Kutemukan Penggantimu

Bismillah

Assalamu’alaykum sobat blogger, semoga kita dikumpulkan Alloh dengan orang-orang hebat dan luar biasa

Saya yakin sobat blogger pernah membaca (ato mendengar) kata-kata ini

– Berkelanalah, akan kau temukan ganti untuk orang-orang yang kau tinggalkan. Dan berjuanglah, karena kenikmatan hidup ada dalam perjuangan –

 

Setelah membaca bait syair imam syafi’i dalam diwan asy-syafi’i diatas, saya merenung sejenak.. Saya mencoba mengartikan makna syair diatas, dalam perspektif saya tentunya..🙂

Berkelanalah , kata berkelana dalam pemahaman umum adalah keluar dari rumah menuju ke suatu tempat yang jauh dari rumah dengan tujuan tertentu. Berkelana juga bisa diartikan kitakeluar dari zona nyaman kita untuk mencari tantangan-tantangan baru dalam hidup…

Akan kau temukan ganti untuk orang-orang yang kau tinggalkan, imam syafi’i mencoba meyakinkan kita untuk tidak sedih berpisah dengan orang-orang yang berarti bagi kita entah itu orang tua, saudara, sahabat ataupun rekan kerja. Karena di tempat yang baru nanti, kita juga akan menemui orang-orang yang akan menjadi berarti bagi hidup kita. Akan kita temui sahabat baru, teman baru, lingkungan baru, dan juga wawasan baru.

Berjuanglah, kata-kata ini yang sangat saya sukai. Berjuang!! untuk bertahan hidup, kita harus berjuang!. Untuk menjadi lebih baik, kita harus berjuang! Untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, kita juga harus berjuang ! . Dalam proses berkelana, sungguh sangat banyak perjuangan yang kita lakukan. Mulai dari berjuang mencari bekal selama berkelana, berjuang untuk jauh dari orang-orang yang kita cinta, berjuang beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru dan sebagainya

Karena kenikmatan hidup ada dalam perjuangan, #jleb.. itulah kesan pertama saat membaca kata-kata  ini. Berjuang tidaklah selalu mulus seperti apa yang kita harapkan, perjuangan itu layaknya perjalanan jauh ke suatu tempat. Jalannya tidak selalu mulus, kadang jalannya lurus beraspal, kadang berekelok-kelok berbatu, kadang naik tanjakan yang curam, kadang turun, kadang kepanasan, kadang kehujanan.. ada saatnya kita berhenti sejenak istirahat dan ada saatnya menginjak gas kuat-kuat.. Kira-kira seperti itulah analogi perjuangan bagi saya. Untuk menikmati proses perjuangan itu, diperlukan hati yang bersih dan pemahaman keagamaan yang baik. Bagi seorang muslim proses syukur dan sabar adalah kunci utama dalam menikmati perjuangan. Dan puncak kenikmatan perjuangan adalah disaat kita sampai di tujuan setelah menempuh perjalanan jauh yang penuh liku. Puncak kenikmatan seorang muslim adalah menatapa wajah Rabbul ‘alamiin dan syurga.

Sobat blogger, ayo kita tantang diri kita untuk keluar dari zona nyaman kita.. Yang selama ini jago kandang, keluar dong dari kandang nya.. hehe. Yang masih berkutat di zona nyaman, segera lompat mencari zona tidak nyamannya.. sesungguhnya zona nyaman itu ibarat racun yang diam-diam mengkerdilkan potensi-potensi dalam diri kita.. #halah😛

Singkirkan ketakutan ketakutan untuk migrasi keluar pulau (biasanya orang jawa nih yang punya ketakutan untuk ditempatkan di luar jawa oleh perusahaan tempat dia kerja). Memang infrastrukutur pulau luar Jawa tidak selengkap di jawa, mall nya dikit, lampunya byar pet, kondisinya sepi dsb. Tapi dibalik itu, kita bisa ambil hikmahnya. Bagaimana kita bisa merasakan nikmatnya suasana kota besar jika tidak pernah tinggal di pedalaman yang?? kan tidak ada pembadingnya? hehe. Hal ini pernah saya rasakan sewaktu kerja di pedalaman Riau dan Jambi selama dua tahun. Hidup di tengah belantara sawit yang gelap gulita membuat saya bisa mensykuri dan menikmati gemerlapnya kota jakarta tempat saya tinggal sekarang..

Dulu semasa SMA dan kuliah saya punya sahabat-sahabat yang luar biasa. Imonk,Iwan,Luqman,  we are the best partner in everything dimasa itu, mulai dari main game, belajar, beribadah dsb kita selalu bersama. Setelah bekerja, sekarang kami terpisah, ada yang bekerja di sumatra, madura, gresik dan saya di Jakarta. Di Jakarta,  peran  sahabat SMA tersebut  tergantikan dengan sahabat-sahabat yang baru. ada Bang Dani, Iqbal, Amril dkk yang siap diajak jadi partner in crime.😀

Jangan takut berpisah dari orang tua, di jaman canggih seperti saat ini, teknologi bisa mendekatkan yang jauh. Banyak alat telekomunikasi seperti telpon, skype, chatting dsb yang membuat jarak tidak berarti lagi..🙂. Kalau ingin pulang karena kangen orang tua, banyak pesawat kok yang bisa mengantarkan kita dengan cepat (meskipun mahal, hehe)..

Begitu juga dalam dunia kerja, jangan pernah menolak tantanga-tantangan yang disodorkan boss ke kita, itu adalah peluang buat kita untuk menjadi lebih baik. Never say No for the challenges before you try  it, no matter how hard it is. Semakin sering kita menerima tantangan, value kita semakin meningkat dalam pekerjaan. Jika tantangan itu tidak menghampiri, jemputlah tantangan tersebut. Create the challenge for your bright future !!!

Dalam dunia keagamaan, mari keluar dari zona nyaman ritual keagamaan kita..  jika selama ini, kita nyaman kalau sholat sendirian di rumah, sudah saatnya kita keluar dari zona nyaman dengan berjamaah di masjid !!. Jika selama ini kita berpuas diri dengan bacaan setengah juz al quran tiap hari, sudah saatnya kita naikkan menjadi tiga perempat juz.. Jika selama ini kita kesulitan mencari majelis ilmu, sudah saatny berkelana ke tempat yang dipenuhi dengan majelis ilmu..

Nikmati proses kehidupan ini dan perjuangannya. Ibarat seonggok besi, nilainya akan meningkat jika dia ditempa dan berubah menjadi sebuah pedang.

Gandul, 03-04-2013 pkl 07:30

6 thoughts on “Kutemukan Penggantimu

  1. – Berkelanalah, akan kau temukan ganti untuk orang-orang yang kau tinggalkan. Dan berjuanglah, karena kenikmatan hidup ada dalam perjuangan –

    baru pertama kali dengar. sedikit ‘mengobati’ saat teringat keluarga, handai dan taulan di indonesia.

    salam
    /kayka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s