Ekstrim

Bismillahirrohmaniir rohiim

Suatu ketika sifulan melakukan general checkup ke suatu rumah sakit di daerah tempat dia tinggal sebagai salah satu persyaratan masuk perusahaan idamannya semenjak di bangku kuliah. Banyak tes yang dia jalani. Tes pertama adalah pengambilan darah pertama setelah sebelumnya wajib puasa selama minimal 10 jam. Setelah diambil darahnya, dia memilih melanjutkan tes treadmill, salah satu tes favoritnya, karena memang hobinya olahraga sehingga dia yakin tidak akan terjadi masalah. Setelah treadmil,  untuk mengetahui kondisi organ dalam nya dia melanjutkan ke scan sinar X paru-paru dan gigi dan USG abdomen.

Sampai tes terakhir, dia sangat yakin bahwa kondisi tubuhnya sehat wal afiat karena memang tidak ada keluhan yang dia rasakan. Bahkan ketika konsultasi awal dengan dokter umum, dia dengan bangganya menceritakan kesehatannya dan hobi olahraganya.

Dua minggu kemudian, hasil tes keluar. Dia pun berangkat ke rumah sakit dengan perasaan yang biasa saja, dia 101 persen yakin kondisi tubuhnya sehat dan akan lolos menjadi karyawan PT idaman tersebut. Sangat mantap dia mengetuk pintu ruangan dokter, dan duduk dihadapan dokter tersebut. “bagaiamana dok hasilnya ?” “bagus kan?” tanya Fulan percaya diri. Dokter pun menghela nafas, lalu membenarkan letak kacamatanya yang dia pakai dan terjadi percakapan cukup serius

dokter : “anda bilang , anda tidak merokok, tapi apakah anda tinggal di lingkungan perokok?”

fulan : “bapak saya perokok, kakak saya juga perokok dok. Teman-teman nongkrong di kampus juga merokok. Sangat jarang ketika saya bersama mereka tapi mereka tidak merokok.” “kenapa ya dok ?” (suara fulan agak tersendat)

dokter : “scan X ray ini menunjukkan, paru-paru anda ada indikasi terkena kanker tapi masih stadium awal. Besar kemungkinan karena anda perokok pasif” .

fulan : “tapi selama ini saya merasa sehat dok, kalo main futsal tidak ada gejala aneh yang saya rasakan” (mencoba membela diri)

dokter : “memang benar, saat ini belum ada gejala fisik yang tampak. Tapi sepertinya bintik-bintik di paru-paru anda ini adalah sel kanker” . “saya sarankan anda menjauhi lingkungan asap rokok. Anda tidak harus menjauhi bapak, saudara atau teman-teman anda. Tapi ketika mereka menyalakan rokoknya, anda harus menjauh”. “disamping itu, anda harus minum obat yang diberikan dan cek up rutin tiga bulan sekali”

fulan : “baik dok..” (mulai tertunduk)

Dokter : ” hasil tes darah anda juga tidak bagus, kadar kolesterol dan asam urat anda tinggi. terutama kolesterol mas. Anda harus melakukan diet yang benar. Hindari makan jeroan, gorengan, bebek, kuning telur, cumi-cumi, kepiting dan sebagainya”

Fulan : ” tapi dok, semua itu kan makanan favorit saya..”

Dokter : “mas fulan, memang makanan tersebut lezat, tetapi dampak bagi tubuh anda tidak bagus. kalau kadar kolesterol dalam darah tinggi, bisa mengakibatkan penyakit jantung, stroke dan sejenisnya”. “anda mau seperti itu kelak ?”

Fulan : “na’udzubillah dok, saya tidak mau dok..”

Dokter : “mulai saat ini, pola diet nya diubah. perbanyak makan sayur dan buah, kurangi makanan berkolesterol tinggi ya.”

Fulan : “iya dok..”

Dokter : “terus gigi anda banyak yang lobang nih mas, gigi geraham no 1,3, 9 harus ditambal. Geraham belakang miring, dan sepertinya harus dicabut agar tidak bermasalah di kemudian hari”

Fulan : “benarkah dok? padahal selama ini saya tidak pernah merasakan sakit atau ngilu saat makan dan minum”

Dokter : “benar mas. kalau melihat hasil x ray ini, gigi yang warnanya hitam, berarti lobang dan bisa mas lihat kan geraham belakang mas itu miring ? itu harus dicabut “

Fulan : “ternyata.. selama ini saya merasa sehat-sehat saja tetapi banyak penyakitnya ya dok? kalo saya berobatnya pelan-pelan dan sedikit-sedikit aja gimana dok?”

dokter : “maksudnya ?”

Fulan : “yaa.. mungkin saya lakukan dulu menghindari asap rokok, tapi saya masih boleh makan jeroan dan bebek sepuasnya dok. Sulit rasanya membayangkan seminggu tidak makan lauk itu dok” . “begitu juga gigi saya dok, saya tambal setelah saya sakit gigi saja boleh ndak dok?”

Dokter : “terserah mas, yang punya badan mas.. nanti kalau sakit yang merasakan juga mas sendiri. bukan saya. memang untuk menjadi sehat, kadang kita harus melakukan perubahan ekstrim mas..”

Fulan  : “ekstrim…?” baiklah dok”

dan Fulan pun melangkah keluar ruangan dokter dengan langkah lesu. harapannya menjadi pegawai di perusahaan idaman menjadi sangat kecil. terlebih lagi, banyak perubahan ekstrim pada dirinya yang harus dilakukan untuk menjadi sehat. meskipun perubahan ekstrim itu akan bertentangan dengan keinginannya, kebiasaannya, ada rasa sakit dan tidak mengenakkan.

~ sebuah cerita fiksi yang terinspirasi dari kisah fulan yang menaruh harapan kepada fulanah untuk kerjasama dalam perubahan , tetapi fulanahnya takut dengan perubahan yang ekstrim ~

~ kalau ada dokter yang baca, mohon maaf kalau ada istilah kedokteran yang salah. maklum, saya engineer😀 ~

————

images2Perubahan, semua orang pasti menginginkan perubahan. ke arah lebih baik tentunya. Yang membedakan satu dengan yang lain adalah akselerasi perubahan tersebut… Jika akselerasi perubahan yang cepat itu dianggap ekstrim, biarlah kita disebut berubah secara ekstrim. kenapa? karena kita tidak pernah tahu kapan maut datang menjemput. Jika akselerasi perubahan kita lambat, bisa jadi kita tidak sampai finish seperti apa yang  telah di tetapkan Dzat Pencipta kita.

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, (QS Al Mulk : 2)

“Maka apabila telah tiba ajalnya (kematian) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya.” (QS. an-Nahl : 61)

2 thoughts on “Ekstrim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s