Nikahan Amril dan Kapasitas Perut

Bismillah

Minggu, 13 mei 2012, adalah hari yang bersejarah bagi teman satu mess ku. Dia menikah hari itu, melaksanakan sunnah Rasul dan menyempurnakan separuh agamanya. Kami keluarga besar pengatur listrik Jawa Bali diundang di resepsi pernikahan nya di daerah duren tiga, Jakarta Selatan. Resepsi sendiri dilaksanakan siang hari jam 11.00 sampai 13.00 setelah pagi harinya diucapkan akad nikah di masjid Baitus Salam, duren tiga. Saya berangkat ke tempat acara nebeng mobil honda freed milik pak Yefri, supevisor saya, bersama bang Ahmad Murdani, kang Rangga Jatnika dan dua putri pak Yef, Alice and Ays. Sebelum berangkat ke acara kondangan tersebut, saya sengaja mengosongkan tangki perut saya dengan tujuan merapel sarapan dan makan siang disana. Maklum, masih  Lajang dan tinggal di Mess, jadi harus pandai berstrategi dalam mengatur loading tangki perut ini. hehe.

Sesampai di aula masjid tepat jam 11.00 dan acara akan dimulai. Menggunakan adat jawa, kedua mempelai berjalan menuju pelaminan. Terlihat Amril selalu tersenyum kepada tamu menggambarkan betapa bahagia nya dia.Acara demi acara pun berlalu dan akhirnya tibalah acara jamuan (makan-makan).  Setelah menyalami Amril dan mendoakan nya “barakallahulaka wa baraka ‘alaika wajama’bainakumaa fii khoiir”  saya dan temen-temen pun menyerbu ke tempat dihidangkan makanan.

Jamuan dan hidangan makanan yang disiapkan amril sungguh sangat lengkap. Ada nasi goreng, sate ayam, bakso, udang tepung, makanan italia (saya tidak tahu namanya), martabak, empek-empek, batagor dan banyak lagi. Minumannya ada es oyeen, cendol, es krim, air putih dan banyak lagi. Saya teringat hadits “… barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamunya, .. ” (HR Al-Bukhari dan Muslim). Semoga Alloh menggolongkan Amril dalam kategori ini.

Saya bingung, saya harus memulai makan dari mana ya??? akhirnya bakso pun menjadi pilihan menu pertama yang saya makan. kata temen-temen, makan yang ringan dulu biar muatnya banyak. hehe. Bakso belum dimakan, saya nitip order ke bang Dani agar diambilkan sate ayam.  duhh kelihatan banget kalau kelaparan.😀 . Karena tidak biasa makan sambil berdiri, saya pun mencari tempat duduk. kebetulan ada dua meja yang kosong , dan meja tempat makan di ruangan resepsi hanya ada dua itu. Saya dan temen-temen pun langsung duduk di meja tersebut. Belum habis bakso dan sate ayam yang saya makan, tiba-tiba ada panitia datang dan menegur kami “mas maaf ya, meja ini untuk tamu VIP dan tamunya udah dateng, jadi tolong pindah”. Sontak kami pun terburu-buru menghabiskan makanan kami tanpa sempat menikmati sisanya.

Bakso dan sate ayam sudah masuk ke perut.. setelahnya apalagi ya??? saya pun menyikat es oyen dan segelas air putih. Setelah ngobrol-ngobrol dengan teman-teman yang lain saya pun melanjutkan misi menuhin tangki perut ini. akhirnya saya mengambil nasi goreng, kentang, sayur dan udang tepung. baru beberapa suap, perut sudah terasa sangat kenyang dan udang masih tersisa empat ekor. Untuk mensiasati agar perut agak longgar, saya berjalan keliling ruangan sambil menyapa teman-teman lain. setelah agak longgar perut ini, saya habiskan empat ekor udang tadi dengan bantuan dorongan air putih. Udang pun  bablas sekalian ekornya.😀

Setelah nasi goreng plus udang tepung tadi, saya sudah game over menjalankan misi menuhin tangki. Saya benar-benar kenyang, tidak ada lagi ruangan tersisa di perut untuk makanan ! setelah itu kami berfoto bersama, sholat duhur lalu pulang.

Ternyata, dari begitu banyak makanan yang tersedia hanya beberapa yang muat di perut. Selebihnya hanya bisa saya pandangi saja. Teringat salah satu perkataan ustadz yang pernah saya dengar, “makanan itu lezatnya hanya sampai di tenggorokan, setelah melewati tenggorokan kelezatannya tidak ada”  . Begitu juga dengan harta benda di dunia, kenikmatan nya hanya kira rasakan  sampai kita hidup, setelah melewati kematian kenikmatan nya tidak lagi kita rasakan. Kita tinggal menunggu hari perhisaban apakah kita akan merasakan kenikmatan setelah kematian atau sebaliknya… Dari begitu banyak harta yang kita kumpulkan, tidak akan kita bawa semua ke liang kubur kan?? hanya harta yang dibelanjakan di Jalan Alloh lah yang akan menjadi kenikmatan di akhirat kelak.. wallohu’alam

— piket malam sambil ngantuk-ngantuk  —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s