Satu Kata Yang Tak Kunjung Terealisasi

Bismillah

Menjadi kebiasaan ku sejak empat tahun terakhir ini  menuliskan target-target yang ingin kucapai salam satu tahun berjalan. Awalnya target-target itu aku tulis di sebuah buku saja tapi semenjak tahun kemarin aku memutuskan untuk membeli sebuah whiteboard dan kugantung di kamar untuk mengingatkan ku target-target apa yang harus kucapai.

Ramadhan kali ini, pertengahan 2014, target-target yang kutuliskan untuk dicapai hampir semua terealisasi . Target-target kecil seperti lari 5 km, menginjakkan kaki di Sulawesi, menambah hafalan dsb telah terealisasi. Satu target besar untuk melanjutkan sekolah juga sudah kuhapus, aku termasuk penerima beasiswa LPDP dan insyaAlloh tahun depan akan kuliah lagi. Tapi ada satu kata yang semenjak empat tahun lalu belum bisa ku hapus …

222

 

 

 

 

 

 

Ramadhan, waktu dimana setan dibelenggu, waktu dimana doa diijabah adalah sebagai waktu terbaik untuk merenungkan kembali apa sebenarnya tujuan satu kata yang selama ini masih terbaca jelas saat aku terbangun dari tidur…

 

 

 

3 thoughts on “Satu Kata Yang Tak Kunjung Terealisasi

  1. Kalo masih konsisten dengan target yang satu2nya belum terealisasi sepertinya kita harus saling sms-an lagi. Ada kandidiat nih mudah2an lebih baik dari yang kemarin. Akang tunggu ya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s