Teknik Baru Penebaran Nener Ke Tambak

Bismillah

Salam dari desa

Kali ini saya ingin menulis tentang cara menebar nener yang tidak sesuai dengan tata cara yang dianjurkan oleh ahli perikanan cara yang digunakan berdasarkan coba-coba dan hasil yang diperoleh lumayan. Rasio hidup nener menjadi gelondongan mencapai 70%.

Berikut step step nya :

1.  Nener yang dibeli (biasanya kami beli dari penjual nener di Bali) dibuka dan dikeluarkan dari kardus, lalu kita ambil secara random tiga kantong tiap kardus (satu kardus berisi 20 – 30 kantong) dan kita  hitung jumlah nener yang hidup. Kita hitung ulang jumlah nener ini karena dua alasan

– teknik perhitungan dari penjual nener adalah sistem takar, jadi ada kemungkinan penyimpangan jumlah nener terjadi (kebanyakan atau kurang).

– nener yang ada di kantong pasti ada yang mati selama perjalanan, semakin banyak nener yang mati, menunjukkan daya tahan nener semakin rendah.

Kalau jumlah nener hidup yang kita terima ternyata lebih sedikit, maka bisa didiskusikan dengan penjual nener apakah ada potongan harga atau bagaimana enaknya. Penjual nener yang baik biasanya memklumi hal itu dan memberi potongan harga.

Kalau jumlah nener yang hidup ternyata lebih banyak, maka diomongkan juga ke penjual kalo jumlah nener yang mereka kirim lebih banyak. Jujur lebih baik daripada tidak jujur.🙂

2.  Siapkan 1 bungkus tepung beras 0.5 kg (kami pakai merk rose brand) dan 5 butir kuning telur matang. Campurkan air tambak 1 bak besar dengan setengah bungkus tepung beras dan 3 kuning telur. Tidak ada takaran khusus komposisi air, tepung beras dan kuning telur ini (semua pakai feeling, maklum berdasarkan kebiasaan). kita lihat fisik air campuran saja, tidak terlalu pekat warna putih nya dan juga tidak terlalu bening.

3. Buka kantong nener, masukkan setengah gayung (1 liter ) air campuran tadi ke kantong lalu kasih oksigen dan kita ikat lagi kantong nya.

4. Diamkan selama kurang lebih setengah jam kantong yang sudah diisi air campuran tadi. Tujuan dari hal ini adalah memberi makan nener dengan tepung beras dan kuning telur (banyak mengandung karbohidrat) dan aklimatisasi terhadap ph tambak (ingat air campuran ini adalah air tambak)

5. Setelah setengah jam, kantongan dibuka dan nener siap dilepaskan ke tambak sambil mengucap bismillahirrohmaniir rohiim.

Kelangsungan hidup nener memang tidak hanya bergantung pada teknik pelepasan nener ke tambak, tetapi juga tergantung pada banyak hal seperti kondisi air tambak selama pemeliharaan, takaran pakan yang pas, sirkulasi air yang bagus dan pengendalian mangsa/penyakit ikan.

Menurut pengalaman keluarga saya, teknik penebaran nener ini berpengaruh pada rasio panen nener gelondongan meskipun bukan satu-satu nya faktor, tetapi paling tidak kita berusaha meminimalisir kematian nener sewaktu dilepas ke tambak.

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s