Menang ? Selamat Idul Fitri

Bismillah

Masih terngiang pekik takbir berkumandang di setiap sudut kota, di jalanan pun dipenuhi arak-arakan mobil yang mengangkut sound system, bedug dan orang-orang yang juga naik di mobil itupun memekikkan takbir dengan semangat . Tidak ketinggalan iklan-iklan parapublic figur di tivi yang menjadikan takbir sebagai backsound iklan mereka sambil mengucapkan selamat karena menggapai kemenangan setelah puasa ramadhan sebulan penuh.

Hari kemenangan? Baca lebih lanjut

Kekuatan Bening

Obsesi tujuh abad itu begitu bergemuruh di dada seorang sultan muda, baru 23 tahun usianya. Tak sebagaimana lazimnya, obsesi itu bukan mengeruhkan, melainkan semakin membeningkan hati dan jiwanya. Ia tahu, hany seorang paling bertaqwa yang layak mendapatkannya. Ia tahu, hanya sebaik-baik pasukan yang layak mendampinginya.

Maka di sepertiga malam terakhir menjelang penyerbuan bersejarah itu, ia berdiri di atas mimbar dan meminta semua pasukan nya berdiri. “saudara-saudaraku di jalan Allah” , ujarnya, “amanah yang dipikulkan ke pundak kita menuntut hanya yang terbaik yang layak mendapatkannya. Tujuh ratus lamanya nubuat Rasulullah telah menggerakkan para mujahid tangguh. tetapi Allah belum mengizinkan mereka memenuhinya. Aku katakan pada kalian sekarang, yang pernah meninggalkan sholat fardlu sejak balighnya, silahkan duduk!

begitu sunyi, tak seorang pun bergerak.

“Yang pernah meninggalkan puasa ramadhan, sialhkan duduk!”

Andai sebutir keringat jatuh ketika itu, pasti terdengar. Hening sekali tak satupun bergerak.

“Yang pernah mengkhatamkan Al Quran melebih sebulan, silakan duduk!”

Kali ini, beberapa gelintir orang perlahan menenkuk kakinya, berlutut berlinang air mata.

“Yang pernah kehilangan hafalan Al Quran-nya, silakan duduk”

Kali ini lebih banyak yang menangis sedih, khawatir tak terikut menjadi ujung tombak pasukan. Mereka pun duduk.

“yang pernah meninggalkan sholat malam sejak balighnya, silahkan duduk!”

Tinggal sedikit yang masih berdiri, dada berdegub kencang dan tubuh menggeletar.

“yang pernah meninggalkan puasa ayyamul bidh, silakan duduk!”

Kali ini semua terduduk lemas. Hanya satu orang yang masih berdiri. Dia, sang sultan sedniri. Namanya Muhammad Al Fatih. Dan obsesi tujuh abad itu adalah konstantinopel.

Jalan Cinta Para Pejuang, hal 142-143. Salim A Fillah.

————–

Bagaimana dengan kita? Jika kita bercita-cita menjadi pasukan yang mencium wangi syurga seperti pasukan Al Fatih tersebut, di pertanyaan keberapa kita akan terduduk? kalau saya, langsung terduduk lemas setelah pertanyaan pertama….

Mangga

Bismillahirrohmaniir rohiim

Assalamu’alaykum sobat blogger, semoga antum semua di rahmati Alloh.

Melihat pohon mangga yang sedang berbuah memang selalu menyenangkan. Rindang hijau daunnya yang diselingi  bunga nya yang putih kekuningan, ada beberapa buah nya yang masih kecil (bahasa jawa nya : pentil) ada juga yang sudah agak gedean dan disukai ibu-ibu yang ngidam karena rasanya yang kecut, pencit, begitu kami menyebutnya. Tak sedikit juga buah mangga yang sudah ranum, berwarna kekuningan baunya harum dan manis rasanya bergelantungan disela-sela ranting-ranting. Terlihat juga beberapa buah yang busuk, keriput dan berulat yang masih tergantung di pohon tersebut.

index

gambar dari google

Sejenak kualihkan pandangan ke tanah dibawah pohon mangga rindang tersebut. Ternyata tidak sedikit tercecer bunga-bunga yang sudah mulai mengering, pencit-pencit pun juga ada yang jatuh. Mangga ranum ada satu-dua tergeletak ditanag dengan kondisi daging buah terlihat akibat jatuh dari ketinggian diterpa angin. Beberapa lalat terlihat mengerumuni mangga busuk untuk menempatkan telurnya. Baca lebih lanjut