Mangga

Bismillahirrohmaniir rohiim

Assalamu’alaykum sobat blogger, semoga antum semua di rahmati Alloh.

Melihat pohon mangga yang sedang berbuah memang selalu menyenangkan. Rindang hijau daunnya yang diselingi  bunga nya yang putih kekuningan, ada beberapa buah nya yang masih kecil (bahasa jawa nya : pentil) ada juga yang sudah agak gedean dan disukai ibu-ibu yang ngidam karena rasanya yang kecut, pencit, begitu kami menyebutnya. Tak sedikit juga buah mangga yang sudah ranum, berwarna kekuningan baunya harum dan manis rasanya bergelantungan disela-sela ranting-ranting. Terlihat juga beberapa buah yang busuk, keriput dan berulat yang masih tergantung di pohon tersebut.

index

gambar dari google

Sejenak kualihkan pandangan ke tanah dibawah pohon mangga rindang tersebut. Ternyata tidak sedikit tercecer bunga-bunga yang sudah mulai mengering, pencit-pencit pun juga ada yang jatuh. Mangga ranum ada satu-dua tergeletak ditanag dengan kondisi daging buah terlihat akibat jatuh dari ketinggian diterpa angin. Beberapa lalat terlihat mengerumuni mangga busuk untuk menempatkan telurnya.

Tiba-tiba terdengar suara dari masjid “innaalillahii wa innaa ilaihi rajii’uun” “telah meninggal dunia Fulan bin Fulan siang ini dalam usia 30 tahun. Jenazah akan dimakamkan nanti setelah sholat ashar” . Sontak aku terkejut, suara modin tersebut membuyarkan lamunanku. Fulan meninggal? bukankah tadi pagi masih sehat wal afiat memetik pohon mangga untuk dibagi-bagi ke tetangga?. Informasi yang beredar, Fulan meninggal dalam keadaan tidur setelah sholat dhuhur. Kakaknya hendak membangunkan dia untuk membeli obat buat ayahnya, 90 tahun, yang tergeletak di tempat tidur tak berdaya akibat komplikasi stroke dan diabetes yang diidap semenjak sepuluh tahun lalu…

Sambil menghela napas, aku kembali memandangi pohon mangga rimbun ini. Kira-kira maut bisa dianalogikan dengan kejadian di pohon mangga ini. Ketika ku melongok ke atas, tidak sedikit buah yang busuk masih bergelantungan.. Tetapi ketika  melihat ke bawah, tidak sedikit juga bunga , pencit, mangga ranum ataupun mangga busuk yang terjatuh, terserak di atas tanah.

Kenapa yang jatuh tidak hanya buah busuk saja? yang sudah tidak berulat dan tidak bisa dimakan? Kenapa bunga-bunga tersebut harus terserak? Kenapa pencit-pencit tersebut harus jatuh sebelum ranum?

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS Al Jumu’ah : 8)

Allohumma innaa nasaluka chusnul khotimah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s