Diklat di Bogor dan Persepsi Negatif

Bismillah

Kamis, 28 Juni 2012

Saya berangkat ke udiklat (unit pendidikan dan pelatihan) di Bogor untuk mengikuti pelatihan komunikasi yang di selenggarakan perusahaan pembangkit jawa bali selama dua hari kedepan. Sebenarnya saya agak berat hati pergi mengikuti diklat ini, disamping karena hari ini ada acara khitanan masal di kantor dan saya adalah salah satu panitia nya, juga dikarenakan saya berangkat sendirian tidak ada teman dari kantor yang ikut pelatihan ini. Saya pun menduga pelatihan akan membosankan dan tidak berpengaruh besar pada pekerjaan, karena temanya memang komunikasi untuk operator pembangkit dan tidak ada hubungan dengan dispatcher listrik. Tetapi, bagaimanapun ini adalah perintah atasan (pimpinan), jadi mau tidak mau saya berangkat juga setelah lobi-lobi saya menolak mengikuti diklat ini ditolak beliau.

Tiba di Bogor pukul 07.30, saya langsung menuju kantin untuk sarapan pecel dan peyek. Hampir semua wajah yang ada disana tidak saya kenal, Alhamdulillah setelah melihat sekeliling saya bertemu dengan orang yang saya kenal dan saya langsung duduk satu meja dengan nya. Saya memang bukan tipe orang yang nyaman jika di keramaian tapi sendiri, jadi ingin ada teman ngobrol.

Selesai makan saya langsung menuju tempat belajar. Kebetulan waktu itu pelajaran belum dimulai, peserta lain yaitu operator pembangkit masih berada di luar kelas. Karena tidak ada yang kenal, mau tidak mau saya kenalan dengan mereka. diluar dugaan, ternyata operator-operator pembangkit sangat ramah terhadap saya. Maklum saya berpersepsi negatif dulu kepada mereka karena selama ini kami sering “berdiskusi hangat” kalau bertemu di udara (via telepon).

Pemberi materi pelatihan ini adalah Diana Kartenagera, seorang staf ahli SDM di kantor pusat. Selama dua hari kedepan kami selalu berinteraksi dengan beliau. Ibu Diana ini orang nya sangat menyenang kan, beliau bisa mencairkan suasana kelas ketika kelas sudah hening dengan ice breaker-ice breaker nya. Sungguh pelatihan yang (sekali lagi) diluar dugaan saya, Pelatihan nya sangat menarik dan tidak membosankan.

Materi-materi yang di suguhkan ibu Diana pun sangat bermanfaat bagi saya dan pekerjaan, ternyata saya tidak mengenal diri sendiri begitu baik. Dari beberapa tes yang saya lakukan saat mengikuti pelatihan ini, ternyata selama ini saya meng over value diri sendiri dan beberapa sikap saya selama bekerja tidak menguntungkan untuk saya. Pulang dari udiklat, saya mendapat banyak sekalai ilmu softskill yang berhubungan dengan komunikasi dan pengenalan diri (insya Alloh, akan sedikit saya share nanti tentang ilmu komunikasi dan pengenalan diri yang saya dapatkan)

Dalam perjalanan pulang, saya malu dengan diri sendiri. Betapa saya terlalu mencemaskan sesuatu yang belum terjadi sebelum berangkat kemarin? Betapa persepsi negatif di pikiran menyiksa saya selama 2 jam perjalanan Jakarta-Bogor, dan Kenyataan yang saya terima berputar 180 derajat dari dugaan-dugaan saya sebelumnya..

Semoga dari kejadian ini, saya bisa mengambil hikmah nya.

JANGAN BERPERSEPSI NEGATIF TERHADAP SESUATU YANG BELUM TERJADI ATAU KITA KETAHUI SECARA LANGSUNG

2 thoughts on “Diklat di Bogor dan Persepsi Negatif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s