Sisi Lain Lawakan di Indonesia – Just My Opinion

Bismillah

Siapa yang tidak pernah mengalami stress atau jenuh? Saya yakin setiap orang pernah mengalaminya. Untuk mengatasi hal tersebut banyak cara yang dilakukan seperti keluar rumah mencari hiburan, nonton film, nonton komedi atau pun tidur. Salah satu alternatif yang banyak orang lakukan (termasuk saya) untuk mengatasi jenuh adalah nonton komedi. Untuk nonton komedi di Indonesia, tidak lah susah. Cukup nyalakan televisi setelah maghrib lalu cari di channel-channel AnTV, GlobalTV, TransTV atau Trans7. Hampir semua menyuguhkan komedi dengan pelawak dan artis yang sudah tidak asing lagi di mata pemirsa.

AnTV menyuguhkan PesBuKer dengan Olga Syahputra sebagai pelawak utama, Global TV dengan acara Odong-Odong nya bersama Gading Marten dan Daus Separo, TransTV dengan acara wayang bandel nya dan tentu saja acara yang paling digemari masyarakat beberapa tahun belakangan yaitu OVJ dengan Parto Sule Andre sebagai bintang nya di trans7.

Acara-acara komedi diatas memang bisa membuat penonton tertawa, sehingga bisa dikatakan acara nya sukses. Tapi jika dicermati maka tim kreatif acara-acara ini cenderung menghalalkan segala cara agar penonton tertawa. Coba kita lihat, hampir semua acara ini membuat tertawa penonton dengan cara “menganiaya” teman nya. Mulai dari memukul dengan barang-barang yang terbuat dari stereofoam, mendorong hingga jatuh, menyiram air ke kepala, menaburi kepala dengan bedak atau menyemprot muka teman nya dengan air dari mulut. Dan yang mengheran kan adalah, penonton menertawakan hal tersebut !!!. Wajar saja, cara ini dipertahan kan tim kreatif.

Mari kita lihat OVJ di trans7, jika kita perhatikan maka penonton akan tertawa setiap kali pelawak utama nya keluar dengan dandanan gak jelas, baju yang gak matching dan kadang tidak sopan. Penonton juga akan tertawa keras kalau pelawak nya bertingkah seperti orang gila, banci  atau membuat pelawak lain yang wanita ngompol karena ulah nya.

Mari kita lihat Pesbuker, Salah seorang artis nya sering kali melontarkan ucapan-ucapan yang menyinggung teman nya yang lain, memanggil dengan panggilan yang tidak pantas bahkan sampai menyinggung perasaan umat muslim sehingga dia digugat. Tetapi aneh nya, waktu itu penonton tertawa !!

Sebenar nya saya suka menonton acara komedi,  saya menonton  OVJ dan PAS Mantab di trans7. Tapi kalau ada sesi-sesi seperti yang saya sebutkan diatas, saya kok merasa tidak lucu. Sempat saya berpikir bagaiamana dampak nya kalau acara ini ditonton anak-anak yang masih belum bisa membedakan baik buruk ? Bisa jadi anak-anak akan me “legal” kan memukul , mendorong hingga jatuh atau menjahili teman nya dengan alasan bercanda, biar orang lain tertawa. Mengapa tim kreatif tidak meminimalisir sesi-sesi tersebut? bagi saya masih banyak hal yang bisa membuat orang tertawa tanpa mendzolimi orang lain seperti Skenoario nya yang lucu, perubahan mimik muka, candaan yang sopan lewat lagu-lagu parodi, atau pantun rayuan (meskipun pantun rayuan ini tidak baik untuk anak-anak).

Saya rasa masih banyak cara yang bisa digunakan untuk membuat orang tertawa tanpa kekerasan, mendzolimi orang lain dan kata-kata tidak sopan. Tapi apalah daya, penonton juga tertawa dengan hal tersebut. Jadi siapa yang harus berubah? paradigma penonton atau ide tim kreatif? apakah paradigma saya salah dan saya harus mencari alternatif komedi lain seperti stand up comedy? pertanyaan terakhir akan saya jawab TIDAK !

Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan)dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Al hujuraat:11).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s