Egois itu Baik

Bismillahirrohmainrrohiim
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُۀ

ketika sholat ashar di masjid dimana masjid tersebut merangkap sebagai tempat TPA , ada beberapa fenomena yang cukup menarik untuk direnungkan.. Mulai dari bagaimana ikhwan2 jr terlihat lucu memakai koko dan kopyah seragam saling kejar-kejaran di masjid sampai2 bapak marbot kewalahan menenangkan mereka sebelum sholat dimulai. akhwat2 jr memakai jubah(ato gamis) dan kerudung yang juga seragam berceloteh sana sini seperti layaknya wanita dewasa yang arisan mbahas eyang bubur dengan 9 istriny🙂
Memang kondisi masjid plus TPA pasti rame pada saat sholat ashar karena memang bada ashar adalah waktu yang paling cocok untuk belajar baca Al Quran setelah paginya melahap bangku sekolah (eh, pelajarannya ding), iya rame dalam arti sebenarnya. Rame ihkwah akhwat jr yang saat sholat berlangsung ribut sendiri. He2.
Fenomena ikhwah akhwat jr ribut di masjid adalah hal yang biasa, karena mereka memang belum mengerti dan dewasa untuk memahami apa itu dosa atau benar salah, mereka hanya mengikuti naluri anak2 umunya, bermain. Tapi ada fenomena lain yang bisa dijadikan bahan renungan yaitu orang2 yang mengantar ikhwan akhwat jr ini.
Tidak jarang ditemui para pengantar ini yang umumnya mamak-mamak juga tidak mau kalah sama anak2 mereka dalam hal ribut ngerumpi saat imam takbir, okelah, Mungkin mamak2 tersebut tidak sholat karena sedang dapat huruf sebelum L. Tapi bukankah lebih baik diam daripada berkata yang useless? Tidak jarang juga kita temui mamak2 ini rambutnya tergerai tertiup angin ketika mengantar akhwat jr yang berjilbab dan berbusana syar’I. Bukankah menutup aurat adalah kewajiban?
Sering kita dengar kalimat ironi yang terlontar dari mulut para orangtua “biar bapak mamakmu saja yang tidak bisa baca al qur’an, tapi kamu harus bisa nak“.. Atau kita mungkin juga pernah dengar kalimat “gue sholat dhuhurnya nanti aja, gue sedang nungguin si fulan belanja di mall” dan ujung2nya sholat dhuhur dia mepet dengan masuk waktu ashar atau bahkan dhuhurnya bablas.
Sadar atau tidak, ada beberapa muslim yang lebih mementingkan kepentingan orang lain dibanding kepentingan dirinya dalam hal beragama, khususnya ibadah mahdhoh yang sifatnya vertikal langsung ke Rabbul’alamiin. Fenomena ini sungguh sangat bertentangan dengan ayat Al Qur’an “quu anfusakum wa ahlikum naaraa” , jagalah dirimu dan keluarga mu dari api neraka. Ayat ini sangat gamblang menjelaskan prioritas siapa sih yang harus diselamatkan dulu dari api neraka? Ternyata “anfusakum” dulu lho. Bukan “ahliikum” yang di dulukan. Diri kita sendiri dulu yang harus diselamatkan dari api neraka, bukan keluarga, teman, apalagi pacar ! .
Sobat blogger, egois atau mementingkan diri sendiri itu perlu, bahka suatu perintah agama! Tetapi egois dalam hal beribadah vertikal kepada ilaahinnaas. Iya, mementingkan diri sendiri dalam kepentingan beribadah mahdoh diatas kepentingan orang lain adalah kewajiban. Quu anfusakum wa ahliikum naaraa. Tapi jangan lupa juga menyelamatkan orang lain dalam hal api neraka ini, dengan apa? Mengajak mereka ke kebaikan, menasihati secara ahsan, memberi hikmah atau dakwah kreatif lainnya tanpa mengabaikan kepentingan kita dengan Alloh. Wa ta’awanuu ‘alal birri wat taqwa.

Untuk kepentingan hablum minan naas, ibadah horizontal dengan manusia, mendahulukan kepentingan orang lain adalah lebih afdhol. Islam menganjurkan untuk mendahulukan ibu-ibu hamil atau lansia agar duduk di kursi busway atau islam juga menganjurkan orang yang sangat kebelet stadium empat untuk masuk ke toilet umum duluan saat kita kebeletnya masih stadium awal. :)  Khoirunnaas ‘anfa’uhum linnaas.

Semoga Alloh menjaga diri kita, keluarga kita dan saudara-saudara kita dari api neraka.

Wallahu’alam

semoga bermanfaat ^^

2 thoughts on “Egois itu Baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s