Up date Kondisi Fariz Hamzah (minta doanya juga agar segera sembuh)

Bismillah

Setelah lama pulang kampung ke Lamongan akhirnya kesampaian juga jenguk fariz ke RS Hermina. Alhamdulillah, ada perkembangan signifikan. Ventilator sudah dilepas dan 90% oksigen yang masuk di hirup dengan paru-paru. Berat badan fariz juga naik dari 2.0 kg menjadi 2.4 kg. Dosis Antibiotik juga dinaikkan menjadi 1.3 cc.

Saat ini perawatan fariz adalah terapi fisik agar lidah nya bisa memasukkan makanan, terapi infra merah untuk mengencerkan slam (cairan kental) di paru-paru nya agar cairan bisa keluar lewat kotoran dan juga sedang menunggu hasil abalisa darah laboratorium.

Untuk informasi keuangan, biaya perawatan fariz sampai tanggal 28 mei 2012 adalah 133.715.580 dan kekurangan biaya perawatan11.440.580.  Saat itu saya menyerahkan titipan amanah uang dari teman-teman sebesar 1.000.000. Terima kasih kepada semua yang telah membantu biaya pengobatan fariz. Baik perorangan, perusahaan maupun yayasan, Semoga Alloh membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda. Baca lebih lanjut

Teknik Baru Penebaran Nener Ke Tambak

Bismillah

Salam dari desa

Kali ini saya ingin menulis tentang cara menebar nener yang tidak sesuai dengan tata cara yang dianjurkan oleh ahli perikanan cara yang digunakan berdasarkan coba-coba dan hasil yang diperoleh lumayan. Rasio hidup nener menjadi gelondongan mencapai 70%.

Berikut step step nya :

1.  Nener yang dibeli (biasanya kami beli dari penjual nener di Bali) dibuka dan dikeluarkan dari kardus, lalu kita ambil secara random tiga kantong tiap kardus (satu kardus berisi 20 – 30 kantong) dan kita  hitung jumlah nener yang hidup. Kita hitung ulang jumlah nener ini karena dua alasan Baca lebih lanjut

Gowes di hutan bambu (Tour de Villages at Lamongan – Gresik)

Bismillah

Pedurungan, Lamongan 23 mei 2012

Desa Pedurungan (Dukuhtunggal) dan juga desa-desa di sekitarnya menyimpan keindahan alam yang memang selalu membuat saya ingin pulang kampung tiap bulan. Setelah dimanjakan dengan hiburan berburu burung di desa, kini saya punya hiburan baru kalu pulang kampung. Gowes !!!! iya, bersepeda menjadi pilihan alternatif hiburan dan olahraga selama saya pulang kampung.

Setelah, berganti ganti tunggangan sepeda untuk olahraga di Jakarta, mulai dari sepeda fixie lalu sepeda MTX (yang keduanya saya jual lagi) akhirnya saya memutuskan sepeda MTB Diamante XT dan United Miami XC-02 sebagai pelabuhan terakhir memilih sepeda.  saya beli sepeda bukan untuk olahraga di Jakarta, tetapi saya beli buat olahraga dan hiburan ketika pulang kampung di desa :).  Saya beli kedua sepeda ini di pasar Gresik dengan harga yang cukup murah, untuk diamante XT saya beli 1.200.000 dan united Miami XC-02 seharga 1.300.000.  Saya tidak beli sepeda mahal karena menyesuaikan budget dan kebutuhan. hehe

Esok pagi nya pukul 06.30  saya dan adik langsung gowes keliling desa-desa, Baca lebih lanjut

Nikahan Amril dan Kapasitas Perut

Bismillah

Minggu, 13 mei 2012, adalah hari yang bersejarah bagi teman satu mess ku. Dia menikah hari itu, melaksanakan sunnah Rasul dan menyempurnakan separuh agamanya. Kami keluarga besar pengatur listrik Jawa Bali diundang di resepsi pernikahan nya di daerah duren tiga, Jakarta Selatan. Resepsi sendiri dilaksanakan siang hari jam 11.00 sampai 13.00 setelah pagi harinya diucapkan akad nikah di masjid Baitus Salam, duren tiga. Saya berangkat ke tempat acara nebeng mobil honda freed milik pak Yefri, supevisor saya, bersama bang Ahmad Murdani, kang Rangga Jatnika dan dua putri pak Yef, Alice and Ays. Sebelum berangkat ke acara kondangan tersebut, saya sengaja mengosongkan tangki perut saya dengan tujuan merapel sarapan dan makan siang disana. Maklum, masih  Lajang dan tinggal di Mess, jadi harus pandai berstrategi dalam mengatur loading tangki perut Baca lebih lanjut

Laporan Dana Terkumpul Peduli Fariz (3)

Bismillah

Selasa (15 mei 2012), hanya dua hari berselang dari kunjungan ke rumah sakit hermina pada hari minggu, saya mendapat amanah dari teman-teman untuk menyampaikan bantuan kepada fariz. Besar total donasi dari teman-teman pada hari selasa adalah Rp 10.150.000.  Alhamdulillah, saya tidak menyangka, ternyata banyak teman-teman yang mendonasikan sebagian hartanya untuk membantu fariz. Semoga amal teman-teman ini dibalas dengan kebaikan yang lebih baik oleh Alloh.

Jam 17.30 saya ditemani abang Santo K, tetangga depan rumah dan komrade ngatur listrik jawa bali, berangkat ke rumah sakit hermina naik motor. Sesampai di rumah sakit saya langsung menuju kasir dan menyerahkan donasi dari teman-teman. Kebetulan saat itu ibu Siti Kholifah beserta suami nya juga berada di rumah sakit menemani ibu Meta dan pak Rosidi sembari menyerahkan dana donasi dari ibu-ibu pengajian di Gandul. Ibu siti Kholifah adalah orang yang mendapatkan fariz pertama kali sebelum diberikan ke ibu Meta. Setelah saya serahkan donasi dari temen-temen, sempat saya lihat resume dana pengobatan fariz. Pengobatan fariz total telah menghabiskan  Rp 92.703.805 dan kekurangan dana pengobatan sampai saat itu adalah Rp 6.328.805.

Seperti biasa setelah dari kasir kami langsung melihat kondisi fariz. Alhamdulillah, perkembangan fariz sangat signifikan. Tiga buah sensor pemantau jantung sudah dilepas dan kadar oksigen dari ventilator sudah diturunkan dari 30 ml/m menjadi 22 ml/m. Artinya fariz sudah mulai banyak menghirup oksigen dari paru-paru nya. hasil rontgen juga mendukung fakta ini bahwa paru-paru fariz ada perkembangan. Fariz juga sudah melakukan massage di daerah mulut nya agar nanti kalau sembuh bisa ngenyot karena selama dirawat semua asupan makanan dan gizi dimasukkan lewat selang yang terhubung langsung dengan lambung. Pada saat itu, fariz tertidur jadi kami tidak bisa mengajak dia bercanda. Kami hanya mendoakan agar fariz cepat sembuh dan menjadi anak yang kuat. Tetap semangat fariz !!!!

Fariz tidur, kabel yang nempel di dada sudah dilepas

Setelah menjenguk fariz kami ngobrol-ngobrol dengan keluarga ini. Banyak cerita yang mereka sampaikan, terutama kesan selama di rumah sakit. Pada saat tunggakan biaya pengobatan fariz mencapai 20 juta lebih, banyak dokter yang mempertanyakan ketulusan dan kesanggupan mereka untuk menolong fariz, maklum fariz bukanlah anak kandung mereka. Dokter juga memperingatkan mereka kalau jika fariz keluar dari rumah sakit, ada potensi tumbuh kembang fariz tidak normal. Tetapi yang membuat kami salut adalah optimisme mereka, keikhlasan mereka dan kepercayaan mereka kepada Alloh bahwa dalam melakukan kebaikan (menolong fariz)  pasti ada jalan dari Alloh untuk meringakan usaha mereka. salah satu bentuk pertolongan Alloh adalah donasi dana dari teman-teman semua. Sekarang, saat tunggakan tinggal 6 juta an, perhatian terhadap fariz sudah tidak lagi terbentur biaya meskipun saya tahu argo rumah sakit per hari nya masih berkisar 3 juta an perhari.  Melihat mereka tetap sabar, semangat dan optimis maka kami sepakat kami harus belajar dalam banyak hal dari orang-orang seperti ini..

bang Kardon – pak Rosidi – suami bu kholifah – bu kholifah – bu Meta – Ibu yang saya Gak kenal 🙂

Berikut donatur yang telah membantu fariz  (ada beberapa donatur yang special request untuk tidak dicantumkan disini namanya)

1.     ERP                              08563351XXX      2.000.000 (T)

2.    SPT                               085731013XXX         100.000 (T)

3.    Hamba Alloh           08563395XXX            500.000 (T)

4.   MAR                             085719444XXX          300.000 (T)

5.   HRP                              085693884XXX          100.000 (T)

6.   Hamba Alloh            085641303XXX          150.000 (T)

total 3.150.000

bagi temen-temen yang masih mau nyumbang lewat saya, silahkan. tetapi saya pulang kampung dari tgl 18 mei sampai 25 mei 2012. jadi amanahnya saya sampaikan sewaktu saya di Jakarta lagi.

Seperti biasa, pihak keluarga fariz mengucapkan salam ke temen-temen semua yang telah membantu fariz dalam bentuk dana, doa dan lainnya. semoga Alloh membalas dengan balasan yang lebih baik. Amiin.

 

 

“Belanjakanlah (Infak,sedekah) sebagian dari rezeki yang pernah Kami berikan kepada kalian sebelum kematian datang menjelang kepada salah seorang diantara kalian, lalu kalian menyesal “Ya Tuhanku mengapa tdak Engkau tangguhkan kematianku sedikit waktu lagi, supaya aku dapat bersedekah dan menjadi orang-orang baik”
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui”

Laporan Dana Terkumpul Peduli Fariz (2)

Bismillah

Sabtu malam (12 mei 2012)  saya mendapat telfon dari ibu Meta, bunda fariz. Beliau bercerita tentang pihak rumah sakit yang mulai me-warning mereka akibat tunggakan utang perawatan fariz yang mencapai 27 juta !!!.  Alhamdulillah, setelah saya memposting donasi bantuan untuk fariz jilid 2 di milis dan facebook, dana yang terkumpul jumlah nya luar biasa, diluar dugaan saya. Dana yang terkumpul sampai dengan hari minggu pagi (13 mei 2012) berjumlah 13.050.00. Mendengar berita yang disampaikan ibu Meta semalam,  saya langsung meluncur ke rumah sakit hermina untuk menyerahkan amanah teman-teman berupa uang bantuan perawatan untuk fariz tersebut. Paling tidak uang itu bisa meringankan beban moral ibu Meta dan pak Rosidi kepada pihak rumah sakit. Jumlah tunggakan sampai saat ini Masih Rp 14.509.775

setelah membayar di kasir, saya menjenguk fariz di ruangan NICU. kali ini saya diajak masuk oleh pak Rosidi untuk langsung kontak dengan fariz. Sebelum masuk, saya harus cuci tangan dulu pakai sabun dan alkohol agar terhindar dari kuman dan bakteri saat memegang fariz.

Subhanalloh, saat memegang tangan bayi malang itu dan melihat tatapan mata nya, saya bisa merasakan sakit yang dia rasakan. Jari-jari mungil nya memegang telunjuk saya dengan erat. Tulang nya hanya terbungkus kulit, vena di tangan kiri dan kanan nya sudah berlubang dan tidak memungkinkan jarum infus masuk lewat situ (takut bengkak)  sehingga kaki kanan nya lah sekarang yang disayat vena nya agar obat dan antibiotik bisa masuk ke tubuhnya. Di dadanya dipasang semacam sensor untuk memantau ritme jantung. Oksigen mengalir ke paru-paru nya menggunakan ventilator yang dimasukkan lewat mulutnya. Bayi sekecil itu yang seharusnya merasakan hangatnya dekapan ibunya dan belaian orangtua nya harus merasakan itu semua??

Sambil ngobrol, ibu Meta dan pak Rosidi bercerita perkembangan fariz. Fariz sekarang diubah nama panggilan nya menjadi Danang. Salah satu hal yang dilakukan orang jawa jika anaknya sakit, adalah mengubah nama (kabotan jeneng), tapi saya lebih suka manggil fariz. :). Fariz sudah bisa membuka matanya dan mulai bisa menangis meskipun tidak keras. Dia juga sudah bisa merespon jika diajak berinteraksi. Matanya sudah bergerak mengikuti apa yang dia lihat dan kalau tangan nya dipegang maka dia akan menggenggam (naluri bayi).

Kadar oksigen yang di alirkan lewat ventilator pun berangsur-angsur dikurangi. Di layar monitor, oksigen yang dibutuhkan fariz adalah 36 ml/m, yang mengalir lewat ventilator adalah 30 ml/m dan yang dia hirup sendiri dengan paru-paru 6 ml/m. Angka ini sudah ada perkembangan, karena terakhir saya jenguk dia oksigen untuk bernafas masih dari ventilator semua.  Sebuah kabar yang cukup memberikan optimisme terhadap kesembuhan nya.

Kabar yang lain adalah rencana nya fariz akan dipindah ke rumah sakit umum Fatmawati Cilandak Jakarta Selatan. Hal ini atas rekomendasi salah satu dokter yang menangani fariz. Salah satu pertimbangan rencana pindah nya fariz adalah biaya yang sedikit lebih murah karena RSU fatmawati adalah rumah sakit negeri. Memang awalnya sebelum masuk RS Hermina, fariz dirujuk ke RSUD Fatmawati tetapi karena pada saat itu NICU disana penuh maka fariz dirawat di RS Hermina.

Ibu Meta dan pak Rosidi mengucapkan salam dan terima kasih yang sebesar-besar nya pada semua yang membantu fariz dalam hal pembiayaan. semoga Alloh membalas kebaikan teman-teman dengan balasan yang berlipat ganda. Mereka juga minta bantuan do’a nya agar Fariz cepat sembuh dan tumbuh normal seperti bayi lain nya.

Berikut rekap dana yang disalurkan melalui saya. Karena ada spesial request dari donatur untuk tidak mempublish, maka saya mempublish sesuai pesen dari donatur

No.    Nama                                      No Hp                                  Donasi

1.       RP                                 085643167XXX                     300.000 (Transfer)

2.       MR X                           085741513XXX                      250.000 (transfer)

3.       Hamba Alloh             087836727XXX                     300.000 (transfer)

4.       Hamba Alloh               081332244XXX                   1.000.000 (transfer)

5.        Hamba Alloh               08573267XXX                         750.000 (Transfer)

6.     ISP                                                                                         50.000 (Cash)

7.    AST                                                                                        100.000 (cash)

8.     SKD                                                                                        300.000 (cash)

Total Rp 3.050.000

Ada donasi yang sesuai amanah donatur untuk tidak mempublish, maka saya tidak publish.

BAGI YANG BERMINAT MENDONASIKAN SEDIKIT HARTANYA JILID KE TIGA untuk MEMBANTU FARIZ DAN KELUARGA  BISA MENGHUBUNGI SAYA, IMRON ROSYADI DI 08563104072, RANGGA JATNIKA di 085659669810, kontak IBU Meta Savari di 085693544489 atau LANGSUNG MENJENGUK DI RS HERMINA. Terima Kasih.

ATAU kalau mau BERSEDEKAH SECARA DIAM-DIAM, SILAHKAN TRANSFER UANG DONASI KE REKENING SAYA MANDIRI : 140-000-620-8830. ATAS NAMA IMRON ROSYADI. TAPI JANGAN LUPA SMS KE KAMI, AGAR KAMI BISA MEREKAP JUMLAH YANG HARUS KAMI SETORKAN KE RS HERMINA..  (maklum, rekening tsb adalah rekening pribadi). Laporan akan kami berikan setiap kali setor ke kasir RS Hermina.

https://nurimzaidin.wordpress.com/2012/05/09/laporan-dana-terkumpul-peduli-fariz-1/

https://nurimzaidin.wordpress.com/2012/05/02/peduli-farid-hamzah-seorang-bayi-yang-ditelantarkan-orang-tua-kandungnya/

Teman adalah ladang pahala (1)

Bismillahirrahmaniir rahiim

Islam adalah agama yang sangat komplek, Islam tidak hanya mengatur urusan makhluk dengan Rabb nya tetapi juga mengatur urusan makhluk dengan makhluk lain serta lingkungan dia tinggal.  Alloh lewat Rasul Nya mengajarkan betapa banyak amalan-amalan sunnah yang bisa kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga amalan-amalan tersebut bisa menjadi ladang pahala bagi kita di akhirat kelak. Setiap amalan yang kita lakukan akan bernilai ibadah dengan dua syarat yaitu ikhlas karena Alloh dan sesuai tuntunan Rasul.

Berapa banyak teman anda saat ini ??? berapa kali anda bertemu atau berkomunikasi dengan teman anda tiap hari nya??? Tahukah anda, bahwa setiap kali kita berkomunikasi atau bertemu dengan teman anda ada ladang pahala yang sangat banyak ??? berikut jenis ladang-ladang tersebut:

1.   Mengucapkan salam

Salam adalah salah satu bentuk kasih sayang seorang muslim terhadap saudaranya. Salam adalah do’a seorang muslim kepada saudaranya agar dia selalu diberi keselamatan, rahmat dan keberkahan oleh Alloh. Rasul sendiri dalam hadits bersabda :

dari ‘Imran bin Hushain radiallau ‘anhu, ia berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengucapkan , ‘Assalaamu’alaikum’. Maka dijawab oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia duduk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sepuluh’. Kemudian datang lagi orang yang kedua, memberi salam, ‘Assalaamu’alaikum wa Rahmatullaah.’ Setelah dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia pun duduk, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Dua puluh’. Kemudian datang orang ketiga dan mengucapkan salam: ‘Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa baraakaatuh’. Maka dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia pun duduk dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tiga puluh’. (Hadits Riwayat Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 986, Abu Dawud no. 5195, dan At-Tirmidzi no. 2689 dan beliau meng-hasankannya).

Sebenarnya banyak hadits tentang keutamaan salam, tapi saya memilih hadits ini untuk mengingatkan kita agar mengucapkan salam dengan sempurna. karena nilai dari salam yang diucapkan sempurna bernilai tiga kali lipat dari salam yang diucapkan singkat. Sungguh sangat disayangkan bukan kesempatan ini ???  🙂 .

Adakah dari kita kalau mengucapkan salam via sms disingkat dengan Aslmkm wr wb ?? atau ada yang lebih parah lagi ada yang mengucap salam via sms dengan Ass (pan**t) ??? kenapa hal ini kita lakukan??? Jangan setengah-setengah dalam melakukan kebaikan. Bukankah  mengetik salam dengan sempurna Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa baraakaatuh’  jauh lebih baik dibanding dengan “Ass” ??? meskipun sang penerima sms mengetahui maksud kita dangan singkatan tersebut, ada baik nya mengucapkan salam via sms tidak disingkat.  semoga ini bisa jadi bahan renungan..

2.  Menjawab Salam

Menjawab salam hukumnya wajib jika kita sendirian, sedang jika salam diucapkan pada suatu rombongan atau kelompok, maka hukum menjawabnya adalah fardu kifayah. Jika salah satu dari kelompok tersebut telah menjawab salam yang diucapkan kepada mereka, maka hal itu  sudah cukup. Beberapa dalil yang mewajibkan menjawab salam adalah :

“Apabila kalian diberi salam/penghormatan, maka balaslah dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa.” (QS. An-Nisa’: 86)

Dari Ali bin Abi Thalib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sudah mencukupi untuk suatu rombongan jika melewati seseorang, salah satu darinya mengucapkan salam.” (HR. Ahmad dan Baihaqi)

3.  Tersenyum

Jika bertemu teman atau saudara kita, tersenyum lah karena senyum itu sendiri bernilai sedekah sesuai hadits nabi :

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“  HR at-Tirmidzi (no. 1956), Ibnu Hibban (no. 474 dan 529) dll, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, dan dinyatakan hasan oleh at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani dalam “ash-Shahihah” (no. 572).

4.  Berjabat Tangan

berjabat tangan juga merupakan salah satu sunnah nabi, Hal ini berdasarkan hadits Anas bin Malik radiallahu ‘anhu, ia berkata:

“Apabila sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saling berjumpa, maka mereka saling berjabat tangan dan apabila mereka datang dari bepergian, mereka saling berpelukan.” (HR. At-Tabrani dalam Al-Mu’jamul Ausath no. 97 dan Imam Al-Haitsami berkata dalam kitab Majma’uz Zawaa’id VIII/ 36, “Para perawinya adalah para perawi tsiqah.”)

5.  Berkata yang baik

Perkataan yang baik, tidak menyakiti hati juga termasuk salah satu sunnah nabi. hal ini berdasarkan hadits

وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ
“Kata-kata yang baik adalah sedekah.” (HR. Al-Bukhari no. 2707 & Muslim no. 2332)

dalam hadits arbain nawawi hadits ke-15 juga disebutkan

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ [رواه البخاري ومسلم]

 Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)

—-

setelah mengetahui dalil-dalil nya sekarang tinggal mempraktekan nya. Coba kita hitung, setiap kali bertemu teman kita, lakukan 3S (Salam, Senyum, Salaman) kita mengucapkan Assalamu’alaykum warahmatulloh wa barakaatuh sambil tersenyum dan Salaman (jabat tangan). sudah tiga amalan sunnah setiap bertemu satu orang, jika setiap hari bertemu 50 orang, berarti kita mengamalkan 150 sunnah (woww, sudah semacam multi level marketing pahala aja hehehe). Belum lagi tiap perkataan baik kita terhadap teman-teman kita juga dihitung sunnah… ternyata ladang pahala disekitar kita banyak juga ya… Alhamdulillah

senyum tulus seorang teman

sumber

khalid Al husein, buku 1001 amalan sunnah sehari semalam, Pustaka At Tibyan

http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/keutamaan-tersenyum-di-hadapan-seorang-muslim.html

http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/ucapkanlah-salam-jawablah-salam.html

haditsarbain.wordpress.com/

Belajar Dari Gangguan – Instropeksi –

Bismillah

Kamis, 03 mei 2012

Hari itu, saya tugas dinas malam menjaga sistem kelistrikan Jawa Bali. Di tempat saya bekerja, shift malam berlangsung dari pukul 21.00 sampai 08.00 dengan jatah waktu istirahat satu hingga tiga jam. Malam itu saya rencanakan saya istirahat pukul 23.00 sampai 02.00 dengan tujuan ingin melihat pertandingan Juventus vs Lecce di stasiun tivi yang banyak menyajikan sinetron (indo***R). 🙂 . Saya ngomong ke partner shift saya dan dia setuju kalau saya istirahat jam segitu.

pukul 02.30 saya bangun, langsung memindahkan televisi di dekat layar komputer saya. Ternyata pertandingan Juve vs Lecce sudah berlangsung dengan keunggulan Juve 1-0, gol dicetak Mirko Vucinic di menit ke-9. Saat itu saya senang, karena jika Juve menang dan AC Milan kalah dikandang melawan Atalanta, maka scudetto milik juve yang ke-30 (secara resmi, scudetto juve masih 27, tapi bagi saya juve scudetto 29 kali) 😀 :D.

Tapi kesenangan itu tidak lama, pukul 02.56 tiba-tiba saya mendapat tellpon dari operator  GITET (gardu induk tegangan tinggi)

Operator GITET : “pak IBT 2 Tasik trip, karena over voltage (tegangan ketinggian)”.

Saya p: “kenapa trip pak?? di layar komputer saya tegangan terbaca masih dalam range yang di ijinkan??” (dengan nada terkejut) 

operator GITET : “Tegangan di relai terbaca 539/162 KV”

saya : “di layar komputer saya terbaca 488/165 KV tadi pak, kenapa alarm di GITET tidak berbunyi ??”

operator GITET : “saya juga tidak tahu”

saya : “bukannya setting trip over voltage di 550/165 KV pak??”

operator GITET : “iya pak, tapi bisa saja dia trip di 7.5 -10 % tegangan normal” (ini jawaban ngeles)

saya : “oke pak, direset dulu semua relai nya, akan kita normalkan segera”

begitulah, kira-kira dialog singkat antara saya dengan operator GITET. akibat IBT 2 Tasik itu trip, terjadi pemadaman konsumen sekitar 200 MW. Beban listrik segitu, mungkin sama dengan pasokan listrik 4 kali wilayah kabupaten Lamongan. UNTUNG nya, kejadian terjadi dinihari, banyak orang tidur sehingga tidak merasakan lampu mati (wong jowo, mesti ada UNTUNG dibalik kejadian) :). Setelah berkoordinasi dengan pengatur listrik jawa barat dan mengatur kondisi sistem listrik Jawa-Bali akhirnya IBT 2 tasik pun bisa normal kembali 45 menit kemudian. Pada saat itu, pertandingan Juve vs Lecce masih 1-0, dan 7 menit kemudian gawang Juve bobol akibat blunder yang dilakukan Buffon di menit ke-87. pertandingan pun berakhir 1-1 dan disaat yang bersamaan AC milan menang 2-0 atas Atalanta. 😦

Saya pun mengevaluasi diri saya sendiri, kenapa IBT 2 tasik trip karena over voltage ya??? berarti saya tidak memperhatikan kondisi sistem listrik Jawa Bali saat itu. Meskipun pembacaan tegangan di layar monitor saya terbaca normal, seharusnya saya lebih “care” untuk menanyakan tegangan aktual di GITET Tasik  tersebut. Bukankah GITET itu memang mengalami fenomena kenaikan tegangan di malam hari ??? Saya tidak boleh menyalahkan sepenuh nya hal ini pada temen-temen SCADA (yang bertanggung jawab pada data-data listrik  yang saya monitor), saya juga tidak bisa menyalahkan relai yang tidak bekerja sesuai settingan nya. Bagaimanapun juga, IBT tersebut mengalami  gangguan salah satu penyebab nya karena kesalahan operasi sistem listrik yang saya jalankan.

Jadi teringat setiap kali penilaian kinerja yang dilakukan manajemen, saya pasti merasa tidak puas dengan penilaian tersebut. Saya sering menggerutu karena kalibrasi nilai yang dilakukan manajemen. Saya sering merasa pantas untuk dinilai lebih atas apa yang telah saya kerjakan. Tetapi berkaca dari kejadian hari ni, timbul pertanyaan dalam diri saya “apa selama ini saya telah meng-over value diri saya ya,  menjaga sistem listrik dalam keadaan aman saja masih pernah salah?? melakukan pekerjaan rutin seperti mengisi aplikasi setiap kali melakukan perintah ke pembangkitan atau manuver peralatan juga kadang-kadang saya lakukan, kadang-kadang tidak ???? jangan-jangan selama ini saya tidak mendapat gangguan karena “beruntung” saja ?? jangan-jangan selama ini pekerjaan saya memang pantas mendapat kan nilai optimal saja?? ” banyak pertanyaan-pertanyaan yang membuat saya menarik kesimpulan, SEBENARNYA PERFORMA PEKERJAAN SAYA SELAMA INI  BELUM MAKSIMAL, JADI JANGAN MENGELUHKAN PENILAIAN KINERJA JIKA DINILAI TIDAK MAKSIMAL. SAYA HANYA MENILAI DIRI SAYA SENDIRI TERLALU TINGGI.

Laporan Dana Terkumpul Peduli Fariz (1)

Bismillah.

Setelah mem post ing kabar tentang bayi fariz hamzah minggu lalu, alhamdulillah respon dari teman-teman sangat bagus. Banyak yang mengirimkan donasi ke fariz baik melalui cash (langsung diserahkan ke saya) maupun secara transfer. Sehingga dana donasi terkumpul sampai hari minggu kemarin adalah sebesar  Rp.4.400.000,0-. Akhirnya minggu sore saya memutuskan untuk memberi dana terkumpul ini ke rumah sakit untuk sibayarkan ke kasir. saya mengajak bang Ahmad Murdani dan Adi Prayoga untuk pergi ke rumah sakit.

Sore bada ashar kami berangkat naik xenia merah milik bang Ahmad Murdani. Sesampai di rumah sakit, kami tidak langsung ke kasir, tetapi ke lantai satu rumah sakit ruangan ICU untuk melihat fariz. Alhamdulillah pada hari minggu itu, fariz sudah tidak lagi memakai ventilator untuk bernapas. ventilator dilepas dan dia bernapas menggunakan bubble. Bubble itu semacam alat bantu pernafasan yang tingkatnya lebih rendah dari ventilator. dengan bubble ini, fariz berlatih bernapas menggunakan paru-paru nya. Saat itu kami sudah lega, karena jika ventilator sudah dilepas berarti kondisi fariz membaik.

Pada saat itu kami tidak bertemu orang tua angkat fariz karena mereka harus mengurus anak kandungnya yang ada di rumah mereka, di Sawangan, Depok. Setelah menjenguk fariz, kami turun ke lantai dasar dan menuju kasir. pada saat itu kami curiga kenapa loket nya ada tulisan “BUKA” tetapi lampu didalam nya kok mati??? akhirnya kami tanya ke satpam dan mendapatkan jawaban ” Mas, Kasir kalau Sabtu Minggu tutup”.. :hammer: 🙂

Rencana menyampaikan dana bantuan buat fariz akhirnya gagal disalurkan pada hari minggu. Saya memutuskan untuk memberi dana bantuan ini pada besoknya, hari senin.

——

Senin, 7 mei 2012

Senin pagi, saya pulang dari jaga listrik jam 08.30. saya janjian dengan bang santo kardono unutk menjenguk fariz sore nanti sekalian ngasih dana donasi sekalian ambil motor abang satu ini di Ciputat. Sore nya bada ashar, saya sms bang santo kardono ke nomor simpati nya 2 kali. menanyakan jadi apa ndak ke rumah sakit. karena tidak ada jawaban, akhirnya saya memutuskan ke rumah sakit sendirian menggunakan motor plat S yang selalu setia menemani kemana saya pergi semenjak 9 tahun yang lalu. 😀

Sesampai di rumah sakit pukul 16.45, saya tidak langsung ke ruangan ICU tetapi langsung ke kasir untuk menyampaikan amanah para donatur. Saya takut nanti kasir tutup lagi dengan alasan “maaf pak jam 17.00, kasir sudah tutup” hehehe. Segala administrasi pembayaran saya lakukan dan tidak lupa saya meminta kuitansi dan sisa deposit yang harus di bayar sampai hari senin. Total biaya perawatan fariz adalah Rp. 70.884.875, Total Deposit Rp. 55.885.000, Sisa yang harus dibayar Rp 14.999.875. Selama Fariz dirawat ke depan, biaya setiap hari nya mencapai Rp 3.000.000. kalau melihat angka rupiah tersebut, betapa saya harus bersyukur atas nikmat sehat yang Alloh berikan kepada saya.. dan betapa sedikit saya bersyukur atas nikmat yang satu ini.. Astaghfirulloh.

Setelah membayar ke kasir, saya ke ruangan ICU dan alhamdulillah kali ini saya bertemu langsung dengan orang tua yang sangat baik hati yang mau bertanggung jawab atas pengobatan fariz meskipun mereka tahu pengobatan fariz ini tidaklah sedikit. Bapak Rosidi dan Ibu Meta, itulah nama orang tua angkat fariz. Bapak Rosidi bekerja sebagai Pengajar di Politeknik negeri Jakarta, di jurusan teknik Mesin dan Ibu Meta sebagai pengajar di SMAN 6 Depok. Kesan pertama bertemu kedua orang tua ini adalah ramah. Mereka dengan senang hati menjelaskan asal usul fariz sampai berada di tangan mereka dan juga perkembangan kondisi fariz.

Singkat cerita, Fariz adalah anak yang tidak diinginkan dari kedua orang tua biologis nya. semenjak di kandungan, fariz tidak diberi asupan gizi yang cukup. setelah lahir pun fariz tidak diberi asi dan gizi yang layak. Ada indikasi fariz memang “sengaja” dibiarkan seperti itu agar tidak lama hidupnya. Setelah itu, pihak keluarga fariz mencoba memberikan fariz kepada kenalan-kenalan nya. awalnya banyak yang berminat mengasuh fariz tetapi setelah mengetahui kondisi fariz yang sudah sakit parah banyak calon orang tua asuh yang balik kanan. Akhirnya Bapak Rosidi dan Ibu Meta menerima dengan keyakinan Alloh pasti memberikan pertolongan kepada mereka.

Sewaktu masuk RS Hermina Ciputat, Fariz didiagnosa pneumonia (infeksi paru-paru) dan asupan gizi ke otak kurang sehingga dia sering kejang-kejang. Fariz bernafas harus di beri alat pernapasan ventilator dan diberi obat kimia setiap hari untuk memulihkan kondisi nya. Setelah 2 minggu di rawat di Rumah sakit, perkembangan fariz cukup signifikan. “Semangat Fariz untuk sembuh sangat tinggi” begitu kata dokter, oleh karena itu perkembangan kesehatan nya cukup signifikan. Minggu pagi, ventilator yang terpasang sudah dilepas. Fariz diajarkan bernapas menggunakan paru-paru nya, hari Minggu itu juga fariz di rontgen untuk mengetahui progress kesembuhan pneumonia yang ida idap.

Senin keesokan nya, kondisi fariz drop lagi. dia membiru karena kekurangan oksigen. Setelah di cek ternyata sepertiga paru-paru sebelah kanan fariz tidak mengembang sempurna sehingga tidak bisa bernafas dengan normal. Akhirnya ventilator pun dipasang lagi di tubuh fariz. kabar baiknya adalah pnemumonia fariz sudah sembuh dan kejang-kejang nya juga sudah sembuh. kalau fariz sudah bisa lepas dari ventilator, maka insya Alloh fariz bisa pulang. Lama tidaknya fariz pulang dari rumah sakit tergantung kondisi fariz dan semangat nya untuk bertahan hidup..


begitulah kira-kira yang bisa saya simpulkan dari wawancara singkat dengan bapak Rosidi dan ibu Meta.

—-

Bagaimanapun fariz adalah saudara kita, dia layak mendapatkan bantuan dari kita. Jika kita tidak bisa membantu dengan dana, bantu dengan tenaga atau pun bantu dengan mendoakan kesembuhan nya. Jika kita berlarut-larut dengan pertanyaan yang (menurut saya) tidak penting seperti “siapa sebenar nya orang tua kandung nya”, “apa benar dia butuh bantuan”, “jangan-jangan ini penipuan” dan seterus nya tetapi tidak melakukan sesuatu yang konkret, maka betapa kita melewatkan kesempatan beramal dan berbuat untuk membantu saudara kita.

Bukankah sesama muslim itu bersaudara layaknya sebuah tubuh, jika satu bagian tubuh sakit maka bagian tubuh yang lain juga merasakan nya???

Saya mengutip ayat Al Qur’an

“Belanjakanlah (Infak,sedekah) sebagian dari rezeki yang pernah Kami berikan kepada kalian sebelum kematian datang menjelang kepada salah seorang diantara kalian, lalu kalian menyesal “Ya Tuhanku mengapa tdak Engkau tangguhkan kematianku sedikit waktu lagi, supaya aku dapat bersedekah dan menjadi orang-orang baik”

Kita tidak akan pernah tahu takdir yang dipersiapkan Alloh untuk kita ke depan, coba bayang kan kita berada di posisi sebagai orang tua yang mempunyai bayi seperti fariz dan kita membutuhkan bantuan orang lain…

Wallohu ‘alam

—-

Semua teman-teman mendapat salam dari ibu meta dan bpk Rosidi. mereka mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah membantu fariz. semoga Amal ibadah anda semua diterima Alloh swt dan dibalas Alloh dengan balasan yang berlipat ganda.

Rekap dana yang disalurkan ke fariz melalui saya

No    Nama                            Telp                              Donasi

1.   LQN AIF                  0856 480 32 XXX              2.000.000. (Transfer)

2.   NRL DYH                0856 316 5 XXX              500.000. (Transfer)

3.   EKA SNI                 0811 176 4 XXX           400.000.. (Transfer)

4.   HAMBA ALLOH   0813 292 56 XXX                300.000.  (Transfer)

5.   NVN AYT                0856 311 2  XXX              250.000. (Transfer)

6.   MTN STY                0857 494 00 XXX                 300.000. (Transfer)

7.   HAMBA ALLOH      0896 018 67 XXX                  250.000. (Transfer)

8.   ARL MTH               0856 959 05 XXX                     100.000. (Cash)

9.   BBG HYT               0818 027 46 XXX                   100.000. (Cash)

10. ADI PYG               0856 432 84 2 XXX                  100.000. (Cash)

Total Rp 4.400.000

Kekurangan dana sampai dengan tgl 7 mei 2012  adalah 14.999.875

BAGI YANG BERMINAT MENDONASIKAN SEDIKIT HARTANYA JILID KE DUA untuk MEMBANTU FARIZ DAN KELUARGA  BISA MENGHUBUNGI SAYA, IMRON ROSYADI DI 08563104072, RANGGA JATNIKA di 085659669810, kontak IBU Meta Savari di 085693544489 atau LANGSUNG MENJENGUK DI RS HERMINA. Terima Kasih.

ATAU kalau mau BERSEDEKAH SECARA DIAM-DIAM, SILAHKAN TRANSFER UANG DONASI KE REKENING SAYA MANDIRI : 140-000-620-8830. ATAS NAMA IMRON ROSYADI. TAPI JANGAN LUPA SMS KE KAMI, AGAR KAMI BISA MEREKAP JUMLAH YANG HARUS KAMI SETORKAN KE RS HERMINA..  (maklum, rekening tsb adalah rekening pribadi). Laporan akan kami berikan setiap kali setor ke kasir RS Hermina.

Peduli Farid Hamzah – Seorang Bayi Yang Ditelantarkan Orang Tua Kandungnya –

Bismillah

Kemarin, saya membaca email dari teman saya yang menceritakan tentang seorang bayi bernama farid hamzah yang ditelantarkan orang tua kandung nya. Bayi ini semenjak lahir, tidak dikasih asupan gizi yang cukup oleh ibu nya sehingga dia mengalami kejang-kejang dan infeksi di paru-paru nya. Secara singkat, faris akhirnya diangkat anak oleh seorang bapak bernama bpk Rosidi. karena kondisi farid yang sangat lemah, maka farid dirujuk ke rumah sakit hermina, Ciputat.

karena infeksi paru-paru nya yang parah, sampai sekarang farid masih memakai ventilator untuk bernafas. Sewaktu saya menjenguk dan kroscek informasi ini langsung ke RS Hermina, Ciputat. memang kondisi farid masih sangat lemah. Ventilator belum bisa dilepas, nafasnya masih satu menit sekali. Tetapi Alhamdulillah, kejang-kejangnya sudah tidak lagi. Perawat mengkonfirmasi, kondisi farid ini masih harus dirawat selama kurang lebih 21 hari kedepan untuk memastikan kondisi farid.

Iseng-iseng saya bertanya tentang besar biaya perawatan fariz per hari ke kasir, kasir nya bilang RP.  3 juta an perhari. berarti kalau 21 hari ke depan, bpk Rosidi selaku orang tua angkat faris harus menyediakan RP 63 juta rupiah, sedangkan bpk Rosidi masih mempunyai utang di Rumah Sakit tersebut Rp 11 juta an. Angka yang cukup besar bagi pak Rosidi yang bekerja sebagai pengajar di sebuah institusi pendidikan.

Bagi teman-teman yang membaca kisah singkat ini, mungkin bisa menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu biaya perawatan fariz. Bagaimanapun juga, fariz adalah saudara kita dan kita punya kewajiban membantu nya.

mohon maaf kalau ceritanya tidak sistematis, karena saya tidak pandai bercerita. :(.

biar foto dan email aslinya yang berbicara.


BAGI YANG BERMINAT MENDONASIKAN SEDIKIT HARTANYA untuk MEMBANTU FARIZ DAN KELUARGA  BISA MENGHUBUNGI SAYA, IMRON ROSYADI DI 08563104072, RANGGA JATNIKA di 085659669810, kontak IBU SITI KHOLIFAH (CP DIBAWAH) atau LANGSUNG MENJENGUK DI RS HERMINA. Terima Kasih.

ATAU kalau mau BERSEDEKAH SECARA DIAM-DIAM, SILAHKAN TRANSFER UANG DONASI KE REKENING SAYA MANDIRI : 140-000-620-8830. ATAS NAMA IMRON ROSYADI. TAPI JANGAN LUPA SMS KE KAMI, AGAR KAMI BISA MEREKAP JUMLAH YANG HARUS KAMI SETORKAN KE RS HERMINA..  (maklum, rekening tsb adalah rekening pribadi). Laporan akan kami berikan setiap kali setor ke kasir RS Hermina.

INSYA ALLOH Donasi yang temen-temen berikan akan secepatnya di berikan ke kasir RS Hermina. ^^

dibawah ini saya copas email dari teman yang memberi saya informasi ini.

 From : “rangga jatnika” <rangga.jatnika@pln-jawa-bali.co.id> 
  To : “‘rangga jatnika'” <rangga.jatnika@pln-jawa-bali.co.id> , “‘Ahmad Murdani'” <ahmad.murdani@pln-jawa-bali.co.id> , “‘Adi Purwanto'” <adi_p@pln-jawa-bali.co.id> , “‘Ahmad Taufik'” <a.taufik@pln-jawa-bali.co.id> , “‘Ajeng'” <ajeng@pln-jawa-bali.co.id> , “‘amril muntaha'” <amril_muntaha@pln-jawa-bali.co.id> , “‘Basuki Renov'” <uki@pln-jawa-bali.co.id> , “‘bilkis.mukhlisoti'” <bilkis.mukhlisoti@pln-jawa-bali.co.id> , “‘budi'” <budi@pln-jawa-bali.co.id> , “‘Budi Sos Renov'” <b.sosiawan@pln-jawa-bali.co.id> , “‘casmita'” <casmita@pln-jawa-bali.co.id> , “‘Diana Pitaloka'” <diana.pitaloka@pln-jawa-bali.co.id> , “‘Dispa Ariman'” <ariman@pln-jawa-bali.co.id> , “‘yuni_nurkasrianika'” <yuni_nurkasrianika@pln-jawa-bali.co.id> , “Warsono P3B” <warsono@pln-jawa-bali.co.id> , “‘tonny ferdinanto'” <tonny_f@pln-jawa-bali.co.id> , “‘titi_yustiana'” <titi_yustiana@pln-jawa-bali.co.id> , “‘Teguh Rilanto'” <t_rilanto@pln-jawa-bali.co.id> , “Taslim” <taslim@pln-jawa-bali.co.id> , “‘Sunardjito'” <sunardjito@pln-jawa-bali.co.id> , “‘Muchamad Chaliq Fadli'” <fadli@pln-jawa-bali.co.id> , “‘M.TAUFIK'” <m.taufik@pln-jawa-bali.co.id> , “‘Ivan_panji46′” <ivan_panji46@pln-jawa-bali.co.id> , “‘Inggih Surya Permana'” <inggih_sp@pln-jawa-bali.co.id> , “‘Ibang'” <ibang.gustianz@pln-jawa-bali.co.id> , “‘hesti_lestari'” <hesti_lestari@pln-jawa-bali.co.id> , “‘Heri Setyo Purnomo'” <h.s.purnomo@pln-jawa-bali.co.id> , “‘handoyo'” <handoyo@pln-jawa-bali.co.id> , “‘Hadeta Premiesyani'” <hadeta@pln-jawa-bali.co.id> , “‘Dispa Hendrawan'” <hendrawan@pln-jawa-bali.co.id> , nurdin_pabi@pln-jawa-bali.co.id , a_makkuradde@pln-jawa-bali.co.id , imron.rosyadi@pln-jawa-bali.co.id , myusuf@pln-jawa-bali.co.id , eris@pln-jawa-bali.co.id , harris@pln-jawa-bali.co.id , nasirudin@pln-jawa-bali.co.id , irawansd@pln-jawa-bali.co.id , “Yenni Tarid” <yenni_tarid@pln-jawa-bali.co.id> , “Marwah” <marwah@pln-jawa-bali.co.id> , munawar@pln-jawa-bali.co.id , wasito@pln-jawa-bali.co.id , ruspendi@pln-jawa-bali.co.id , mr_zae@pln-jawa-bali.co.id , yudi@pln-jawa-bali.co.id , arham@pln-jawa-bali.co.id , fatmawati.14@pln-jawa-bali.co.id , kurnianto@pln-jawa-bali.co.id , alirandy@pln-jawa-bali.co.id , e.suharyono@pln-jawa-bali.co.id , aruslan@pln-jawa-bali.co.id , giri3ono@pln-jawa-bali.co.id , agus_wibowo@pln-jawa-bali.co.id , edos@pln-jawa-bali.co.id , nurdin@pln-jawa-bali.co.id , “Srilasti” <srilasti@pln-jawa-bali.co.id> , nian.k@pln-jawa-bali.co.id , vira@pln-jawa-bali.co.id , oky_zulsjahmi@pln-jawa-bali.co.id , okyzulsyahmi@pln-jawa-bali.co.id , lily.sulastri@pln-jawa-bali.co.id , “aman a” <aman.a@pln-jawa-bali.co.id> , muhajir@pln-jawa-bali.co.id , nurdin@pln-jawa-bali.co.id , kardon_callme@yahoo.com , indra.aditya@pln-jawa-bali.co.id , deniyanuar@pln-jawa-bali.co.id , aswadi@pln-jawa-bali.co.id , nurul_hidayah@pln-jawa-bali.co.id , yuni.a@pln-jawa-bali.co.id 
  Subject : RE: Mohon bantuan
  Date : Wed, 2 May 2012 09:19:32 +0700
  X-Mailer : Microsoft Office Outlook 12.0   scanned by McAfee AntiVirus and AMaViS 0.2.1

Update info:

Alhamdulillah ada tambahan informasi. Kemarin siang sempat menghubungi RSIA
Hermina yang di Ciputat. Adinda Fariz tercatat nama lengkapnya Fariz Hamzah,
nama orangtua yang terdaftar di sana atas nama Bpk Rosidi, alamat Pasirputih
Sawangan (orangtua angkat sang bayi). Adinda Fariz dirawat di Ruang ICU
Lantai 2. Mulai dirawat tanggal 19 April 2012. Lalu, kemarin sempat juga
menghubungi Mbak Puspa, memang infonya sama persis. Lalu Beliau menyarankan
untuk langsung menghubungi Ibu Siti Kholifah langsung. Alhamdulillah kemarin
sore sempat nelepon Bu Siti. Lalu bersama Pak Ivan Panji, kami bertemu Bu
Siti di warungnya di Gang Damai, pas ada Pak Rosidi juga. Katanya, kondisi
Adinda Fariz sudah agak mendingan, walaupun masih perlu perawatan sekitar 21
hari ke depan untuk memulihkan kondisi paru-paru dan otaknya, disinyalir
karena sang bayi tidak diberi ASI oleh ibu kandungnya sejak lahir hingga
diketemukan Bu Siti. Lalu kemarin sore saya dan Pak Ivan ke kantor LAZIS
P3B, menyampaikan berkas dokumen berisi foto Bayi Fariz dan perincian biaya
RS (sementara).

Mohon maaf, dengan segala keterbatasan kami yang belum menjenguk ke RSIA
Hermina tempat Adinda Fariz dirawat, berikut ini baru dapat kami lampirkan
berkas dokumen tsb. Semoga dapat ditindaklanjuti oleh pengurus LAZIS.
Begitupula apabila rekans berminat membantu, mungkin dapat menghubungi
langsung ke pihak LAZIS agar dapat menambah besarnya bantuan dan agar dapat
tepat sasaran mengingat pengurus LAZIS sudah berpengalaman dalam hal-hal
seperti ini.

Mohon maaf apabila ada info yang kurang akurat. Jazakumullah khayran
katsiran atas perhatian rekans.

From: rangga jatnika [mailto:_THIS_PLAINSAVE_EMAIL(rangga.jatnika%40pln-jawa-bali.co.id|rangga.jatnika)ENDMAIL_]
Sent: 30 April 2012 15:48
To: ‘rangga jatnika’; ‘Ahmad Murdani’; ‘Adi Purwanto’; ‘Ahmad Taufik’;
‘Ajeng’; ‘amril muntaha’; ‘Basuki Renov’; ‘bilkis.mukhlisoti’; ‘budi’; ‘Budi
Sos Renov’; ‘casmita’; ‘Diana Pitaloka’; ‘Dispa Ariman’;
‘yuni_nurkasrianika’; Warsono P3B; ‘tonny ferdinanto’; ‘titi_yustiana’;
‘Teguh Rilanto’; Taslim; ‘Sunardjito’; ‘Muchamad Chaliq Fadli’; ‘M.TAUFIK’;
‘Ivan_panji46’; ‘Inggih Surya Permana’; ‘Ibang’; ‘hesti_lestari’; ‘Heri
Setyo Purnomo’; ‘handoyo’; ‘Hadeta Premiesyani’; ‘Dispa Hendrawan’;
nurdin_pabi@pln-jawa-bali.co.id; a_makkuradde@pln-jawa-bali.co.id;
imron.rosyadi@pln-jawa-bali.co.id;
eris@pln-jawa-bali.co.id; harris@pln-jawa-bali.co.id;
nasirudin@pln-jawa-bali.co.id; irawansd@pln-jawa-bali.co.id; Yenni Tarid;
Marwah; munawar@pln-jawa-bali.co.id; wasito@pln-jawa-bali.co.id;
ruspendi@pln-jawa-bali.co.id; mr_zae@pln-jawa-bali.co.id;
yudi@pln-jawa-bali.co.id; arham@pln-jawa-bali.co.id;
fatmawati.14@pln-jawa-bali.co.id; kurnianto@pln-jawa-bali.co.id;
alirandy@pln-jawa-bali.co.id; _THIS_PLAINSAVE_EMAIL(e.suharyono%40pln-jawa-bali.co.id|e.suharyono)ENDMAIL_;
aruslan@pln-jawa-bali.co.id; giri3ono@pln-jawa-bali.co.id;
agus_wibowo@pln-jawa-bali.co.id; edos@pln-jawa-bali.co.id;
nurdin@pln-jawa-bali.co.id; Srilasti; nian.k@pln-jawa-bali.co.id;
vira@pln-jawa-bali.co.id; oky_zulsjahmi@pln-jawa-bali.co.id;
okyzulsyahmi@pln-jawa-bali.co.id; _THIS_PLAINSAVE_EMAIL(lily.sulastri%40pln-jawa-bali.co.id|lily.sulastri)ENDMAIL_; aman a;
muhajir@pln-jawa-bali.co.id; nurdin@pln-jawa-bali.co.id;
kardon_callme@yahoo.com; _THIS_PLAINSAVE_EMAIL(indra.aditya%40pln-jawa-bali.co.id|indra.aditya)ENDMAIL_;
deniyanuar@pln-jawa-bali.co.id; aswadi@pln-jawa-bali.co.id
Subject: Re: Mohon bantuan

Wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Innaalillaahi wa innaa ilayhi raaji’uun.. Peristiwa yang dikisahkan tadi
sungguh membuat perasaan jadi teraduk-aduk, antara iba, sedih, dan prihatin,
atas nasib sang bayi, serta terharu atas kesediaan Ibu Siti Kholifah
mengurusinya, sekaligus kesal dan geram atas orangtua yang meninggalkannya
(terlepas dari apapun motifnya, sejatinya kembali pada perkara aqidah;
bukankah tiap bayi yang lahir sudah ada jatah rizkinya?), begitupun kesal
dan geramnya pada yang diamanahi mengurus negeri dan rakyat ini, dengan
sistem kapitalis-sekuler yang diterapkannya bukan hanya membuat mereka sibuk
sendiri mengurusi kepentingan mereka dan dan partainya sendiri, tapi juga
membuat kepentingan rakyat terabaikan, di antaranya dengan komersialisasi
bidang kesehatan, termasuk menjadikan rakyat kecil jadi putus asa sehingga
meninggalkan bayinya dalam kondisi yang mengenaskan. Bukankah kelak mereka
akan dimintai pertanggungjawaban?

Dari Abu Layla al-Asy’ari bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Dan berikutnya
adalah para pemimpin jika mereka diminta untuk mengasihani (rakyat), mereka
tidak mengasihani; jika mereka diminta untuk menunaikan hak (rakyat), mereka
tidak memberikannya; dan jika mereka disuruh berlaku baik (adil), mereka
menolak.”

Abu Maryam al’ Azdy r.a berkata kepada Muawiyah: saya telah mendengar
rasulullah saw bersabda: siapa yang diserahi oleh Allah mengatur kepentingan
kaum muslimin, yang kemdian ia sembunyi dari hajat kepentingan mereka, maka
Allah akan menolak hajat kepentingan dan kebutuhannya pada hari qiyamat.
Maka kemudian Muawiyah mengangkat seorang untuk melayani segala hajat
kebutuhan orang-orang (rakyat). (HR Abu Dawud, Attirmidzy)

Namun demikian, adalah kewajiban kita sebagai muslim untuk menolong sesama
saudara seiman. Dalam hadits Muttafaq ‘Alayh dari Ibnu Umar, Rasulullah saw
bersabda:

Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak akan mendzaliminya
dan tidak meninggalkannya bersama orang-orang (hal-hal) yang menyakitinya.
Barangsiapa berusaha memenuh kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi
kebutuhannya. Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari seorang muslim
maka dengan hal itu Allah akan menghilangkan salah satu kesusahannya dari
kesusahan-kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang
muslim maka Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.

Sekedar berbagi pengalaman, waktu kuliah dulu ada teman yang dapat musibah;
bayinya ada kelainan sejak lahir (maaf) tanpa kulit perut, sehingga perlu
perawatan intensif di rumah sakit yang memadai. Sehubungan kondisi ekonomi,
bayinya dilarikan ke RS Hasan Sadikin (RSHS), Bandung. Namun karena tidak
terurus, akhirnya dialihkan ke RS Hermina, tentunya dengan biaya yang lebih
mahal. Alhamdulillah waktu itu sempat menjenguk ketika sang bayi dirawat di
dua tempat tadi. Berhubung biaya yang sangat besar, Beliau minta tolong
dibantu. Dalam benak saya waktu itu, seorang mahasiswa diminta bantuin dana,
rasanya apalah daya tangan tak sampai. Singkat cerita, saya punya ide
menyebarkan kabar mengenai sang bayi ke milis yang saya ikuti di kampus.
Saya update kondisi bayi dan dana yang terkumpul. Alhamdulillah ada beberapa
teman di milis yang berkenan membantu, bahkan ada pula donatur yang membantu
karena dapet info dari teman (saya sendiri tidak kenal). Menyadari bahwa
jika mengandalkan bantuan secara personal, secara nominal sangat sulit
mencapai angka yang dibutuhkan, maka saya dan teman saya, ayah sang bayi
tsb, mencoba mendatangi beberapa lembaga bantuan sosial, di antaranya Rumah
Zakat dan Dompet Dhuafa. Alhamdulillah ada tambahan bantuan.

Afwan, sekedar usul, ahsan (lebih baik) apabila Pak Ahmad Murdani berkenan
menjadi wasilah amal shalih rekans di P3B. Misalkan dengan menjenguk Adinda
Fariz, serta berkenan menjadikan rekeningnya sebagai tempat transit shadaqah
rekans, untuk disampaikan ke yang bersangkutan. Lalu dapat meng-update
kondisi sang bayi dan dana yang terkumpul. Namun jika ada rekans yang
berkenan membantu langsung dengan menghubungi Ibu Siti Kholifah, tafadlol
(silakan) dan mungkin lebih afdlol.

Kedua, bagaimana bila diajukan pula permohonan bantuan ke lembaga2 sosial,
termasuk LAZIS P3B. Saya yakin ada alokasi dana kemanusiaan/kesehatan.

Just sharing. Berdasarkan info yang saya dapat dari www.dompetdhuafa.org.
Untuk biaya kesehatan, dapat diajukan ke Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM)
Dompet Dhuafa, disarankan datang langsung ke kantor LPM DD dengan alamat Jl.
Ir. H. Juanda, No. 55 A – B, Rempoa, Ciputat (Depan Universitas Muhammadiyah
Jakarta (UMJ)) dengan nomor telpon: 021-74703703.

Atau bila hendak berpindah RS dapat di Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa
yang berlokasi di Jl. Raya Parung-Bogor KM 42, Ds. Jampang, Parung,Bogor.

Semoga sharing ini dapat bermanfaat dan membantu, sehingga Adinda Fariz
dapat tertolong, sehat, dan selamat, serta dapat meringankan beban keluarga
Ibu Siti Kholifah. Amin…

—–Original Message—–
From: _THIS_PLAINSAVE_EMAIL(ahmad.murdani%40pln-jawa-bali.co.id|ahmad.murdani)ENDMAIL_
[mailto:_THIS_PLAINSAVE_EMAIL(ahmad.murdani%40pln-jawa-bali.co.id|ahmad.murdani)ENDMAIL_]
Sent: 28 April 2012 12:08
To: rangga jatnika; ‘Adi Purwanto’; ‘Ahmad Taufik’; ‘Ajeng’; ‘amril
muntaha’; ‘Basuki Renov’; ‘bilkis.mukhlisoti’; ‘budi’; ‘Budi Sos Renov’;
‘casmita’; ‘Diana Pitaloka’; ‘Dispa Ariman’; ‘yuni_nurkasrianika’; Warsono
P3B; ‘tonny ferdinanto’; ‘titi_yustiana’; ‘Teguh Rilanto’; Taslim;
‘Sunardjito’; ‘Muchamad Chaliq Fadli’; ‘M.TAUFIK’; ‘Ivan_panji46’; ‘Inggih
Surya Permana’; ‘Ibang’; ‘hesti_lestari’; ‘Heri Setyo Purnomo’; ‘handoyo’;
‘Hadeta Premiesyani’; ‘Dispa Hendrawan’; nurdin_pabi@pln-jawa-bali.co.id;
a_makkuradde@pln-jawa-bali.co.id; _THIS_PLAINSAVE_EMAIL(imron.rosyadi%40pln-jawa-bali.co.id|imron.rosyadi)ENDMAIL_
Subject: Mohon bantuan

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Barangkali ada rekan2 skalian yg bersedia membantu.

Cerita dari teman saya :

Jadi begini, ceritanya saya mendapatkan titipan cerita dari keluarga

Kak Endra (LSC) dan Mbak Ana(menthor SMK Tadika Pertiwi) yang

‘mendapatkan’ sebuah bayi masih merah yang ditelantarkan orangtuanya.

Bayi tersebut lantas segera dilarikan ke rumah sakit oleh ibu dari Kak

Endra, Ibu Siti Kholifah. Berikut saya lampirkan kisah tersebut

berdasarkan penuturan mereka yang ditulis dalam bentuk surat

permohonan.

—————————————————————————-
——————————–

Nama bayi ini adalah Fariz. Fariz lahir pada tanggal 9 April 2012 dan

ditelantarkan oleh orangtuanya yang tidak bertanggungjawab di depan

rumah. Didapatkan oleh kami, Ibu Siti Kholifah beserta keluarga dalam

keadaan sekarat pada saat Fariz berusia 6 hari. Yang mengenaskan

adalah selama 6 hari itu sama sekali bayi ini tidak mendapatkan asupan

makanan. Fariz pun langsung kami larikan ke Rumah Sakit . Hingga hari

ini (28 April 2012) Fariz masih menjalani perawatan intensif

menggunakan ventilator dan infus di Rumah Sakit Hermina, Ciputat.

Perawatan Fariz di Rumah Sakit ditanggung oleh kami, Ibu Siti

Kholifah beserta keluarga dan sepasang suami-istri dosen UI yang telah
bersedia mengadopsi Fariz. Biaya perawatan Fariz hingga hari ini

mencapai Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah). Namun kami para

penanggung perawatan Fariz baru mampu mendapatkan Rp 10.000.000,00

(sepuluh juta rupiah) setelah menguras tabungan pribadi.

Berdasarkan kenyataan di atas, kami mengaku cukup kesulitan. ‘Argo’

rumah sakit pun terus berjalan karena sampai hari ini Fariz masih belum bisa
dibawa pulang. Sehingga besar harapan kami Bapak/Ibu sekalian bersedia
memberikan bantuan entah apapun bentuknya. Bagi Bapak/Ibu yang ingin
memberikan bantuannya, dapat menghubungi Ibu Siti Kholifah atau Puspa
(085743703619).

Demikian permohonan ini kami sampaikan. Atas segala bentuk perhatian
Bapak/Ibu, kami ucapkan terimakasih. Semoga Allah membalas kebaikan
Bapak/Ibu dengan balasan yang jauh lebih baik.

Depok, 28 April 2012

Ibu Siti Kholifah

Alamat : Jalan Raya PLN, Gang Damai RT 25, RW 05, Depok .

​​وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
Teruuusss…!