Televisi, Ngabuburit dan Keberkahan Puasa – Just My Opinion

Bismillah

Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Kata-kata ini sering muncul di setiap channel televisi kita, menghiasi setiap acara yang mereka tayangkan. Iya, memang ramadhan adalah bulan penuh berkah, saya rasa tidak ada yang menyangkal hal ini. Berkah secara bahasa berarti tumbuh dan bertambah. Tapi apa “sesuatu” yang tumbuh dan bertambah selama ramadhan itu?? mungkin jawaban mengenai arti berkah ramadhan akan berbeda satu orang dengan orang lain.

Saya masih ingat, ramadhan kemarin ada artis yang bilang seperti ini “Alhamdulillah, jadwal manggung saya bertambah selama ramadhan”. Saya simpulkan, berkah ramadhan menurut artis tersebut adalah bertambahnya rezeki.

Jawaban akan berbeda kalau kita tanya seorang ustadz (bukan ustadz artis ya) tentang definisi berkah. Berkah di bulan ramadhan adalah bertambahnya keimanan pada dada seseorang sehingga nanti di penghujung ramadhan predikat taqwa akan didapat. Ramadhan adalah bulan penuh berkah karena pada bulan ini amalan-amalan yang kita lakukan akan dilipatgandakan Alloh SWT. Dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah antara lain disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Siapa saja yang mendekatkan diri kpd Allah  dengan perbuatan baik (sunnah/mandub) pada bulan Ramadhan, (ia diganjar pahala) sama seperti menunaikan suatu kewajiban (fardlu) pada bulan yang lain.  Siapa saja yang menunaikan kewajiban (fardlu) di bulan Ramadlan , (ia diganjar pahala) sama dengan orang yang mengerjakannya 70 kali kewajiban tersebut di bulan yang lain”

Orang yang beriman, tidak akan dibiarkan begitu saja berkata “aku beriman” tetapi Alloh tidak menguji nya (QS Al Ankabuut : 2). Seperti hal nya Ramdahan ini, Alloh juga menguji kita yang mengaku beriman dan mungkin kita tidak menyadari ujian tersebut.

Ngabuburit. Inilah kegiatan yang banyak dilakukan orang untuk mengisi waktu antara ashar dan maghrib. Jenis ngabuburit ini beragam, mulai dari jalan-jalan santai naik motor,mencari ta’jil ke pasar kue dadakan di pinggir-pinggir jalan sampai nonton acara televisi bagi mereka yang malas keluar rumah. Memang, selama puasa, badan kita lemas dan tidak bertenaga sehingga kebanyakan kita ingin mencari kegiatan yang bisa melupakan rasa lapar, dan tidak terasa maghrib pun datang lalu kita bisa mengisi lagi kekosongan perut ini.

Ngabuburit inilah yang ditangkap tim kreatif televisi untuk menciptakan suatu acara yang bisa membuat kita lupa dengan lapar. Coba kita nyalakan televisi jam 16.00 ke atas. Berbagai acara mulai dari komedi, musik sampai reality show akan hadir di hadapan kita. Kebanyakan acara-acara ini disisipi sedikit ceramah atau tausiyah dari ustadz artis, itupun di penghujung acara sebelum adzan maghrib berkumandang dengan tajuk kultum. Dari sekian panjang durasi acara tersebut, hanya tujuh menit sesi untuk menambah keimanan kita. Selebihnya hanya acara untuk membuat kita lupa akan rasa lapar kita. Setali tiga uang dengan waktu sahur, banyak acara yang disuguhkan media televisi untuk menemani santap sahur kita, tetapi sedikit sekali waktu sesi untuk menambah keimanan kita. Yang mendominasi adalah komedi, musik dsb.

Bulan penuh berkah ini hanya Alloh turunkan sekali dalam 12 bulan. Kita diwajibkan menahan lapar dan haus serta hal-hal lain yang membatalkan puasa. Tetapi lebih dari itu, banyak amalan ibadah yang dianjurkan dan dicontohkan Rasululloh SAW untuk mengisi ramadhan ini agar keberkahan yang kita dapatkan maksimal. Keberkahan yang dimaksud disini adalah bertambahnya keimanan, bukan bertambahnya rezeki seperti yang artis diatas maksud.

Memanfaatkan waktu, itulah salah satu kunci menggapai berkah ramadhan. Kalau kita masih tidak bisa memahami betapa berharga nya waktu yang kita punya selama ramadhan ini, maka keberkahan ramadhan tidak akan maksimal. Kita semua memiliki waktu 24 jam sehari, tetapi keberkahan yang kita dapatkan bisa berbeda-beda tergantung cara kita memaksimalkan waktu yang kita punya.

Lebih berkah manakah kita yang ngabuburit dengan cara menonton lawakan mantan vokalis group band cs dibanding mereka yang mendengarkan ceramah kajian islam di Masjid ? Lebih berkah manakah kita yang menonton acara saung sunda bule  atau mereka yang sholat, bersimpuh berdoa di hadapan Rabb nya setelah sahur? Lebih berkah manakah mereka yang nonton acara musik setelah tarawih dibanding mereka yang mengkhatamkan satu juz Al Quran?

Saya tidak anti televisi, tetapi alangkah baik nya selama Ramadhan ini kita juga puasa menonton hal-hal yang tidak ada hubungan nya dengan bertambahnya keimanan. Kalau pada waktu bersamaan ada channel televisi yang menayangkan komedi dan channel lain menayangkan kajian islam, maka pilihlah channel kajian. Jika tidak ada channel kajian dan sejenisnya, matikan televisi dan beribadahlah sesuai kemampuan. Bukankah masih ada sebelas bulan kedepan bagi kita untuk menonton komedi, musik dan yang lain nya?

Jadi berkah seperti apa yang ingin kita dapatkan dalam Ramadhan kali ini?

Apakah acara televisi adalah salah satu ujian keimanan kita selama ramadhan?

 

sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s