— w — a — k — t — u —-

Bismillah

Assalamu’alaykum

Teringat cerita ibu tentang bagaimana sekaranag waktu ini berjalan sangat cepat..

Dulu, pada tahun 1990an, saat ibu berusia 30 tahunan, ibu yang hobi menjahit bisa menyelesaikan tiga pakaian kebaya dalam jarak dhuhur sampai ashar. Sekarang, jangankan satu pakaian, setengah saja tidak bisa.. ujar ibu.

Dulu, jarak antara ashar dan maghrib terasa begitu lama, sehingga kalo puasa itu bener-bener terasa lapernya, kalo sekarang mek sak wess an (sekejap saja) sudah tiba waktu maghrib.. cerita ibu

Dulu, rasanya lamaa banget nunggu hari raya idul fitri tahun depan, sekarang tidak terasa apa-apa idul fitri datang begitu cepat dan juga pergi begitu cepat… masih cerita ibu

itulah beberapa kalimat yang saya ingat waktu ngobrol-ngobrol dengan ibu saya beberapa bulan lalu… Kalau dirasa-rasa, memang benar juga obrolan ibu ini. Bagi saya, putaran waktu sekarang terasa sangat cepat.. padahal kalau saya amati putaran detik jam dinding yang usang itu, detikannya sama dengan beberapa puluh tahun lalu. tidak ada yang berubah. Lalu kenapa bisa waktu terasa berlalu begitu cepat ?? Apakah ini yang dinamakan nikmat waktu mulai dicabut pelan-pelan ?? atau apakah saya yang kufur terhadap nikmat, yang kebanyakan orang lupa ini, sehingga waktu yang diberi kepada saya tidak pernah saya syukuri dan terasa berlalu dengan cepat?? Astaghfirulloh..

Ada ucapan yang berbunyi, waktu itu bagaikan pedang .. kalau diresapi ucapan ini, memang benar waktu bisa diibaratkan pedang yang sewaktu-waktu bisa mengambil kita dari kehidupan dunia ini… Kalau kita tidak waspada, pedang itu akan mencabut nyawa kita dimana kita belum mempersiapkan semuanya untuk perjalanan abadi d akhirat..

Waktu…  Alloh pun bersumpah dalam Al Quran mengenai waktu ini,

”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr 1-3).

Surat yang pendek, tapi makna nya sangat dalam dan bisa jadi bahan perenungan yang mendalam… Masa (waktu) adalah sesuatu yang jika kita tidak waspada dengan nya maka kita benar-benar dalam keadaan rugi, kenapa?? kalau kita mengisi banyak dari porsi  waktu-waktu kita dengan perbuatan yang jauh dari kriteria mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran. maka kelak kita akan merugi.. ayat itu pun ada syaratnya,kita harus beriman… kalau mengerjakan amal sholih dst tapi tidak beriman, berarti tetap saja kita merugi.

Kembali kepada “terasa” cepatnya waktu berlalu.. seperti apa yang saya inginkan untuk mengisi waktu yang ibarat pedang ini???

 

#menampar diri sendiri

Semoga bermanfaat

 

10 thoughts on “— w — a — k — t — u —-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s