Berperan Dalam Agama dan Kehidupan

Bismillahirrohmaaniir rohiim

“Tidak ada kata terlambat untuk memainkan peranan kita dalam agama dan kehidupan, bahkan jika saat ini kita adalah seorang ahli maksiat. Tetaplah berbuat kebaikan semampu kita. Kita tidak pernah tahu bagaimana akhir kehidupan”

———————–

Saudaraku …

Apa yang kau anggap atas dirimu sendiri? Begitu banyakkah dosa dan noda? Ketahuilah, setiap manusia –siapa pun dia- juga memiliki kesalahan, dan sebaik-baik  manusia yang membuat kesalahan adalah yang mau bertaubat. Mari jadilah yang terbaik ……….

Saudaraku …

Apa yang menghalangimu membela agamamu? Apa yang merintangimu beramal demi kejayaan Islam dan kaum muslimin? Dosa,  noda, dan maksiat itu? Ketahuilah, jika kau diam saja, tidak beramal karena merasa belum pantas berjuang, masih jauh dari sempurna, maka daftar noda dan maksiat itu semakin bertambah. Itulah tipu daya syetan atas anak Adam, mereka menghalangi manusia dari berjuang dan hidup bersama para pejuang, dengan menciptakan keraguan di dalam hati manusia dengan menjadikan   dosa-dosanya sebagai alasan.

Saudaraku …

Hilangkan keraguanmu, karena Rabbmu yang Maha Pengampun telah berfirman:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghapuskan keburukan-keburukan. (QS. Hud: 114)

Hilangkan pula kebimbinganmu, karena kekasih hati tercinta, NabiNya yang mulia –Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam-  telah bersabda:

وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا

Ikutilah perbuatan burukmu dengan perbuatan baik, niscaya itu akan menghapuskannya. (HR. At Tirmidzi No. 1987, katanya: hasan shahih. Ahmad No. 21354, 21403, 21487, 21536, 21988, 22059, Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir No. 296, 297, 298, juga Al Mu’jam Ash Shaghir No. 530, Ad Darimi No. 2833, Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 178, katanya: “Shahih, sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim.” Disepakati oleh Imam Adz DZahabi dalam At Talkhish. Sementara Syaikh Syu’aib Al Arnauth dan Syaikh Al Albani menghasankannya dalam kitab mereka masing-masing)

Saudaraku …

Tidak usah berkecil hati dan jangan putus asa, sungguh agama mulia ini pernah  dimenangkan oleh orang mulianya dan para fajir(pelaku dosa)nya. Semuanya mengambil bagian dalam gerbong caravan pejuang Islam. Imam Al Bukhari telah membuat Bab dalam kitab Shahihnya,  Innallaha Yu’ayyidu Ad Diin bir Rajul Al Faajir (Sesungguhnya Allah akan menolong agamaNya melalui seseorang yang fajir). Ya, kadang ada pelaku maksiat, seorang fajir, justru dia melakukan aksi-aksi nushrah (pertolongan) terhadap agamanya, dibanding laki-laki yang shalih. Semoga aksi-aksi nushrah tersebut bisa merubahnya dari perilaku buruknya, dan dia bisa mengambil pelajaran darinya sampai dia  berubah menjadi   orang  shalih yang berjihad, bukan lagi  orang fajir yang berjihad.

Saudaraku … Ada Abu Mihjan!!

Kukisahkan kepadamu tentang Abu Mihjan Radhiallahu ‘Anhu. Ditulis dengan tinta emas para ulama Islam, di antaranya Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A’lamin Nubala pada Bab Sirah Umar Al Faruq. (2/448. Darul Hadits, Kairo), juga Usudul Ghabah-nya  Imam Ibnul Atsir. (6/271. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Beliau adalah seorang laki-laki yang sangat sulit menahan diri dari khamr (minuman keras). Beliau sering dibawa kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk diterapkan hukum cambuk  (Jild) padanya karena perbuatannya itu.  Bahkan Ibnu Jarir menyebutkan Abu Mihjan tujuh kali dihukum cambuk.  Tetapi, dia adalah seorang laki-laki yang sangat mencintai jihad, perindu syahid, dan hatinya gelisah jika tidak andil dalam aksi-aksi jihad para sahabat nabi Radhiallahu ‘Anhum.

Hingga datanglah perang Al Qadisiyah yang dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqash Radhiallahu ‘Anhu melawan Persia, pada masa pemerintahan Khalifah Umar Radhiallahu ‘Anhu. Abu Mihjan ikut andil di dalamnya, dia tampil gagah berani bahkan termasuk yang paling bersemangat dan banyak membunuh musuh. Tetapi, saat itu dia dikalahkan keinginannya untuk meminum khamr, akhirnya dia pun meminumnya. Maka, Sa’ad bin Abi Waqash menghukumnya dengan memenjarakannya serta melarangnya untuk ikut jihad.

Di dalam penjara, dia sangat sedih  karena tidak bisa bersama para mujahidin. Apalagi dari dalam penjara dia mendengar suara dentingan pedang dan teriakan serunya peperangan, hatinya teriris, ingin sekali dia membantu kaum muslimin melawan Persia yang Majusi. Hal ini diketahui oleh istri Sa’ad bin Abi Waqash yag bernama Salma, dia sangat iba melihat penderitaan Abu Mihjan, menderita karena tidak dapat ikut berjihad, menderita karena tidak bisa berbuat untuk agamanya! Maka, tanpa sepengetahuan Sa’ad -yang saat itu sedang sakit, dan dia memimpin pasukan melalui pembaringannya, serta mengatur strategi di atasnya- Beliau membebaskan Abu Mihjan untuk dapat bergabung dengan para mujahidin. Abu Mihjan meminta kepada Salma kudanya Sa’ad yaitu Balqa dan juga senjatanya. Beliau berjanji, jika masih hidup akan mengembalikan kuda dan senjata itu, dan kembali pula ke penjara. Sebaliknya jika wafat memang itulah yang dia cita-citakan.

Abu Mihjan berangkat ke medan tempur dengan wajah tertutup kain sehingga tidak seorang pun yang mengenalnya. Dia masuk turun ke medan jihad dengan gesit dan gagah berani. Sehingga Sa’ad memperhatikannya dari kamar tempatnya berbaring karena sakit dan dia takjub kepadanya, dan mengatakan: “Seandainya aku tidak tahu bahwa Abu Mihjan ada di penjara, maka aku katakan orang itu  pastilah Abu Mihjan. Seandainya aku tidak tahu di mana pula si Balqa, maka aku katakan kuda itu adalah Balqa.”

Sa’ad bin Abi Waqash bertanya kepada istrinya, dan istrinya menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada Abu Mihjan, sehingga lahirlah rasa iba dari Sa’ad kepada Abu Mihjan.

Perang usai, dan kaum muslimin menang gilang gemilang. Abi Mihjan kembali ke penjara, dan dia sendiri yang memborgol kakinya, sebagaimana janjinya. Sa’ad bin Waqash Radhiallahu ‘Anhu mendatanginya dan membuka borgol tersebut, lalu berkata:

لا نجلدك على خمر أبدا فقال: وأنا والله لا أشربها أبدا

Kami tidak akan mencabukmu karena khamr selamanya. Abu Mihjan menjawab: “Dan Aku, Demi Allah,   tidak akan lagi meminum khamr  selamanya!”

Bismillahirrohmaniir rohiim

Sobat, ayo berperan dalam memperbaiki agama ini. Sekecil apapun

Saudaraku ….

Sangat sulit bagi kita mengikuti dan menyamai Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan para sahabat nabi yang mulia, Radhiallahu ‘Anhum. Tetapi, paling tidak kita masih bisa seperti Abu Mihjan, walau dia pelaku maksiat namun masih memiliki ghirah kepada perjuangan agamanya, dan ikut hadir dalam deretan nama-nama pahlawan Islam.  Semoga Allah Ta’ala memasukkan kita ke dalam deretan para pejuang agamaNya, mengikhlaskan, dan memberikan karunia syahadah kepada kita. Amin.

Wallahu A’lam

Sebuah tulisan dakwah dari Ust Farid Nu’man

Pray at The Office

Bismillahiirohmaniirohiim

People consist of two part, body and soul. The two part need  nutrition to keep both health. The body nutrition can be supplied from food, drink and drugs. The soul nutrition can be supplied from religion theory, motivation from another people or  gathering with inspirational environment and people. 

Here, i will share to you how the PLN P3B JB workers get the soul nutrition at the office. 

1. One Day One Juz Program

This program sounds similar with one day one juz which held by a dakwah organisation, but the implementation is different.  one day one juz  programs purposes is to keep the spirit of reading Al Quran among the worker by reading Al Quran every morning, before work time starts.

as we know, jakarta is very crowded and has bad traffic. some worker desire to go work earlier in order to avoid the traffic. They go at 6.00  am from home and arrive at office at 7.30.  Since  the work time starts at 8.00 am, they have 10-15 minutes to read AL Quran in our musholla. No matter how much pages or ayat of Al Quran  they’ve read, they will note it at a form. Sometimes we make an appointment with other what pages we will read.

we hope, the accumulation of the pages or ayat of Al Quran that read by worker can reach one juz on one day.

Starts our day with Al Quran. 🙂

Lima-20130910-00048

Announcement

Lima-20130910-00054

reading Al Quran together

Lima-20130910-00046

the checklist form

2. Ashar prayer together  (jamaah) and continue by Syarah Riyadhus shalihin readings

Ashar prayer time at jakarta is about 3 pm.  Most of worker have finished their work and prepare to go home. Before go home, we held ashar prayer together at our building musholla and continue with  syarah riyadhus sholihin readings by a volunteer.

The volunteer reader reads the hadith from syarah riyadhus sholihin book and another jamaah listen carefully. Syarah riyadhus sholihin is a good book, easy to be understood and applicable in our whole life.

“Majelis ‘ilm is  gardens of heaven”

Lima-20130910-00052

reading riyadhus sholihin after ashar prayer

 

3.  Prayer together on control room (special for shift worker)

as a shift worker who control the electricity in Jawa Bali and ensure the electricity is delivered to your home, we must not leave control room,  at least one of three shift worker must standby to pick up the phone, control the electricity flow and maintain the quality of electricity.

Jamaah prayer is a must for moslem (some ulama say sunnah) except we have an obstacle.  Jamaah worth 27 times to lone prayer. In order to get the eminence of jamaah, we effort to keep jamaah prayer on control room.

sholat jamah di control room

jamaah on the control room

4. Routine islamic study on Baitul Ihsan Mosque, every wednesday

Every wednesday, after dhuhur prayer, there is routine islamic study on our beloved mosque, Baitul Ihsan. The theme is varies and presented by several ustadz. Ustadz Farid Nu’man presents lesson about tazkiyatun nufs, ustadz Muhsinin presents about keluarga sakinah and etc. The audience not only from PLN but aslo the jamaah from surrounding mosque, the student of SMK Utama and etc.

pengajian rabu

5. Special event gathering

When a special event happened, especially religious event, we also held an activities . Some gathering we’ve held are “khataman qur’an’ , “syukuran haji’and etc. The event held simply,for example when celebrated khataman quran we just bought some food and ate together after read juz 30. Very simple event, but believe me, it works for bounding one and other.

syukuran one day one juz

——

Our management totally support the activities. They believe that the best worker is who can balance their nutrition, body and soul, both. 

I believe most of you have a religious activities on work. Dont be hesitate to share. This is my story, and you?

*blogger missions accomplished*

 

Nilai Nilai Al Quran Dalam Kehidupan

Bismillahirrohmanir rohiim

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakaatuh

Al Qur’an adalah kitab suci yang berisi wahyu Alloh swt dan disampaikan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai petunjuk bagi manusia. Petunjuk untuk menjalani kehidupan di dunia dari semua aspek yang berorientasikan kehidupan kekal di akhirat kelak. Sungguh, barangsiapa yang menggunakan Al Quran sebagai pedoman hidupnya , dengan dikombinasi sunnah Rasul, maka derajatnya akan ditinggikan Alloh.

Salah satu istilah yang sering kita dengar adalah generasi qurani yang mencintai Al quran. Generasi qurani sering diartikan sempit sebagai mereka yang senang membaca Al quran, menghafal dan mempelajarinya. Padahal ada satu lagi kriteria generasi qurani yang lain yaitu mengamalkan nilai-nilai Al quran dalam kehidupannya. Sehingga generasi qurani adalah mereka yang sukses di dunia maupun di akhirat.

images

gambar dari googgle

Setidaknya ada 10 nilai-nilai al Quran dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dilihat dari sosok seorang generasi qurani. Seorang generasi qurani itu akan ..  :

1.  Menghargai Waktu

Seorang yang menerapkan nilai al Quran dalam kehidupannya Baca lebih lanjut

Yang Penting DURASI nya

Bismillahiirohmaniirrohiim

Assalamu’alaykum warahmatulloh wabarakaatuh

semoga sobat blogger dalam keadaan sehat dan dalam naungan perlindungan Alloh swt selalu.

Suatu ketika, pernah seseorang, sebutlah sifulan, bertanya kepada seorang ustadz seputar Al Qur’anul kariim. pertanyaan yang mungkin sering terlontar dalam benak kita atau mungkin juga kita temui beberapa saudara yang menanyakan hal ini. Pertanyaan sifulan tersebut adalah “manakah yang lebih utama, membaca Al Qur’an yang berbahasa arab itu sebanyak-banyak nya dalam satu hari tanpa kita mengetahui artinya? atau kita membaca Al Qur’an sedikit saja tetapi paham artinya?, sebagai contoh : lebih baik mana kita membaca surah Al Baqarah yang berderet dari juz 1-3 itu dalam satu hari tanpa tahu arti tiap ayatnya, atau kita membaca alfatihah dan trio qul (qulhu, qul falaq dan qul naas) dalam sehari tapi paham arti nya?”

Pertanyaan sederhana yang sangat menarik bukan? Baca lebih lanjut

Egois itu Baik

Bismillahirrohmainrrohiim
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُۀ

ketika sholat ashar di masjid dimana masjid tersebut merangkap sebagai tempat TPA , ada beberapa fenomena yang cukup menarik untuk direnungkan.. Mulai dari bagaimana ikhwan2 jr terlihat lucu memakai koko dan kopyah seragam saling kejar-kejaran di masjid sampai2 bapak marbot kewalahan menenangkan mereka sebelum sholat dimulai. akhwat2 jr memakai jubah(ato gamis) dan kerudung yang juga seragam berceloteh sana sini seperti layaknya wanita dewasa yang arisan mbahas eyang bubur dengan 9 istriny 🙂
Memang kondisi masjid plus TPA pasti rame pada saat sholat ashar karena memang bada ashar adalah waktu yang paling cocok untuk belajar baca Al Quran setelah paginya melahap bangku sekolah (eh, pelajarannya ding), iya rame dalam arti sebenarnya. Rame ihkwah akhwat jr yang saat sholat berlangsung ribut sendiri. He2.
Fenomena ikhwah akhwat jr ribut di masjid adalah hal yang biasa, karena mereka memang belum mengerti dan dewasa untuk memahami apa itu dosa atau benar salah, mereka hanya mengikuti naluri anak2 umunya, bermain. Tapi ada fenomena lain yang bisa dijadikan bahan renungan yaitu orang2 yang mengantar ikhwan akhwat jr ini.
Tidak jarang ditemui para pengantar ini yang umumnya mamak-mamak juga tidak mau kalah sama anak2 mereka dalam hal ribut ngerumpi saat imam takbir, okelah, Mungkin mamak2 tersebut tidak sholat karena sedang dapat huruf sebelum L. Tapi bukankah lebih baik diam daripada berkata yang useless? Tidak jarang juga kita temui mamak2 ini rambutnya tergerai tertiup angin ketika mengantar akhwat jr yang berjilbab dan berbusana syar’I. Bukankah menutup aurat adalah kewajiban?
Sering kita dengar kalimat ironi yang terlontar dari mulut para orangtua “biar bapak mamakmu saja yang tidak bisa baca al qur’an, tapi kamu harus bisa nak“.. Atau kita mungkin juga pernah dengar kalimat “gue sholat dhuhurnya nanti aja, gue sedang nungguin si fulan belanja di mall” dan ujung2nya sholat dhuhur dia mepet dengan masuk waktu ashar atau bahkan dhuhurnya bablas.
Sadar atau tidak, ada beberapa muslim yang lebih mementingkan kepentingan orang lain dibanding kepentingan dirinya dalam hal beragama, khususnya ibadah mahdhoh yang sifatnya vertikal langsung ke Rabbul’alamiin. Fenomena ini sungguh sangat bertentangan dengan ayat Al Qur’an “quu anfusakum wa ahlikum naaraa” , jagalah dirimu dan keluarga mu dari api neraka. Ayat ini sangat gamblang menjelaskan prioritas siapa sih yang harus diselamatkan dulu dari api neraka? Ternyata “anfusakum” dulu lho. Bukan “ahliikum” yang di dulukan. Diri kita sendiri dulu yang harus diselamatkan dari api neraka, bukan keluarga, teman, apalagi pacar ! .
Sobat blogger, egois atau mementingkan diri sendiri itu perlu, bahka suatu perintah agama! Tetapi egois dalam hal beribadah vertikal kepada ilaahinnaas. Iya, mementingkan diri sendiri dalam kepentingan beribadah mahdoh diatas kepentingan orang lain adalah kewajiban. Quu anfusakum wa ahliikum naaraa. Tapi jangan lupa juga menyelamatkan orang lain dalam hal api neraka ini, dengan apa? Mengajak mereka ke kebaikan, menasihati secara ahsan, memberi hikmah atau dakwah kreatif lainnya tanpa mengabaikan kepentingan kita dengan Alloh. Wa ta’awanuu ‘alal birri wat taqwa.

Untuk kepentingan hablum minan naas, ibadah horizontal dengan manusia, mendahulukan kepentingan orang lain adalah lebih afdhol. Islam menganjurkan untuk mendahulukan ibu-ibu hamil atau lansia agar duduk di kursi busway atau islam juga menganjurkan orang yang sangat kebelet stadium empat untuk masuk ke toilet umum duluan saat kita kebeletnya masih stadium awal. 🙂  Khoirunnaas ‘anfa’uhum linnaas.

Semoga Alloh menjaga diri kita, keluarga kita dan saudara-saudara kita dari api neraka.

Wallahu’alam

semoga bermanfaat ^^

Antara Rabb, Malik dan Ilah

Bismillahirrohmanir rohiim

Assalamu’alaykum warohmatulloh wabarakaatuh

Dalam surat An Naas, kita mendapati tiga kata yang merujuk ke Alloh dan sifat-sifat nya.

kata rabb ada di ayat pertama (qul a’uudzu birobbin naas) lalu kata malik ada di ayat kedua (malikin naas) dan kata ilah ada di ayat ketiga (ilahin naas). Apa perbedaan dari ketiga kata tersebut ? Baca lebih lanjut

Amalan Ringan berPahala Berat

Bismillahirrohmaniir rohiim

Assalamu’alaykum warohmatulloh wabarakatuh

Sebagai seorang muslim, kita sudah sepatutnya meyakini bahwa Alloh menciptakan kita, manusia, di dunia ini bukan tanpa tujuan. Alloh menciptakan manusia dengan tujuan agar kita beribadah pada Nya. Jenis dan cara beribadah ini sangat beragam sesuai yang dicontohkan Rasululloh.

Ada ibadah yang berhubungan langsung dengan Rabbul’alamiin seperti sholat, membaca Al Quran, dzikir dsb. Ada ibadah yang selain berkaitan dengan Alloh juga berhubungan erat dengan manusia seperti zakat infaq sedekah, mengucapkan salam, saling menasihati, menjenguk orang sakit, tidak ghibah dsb. Ada juga ibadah yang berkaitan dengan alam seperti tidak melakukan perusakan alam, menyedekahkan buah yang dimakan burung dsb. Sungguh, dalam agama yang rahmatan lil ‘alamiin ini semua tindakan kita bisa dihitung sebagai ibadah oleh Rabbul’alamiin. Tentu saja kita berhak mengharapakan imbalan pahala atas ibadah-ibadah yang kita lakukan selama di dunia. Kita berhak berharap Alloh ridlo kita berada di jannah, meminum air dari salsabiilaa (sejenis mata air di surga yang tersebut di surah Al insaan : 18) dengan gelas-gelas emas lalu bertelekan di dipan-dipan sambil ditemani bidadari-bidadari yang selalu suci. Ahh.. tidak akan pernah terbayangkan indahnya syurga kelak yang didapat seorang muslim yang selalu ingat tujuan penciptaan nya oleh Alloh..

Dalam beramal ibadah, akan lebih mantap jika kita tahu keutamaan-keutamaan nya dan janji-janji Alloh yang secara gamblang diberitahukan ke kita lewat Rasul jika melakukan ibadah tersebut. Berikut ini ada beberapa amalan yang cukup ringan dikerjakan sehari-hari, tetapi Alloh menjanjikan pahala yang luar biasa besar jika kita melakukan nya.

1. Sholat Isya dan Shubuh Berjamaah

“barangsiapa sholat isya berjamaah, maka baginya (pahala) sholat setengah malam dan barangsiapa sholat subuh berjamaah, makan baginya (pahala) sholat satu malam penuh” (HR Muslim 1523)

Sholat berjamaah sangat sangat sangat dianjurkan agama bagi orang laki-laki. Sebagian ulama mensunnah muakadah kan, sebagian lagi mewajibkan. kita tidak perlu memperdebatkan khilafiyah tersebut, tapi kalau kita tahu keutamaan sholat berjamaah diatas, mungkin hanya orang yang “jahil” saja yang meninggalkan sholat berjamaah tanpa udzur.

2. Berdzikir

“barang siapa mengucapkan subhanallohhil adziimi wabihamdihi, baginya satu pohon kurma di surga” (HR tirmidzi no 3800)

Berdzikir adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat ringan. Bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun (kecuali sedang di toilet :)). coba lafadzkan dzikir-dzikir yang dicontohkan Rasul ketika terjebak macet nya jakarta atau di sela sibuknya dunia kerja, sudah berapa ratus pohon kurma yang kita tanam di surga sebagai persiapan hidup abadi kelak…

sangat banyak lafadz dzikir dengan keutamaan-keutamaan nya. hadits diatas hanya salah satu contoh. Baca Al Quran, tahlil, tahmid, istighfar dsb juga merupakan salah satu bentuk dzikir.

3. Menjenguk orang sakit

“Tidaklah seorang muslim yang menjenguk saudaranya yang sakit kecuali Alloh akan mengirim kepadanya 70.000 malaikat untuk mendoakan nya sampai sore hari jika dia berangkat pagi. dan mendoakannya sampai matahari terbit jika dia berangkat malam” (HR Ahmad 765)

Ternyata ada hikmah begitu besar dibalik sakitnya seseorang. Hikmah bagi penderita dan juga bagi muslim. Hikmah bagi penderita adalah sakitnya dia akan mengurangi dosa-dosa yang telah dilakukan. Bukankah Rasul bersabda ““Tiadalah tertusuk duri atau benda yang lebih kecil dari itu pada seorang Muslim, kecuali akan ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu kesalahan.” (HR. Muslim dari Aisyah ra).”

4. Mencontoh Abu Bakar agar dijamin surga

Dalam Shahih Muslim no 87 diceritakan Pada suatu hari Rasulullah bertanya pada para sahabat 1. “Siapakah yang hari ini sedang berpuasa ?” Abu Bakar menjawab, “saya” , lalu Rasul bertanya lagi 2. “Siapa diantara kalian yang hari ini mensholati jenazah?” Abu Bakar menjawab “saya”. Rasul bertanya lagi 3. “Siapa diantara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?” Abu Bakar pun menjawab “saya”. Rasul bertanya lagi 4. “Siapa yang hari ini menjenguk orang sakit?” Abu Bakar pun menjawab “saya”. Lalu Rasulullah SAW pun bersabda “ barangsiapa yang melakukan keempat hal tersebut pada satu hari maka tidak ada baginya kecuali masuk surga

5. Mendoakan Muslim lain

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)

6. Berdakwah/Menyampaikan ilmu, kebenaran dan kebaikan walau sedikit

“Siapa yang mencontohkan perbuatan baik dalam Islam, lalu perbuatan itu setelahnya dicontoh (orang lain), maka akan dicatat untuknya pahala seperti pahala orang yang mencontohnya tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka yang mencontoh nya. Dan barangsiapa mencontohkan perbuatan buruk, lalu perbuatan itu dilakukan oleh orang lain, maka akan ditulis baginya dosa seperti dosa orang yang menirunya tanpa mengurangi mereka yang menirunya. (HR. Muslim dari Jarir bin Abdillah ra)

Masih banyak hikmah-hikmah dari setiap amal ibadah kita. Semoga dengan mengetahui keutamaan-keutamaan tiap-tiap amal ibadah akan menambah semangat dalam memperbaiki diri dan orang lain.

Semoga Alloh menolong kita dalam berdzikir, bersyukur dan melaksanakan ibadah terbaik kepada Nya.

– kompilasi kajian ust Abi Makki dan ust Afwan Riyadi-

 

Penghapus Pahala Sedekah

Bismillah

Assalamu’alaykum sobat blogger, semoga Alloh senantiasa menjaga kita dari perbuatan yang dapat menghapus pahala amal kita

Sangat sering kita mendengar di layar televisi, radio, iklan billboard, spanduk atau di internet anjuran untuk melakukan amalan yang sangat mulia dalam islam yaitu sedekah. Berapa banyak ustadz dan motivator yang menganjurkan agar kita bersedekah. Sedekah bisa membuat orang menjadi kaya, terlepas dari problematika kehidupan, terwujudnya keinginan, dan seterusnya. Dalam islam sendiri, sangat banyak dalil yang bersumber dari Al quran dan As sunnah yang menganjurkan sedekah. Memang sedekah sangat istimewa karena sedekah dapat menjadi penolong seorang muslim semasa di dunia dan nanti di akhirat kelak.

Meskipun demikian, ada hal-hal yang harus kita waspadai dalam bersedekah agar pahala kita bersedekah ini tidak hangus, tidak dihapus karena ketidakfahaman kita. Sungguh sayang harta yang kita sedekahkan tidak berarti apa-apa karena perbuatan kita sendiri kan? Baca lebih lanjut