Terjun Bebas..

Bismillah,

Assalamu’alaykum kawan semua, apa kabar ? hampir sebulan ndak buka dashbor blog ini dikarenakan beberapa alasan yang gak relevan, seperti males contohnya. Memang untuk istiqomah itu butuh perjuangan berat, melawan malas !. Pagi ini akhirnya saya putuskan buka dashbor saya lagi, alhamdulillah belum ada sarang laba-laba di dalamnya.πŸ˜€

saya mau berbagi nih, bukan berbagi makanan tapi berbagi cerita* aja..

Kawan, bulan syawal sudah menunjuk tanggal 25. berarti sudah hampir sebulan ramadhan berlalu tahun ini.. Masih sangat jelas di ingatan ane, ramadhan kemarin intensitas dan kualitas ibadah ane sangat ane genjot. Sholat sunnah tiap malam, minimal 11 rakaat. Sholat jamaah hampir tiap waktu ane uber kalo gak ada halangan, Pengajian hampir tiap hari ane berusaha ga absen, Baca Al qur’an di target minimal khatam 1 kali. Sedekah kalo ada kencleng lewat pasti diusahain nyemplungin duit meskipun hanya 2000, i’tikaf pun diusahakan di sepuluh malam terakhir. Dan banyak lagi kegiatan ibadah ane yang memang bener-bener ane paksa untuk lakukan, maklum ramadhan adalah bulan obral pahala dimana setiap ibadah dilipat gandakan pahalanya oleh Alloh swt.

Hampir sebulan berlalu, keadaan dan suasana ramadhan yang dulu ane rasakan seperti batu es di taruh di atas kompor, mencair lalu menguap.. dimana semangat sholat sunnah 11 rakaat tiap hari? dimana tenaga melangkahkan kaki ke masjid berjamaah tiap waktu? kemana angan-angan hafalan quran kemarin? lha wong Al quran aja belum dibaca separuh nya syawal ini.. kemana, dimana, semua ghirah untuk menjadi orang bertaqwa yang dulu selama ramadhan tumbuh subur layaknya padi di musim hujan ??

Ane jadi teringat ceramah khotib dan pesan ustadz ketika pengajian ramadhan.. Kita umat muslim jangan hanya jadi muslim ramadhani, tapi jadilah muslim yang rabbanni. Inti dari ucapan ustadz tersebut adalah jangan hanya di ramadhan saja kita giat beribadah dan sering ingat kepada Rabb kita. Tapi semangat beribadah dilakukan setiap waktu dalam hidup kita sehingga kita menjadi insan rabbani yang senantiasa ingat akan Rabb pencipta kita, senantiasa mengharapkan ridlo dan syurga Nya juga senantiasa takut akan adzab dan siksa neraka Nya. Ramadhan adalah semacam “sekolah” selama sebulan bagi umat muslim untuk memperbaiki iman taqwa dan kualitas ibadah mereka. Setelah lulus “sekolah”, muslim harus bisa menerapkan yang mereka dapatkan dan lakukan selama sebulan itu di sebelas bulan berikutnya.

Mengingat yang di ungkapkan pak ustadz tersebut, ibarat anak sekolah nilai rapor sekolah ane nih terjun bebas.. kalau ramadhan kemarin rapor ane didominasi warna biru (dulu, di SD ane, warna biru adalah warna untuk nilai 40-60) maka syawal ini bisa dipastikan rapor ane merah (nilai dibawah 40) !! . Terjun bebas kawan..😦.

bulan dzulqa’dah besok harus siap-siap parasut nih, jadi kalau memang ane masih terjun bebas, paling tidak ada parasut yang menolong ane untuk tidak langsung jatuh menghantam tanah… *

semoga bermanfaat..

* cerita diatas fiktif. yang nyata adalah pesan ustadz nya dan saya bahasakan sendiri.

* ane adalah nama orang

4 thoughts on “Terjun Bebas..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s