Konsep Muhasabah dalam ber Muamalah (#4)

Bismillah

Sobat blogger, semoga Alloh selalu merahmati dan melindungi kita.

muhasabahDalam kehidupan sehari-hari, rasa-rasa nya kita tidak bisa berlepas dari yang namanya hitungan atau bilangan , Coba dicermati hidup kita diukur dengan hitungan detik jam, untuk berbisnis kita hitung berapa angka untung ruginya, Untuk makan, rekreasi, menikah, menyekolahkan anak  sampai meninggal pun semua tidak lepas dari hitungan. Memang banyak dari hidup ini, hitungan itu identik dengan uang atau sesuatu yang terukur lainnya.

Terlepas dari hitungan-hitungan yang berkenaan dengan keduniaan itu, kita manusia juga harus hitung-hitungan dengan amalan-amalan kita dalam rentang waktu tertentu entah harian, mingguan, bulanan ataupun tahunan. Amalan-amalan yang saya maksud disini tidak hanya amalan ibadah, tapi juga amalan dosa.🙂 . Konsep menghitung amalan sehari-hari ini lebih populer disebut dengan muhasabah.. yap, muhasabah sobat blogger !!

Muhasabah bisa menjadi panduan bagi kita untuk mengkoreksi diri sendiri agar menjadi lebih baik, di hadapan makhluk dan juga tentunya Sang Khalik, Alloh swt. Dengan me-muhasabah diri, kita bisa meningkatkan semua potensi dalam diri untuk menjadi pribadi muslim yang luar biasa, dan juga untuk menerapkan strategi yang tepat untuk menggapai tujuan akhir hidup di dunia ini yaitu ridho Alloh yang ujung-ujungnya adalah kenikmatan abadi di syurga..

Bagaimana cara atau langkah-langkah dalam muhasabah?? berikut sedikit ilmu yang bisa diterapkan dalam rangka me-muhasabah diri dalam sehari…

1. Hitung-hitungan berapa banyak perintah Alloh yang kita kerjakan hari ini

2. Hitung-hitungan berapa banyak larangan Alloh yang kita langgar hari ini

3. Hitung berapa banyak amanah yang Alloh titipkan pada kita dan seberapa jauh kita menjaganya.

4. Hitung berapa banyak tindakan kita yang menyakiti perasaan orang lain (puentiingg nih)

Sobat blogger pasti pernah dengar (atau baca) kalau kita berbuat dosa kepada Alloh, maka dengan bertobat, Alloh akan mengampuni dosa kita.. tapi kalau kita berbuat dosa pada sesama manusia, maka dosa kita pada manusia tersebut tidak dihapus selama kita tidak dimaafkan !!! nah lo…

Simak hadits yang luar biasa berikut

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya : Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut ( pailit ) itu ? Maka mereka ( para sahabat ) menjawab : orang yang pailit di antara kita adalah orang yang tidak mempunyai uang dan harta. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan : orang yang pailit dari ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakatnya, namun dia datang dan (dahulu di dunianya) dia telah mencela si ini, menuduh (berzina) si itu, memakan harta si ini, menumpahkan darah si itu dan telah memukul orang lain ( dengan tidak hak ), maka si ini diberikan kepadanya kebaikan orang yang membawa banyak pahala ini, dan si itu diberikan sedemikian juga, maka apabila kebaikannya sudah habis sebelum dia melunasi segala dosanya ( kepada orang lain ), maka kesalahan orang yang didzalimi di dunia itu dibebankan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke api neraka. (HR. Muslim)

Membaca hadits diatas, maka wajib bagi kita agar senantiasa menghitung-hitung berapa banyak kira-kira orang yang tersakiti akibat ucapan perbuatan kita, baik sengaja maupun tidak sengaja. Meskipun yang kita sampaikan itu adalah kebenaran, kita tetap tidak boleh menyampaikan kebenaran itu dengan cara-cara yang tidak santun, keras, brutal dan anarki (lebai, hehe). Iya benar!! kita menyampaikan kebenaran pada orang lain, dapat pahala. Tapi jika Cara menyampaikannya menyakiti orang lain, dapat dosa !!! dan kalau orang tersebut tidak memaafkan (atau kita tidak minta maaf) maka bisa jadi kita masuk kedalam golongan bangkrut seperti hadits diatas…

Ayo sobat blogger, kita hitung sudah berapa orang kah yang “kira-kira” tersakiti oleh tindak tanduk tulisan ataupun ucapan kita?? sengaja atau tidak sengaja!!  kalau dari perenungan sobat blogger memang ada orang yang sekiranya tersakiti… SEGERA MINTA MAAF padanya agar tidak bangkrut di akhirat nanti..

be aware of ghibah, su’udzon, mencaci maki, fitnah, candaan berlebihan (biasanya mengenai fisik atau ekonomi orang lain), mengumpat, menghardik, menuduh, dan sebagainya –> sungguh lisan ini lebih tajam dari pedang, dan jika ia sudah keluar tidak bisa kita tarik kembali…

-Saat ini, poin 4 dulu yang saya tulis agar konten tulisan tidak panjang (pengalaman pribadi, baca tulisan panjang di blog dalam satu judul, sayanya males baca) :p. poin 1,2 dan 3 bersambung di tulisan selanjutnya (kalo gak males) :)-

– sumber : Kajian akhlak Abi Makki di Masjid Perumahan Bona Indah Jaksel,  dengan bahasa saya sendiri dan bumbu2nya

– semoga bermanfaat

5 thoughts on “Konsep Muhasabah dalam ber Muamalah (#4)

  1. Ternyata berbuat kesalahan kepada orang lain lebih sulit bertaubatnya ya? karena harus meminta maaf langsung kepada orang tersebut. Mudah2an Alloh mengijinkan akang untuk mendapat maaf langsung dari orang2 yang pernah akang sakiti. Terima kasih tadzkiroh-nya Sobat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s