Saya Mohon Maaf Kepada Saudara Semua Sebelum Ramadan – Tidak Berniat Bid’ah

Bismillah,

Dengan ini saya ingin meminta maaf kepada bapak-bapak, ibu-ibu dan teman-teman semua atas kesalahan yang pernah saya lakukan. Dalam berinteraksi sehari-hari entah itu lewat dunia maya atau dunia sebenarnya dengan anda semua, (sepertinya) ada perbuatan maupun ucapan saya dan secara sadar maupun tidak sadar menyakiti hati anda semua, yang jika saya sebutkan satu persatu mungkin tidak akan cukup huruf untuk menulis kan nya. Saya akui, saya sering melakukan ghibah (ngerasani), berkata dan bertindak yang tidak sopan, membuat tulisan yang mungkin menyinggung dan sebagainya, Tolong di halalkan ya.

Saya sengaja meminta maaf  secara terbuka dan bertepatan sebelum ramadan datang, karena saya rasa inilah momen yang tepat untuk meminta maaf (selain hari raya idul fitri). Karena di waktu lampau, saya masih sungkan dan harga diri saya terlalu tinggi untuk mengakui bahwa saya pernah melakukan salah ke anda semua. Karena itu, mohon dimaafkan semua kesalahan saya yang lampau, semua nya.

Oh ya, meminta maaf sebelum ramadan ini tidak pernah dicontohkan Nabi ya. Dan tidak ada dalil yang mengkhususkan untuk melakukan hal ini. Jadi teman-teman semua yang juga berinisiatif minta maaf kepada teman, saudara atau orang tua nya sebelum ramadan mohon di lurus kan niat dan ilmunya ya. Bukankah prinsip muslim itu adalah berilmu dulu baru beramal? Kalau ada yang mendengar hadis berikut :

Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do’a ku ini,” jawab Rasullullah.

Do’a Malaikat Jibril adalah: “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Tidak ditemukan periwayat yang meriwayatkan hadis diatas sehingga derajat hadis diatas adalah HADITS PALSU, dan tidak bisa digunakan sebagai dalil.

Sebenarnya ada hadis yang berbunyi mirip dengan hadits diatas yang diriwayatkan ibnu khudzaimah dan Ahmad, tetapi isi do’a malaikat jibril nya tidak seperti itu bunyi nya tetapi begini “Baru saja Jibril berkata kepadaku, ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadan tanpa mendapatkan ampunan,’ maka kukatakan, ‘Amin.’ Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun itu tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua),’ maka aku berkata, ‘Amin.’ Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak bersalawat ketika disebut namamu,’ maka kukatakan, ‘Amin”. Hadis ini dinilai sahih oleh Al-Mundziri dalam At-Targhib wa At-Tarhib, 2:114, 2:406, 2:407, dan 3:295;

Nah,  agar permintaan maaf kita tidak menjadi perbuatan bid’ah, maka harus diyakini bahwa tidak ada dalil yang mengkhususkan meminta maaf sebelum ramadan. Kita menggunakan dalil secara umum berikut untuk meminta maaf,

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang pernah mempunyai kezhaliman terhadap seseorang, baik terhadap kehormatannya atau apapun, maka minta halallah darinya hari ini!, sebelum tidak ada emas dan perak, (yang ada adalah) jika dia mempunyai amal shalih, maka akan diambil darinya sesuai dengan kezhalimannya, jika dia tidak mempunyai kebaikan, maka akan diambilkan dosa lawannya dan ditanggungkan kepadanya”. (Hadits riwayat Bukhari)

kata hari ini menunjukkan bahwa meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja dan yang paling baik adalah meminta maaf dengan segera, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Namun bagi seseorang yang memang memiliki kesalahan kepada saudaranya dan belum menemukan momen yang tepat untuk meminta maaf, dan menganggap momen datangnya Ramadhan adalah momen yang tepat, tidak ada larangan memanfaatkan momen ini untuk meminta maaf kepada orang yang pernah dizhaliminya tersebut. Asalkan tidak dijadikan kebiasaan sehingga menjadi ritual rutin yang dilakukan setiap tahun.

sumber, sumber 2. sumber 3

Semoga perbuatan saya ini (dan teman-teman lain yang minta maaf sebelum ramadan) tidak termasuk perbuatan bid’ah.

6 thoughts on “Saya Mohon Maaf Kepada Saudara Semua Sebelum Ramadan – Tidak Berniat Bid’ah

  1. Intinya sih menurut ana berilmu sebelum beramal. Sebagai seorang muslim kan harusnya kita memang selalu mencari/menuntut ilmu. Kalau tiba-tiba ada tradisi baru di masyarakat, hendaknya di teliti dahulu ditanyakan kepada yang lebih ngerti (ulama). Jangan langsung diikuti walaupun itu tampak baik.

    Blognya bagus mong… keep writing🙂

  2. setuju broo….tp saya ndak mo mengejas/menghakimi…karna saya sendiri telah merasakan betapa sakitnya dikatakan bid’ah…gara2 ndak sepaham.Padahal dunia itu luas…dan bergerak kedepan.cuma yg berpandangan sempit saja yg saya pikir ndak mau menerima kemajuan jaman….contoh dikir bersama di masjid habis solat dikata bid’ah…tp sholat diatas pesawat,dan nyata nabi ndak melakukan…fikir sendiri.abu jahal,abu lahab bersorban…tp kita hanya bersarung,berkopyah,berbaju hem…fikiran radikal lah yg membuat umat ini terbelenggu.saya pernah mendengar ibnusina dijas sebagai zindik….subhanallah…yg tak pernah saya dengar/baca dari ulama terdahulu….

    • Inti beribadah adalah ada ilmu nya dulu, lalu dilakukan mas bro. Nah kalau kita yakin ibadah yang kita lakukan mempunyai dalil shohih dan rojih, lakukan ibadah tersebut. Kalau ibadah nya berada di ranah ijtihad dan menghasilkan khilafiyah, maka hormatilah pendapat yang berbeda tsb.
      Tradisi bukan lah ibadah, jadi kalau dilakukan, tidak apa-apa selama tidak bertentangan dengan syariat. Dan tradisi tidak menghasilkan pahala, wallohu’alam.
      Satu lagi bro, ane setuju kalo umat muslim ini tidak saling sikut kanan kiri, yang harus kita sikut tuh kaum kafir harbi (yang jelas-jelas memusuhi islam). Oke?

    • Meskipun ane masih uang ratusan, ane ga mau jadi recehan yang bunyinya keras kalo bergesekan dengan recehan lain bang Madmur. Kalau memang ratusan, biarlah ane jadi uang ratusan kertas.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s