Belajar Dari Gangguan – Instropeksi –

Bismillah

Kamis, 03 mei 2012

Hari itu, saya tugas dinas malam menjaga sistem kelistrikan Jawa Bali. Di tempat saya bekerja, shift malam berlangsung dari pukul 21.00 sampai 08.00 dengan jatah waktu istirahat satu hingga tiga jam. Malam itu saya rencanakan saya istirahat pukul 23.00 sampai 02.00 dengan tujuan ingin melihat pertandingan Juventus vs Lecce di stasiun tivi yang banyak menyajikan sinetron (indo***R).🙂 . Saya ngomong ke partner shift saya dan dia setuju kalau saya istirahat jam segitu.

pukul 02.30 saya bangun, langsung memindahkan televisi di dekat layar komputer saya. Ternyata pertandingan Juve vs Lecce sudah berlangsung dengan keunggulan Juve 1-0, gol dicetak Mirko Vucinic di menit ke-9. Saat itu saya senang, karena jika Juve menang dan AC Milan kalah dikandang melawan Atalanta, maka scudetto milik juve yang ke-30 (secara resmi, scudetto juve masih 27, tapi bagi saya juve scudetto 29 kali)😀😀.

Tapi kesenangan itu tidak lama, pukul 02.56 tiba-tiba saya mendapat tellpon dari operator  GITET (gardu induk tegangan tinggi)

Operator GITET : “pak IBT 2 Tasik trip, karena over voltage (tegangan ketinggian)”.

Saya p: “kenapa trip pak?? di layar komputer saya tegangan terbaca masih dalam range yang di ijinkan??” (dengan nada terkejut) 

operator GITET : “Tegangan di relai terbaca 539/162 KV”

saya : “di layar komputer saya terbaca 488/165 KV tadi pak, kenapa alarm di GITET tidak berbunyi ??”

operator GITET : “saya juga tidak tahu”

saya : “bukannya setting trip over voltage di 550/165 KV pak??”

operator GITET : “iya pak, tapi bisa saja dia trip di 7.5 -10 % tegangan normal” (ini jawaban ngeles)

saya : “oke pak, direset dulu semua relai nya, akan kita normalkan segera”

begitulah, kira-kira dialog singkat antara saya dengan operator GITET. akibat IBT 2 Tasik itu trip, terjadi pemadaman konsumen sekitar 200 MW. Beban listrik segitu, mungkin sama dengan pasokan listrik 4 kali wilayah kabupaten Lamongan. UNTUNG nya, kejadian terjadi dinihari, banyak orang tidur sehingga tidak merasakan lampu mati (wong jowo, mesti ada UNTUNG dibalik kejadian)🙂. Setelah berkoordinasi dengan pengatur listrik jawa barat dan mengatur kondisi sistem listrik Jawa-Bali akhirnya IBT 2 tasik pun bisa normal kembali 45 menit kemudian. Pada saat itu, pertandingan Juve vs Lecce masih 1-0, dan 7 menit kemudian gawang Juve bobol akibat blunder yang dilakukan Buffon di menit ke-87. pertandingan pun berakhir 1-1 dan disaat yang bersamaan AC milan menang 2-0 atas Atalanta.😦

Saya pun mengevaluasi diri saya sendiri, kenapa IBT 2 tasik trip karena over voltage ya??? berarti saya tidak memperhatikan kondisi sistem listrik Jawa Bali saat itu. Meskipun pembacaan tegangan di layar monitor saya terbaca normal, seharusnya saya lebih “care” untuk menanyakan tegangan aktual di GITET Tasik  tersebut. Bukankah GITET itu memang mengalami fenomena kenaikan tegangan di malam hari ??? Saya tidak boleh menyalahkan sepenuh nya hal ini pada temen-temen SCADA (yang bertanggung jawab pada data-data listrik  yang saya monitor), saya juga tidak bisa menyalahkan relai yang tidak bekerja sesuai settingan nya. Bagaimanapun juga, IBT tersebut mengalami  gangguan salah satu penyebab nya karena kesalahan operasi sistem listrik yang saya jalankan.

Jadi teringat setiap kali penilaian kinerja yang dilakukan manajemen, saya pasti merasa tidak puas dengan penilaian tersebut. Saya sering menggerutu karena kalibrasi nilai yang dilakukan manajemen. Saya sering merasa pantas untuk dinilai lebih atas apa yang telah saya kerjakan. Tetapi berkaca dari kejadian hari ni, timbul pertanyaan dalam diri saya “apa selama ini saya telah meng-over value diri saya ya,  menjaga sistem listrik dalam keadaan aman saja masih pernah salah?? melakukan pekerjaan rutin seperti mengisi aplikasi setiap kali melakukan perintah ke pembangkitan atau manuver peralatan juga kadang-kadang saya lakukan, kadang-kadang tidak ???? jangan-jangan selama ini saya tidak mendapat gangguan karena “beruntung” saja ?? jangan-jangan selama ini pekerjaan saya memang pantas mendapat kan nilai optimal saja?? ” banyak pertanyaan-pertanyaan yang membuat saya menarik kesimpulan, SEBENARNYA PERFORMA PEKERJAAN SAYA SELAMA INI  BELUM MAKSIMAL, JADI JANGAN MENGELUHKAN PENILAIAN KINERJA JIKA DINILAI TIDAK MAKSIMAL. SAYA HANYA MENILAI DIRI SAYA SENDIRI TERLALU TINGGI.

2 thoughts on “Belajar Dari Gangguan – Instropeksi –

  1. Seharusnya dpt POT itu…wkwkwkwk…
    Alhamdulillah kalo kita sadar nilai kita sesuai dgn kerjaan, kena gangguan ya nilainya rendah… semoga juga ada yang nyadar kalo sering gangguan kok dinilai bagus…

  2. Saya tidak mempermasalahkan saya dapat POT atau apa.. yang jelas harus reasonable. itu aja.
    kalo gangguan kemarin tidak hanya faktor kelalaian saya, ada faktor X lain yang berperan.. (ngeles) hehehe.
    Semoga penilaian ke depan, ada diskusi antara yang menilai dan yang dinilai. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s