Fariz – In Memorian

Bismillah

Innaalillahi wa innaa ilaih raji’uun, Sabtu 23 Juni 2012  pukul 02:50 dini hari, Fariz kembali ke sisi Alloh setelah infeksi bakteri yang ada di paru-paru nya kambuh lagi untuk yang ketiga kali nya. Memang selama dirawat di rumah sakit, kondisi fariz naik turun. Ventilator yang awalnya terpasang sempat dilepas, lalu dipasang lagi. Hal ini terjadi tiga kali dan pada saat infeksi terakhir, dokter menyatakan fariz sudah tidak bisa dipasang ventilator lagi karena kondisi badan tidak memungkinkan.

Menurut cerita pak Rosidi sewaktu saya takziah ke rumah beliau bersama Adi Prayoga, kondisi Fariz sabtu itu memang sudah sangat kritis. Lendir dari paru-paru nya sangat banyak keluar dari mulut, nafas hanya tinggal 60 persen dan suhu badan yang tinggi. Dokter bilang, memang sudah tidak bisa di tangani lagi. Mereka sudah berusaha semaksimal mungkin. Kontan seketika itu pak Rosidi dan  bu Meta merasa sangat sedih, mereka merasa perjuangan mereka selama ini terhadap Fariz, sia-sia. Tapi tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini kalau kita melakukan kebaikan, Alloh pasti mempersiapkan skenario yang luar biasa bagi kita dengan cara Nya untuk kita. Mereka sedih namun ikhlas melepas kepergian fariz.

Memang ada sedikit ganjalan setelah Fariz setelah keluar dari rumah sakit, yaitu tunggakan rumah sakit yang mencapai 32.000.000, dan belum dibayar. Memang meskipun setelah Fariz meninggal, masih banyak orang yang menyisihkan uang nya untuk meringan kan beban pak Rosidi ini. Diantaranya adalah teman-teman dari sedekah rombongan, warga kampung kupu bombay pasir putih dan sebagainya. Saya sendiri waktu itu menyerahkan 500.000 amanah teman-teman (dari PLN pusenlis) yang masih menyumbang untuk fariz melalui saya. Kalau ada yang masih berminat di ladang pahala ini, masih terbuka kok. Silahkan saja menghubungi saya, ataupun bu Meta.

Selamat jalan Fariz, semoga engkau menjadi salah satu pembela kami di akhirat kelak.

Fariz pertama masuk RS

Fariz, masih ada ventilator

Fariz, sempat mengalami perkembangan

Fariz, drop lagi. Ventilator dipasang lagi

Fariz tersenyum

Fariz terakhir kali berjumpa saya, saat itu dia menangis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s