Menang ? Selamat Idul Fitri

Bismillah

Masih terngiang pekik takbir berkumandang di setiap sudut kota, di jalanan pun dipenuhi arak-arakan mobil yang mengangkut sound system, bedug dan orang-orang yang juga naik di mobil itupun memekikkan takbir dengan semangat . Tidak ketinggalan iklan-iklan parapublic figur di tivi yang menjadikan takbir sebagai backsound iklan mereka sambil mengucapkan selamat karena menggapai kemenangan setelah puasa ramadhan sebulan penuh.

Hari kemenangan? dua kata ini, dulu ane telan mentah-mentah. Jika parameter kemenangan adalah menang mengalahkan nafsu makan, minum, berhubungan halal dan hal-hal lain yang membatalkan puasa selama sebulan penuh. Maka bisa jadi satu syawal kemarin bisa dibilang hari kemenangan. tapi..

Jika parameter kemenangannya diukur dengan seberapa lama kita akan bertahan dengan semangat ibadah* sama seperti ketika ramadan yang lalu, maka tunggu dulu.. bisa jadi satu syawal kemarin bukan hari kemenangan, tetapi malah menjadi hari menuju kekalahan..

kalau selama ramadhan kemarin, tilawah sehari bisa satu juz Al Qur’an sedangkan pada satu syawal tilawahnya jadi hanya satu halaman. Ini kemerosotan tajam! . Sholat malam selama ramadhan ditegakkan sebelum makan sahur, tapi subuh di satu syawal malah dikerjakan di rumah akibat malamnya begadang takbiran.. ini juga penurunan! Nah, kalo selama ramadhan kita belum silaturahim ke sodara, tetangga dan kawan, di satu syawal kita berkunjung ke rumah mereka atau nyambung silaturahim lewat dunia maya.. baru ini salah satu indikator kemenangan. Tapi harus dihitung juga, indikator kemenangan ama kekalahannya setelah ramadhan, banyakan yang mana nih. Kalau banyak yang lebih baik dibanding ramadhan, berarti tujuan ramadhan berhasil yaitu membentuk orang bertaqwa selama sebelas bulan berikutnya, yaa minimal semangat ibadahnya sama dengan ramadhan..

Teringat salah satu khutbah jumat pada saat ramadhan kemarin yang disampaikan kawan ane.. JANGAN MENJADI GENERASI RAMADHANI, TAPI JADILAH GENERASI RABBANI.. Generasi ramadhani adalah generasi yang semangat ngumpulin pahala saat ramadhan saja, lepas ramadhan semangatnya terbawa angin entah kemana. Tapi kalau generasi rabbani, mereka selalu takut kepada Rabb mereka sehingga diluar ramadhan pun semangat mereka dalam menjadi makhluk yang taat beribadah sama ketika ramadhan . 

Jikalau bagi orang-orang, definisi satu syawal adalah hari kemenangan, maka bagi ane satu syawal adalah hari siaga, hari dimana kemungkinan intensitas dan spirit dalam beribadah secara eksponensial akan turun dari hari ke hari. Betapa tidak, baru satu hari ramadhan berlalu amalan sunnah selama ramadhan kemarin banyak yang tercecer…

Meskipun begitu, mumpung suasananya masih suasana lebaran, sambil ngatur listrik di pulau Jawa, izinkan ane mengucapkan pada sobat pembaca :

“Taqobbalallhu minnaa wa minkum, selamat idul fitri , mohon maaf lahir dan batin”

dispa

*semua kata ibadah disini adalah ibadah  umum. Ibadah vertikal langsung ke Rabbul’alamiin yang bersifat ritual dan juga ibadah yang bersifat horizontal atau istilah kerennya ibadah sosial.

5 thoughts on “Menang ? Selamat Idul Fitri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s