Renungan

Dosa-dosamu wahai Dikau yang Tertipu
Dosa-dosamu akan dihitung wahai dikau yang tertipu, dihimpun dalam catatan yang terjaga dan diabadikan, sementara hatimu lupa, lengah, lalai dan engkau tamak terhadap hartamu itu. Engkau pun berbangga-bangga  dengan harta yang tidak jelas engkau dapatkan darimana dan engkau pun terus bergemilangan dosa dan noda. Tidakkah engkau ingat kematian menjemputmu esok hari secara tiba-tiba ?
Jika engkau segar bugar, tidakkah akan hancur binasa ? tidakkah engkau ingat kubur yang lahatnya sunyi sepi ? tidakkah engkau ingat timbangan amal yang dipancangkan dengan penuh keadilan ?
Engkau isi hidupmu dengan canda ria dan senda gurau padahal jerat-jerat kematian siap mencengkram dirimu ?
Engkau berusaha menahan keluarnya ruh dari persendian tubuhmu, tak ada yang dapat menyelamatkannya, tempat lari pun tak ada. Kedua matamu dipejamkan sesaat setelah ruh meninggalkanmu, kakimu direntangkan, kepalamu ditundukkan. Mereka yang hidup segera bangkit untuk mengurusimu, mereka membawa balsam dan kain kafan seraya mendekatkan tubuhmu ke air. Orang-orang yang memandikanmu menangis tak kuasa menahan derasnya air mata, air mata yang mengalir dikedua pipinya. Setiap yang mencintaimu hatinya merasa terbakar, mereka usap kedua telapak tangannya padamu dan meratap, mereka mulai membuka kain kafan lipatan demi lipatan seraya menaburkan kayu wewangian di atas kainnya lalu mereka mengangkat dan meletakkan diatasnya dan melipatnya, kain kafan itu membungkusmu. Dengan berat hati mereka meletakkanmu yang kebingungan dalam dekapan bumi di tengah sahara yang hening.
Jika demikian keadaan kita setelah mati, bagaimana kita bisa merasakan nikmatnya makan dan minum, bagaimana kita bisa hidup bersenang-senang padahal kubur adalah tempat tinggal yang gelap, pekat, tempat mencekam penuh dengan cacing, sunyi, segala yang berada di dalamnya akan hancur dan musnah.
 
Wahai dirimu…. Takutlah akan Allah dan carilah karuniaNya. Tak lama lagi tiba masanya segala kelezatan tak terasa nikmat dan katakanlah “ilahi cintaku padaMu, curahkanlah rahmat dan maafMu, karena Engkaulah penghapus segala dosa. Ya Sayyidi, betapa lemah tubuhku menerima siksaMu, hanya Engkaulah tempat menggantungkan harapanku. Wahai Allah Penguasa, tak mungkin berpisah selain dari padaMu, karena Engkaulah tempat perlindungan dari segala makhlukMu dan limpahkanlah shawalat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW pilihanMu. Amin.
(Sumber: Buku Rihlah Tu Lillah)
pengusahapks@googlegroups.com

4 thoughts on “Renungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s