Antara Rabb, Malik dan Ilah

Bismillahirrohmanir rohiim

Assalamu’alaykum warohmatulloh wabarakaatuh

Dalam surat An Naas, kita mendapati tiga kata yang merujuk ke Alloh dan sifat-sifat nya.

kata rabb ada di ayat pertama (qul a’uudzu birobbin naas) lalu kata malik ada di ayat kedua (malikin naas) dan kata ilah ada di ayat ketiga (ilahin naas). Apa perbedaan dari ketiga kata tersebut ?

1. Rabb

Asal kata : merubah, memimpin, mendidik

lafad Rabb sendiri tidak dapat untuk dipakai selain hanya untuk Allah Swt.

Secara istilah Al-Quran

1). Pemimpin (27 : 91 / 2 : 257), Allah Sebagai pemimpin orang-orang yang beriman yang mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, dan orang-orang kafir itu adalah pemimpinnya Thaghut / Syetan yang mengeluarkan dari cahaya menuju kegelapan.
2). Pengatur (9 : 31), Allah sebagai pengatur, yang mempunyai aturan, dengan aturan itu bisa membedakan yang halal dan yang haram, yang haq dan yang bathil, yang dikehendaki Allah dengan yang tidak dikehendaki Allah, Jangan sampai kita membangkang kepadanya dengan mamakai aturan sendiri yang halal menjadi haram dan yang haram menjadi halal serta haram untuk mengikuti aturan yang tidak berdasarkan aturan minded 100 %.
3). Pendidik (17 : 24 / 96 : 3-4), Allah maha mendidik kepada manusia supaya bisa selamat dunia ataupun akhirat.
4). Pencipta (1 : 2), Allah maha menciptakan, dari alam manusia, alam binatang, alam tumbuh-tumbuhan,alam ghaib, benda-benda mati dan sebagainya. Allah pencipta alam-alam itu.
5). Pemelihara (26 : 18), penjelas (79 : 24), Allah maha pemelihara yang ada di alam jagat raya ini.
6). Pemilik (106 : 3), Allah maha memiliki yang ada di alam jagat raya ini.
7). Penguasa (79 : 24), Allah maha yang menguasai alam jagat raya ini, tidak ada yang pantas yang dapat menguasai sebuah tempat atau daerah kecuali hanya Allah semata.Di dalam Istilah Al-Quran :

1). (10 : 31-32), Rabb yang haq (tidak bisa dibantah), Sekiranya Allah telah memerintahkan tidak ada jawaban orang-orang yang beriman itu dalah Sami’na Wa’ ato’na yang artinya kami mendengar dan kami taat.
2). (6 : 164), Rabb segala sesuatu, tidak ada patut untuk melakukan sesuatu hal kecuali berdasarkan perintah dan larangannya dengan hidup dibawah aturannya.

3). (19 : 65), Rabb yang menguasai langit dan bumi beserta isinya.

4). (7 : 54), Rabb yang membuat hukum. Inni hukmu illallah yang artinya sesungguhnya pembuat hukum hanyalah Allah semata, tidak layak bagi manusia untuk membuat hukum sendiri dan haram tunduk/patuh kepada hukum yang bukan kepada hukum Allah.

2. Malik

Secara Lughawi : Yang merajai / memerintah (1 : 4/2 : 258), Yang berkuasa (67 : 1), Yang memilki (2 : 284).
Di dalam Istilah Al Quran :
1). (25 : 2/17 : 111/67 : 1), Allah tidak ingin dipersekutukan dalam memerintah, apa yang diputuskan oleh Allah berat ataupun ringan maka tidak pantas seorang mukmin mengambil keputusan yang lain.
2). (6 : 57), Bagi Allah-lah Pemerintah dan Pujian
3). (67 : 1), Allah pengendali tunggal, tidak ada sekutu baginya dan Allah pula sebagai yang punya pemerintahan.

4). (7 : 54), Allah sebagai penguasa yang haq dan mutlak

5). (3 : 26), Suksesi pergiliran pemerintah atau sebuah Daulah Islam ada di tangan Allah

6). (3 : 140), Proses datang-nya Karunia Allah (Kedaulatan Islam).

Gambaran Mulkiyah Allah (pemerintahan) didalam Al Quran Estafeta Mulkiyah Allah dimuka bumi antara lain :
Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (42 : 13)
1). Era Nabi Ibrahim as VS Nambrudz (4 : 54)

2). Era Nabi Daud as VS Jalut (38 : 26)

3). Era Nabi Sulaeman as VS Bilqis (2 : 102)

4). Era Nabi Musa as VS Fir’aun (40 : 26-38)

5). Era Nabi Yusuf as VS Al-Aziz (12 : 101)

6). Era Nabi Muhammad SAW VS Abu Jahal

7). Era Sekarang VS …….????

Perangkat Mulkiyah dalam Al Quran

1). (12 : 76), Undang-Undang Allah

2). (7 : 158), Rakyat / pengikut / hamba / ummat

3). (2 : 22), Balad / tempat / kekuasaan

4). (8 : 60), Tentara Allah / Jundullah / Kekuatan

3. Illah

Secara Lughowi artinya : Cenderung / kecendrungan, Penolong, PelindungArti Illah dalam Al Quran :

1). Al – Izzu : Pelindung (19 : 81)

2). Al – Nashir : Penolong (36 : 74)

3). Al – Ma’bud : Perbudakan (9 : 31)

4). Al – Hawa : Nafsu atau kecendrungan (45 : 25)

5). Al – Ashnam : Berhala (7 : 138 / 6 : 74)

Kandungan Laa Ilahaillallah

Ilahul Haq menurut pandangan islam :

– Misi setiap Rasul membawa kalimat Laa Ilahaillallah (21 : 25)

Ilahul Bathil menurut pandangan islam :

– Sulit untuk diarahkan, dipimpin karena hawa nafsu sebagai tolak ukur (45 : 23 / 25 : 43)

– Menjadikan Ilah selain Allah itu rugi (11 : 110 / 10 : 18)

– Haram mengambil Illah selain Allah (17 : 22)

Sumber

(Iqraku / Kata Islam/Tauhid)

 

One thought on “Antara Rabb, Malik dan Ilah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s