Hukum Koperasi Karyawan

Bismillah,

Hari ini ada rapat anggota tahunan koperasi karyawan di tempat saya bekerja, rapat ini bertujuan memilih ketua koperasi baru, dewan pengawas dan perangkat lain nya. dalam acara ini juga di adakan doorprize berupa dua buah sepeda motor, Laptop dan barang berharga lain nya. dan tidak lupa dibagi angpao buat karyawan. lumayan kata temen saya, 500 ribu . (saya ndak tahu besaran pasti nya)

Jadi teringat dulu sewaktu saya memutuskan tidak ikut koperasi karena ada salah satu usaha koperasi yang namanya pinjaman dengan bunga ringan. Waktu itu ada yang bilang, “rugi kamu nggak ikut koperasi, kamu nggak ngapa-ngapa in minimal 300ribu perbulan masuk kantong”.saya diam saja waktu itu.

mungkin ini sedikit penjelasan tentang hukum syar’i koperasi konvensional (yang saya yakini) dari beberapa sumber :

Pertama: Kaidah baku dalam memahami riba adalah perkataan Fudhalah bin Ubaid radhiallahu ‘anhu, yang mengatakan,

Setiap piutang yang memberikan keuntungan maka (keuntungan) itu adalah riba.

Demikiaan juga keterangan Abdullah bin Sallam. Beliau mengatakan, “Apabila kamu mengutangi orang lain, kemudian orang yang diutangi itu memberikan fasilitas layanan membawakan jerami, gandum, atau pakan ternak maka janganlah menerimanya, karena itu riba.” (HR. Bukhari)

Berdasarkan keterangan di atas maka apa pun bentuk kelebihan yang diberikan oleh orang yang berutang karena konsekuensi utangnya maka statusnya adalah riba, baik yang menerima itu adalah pihak perorangan atau organisasi, semacam koperasi.

Yang kami maksud dengan “konsekuensi utang” adalah semua sebab yang mengakibatkan kreditor memberikan kelebihan–apa pun bentuknya–kepada debitor, baik disepakati di awal atau hanya sebatas karena perasaan “tidak enak” kepada yang mengutangi. Artinya, andai bukan karena adanya utang tersebut, dia tidak akan memberikan apa pun kepada debitor.

sumber : http://konsultasisyariah.com/hukum-koperasi-simpan-pinjam

Dampak Riba yang Begitu Mengerikan

Sungguh dalam beberapa hadits disebutkan dampak buruk dari memakan riba. Orang yang mengetahui hadits-hadits berikut ini, tentu akan merasa jijik jika harus terjun dalam lembah riba.

  –  Memakan Riba Lebih Buruk Dosanya dari Perbuatan Zina

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahih)

  –   Dosa Memakan Riba Seperti Dosa Seseorang yang Menzinai Ibu Kandungnya Sendiri

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya)

 –   Tersebarnya riba merupakan “pernyataan tidak langsung” dari suatu kaum bahwa mereka berhak dan layak untuk mendapatkan adzab dari Allah Ta’ala

Tersebarnya riba merupakan “pernyataan tidak langsung” dari suatu kaum bahwa mereka berhak dan layak untuk mendapatkan adzab dari Allah ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.” (HR. Al Hakim. Beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi)

sumber: http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/memakan-satu-dirham-dari-hasil-riba.html

Saran

Adapun ikut berpartisipasi di koperasi yang berbasis bunga, meski hanya untuk menyimpan dana saja dan tanpa ada keinginan untuk mendapat imbalan apapun, sebaiknya dihindari. Jika kita ikuti, maka kita dapat dianggap mendukung sistem koperasi yang tidak sesuai syariah. Padahal dalam sebuah hadits, telah diingatkan bahwa : “Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja” (HR Bukhari).

sumber :  http://www.republika.co.id/berita/konsultasi/klinik-syariah/11/03/28/lirij2-apakah-koperasi-simpan-pinjam-termasuk-riba

Saya mengutip pernyataan salah seorang ustadz yang intinya seperti ini ” setiap yang anda lakukan di dunia ini carilah dalilnya, baik dari Al Quran hadits atau Ijma . Pilihlah dalil yang paling rajih karena yang demikian itu lebih aman” . Bagi yang ikut koperasi adakah alasan syar’i nya mengikuti koperasi ?? kalo iya, share dong.. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s