Pak RT sang Muadzin..

Pak RT di tempat mertua saya adalah seorang pemimpin yang patut dicontoh. Beliau adalah muadzin dan imam sholat lima waktu di masjid dekat rumah, di salah satu desa di Cibinong.  Bersama anaknya yang masih 5 tahun, Abang, mereka berjalan menuruni tangga yang licin di kegelapan malam menuju masjid . Maklum, rumahnya berada di daratan yang lebih tinggi, sedangkan masjid berada di bawah. Penerangan desa juga tidak bagus. Terkadang si Abang yang jadi muadzin memborong adzan dan iqomah dengan suara cadelnya, Lalu pak RT yang jadi imam dan Abang makmum.
Saat sholat berjamaah, yang sering terlihat hanya pak RT, si Abang dan beberapa laki laki tua. Biasanya, jamaah Tidak lebih dari 5 orang. Kondisi kontras terjadi saat sholat jumat tiba, masjid penuh sampai jamaah harus menggelar sajadah di teras.

Pernah suatu saat mertua saya bertanya “kenapa pak RT selalu adzan dan iqomah setiap waktu?” Jawaban beliau yang menurut saya sangat menarik  “saya berharap nanti di akhirat, Alloh membebaskan saya dari pertanyaan tentang sudahkah saya sebagai pemimpin mengajak warga saya sholat?”

Jawaban brilian yang penuh pengajaran buat kita, setiap pemimpin (minimal pemimpin keluarga), agar senantiasa membimbing orang yang kita pimpin untuk selalu taat dan ingat pada Alloh. Ingat, setiap kita adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinan nya.

———–
publication1

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s