Jangan Hanya di Manfaatkan Tenaga nya, Tunaikan Haknya Juga Dong

Bismillah

Beberapa hari lalu saya diskusi dengan supervisor saya. Ngobrol berbagai hal mulai dari harga sepeda di iklan internet yang terlalu murah, cara menguji keaslian madu, pekerjaaan kantor dan akhirnya ngobrol tentangย  pendapatan yang diterima tiap bulan. Supervisor saya ini sudah lebih satu tahun menjabat, tetapi status nya PLH (pelaksana harian). KALAU PELAKSANA HARIAN KOK SETAHUN LEBIH ?, mungkin seharusnya lebih tepat status nya adalah plt (pelaksana tahunan).๐Ÿ™‚. Sudah umum di tempat kerja manapun kalau yang namanya supervisor mempunyai tugas dan tanggung jawab lebih di bandingkan operator. karena “lebih” nya tugas dan tanggung jawab itu, maka seharusnya pendapatanย  yang dia dapatlan juga “lebih”. Tetapi berhubung status supervisor saya ini masih plh, dikarenakan tidak adanya SK GM tentang pekerjaan nya sekarang yang sudah BUKAN OPERATOR lagi, maka gaji yang dia terima pun masih gaji operator. Mungkin kalau istilah keren nya adalah Kerjaan Jenderal Gaji nya Kopral. Bagi beberapa orang, hal ini lumrah karena dia harus magang dulu dst dan bagi beberapa orang hal ini dipandang DHOLIM. tapi saya salut pada supervisor saya karena dia bisa qana’ah dengan gaji yang diterimanya.

Hmm.. Jadi intropeksi usaha tambak yang dikelola adek di desa. Apakah petambak-petambak yang diajak kerja sama itu telah ditunaikan hak nya dengan proporsional ya?? Apakah mereka mengeluh juga terkait upah yang kita berikan setelah memanfaatkan tenaganya???

hal ini juga bisa jadi masukan buat rencana ke depan untuk buka usaha dengan seorang kawan. Nanti kalau punya karyawan, mungkin sebaiknya bayar dimuka aja atau setiap gajian ditanyain “kurang ga mas gajinya?? kalau kurang yang sabar ya.. doakan laba usaha bertambah bulan depan.”๐Ÿ˜€.

Bagaimana pandangan islam ????

saya kutip dari beberapa sumber

Seorang pengusaha muslim / badan usaha akan menyegerakan untuk menunaikan hak orang lain baik itu berupa upah pekerja, maupun hutang terhadap pihak tertentu. Seorang pekerja harus diberi upah sebelum keringatnya kering. Sikap orang yang memperlambat pembayaran hutang merupakan kezhaliman. Adapun orang yang mengingkari hutangnya boleh disebarkan aibnya dan diberi hukuman.

Dengan demikian, pada suatu usaha jasa atau badan niaga diharuskan untuk menciptakan suatu sistem yang memiliki orientasi menyegerakan penunaian hak tersebut, seperti mempercepat pembayaran atau membayarnya sesuai waktu yang ditentukan. Karena Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda:

ุฃูŽุนู’ุทููˆู’ุง ุงู’ู„ุฃูŽุฌููŠู’ุฑูŽ ุฃูŽุฌู’ุฑูŽู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฌููู‘ูŽ ุนูŽุฑูŽู‚ูู‡ู

“Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya.”

Beliau shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda:

ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŒ ุฃูŽู†ูŽุง ุฎูŽุตู’ู…ูู‡ูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู: ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุฃูŽุนู’ุทูŽู‰ ุจูŠู ุซูู…ู‘ูŽ ุบูŽุฏูŽุฑูŽุŒ ูˆูŽุฑูŽุฌูู„ูŒ ุจูŽุงุนูŽ ุญูุฑู‘ุงู‹ ููŽุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ุซูŽู…ูŽู†ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฑูŽุฌูู„ูŒ ุงูุณู’ุชูŽุฃู’ุฌูŽุฑูŽ ุฃูŽุฌููŠู’ุฑุงู‹ ููŽุงุณู’ุชูŽูˆู’ูู‰ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูุŒ
ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุนู’ุทูู‡ู ุฃูŽุฌู’ุฑูŽู‡ู

[I]”Ada tiga golongan yang menjadi musuh-ku di hari Kiamat nanti. Orang yang memberi (jaminan) atas nama-ku, lalu ia berkhianat. Orang yang menjual orang merdeka lalu memakan hasilnya. Dan orang yang menyewa pekerja dan meminta pekerja itu untuk melaksanakan seluruh tugasnya, namun tidak memberikan upahnya.

sumber : http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatekonomi&parent_id=10&idjudul=1&section=e001

berikut juga ada tanya jawab di situs almanhaj.or.id

Pertanyaan
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Bagaimana hukumnya majikan yang membebani pekerja denan lebih dari satu pekerjaan, misalnya, tukang ukir dituntut untuk mengerjakan pekerjaan lainnya. Apakah ini dibolehkan? Padahal ia datang hanya untuk satu pekerjaan saja.

Jawaban
Hal ini merujuk kepada kesepakat awal. Jika didatangkan untuk bekerja sebagai satpam, maka tidak boleh dipindah tugaskan sebagai sopir. Jika ia datang untuk bekerja sebagai teknisi listrik, maka tidak boleh ditugaskan menjahit. Jika ia datang untuk bekerja di lading tidak boleh dipekerjakan di pabrik. Jika ia datang untuk bekerja sebagai tukang bangunan, maka tidak boleh ditugasi pekerjaan tehbikal, dan sebagainya. Karena masing-masing mereka memiliki keahlian tersendiri, maka dari itu majikan harus menepati janjinya dan tidak membebani pekerja dengan tugas yang tidak mampu dikerjakannya atau tidak dikuasainya dan bukan bidangnya. Juga tidak boleh memberatkannya dengan panjangan waktu kerja. Biasanya , pekerja itu bekerja selama tujuh atau delapan jam per hari. Jika telah disepakati suatu pekerjaan tertentu dengan jam kerja tertentu serta masa kerja tertentu, maka tidak boleh dilanggar.

Tetapi jika sama-sama rela untuk merubah bidang pekerjaan, atau mengurangi atau menambah pekerjaan dengan konsekwensi menambah atau mengurangi upah, maka itu terserah kesepakatan antara keduanya. Jika tidak ada kesepakatan baru, maka pekerja itu harus diberi insentif tambahan karena adanya tambahan pekerjaan dari yang telah disepakati. Wallahu aโ€™lam

[Ad-Durr Ats-Tsamin fi Fatawa Al-Kufala wal Amilin, hal. 56 Syaikh Ibnu Jibrin]
[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syarโ€™iyyah Fi Al-Masaโ€™il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini Lc, Penerbit Darul Haq

sumber : http://almanhaj.or.id/content/172/slash/0

—-

Mungkin bisa menjadi masukan juga bagi mereka para Juragan yang memperkerjakan Anak buah nya atau para Manager yang me memanage anggota nya atau juga para pengendali keuangan di suatu organisasi/lembaga. Apakah Gaji yang anda berikan sudah sesuai dengan pekerjaan karyawan anda dan juga dia ikhlas menerima nya ???

^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s