Yang Penting DURASI nya

Bismillahiirohmaniirrohiim

Assalamu’alaykum warahmatulloh wabarakaatuh

semoga sobat blogger dalam keadaan sehat dan dalam naungan perlindungan Alloh swt selalu.

Suatu ketika, pernah seseorang, sebutlah sifulan, bertanya kepada seorang ustadz seputar Al Qur’anul kariim. pertanyaan yang mungkin sering terlontar dalam benak kita atau mungkin juga kita temui beberapa saudara yang menanyakan hal ini. Pertanyaan sifulan tersebut adalah “manakah yang lebih utama, membaca Al Qur’an yang berbahasa arab itu sebanyak-banyak nya dalam satu hari tanpa kita mengetahui artinya? atau kita membaca Al Qur’an sedikit saja tetapi paham artinya?, sebagai contoh : lebih baik mana kita membaca surah Al Baqarah yang berderet dari juz 1-3 itu dalam satu hari tanpa tahu arti tiap ayatnya, atau kita membaca alfatihah dan trio qul (qulhu, qul falaq dan qul naas) dalam sehari tapi paham arti nya?”

Pertanyaan sederhana yang sangat menarik bukan? Sang ustadz pun menjawab pertanyaan sifulan dengan sangat cerdas. Akhi, yang penting adalah DURASI nya, seberapa lama antum melakukannya” . “jika dalam jangka waktu satu jam, antum bisa membaca satu juz dengan bacaan yang benar dan paham arti maknanya maka hal tersebut sangat lah utama”. Tetapi jika dalam satu jam tersebut antum bisa membaca satu juz tanpa paham arti maknanya, hal tersebut masih lebih baik dibanding setengah jam antum membaca seratus ayat dengan mengetahui arti maknanya, dan sebaliknya jika antum dalam satu jam bisa membaca seratus ayat dengan memahami maknanya, hal tersebut lebih utama dibanding antum membaca satu juz tanpa tahu artinya dalam waktu setengah jam”.

Al Qur’an adalah kitab suci agama islam yang diturunkan Alloh melalui Jibril ke Muhammad dalam bahasa arab. Muslim yang lahir di negeri dengan bahasa ibu bukan bahasa arab tentu akan kesulitan memahami ayat-ayat Al Quran jika tidak belajar dengan sungguh-sungguh, meskipun dia lancar melafalkan ayat-ayat Al Qur’an yang berbahasa arab itu. Ada cerita menarik mengenai membaca Al Qur’an tetapi tidak memahami arti apa yang dibaca  Terlepas cerita ini shahih atau tidak (kita berlepas diri dari perdebatan keshahihannya ya), tapi cerita ini menurut saya bisa dijadikan motivasi kita untuk bisa membaca Al Qur’an sesering mungkin. Kisahnya seperti berikut

Ada seorang anak bertanya pada bapaknya (bimboo banget🙂 ), “ayah, mengapa saya harus banyak membaca Al Qur’an? sedangkan saya sendiri tidak tahu arti Al Qur’an itu sendiri ayah?” dengan bijak sang ayah pun menjawab “anakku, coba bawakan ember kotor yang  bocor bekas kita pergi ke ladang tadi” , Sang anak pun menurut. “sekarang kamu isi air ember itu dari sumur lalu tuangkan ke bak kamar mandi, lakukan berulang kali” .setelah beberapa kali bolak balik dari sumur ke kamar mandi yang berjarak 20 meter, sang anak pun mengeluh “ayah ember bocor ini mana bisa dibuat membawa air dari sumur ke kamar mandi?”  Sang ayah pun tersenyum. “anakku, memang ember tersebut tidak bisa memenuhi isi bak mandi, tapi kamu lihat anakku… setelah berulang kali kau isi ember tersebut dengan air sumur, ember kotor tadi menjadi bersih kan?” . Sang anak pun mengangguk “aku mengerti ayah” ..

index

Nabiollah Saidov, pemenang lomba hafidz cilik tahun 2009, yang tidak bisa bahasa arab. (koran by Heart film)

Dalam kisah lain (yang ini insya Alloh shohih) seorang mukmin yang membaca Al Qur’an diumpamakan seperti buah-buahan

Dari Abu Musa Al-Asy`arit berkata, Rasulullah bersabda, “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur`an bagaikan buah limau baunya harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur`an bagaikan kurma, rasanya lezat dan tidak berbau. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur`an bagaikan buah raihanah yang baunya harum dan rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur`an bagaikan buah hanzholah tidak berbau dan rasanya pahit.” (HR Bukhari dan Muslim) 

Kita sebagai seorang muslim dan mukmin, ingin menjadi buah yang mana? Buah Limau atau Kurma? (saya yakin buah limau deh😀 ).  Durasi membaca Al Qur’an dan memahaminya berpengaruh terhadap dari bau buah limau tersebut. Semakin lama kita membaca, memahami dan mepelajari Al Qur’an maka bau dan aroma harum yang dipancarkan semakin kuat… Dan jika kita mengamalkan isi Al Qur’an maka buah yang huaruuum tadi akan menjadi suangaatt lezzaatt…🙂

Kurang lebih sebulan lagi, kita akan memasuki bulan ramadhan. Bulan yang penuh berkah, dan kita harus mengisinya dengan amal ibadah sebanyak-banyaknya termasuk membaca Al Qur’an. *Ayo pemanasan tilawah Al Quran mulai sya’ban besok agar tidak kaget nanti di bulan ramadhan*.

Semoga Alloh memberi kita kekuatan iman untuk senantiasa membaca Al Qur’an, mempelajari nya, mengamalkan nya dan mengajarkan nya. Allohumma baariklanaa fi rojabaan wa sya’baan wa balighnaa romadlon.

Sumber :  ustadz Armen Halim Naro rahimahulloh,  ustadz Afwan riyadi, rumahfiqih.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s