Luruskan Niat, Bekerja Adalah Ibadah

Bismillahirrohmanir rohiim

SMUK

Sudah menjadi salah satu kebiasaan  di suatu perusahaan pada akhir tahun atau semester mengadakan penilaian kinerja perusahaan, mengevaluasi pencapaian-pencapaian target tahunan dan juga mengevaluasi dan menilai kinerja karyawan yang terlibat di perusahaan tersebut. Banyak metode dalam menentukan nilai kinerja perusahaan mulai dari sistem Malcolm baldrige, balance score card dan lainnya. Di perusahaan saya bekerja, setiap individu karyawan di potret nilai kinerja dalam satu periode penilaian (semester) menggunakan sistem manajemen unjuk kerja yang lebih dikenal dengan sebutan SMUK.

Secara singkat, SMUK ini terdiri dari dua jenis penilaian yaitu penilaian kompetensi yang berkaitan dengan  hard skill dan penilaian kinerja yang berkaitan dengan soft skill. Nilai total dari kedua jenis penilaian tersebut adalah nilai akhir kinerja karyawan. Nilai SMUK ini sangat penting bagi para karyawan Karena nilai SMUK ini berkaitan dengan jenjang karir dan juga uang insentif tiap semester. Semakin bagus nilai seseorang, semakin cepat dia naik peringkat dan juga semakin besar uang yang dia dapatkan.

Sewaktu supervisor  saya memberi tahu  bahwa nilai kinerja saya adalah sangat potensial (SPOT), hati saya sangat senang, Alhamdulillah, kerja selama satu semester dinilai baik oleh atasan langsung saya. Tetapi  memang sudah menjadi rahasia umum kalau di sini ada filter jumlah karyawan berprestasi yang bernama “kuota dan kalibrasi”. Maksud dari kuota disini adalah jumlah orang yang mendapatkan kriteria nilai Excellent (STAR), sangat optimal (SOPT) sangan potensial (SPOT), optimal (OPT), Potensial (POT) dan seterusnya sudah ditentukan jumlahnya. Dan seperti yang di bayangkan, jumlah kuota ini sistemnya adalah sistem pyramid dimana jumlah mereka yang dinilai POT lebih banyak dari criteria diatasnya.

Sedikit gambaran bagi yang tidak paham apa itu STAR, SOPT,SPOT, OPT dan POT, penjelasan sederhananya adalah STAR itu jika dianalogikan rangking anak sekolah adalah ranking 1, sedangkan POT adalah rangking 5. Padahal murid di sekolah itu tidak lebih dari 10. hehe

Karena munculnnya isu kuota dan kalibrasi ini, semangat kerja jadi menurun terlebih ketika mendengar isu bahwa saya adalah termasuk yang beruntung mendapatkan kalibrasi ke bawah. Artinya nilai saya turun dari SPOT menjadi POT*. Langsung downgrade 2 tingkat ! J. Naluri sebagai manusia biasa yang masih sangat fragile dengan godaan nafsu, saya pun mulai beburuk sangka, meng gibah, negative thinking dan seterusnya kepada mereka yang mengkalibrasi nilai saya. – semua penyakit hati berseliweran- . Apalagi setelah mendengar isu siapa yang mendapatkan SPOT, hati lebih dongkol lagi karena saya merasa performance saya lebih baik dari pada dia.- Muncul penyakit hati yang lain, takabur  – Betapa merana jika hari-hari dilalui dengan hati yang kotor seperti ini terus-terusan.  Sungguh, nafsu dalam diri ini jika tidak dikendalikan maka secara tidak sadar dia akan menjadi penyakit dalam tubuh hati dan pikiran kita. dalam postingan saya tentang GOS (Gembira Optimis Semangat) dapat anda rasakan betapa ku tidak bisa menikmati pekerjaan ku. Capek..

Pencarian Hakekat Bekerja

Alloh menanamkan nafsu dalam diri manusia dengan bukan tanpa tujuan, nafsu dalam diri ini sebagaai salah satu indicator keimanan seorang muslim. Jangan sampai dia bilang “saya beriman kepada Alloh dan Rasulnya” tetapi kehidupan nya tidak mencerminkan hal ucapan tersebut. Oleh karena itu Alloh juga memberi  rambu-rambu untuk mengendalikan nafsu ini, dan jika seseorang  mentaati rambu-rambu itu maka dia lulus ujian sebagai orang beriman.

Dalam sebuah hadits yang di riwayatkan imam Bukhari dan Muslim tentang pentingnya menjaga hati

ingatlah bahwa dalam tubuh terdapat sepotong daging, apabila ia baik maka baiklah badan itu seluruhnya, apabila ia rusak maka rusaklah badan itu seluruhnya. Ingatlah itu adalah jantung (hati)” HR Bukhari Muslim.

Meresapi hadits ini,maka saya langsung tersindir. Betapa hati saya rusak saat ini dan juga merusak badan saya yang berimplikasi langsung terhadap semangat kerja dan profesionalisme kerja.  Setelah merenung ternyata yang saya lakukan diatas tidak mengubah keadaan dan menjelekkan diri saya sendiri di hadapan orang lain. Bukankah dengan menjelek-jelekan orang lain itu termasuk juga menjelek-jelekan diri sendiri? -_-

QS Al hujurat ayat 12 menyatakan dengan jelas larangan meng gibah

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan buruk-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari buruk-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”

Saya juga teringat hadits Rasul tentang larangan menuduh orang lain.

“Apakah kalian mengetahui apa itu orang yang pailit? Para sahabat berkata : Orang yang pailit dalam (pandangan) kami adalah yang tidak memiliki dirham (harta) dan juga tidak barang (makanan). Beliau bersabda : sesungguhnya orang yang pailit adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) sholat, puasa dan zakat. akan tetapi datang dan telah menghina si ini, dan menuduh si ini, dan telah memakan harta si ini, dan menumpahkan darah si ini, dan telah memukul si ini. maka si ini akan di beri dari pahala orang itu, dan si ini juga di beri dari (pahala) kebaikannya. dan apa bila telah habis pahalanya sebelum semuanya mendapat (pahala) darinya, maka dosa yang lain akan di berikan kepadanya dan kemudian dia di lemparkan ke neraka.” (HR Muslim dan At-Tirmidzi)

Membaca hadits ini, lengkap sudah penderitaan saya akibat penyakit hati. Jika saya terus-terusan meng gibah dan menuduh mereka yang mengkalibrasi nilai kinerja saya maka akan menghabiskan pahala yang saya kumpulkan. Sungguh dahsyat efek penyakit hati ini, menyebabkan Rugi di dunia dan akhirat !!!

Bekerja adalah Ibadah

Bekerja adalah ibadah, mungkin kata-kata ini sudah sangat sering kita dengar. Banyak dalil Al Quran dan hadits yang menganjurkan seorang muslim untuk bekerja. Silahkan di buka tafsir Al quran nya surat-surat yang berkaitan dengan perintah bekerja QS Almulk : 15, QS Al jumuah : 10, QS Alinsyiroh : 7 dsb. Juga hadits-hadits nya.

Jika bekerja adalah ibadah, maka kita tentunya mengharapkan pahala dari Alloh karena ibadah bekerja kita. Sudah paham, bahwa syarat diterimanya ibadah adalah ikhlas karena Alloh dan tidak bertentangan dengan yang di contohkan Rasul. Ikhlas, kata ini harus direnungkan lebih dalam. Apa arti kata ikhlas dalam bekerja ???

Sebenarnya konsep ikhlas sudah sering saya ucapkan sewaktu sholat, dalam doa iftitah saya lafadzkan, tetapi saya belum bisa merenungi dan menerapkan nya dalam kehidupan

 “ katakanlah : sesungguhnya sholatku, ibadahku,hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh tuhan seluruh alam”  (Q S Al An’am : 162)

konsep ikhlas lain nya Dijelaskan juga dalam hadits :

dari Umar ibn Khathab berkata, Rasululloh bersabda “ sesungguhnya tiap amal perbuatan tergantung niatnya dan sesungguhnya setiap orang hanya mendapatkan  sesuai apa yang ia niatkan. Barang siapa yang berhijrah karena (keridhoan) Alloh dan Rasulnya, maka hijrah nya kepada (keridhoan) Alloh dan Rasulnya. Barang siapa yang hijrah karena dunia yang ia tuju atau wanita yang akan dinikahinya maka hijrahnya itu ke arah yang ia tuju”  (HR Bukhari Muslim)

Cukup dua dalil diatas, mengintepretasikan  apa itu keikhlasan niat. Niat kan setiap aktivitas dalam kehidupan ini untuk ibadah kepada Alloh. Berarti selama ini kalau saya mengharapkan di nilai bagus oleh atasan, maka nilai keikhlasan saya berkurang. Kalau keihklasan saya berkurang, maka pahala saya juga akan berkurang. Wah ternyata rugi bersikap seperti yang saya lakukan selama ini.

Sikap terhadap SMUK yang di kuota oleh para pengkalibrasi-pengkalibrasi,  saya akan pegang hadits Rasul berikut

Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, beliau berkata : Suatu saat saya berada dibelakang nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda : Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah, niscaya dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering. (hadits arbain no 19)

Alloh sudah mengatur semuanya, tidak usah berprasangka buruk kepada siapapun tapi berbaik sangkalah kepada Alloh dan mereka. bekerja adalah ibadah !!

Luruskan niat, Semangat-semangat kerja !!!!!

* nilai SMUK belum keluar, tapi isu yang beredar sudah sangat kuat

– hasil diskusi sama teman, supervisor dan inspirasi membaca buku, tidak semua nya dialami penulis. kata “saya” disini biar pembaca lebih meresapi –

3 thoughts on “Luruskan Niat, Bekerja Adalah Ibadah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s