Nilai Nilai Al Quran Dalam Kehidupan

Bismillahirrohmanir rohiim

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakaatuh

Al Qur’an adalah kitab suci yang berisi wahyu Alloh swt dan disampaikan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai petunjuk bagi manusia. Petunjuk untuk menjalani kehidupan di dunia dari semua aspek yang berorientasikan kehidupan kekal di akhirat kelak. Sungguh, barangsiapa yang menggunakan Al Quran sebagai pedoman hidupnya , dengan dikombinasi sunnah Rasul, maka derajatnya akan ditinggikan Alloh.

Salah satu istilah yang sering kita dengar adalah generasi qurani yang mencintai Al quran. Generasi qurani sering diartikan sempit sebagai mereka yang senang membaca Al quran, menghafal dan mempelajarinya. Padahal ada satu lagi kriteria generasi qurani yang lain yaitu mengamalkan nilai-nilai Al quran dalam kehidupannya. Sehingga generasi qurani adalah mereka yang sukses di dunia maupun di akhirat.

images

gambar dari googgle

Setidaknya ada 10 nilai-nilai al Quran dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dilihat dari sosok seorang generasi qurani. Seorang generasi qurani itu akan ..  :

1.  Menghargai Waktu

Seorang yang menerapkan nilai al Quran dalam kehidupannya, maka dia akan memanfaatkan tiap detik yang dikaruniakan Alloh dengan hal-hal yang positif dan produktif. Mereka tidak akan telat ketika masuk kerja, datang tepat waktu, tidak banyak bengong atau melakukan hal sia-sia dan sebagainya. Cukuplah tiga ayat di QS al Ashr menerangkan pada kita tentang pentingnya waktu.

demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran”

 2. Menghargai ilmu pegetahuan

 Generasi qurani adalah generasi yang luar biasa. Setiap perkataannya adalah kebenaran dan mempunyai dasar, dia tidak akan mengeluarkan statemen-statemen yang dia tidak punya pengetahuan tentangnya (sok tahu). Pengetahuan disini tidak dibatasi sempit  pada pengetahuan tentang agama saja, tetapi pengetahuan secara umum. Pengetahuan mengenai teknologi, kebudayaan, kesehatan, politik dan sebagainya sehingga generasi qurani tidak akan berbuat ataupun berbicara dengan tanpa pengetahuan. Mereka takut dengan ayat yang cukup indah di surat Al Isra berikut

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” (QS 17:36)

3.  Memiliki budaya kerja keras

 Kerja keras adalah salah satu kunci sukses dalam menjalani hidup. Kalau kita ingin mencapai suatu tujuan atau target besar dimana target tersebut menurut sebagaian orang mustahil untuk kita lakukan, tetapi dengan kerja keras, maka sunnatullah, target tersebut akan tercapai. Generasi qurani adalah generasi pekerja keras. Mereka tidak akan melakukan suatu pekerjaan setengah-setengah untuk mendapatkan rezeki atau menghasilkan karya dan ilmu, karena mereka yakin Alloh melihat mereka dan nanti di akhirat pekerjaan mereka akan ditampakkan Allah.

 “Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”

 4.  Memiliki orientasi ke depan (visioner)

 Visi merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh seseorang dalm hidupnya. Seorang pemimpin harus mempunyai visi membawa orang-orang yang di pimpinnya ke arah yang lebih baik. Seorang suami harus punya visi dalam memimpin anak istrinya menggapai berkah sakinah mawaddah warohmah, seorang individu pun harus punya visi yang lebih jauh lagi yaitu the end of life nya mau syurga atau neraka.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS 59:18)

 5.  Memiliki harga diri tinggi

 Harga diri berkaitan dengan kemuliaan. Generasi qurani akan mnjaga ketaqwaan nya di segala macam kondisi, baik senang maupun sedih. Lapang atau sempit. Hal ini dikarenakan mereka mengingat ayat

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS.49: 13)

6.  Memiliki networking dan akses yang luas (silaturahim)

 Tidak bisa dipungkiri bahwa untuk meraih kesukesan, seseorang harus mempunyai networking yang luas. Mereka tidak boleh mengekslusifkan diri kita atau kuper. Banyak buku yang mengupas tentang pentingnya memiliki networking sehingga buku-buku yang berkaitan dengan networking ini banyak beredar. Saat ini berapa banyak buku tentang komunikasi, mempengaruhi orang, membangun networking dan sebagainya yang beredar. Generasi qurani pun demikian, mereka harus memperluas silaturrahim karena hal tersebut jauh-jauh hari sudah dicantumkan dalam Al Qur’an

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” (QS 4:1)

 7.  Pandai belajar dari sejarah

Sepertiga dari isi ayat Al Quran berisi sejarah ataupun kisah tentang tokoh-tokoh penting dalam agama. Dicantumkannya sejarah dalam Al Quran adalah untuk diambil pelajaran agar menjadi pribadi yang lebih baik. Kalau kita berpikir lebih luas lagi, sejarah yang didalamnya mengandung unsure kemajuan meskipun bukan dari islam, boleh kita ambil selama tidak merusak akidah. Kita bisa belajar dari Negara Jepang bagaimana mereka bangkit setelah bom nuklir meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki. Atau juga kita belajar sejarah Thomas Alva Edison yang tidak pantang menyerah setelah berkali-kali gagal bereksperimen menemukan lampu dan listrik. Tetapi dari sekian banyak sejarah tersebut, sejarah dalam Al Quran lah yang luar biasa, bagaimana sejarah Nabi Adam yang turun dari Syurga, Keluarga Nabi Nuh yang hanyut karena banjir akibat adzab ALloh, Kisah ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail, kisah Musa dengan Fir’aun, dan kisah Nabi Muhammad beserta sahabat dalam menegakkan islam, bermasyarakat, berbisnis dan bernegara.

“Sudah sampaikah kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa? Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa; “Pergilah kamu kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, dan katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)”. Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?” Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”. Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya).” QS (79 ; 15-26)

8.  Tidak tertutup, terbuka pada kemajuan

 Generasi qurani bukanlah generasi yang tidak menutup mata pada kemajuan, generasi qurani bisa menerima dan mengadaptasi perkembangan teknologi dan zaman, tanpa mengesampingkan aqidah dan syariah tentunya.  Perkembangan teknologi dijadikan sarana dakwah yang efektif dan tepat sasaran, sedangkan perkembangan zaman membuat mereka semakin dewasa menyikapi perbedaan.

“yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.” (QS 39:18)

 9.  Selalu dinamis, tidak  merasa cukup dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki

Generasi qurani sadar bahwa salah satu elemen penting dalam kehidupan adalah ilmu pengetahuan, karena itu mereka yang memahami kandungan  QS 58:11 akan selalu mendatangi ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umumu.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” QS 58:11

10.  Konsisten, Istiqomah

Dari Sembilan nilai-nilai diatas, kunci utama dalam meraih kesuksesan adalah istiqomah, konsisten. Orang yang konsisten akan mempunyai daya tahan yang baik dari gempuran dari berbagai arah. Mereka mempunyai komitmen untuk meyakini apa yang mereka anggap benar dan berpegang teguh dengan pendirian nya tersebut.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.” (QS 46:13)

Ternyata, buku-buku resep sukses di dunia yang beredar di pasaran itu, ada dalam Al Quran semua !! Tetapi Al Quran lebih hebat lagi karena mencamtumkan nilai-nilai aqidah dan ibadah sehingga nilai-nilai yang kita amalkan sehari-hari akan menjadi ibadah dan kelak menjadi penolong kita untuk sukses di akhirat . Ayo menjadi generasi qurani yang sukses dunia akhirat.🙂

Bagi para orang tua yang sudah mempunyai anak, wajib diketahui bahwa membentuk generasi qurani dari masa anak-anak adalah tanggung jawab orang tua, hal ini ada dalam QS 66:6 “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”

Mari kembalikan masa kejayaan islam dengan Al Quran !!

One thought on “Nilai Nilai Al Quran Dalam Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s