Investasi : Antara tanah, emas atau Sawah

Bismillah

Gimana kabar sobat blogger? semoga semuanya sehat dan dalam kondisi yang luar biasa. Ane dah lama ga masuk dashboard wepe karena (sok) sibuk dengan kegiatan diluar rutinitas, disamping memang ga ada ide buat ditulis seh.. hehehe

Baiklah..

kali ini saya ingin menulis  atau tepatnya sharing sedikit pengalaman tentang investasi uang kita, sebagian saya memang melakukan dan sebagian lagi hasil dari ngobrol dengan teman-teman.

Oke, mari kita asumsikan kita punya uang lebih untuk di investasikan.. kira-kira investasi apakah yang menarik ya?

saya mulai dengan sedikit membeberkan investasi emas ya

Emas adalah logam mulia yang nilainya tetap sepanjang masa karena kebal terhadap inflasi. sangat berbeda dengan uang kertas , rupiah dolar ringgit dsb, yang nilainya sangat fluktuatif. Mata uang yang menggunakan standar emas adalah dinar (1 dinar = 4.25 gram 22 karat). Sebagai contoh, harga kambing di jaman Rasulullah hidup dulu satu dinar, yang jika kita kurs kan di rupiah sekarang adalah sekitar 2juta. Harga kambing saat ini juga sama yaitu sekitar 2 juta perekor. Jadi nilai emas di jaman Rasulullah dulu sama dengan saat ini. Banyak orang bilang investasi emas adalah investasi yang paling aman, lepas dari riba dan nilainya tetap. Insya Alloh rekomended investasi emas ini.

Cuma notifikasi saja, ada beberapa orang yang “bermain” emas seperti “bermain” saham. Mereka selalu mengintai grafik nilai emas (biasanya di sih di webnya kitco), jika nilai emas lagi rendah maka mereka beli banyak-banyak, lalu saat nilai emas lagi melambung mereka jual emas-emas mereka dan menunggu nilai emas turun lagi. Ada juga yang “berkebun” emas…

Untuk hal-hal tsb saya tidak berani berkomentar banyak, mungkin lebih hati-hati dalam menanamkan niat sangat dianjurkan. Kalau “bermain” emas layaknya “bermain” saham, apakah hukumnya sama dengan saham? ataukah bagaimana hukum berkebun emas? silahkan bertanya pada ustadz yang sobat percaya.

Ilustrasi sedikit dari temen saya, bang Dani. Dia beli emas pada februari 2011 seberat 10 gram dengan harga 4.150.000, pada februari 2012 emas dia sudah senilai 5.250.000. Berarti apple to apple pertahun, growth investasi emas adalah 26 persen (interval 2011 sampe 2012 ya) Harga emas jika di rupiahkan sangat bergantung juga pada keadaan politik global.

Sedikit nulis tentang investasi emas, kita berlanjut ke Investasi tanah sobat

Kata orang, kalo kita beli sepetak tanah, sebenarnya yang kita beli adalah tanah, air, udara beserta langit nya yang ada dalam petak tsb,🙂 . Investasi tanah atau properti adalah investasi yang juga menguntungkan. Tetapi berbeda dengan emas yang bisa dibeli dengan modal sedikit, tanah memerlukan modal yang besar karena ga ada yang ngecer tanah. hehe. Dalam memutuskan membeli tanah, kita harus jeli dan cermat dengan kondisi lingkungan dan prospek daerah dimana tanah tsb akan kita beli.

saran saya, jangan membeli tanah di Jakarta karena harga nya gilaa. belilah tanah di daerah pinggiran, tapi punya prospek dua-tiga tahun lagi menjadi daerah berkembang. Kalo di daerah Depok sih, cari tanah di daerah Citayam, pasir putih atau cileungsi. Kisaran harga tanah disana masih dibawah 500ribu per meter2.

Saya yang orang kampung ini, punya strategi lain. saya beli tanah di kecamatan kampung sana, daerah Bungah Gresik. Saya beli tanah seharga 55 juta tahun 2011 seluas 180 m2. Pada tahun 2012 ada yang nawar 65 juta. Berarti dalam kurun waktu satu tahun, nilai investasi tanah saya tumbuh 18 persen (selama 2011-2012). Tanah sengaja tidak saya jual dulu, karena selain memang belum perlu uang banyak, juga strategi investasi. Di Gresik sana, sedang dibangun perumahan disekeliling tanah saya tersebut. Jadi saya optimis nilai tanah akan bagus beberapa tahun kedepan. Sabar dulu, sabaarr…🙂

Emas udah, Tanah udah, saya mau share investasi yang berbeda. Kalau emas dan tanah, kita hanya menunggu nilai investasi naik kan? Nah akan berbeda cerita jika kita investasi dalam bentuk usaha, kita juga melibatkan orang dalam investasi ini serta melatih insting usaha kita. Karena saya orang kampung dan adik+bapak saya ahli di bidang perikanan serta persawahan, maka saya memutuskan untuk menginvestasikan uang ke sawah.

Bulan ini, Saya punya uang 20 juta rupiah. Saya memutuskan untuk menyewa sawah desa seluas 1/2 hektar dengan harga sewa 6 juta 650 ribu pertahun. Jadi saya sewa selama dua tahun. Karena normal nya di kampung sana warga melakukan dua kali masa tanam, maka selama dua tahun sewa saya menargetkan emat kali panen. Berikut hitung-hitung an kasar nya

Pengeluaran awal

Sewa sawah 2 tahun   13.300.000

Beli pompa diesel         2.500.000

Lain-lain        200.000

Pengeluaran satu kali masa tanam

Perbaikan tanah sawah (bajak, babat dsb)         400.000

Bibit padi, biaya tanam, biaya pupuk, biaya panen, solar dsb   3.600.000

Pemasukan satu kali masa panen

Normalnya 1/2 hektar sawah menghasilkan 3 ton gabah (bisa lebih bisa kurang)

Harga gabah per kuintal adalah 350.000 , jadi pemasukan satu kali masa panen adalah

350.000 x 300 = 10.500.000

Untung kotor satu kali masa tanam adalah

10.500.000 – 4.000.000 = 6.500.000

Biaya penunggu sawah (biasanya bagi hasil 10%)

6.500.00×10% = 650.000, tapi saya buletin aja deh 1.000.000

jadi untung bersih satu kali masa tanam adalah

6.500.000 – 1.000.000 = 5.500.000

Berarti, pada masa panen ke empat total uang yang masuk ke saya (akumulasi) adalah

3 x 5.500.000  = 16.500.000 (untung dari tiga kali masa panen) dan pada masa panen ke empat uang yang saya terima adalah 9.500.000 sehingga dalam 2 tahun, total uang saya adalah 16.500.000 + 9.500.000 = 26.000.000

ingat, masih ada asset diesel, yang jika saya jual lagi maka ditaksir bernilai 1.5 juta.

Sekarang berhitung growth investasi ya..

investasi awal adalah 20 juta. Dua tahun kemudian, total investasi adalah 27.500.000

jadi growthnya selama DUA tahun adalah 37.5 persen !! (19 persen setahun)

Ingat, hitungan diatas hanya saya hitung dari sisi menanam padi, padahal seperti kita tahu, dalam menanam padi biasanya di mina (campur) dengan ikan bandeng atau udang. jadi masih ada peluang untung dari memelihara udang atau bandeng yang kita mina kan dengan padi. Peluang growth investasi bisa lebih besar kan?

Dari ketiga investasi diatas, hanya tanah dan sewa sawah yang saya jalani. Saya belum beli emas.🙂

Memang growth sewa sawah tidak besar, tapi karena ini sifatnya adalah usaha, maka peluang growth lebih kecil atau lebih besar, ada !. Kita, manusia biasa, hanya bisa berikhtiar dengan membuat perhitungan-perhitungan.. selanjutnya Alloh lah yang menentukan.Mohon doa dari sobat semua agar Alloh memberi lebih dari apa yang saya perkirakan. Aamiin

We do the best, and leave the rest to Alloh .🙂

Tergantung sobat memilih jenis investasi yang mana..🙂

Semoga bermanfaat sobat..

17 thoughts on “Investasi : Antara tanah, emas atau Sawah

  1. wah, sama dong mas, saya juga baru beli tanah 190 meter persegi 37juta 6 bulan yang lalu, sekarang sudah ada yang nawar 50juta, untuk sawah saya sudah punya 2 hektare milik sendiri, tinggal emas nih yang belum.

  2. untuk 10taun kebelakang ini ada investasi yg lebih pesat dibanding emas,sawah dan tanah..
    Menanam dana di insurance itu mudah dicairkan dan tingkat investasi saat ini sudah mencapai 23%.
    Perkenalkan saya dari prudential bandung siap menjadi financial adviser anda!

  3. Awalnya tertarik membaca tulisan ini karena mau investasi sawah tapi hitungan yang untuk investasi sawahnya ternyata aneh…
    1. 350.000 x 300 = 10.500.000 ????????????
    2. Hasil panen 3x dipotong modal tanam+upah udah bener tapi yang keempat dibilang full terima 9,5jt mestinya potong modal tanam+upah juga donk… Logikanya tanam 4jt -> panen 10.5jt (1x), tanam 4jt -> panen 10.5jt (2x), tanam 4jt -> panen 10.5jt (3x), tanam 4jt -> panen 10.5jt (4x). Darimana rumusnya panen yang keempat dianggap sebagai untung semua. Berarti kalimat “growthnya selama DUA tahun adalah 37.5 persen !! (19 persen setahun)” yang pake huruf tebel ditinjau ulang deh.

    • bismillah, kita diskusi ya mbak neneng.
      menanggapi poin 1. iya saya salah. harusnya angkanya 30. bukan 300. (salah ketik)
      menanggapi poin 2. hitungan growth yang saya gunakan adalah uang akhir dibanding modal awal. 27500000/20000000 = 137,5% . Jadi tumbuh 37,5% kan ya? (jika modal awalnya 20000000?).
      kalau ngitung untungnya ya 7500000/20000000 = 37.5% per dua tahun. jadi 19% per tahun (dibulatkan)
      mohon koreksi jika salah.

  4. Saya setuju,saya mau investasi sawah di daerah ngawi cm kok cari sawah jg susah ya du jaman sekarang ini,apa harus bersabar atau pindah investasi laen dulu

  5. Saya dari latar belakang tani. Untuk investasi pasti sawah lebih bagus karena lebih produktif. Selain panen dua kali setahun di tempat saya juga ada palawija kedelai atau kacang hijau saat musim kemarau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s