GOS (Gembira Optimis Semangat)

Bismillah,

Meeting pagi atau short briefing pagi sudah menjadi rutinitas di kantor saya setiap senin dan rabu. Semua karyawan yang berada di lantai satu gedung operasional diwajibkan ikut untuk sharing informasi terkait pekerjaan masing-masing. Short briefing ini konsepnya memang sangat bagus untuk kinerja perusahaan.  Dulu sewaktu short briefing ini menjadi salah satu indikator kinerja karyawan, hampir semua karyawan datang dengan semangat dan tepat waktu. Tetapi seiring berjalan nya waktu jumlah kehadiran karyawan semakin tidak menentu, kadang sedikit kadang banyak tetapi masih sering sedikitnya sih. mungkin dikarenakan short briefing sudah tidak masuk lagi di indikator kinerja karyawan atau mungkin short briefing itu sendiri yang “boring” ??  sedikit yang saya ketahui, beberapa peserta short briefing datang untuk makan snack yang disediakan. mungkin snack itulah yang membuat short briefing menarik bagi mereka.

entahlah..

Saya sendiri termasuk golongan yang malas ikut short briefing. saya malas ikut kegiatan satu ini lebih karena short briefing yang membosankan dan juga kerjaan saya sebagai operator yang sulit ditinggal. Senin pagi akhirnya saya ditunjuk juga untuk menjadi pemimpin/moderator short briefing. Dengan agak berat hati saya lakukan tugas itu. Short briefing dimulai dengan do’a, lalu penyampaian kondisi sistem tenaga listrik hari minggu. setelah nya tugas moderator menyampaikan “sesuatu’ di short briefing. saya yang belum menyiapkan materi akhirnya menyampaikan hasil rapat di kantor pusat yang saya ikuti minggu lalu dan menyarankan ke peserta short briefing agar membaca buku positive power nya mantan GM UP Cirata, pak Iwan. Meskipun saya sendiri belum mengkhatamkan buku tersebut tapi dari beberapa bab yang sudah saya baca., saya yakin buku tersebut sangat bagus untuk dibaca. Setelah menyampaikan “sesuatu” tersebut apa adanya, short briefing dilanjutkan penyampaian kegiatan masing-masing karyawan dan sharing informasi kalau ada. untuk penutup short briefing semua peserta dimohon berdiri dan mengucapkan yel-yel pebangkit semangat kerja yang dipimpin moderator.

Sewaktu saya melihat opsi yel-yel penutup tertulis dua kalimat yaitu GOS (Gembira optimis Semangat) dan TEAM (Together Everyone Achieve More). entah kenapa saya agak berat untuk memilih GOS sebagai yel-yel penutup, saya lebih condong ke TEAM ysebagai yel-yel yang diucapkan pagi itu. Akhirnya saya meneriakkan ” TEAM, Together Everyone Achieve More ” dan diikuti peserta short briefing.  saya mendengar peserta meneriakkan TEAM ini dengan agak kaku, mungkin karena menggunakan bahasa inggris atau mungkin karena yel-yel ini paling jarang diucapkan. entahlah..

malam harinya saya melanjutkan buku positive power tersebut. ada bab yang membuat saya merenung. Bab di buku tersebut berjudul “Cirata The Champion” yang mengulas yel-yel di PLTA Cirata. Singkat saja, bab tersebut menulis ketika GM Cirata, pak Iwan, pada suatu kesempatan menanyakan ke karyawan nya di short briefing pagi tentang arti yel-yel “Cirata The Champion” tersebut dan hasilnya  mengejutkan beliau bahwa mayoritas karyawan disana tidak mengerti apa itu arti “Cirata The Champion” yang mereka teriakkan hampir tiap hari selama dua tahun. Akhirnya beliau sebagai pemimpin disana menjelaskan apa itu Cirata The Champion dan bagaimana langkah-langkah mewujudkannya. memang begituah seharusnya tugas manager, memanage dan mengarahkan anak buahnya untuk lebih baik dan menjadi the champion.

Setelah membaca buku tersebut saya menganalisa diri saya sendiri apakah selama ini saya sudah GOS dalam bekerja ?? Mengapa saya kok berat mengucapkan nya pada sahort briefing senin lalu ??

Setelah merenung beberapa hari, saya sadar saya belum sepenuhnya GOS dalam bekerja. ini dia alasan nya..

G for Gembira

di kantor saya termasuk orang yang senang tertawa dalam bekerja tetapi apakah ini adalah indikator saya Gembira dalam bekerja ??? Mmm mungkin sedikit benar. Siapa yang tidak gembira bekerja di BUMN yang melayani masyarakat se Jawa Bali, gaji cukup dan fasilitas dari perusahaan pun bagus. Oke dalam hal ini saya harus gembira (mungkin lebih tepatnya bersyukur).

Mari melihat sisi yang lain, dulu sewaktu saya memutuskan untuk menjadi operator saya membayangkan bahwa yang namanya operator sistem  listrik se jawa bali itu akan menguasai semua tentang sistem ketenaga listrikan mulai dari pembangkitan listrik,  transmisi dan proteksi alat listrik sampai ke sistem distribusi nya. angan-angan saya waktu itu adalah skill saya akan di upgrade sedemikian rupa sehingga skill saya mencakup semua bidang tersebut (meskipun belum sampai ke expert tapi paling tidak saya pernah di traning di ketiga bidang tersebut dengan training “beneran” bukan trainig “alibi SPPD “).  Setelah dua tahun duduk di ruangan yang super dingin ini, saya  sekali ikut kursus operator distribusi se-ASEAN di senayan hotel. sedikit informasi, saya banyak tidak paham nya materi yang disampaikan waktu itu karena dua hal, yang pertama saya tidak punya persiapan karena pemberitahuannya agak mendadak dan yang kedua bahasa inggris saya jelek. hehe

Ketika saya sharing dengan ke sepuluh teman sesama operator di ruangan dingin ini, ternyata kebanyakan mereka juga sudah berkurang kegembiraan nya dalam bekerja dibandingkan awal-awal mereka bekerja di sini. saya tidak tahu alasan detail mereka tapi satu yang saya tahu bahwa mereka rindu dengan “kecerdasan” mereka dulu semasa kuliah yang berkibar-kibar dan bisa dibanggakan. saya asumsikan bahwa pengetahuan kami sekarang di bidang ketenaga listrikan dibandingkan semasa kuliah dulu adalah bertambah sedikit (akibat kebiasaan yang diulang) dan berkurang banyak (akibat lupa).

Mungkin bagi beberapa orang pendapat saya ini terlalu idealis, tapi beginilah jiwa anak muda. Semangatnya berkobar-kobar untuk mendapatkan apa yang dulu dia angankan. tapi tatkala realita itu tidak terjadi akibat “sistem” maka kebahagiaaan itu akan berkurang…

O for Optimis

(masih) dulu sewaktu saya masuk ruangan dingin ini, banyak informasi berseliweran di telingan bahwa jenjang karir di ruangan ini bagus. secara kami adalah salah satu “pion” penting dalam performance perusahaan terkait ekskursi frekuensi dan tegangan. Penilaian kinerja adalah minimal PIW (grade 2 atas), 5 tahun sudah jadi SPV atau keluar dari ruangan ini minimal asisten UPT dst.

wooww siapa yang tidak semangat dan optimis dengan jenjang karir ke depan mendengar  informasi yang melenakan tersebut. Optimisme pun membuncah di dada. semester pertama masuk, banyak studi kelistrikan yang saya buat bersama teman-teman. Apakah studi kami tersebut dibaca atau tidak itu urusan belakang yang penting buat studi dulu. Administrasi kerja selalu dilakukan mulai dari hal se-pele sampai yang sepuluh pele.😀😀.

seiring berjalannya waktu ternyata ada informasi yang mengagetkan, pembatasan kuota penilaian kinerja. pada  semester pertama 2011 dari 16 orang operator yang di rekomendasiikan dinilai PIW disunat semua menjadi Cadre (grade 3) oleh mereka yang bekerja di SDM dan juga atasan saya menyetujuinya. Optimisme saya pun kontan juga disunat oleh pengetahuan saya terkait sistem penilaian yang berbasis kuota, like and dislike juga senior and junior (dua hal terakhir yang berbahas inggris ini asumsi saya pribadi).

Realita di ruangan juga ternyata bicara bahwa informasi melenakan di awal masuk dulu “palsu”. rekan-rekan yang masuk 4 tahun diatas saya juga belum ada tanda-tanda akan naik jabatan, bahkan ada salah seorang rekan yang sudah sangat senior juga masih menjabat sebagai operator. belakangan saya juga tahu bahwa beliau juga mendapat informasi melenakan seperti yang saya dengar dulu.

S for Semangat

Semangat ?? sudah jangan di tanya deh, dari penjelasan G dan O diatas anda semua paham kenapa semangat saya naik turun. Semangat saya naik bisa dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu

1.  setelah pulang kampung, memang the power of familys spirit itu luar biasa. semangat yang dihembuskan bapak ibu kakak adek setiap kali pulang memang luar biasa. saya tidak bisa membayangkan kalau nanti ada seorang wanita di samping saya yang akan menyemangati saya tiap saya akan berangkat kerja (lho kok curhat yang lain? ) hehehe

2. supervisor yang “cerewet” . bagi saya dengan “cerewet” nya supervisor berarti dia melakukan tugas nya mensupervisi kami meskipun tidak berarti juga supervisor yang “pendiam” tidak mensupervisi lho ya… ^^

3. setelah dinas/rapat. jangan diasumsikan saya hanya semangat setelah dinas luar daerah saja lho ya, saya juga semangat setelah dinas/rapat di kantor pusat. sedikit info bagi yang tidak tahu kenapa dinas luar daerah bisa mambangkitkan semangat ya.. uang dinas luar itu jauh lebih besar dari gaji harian kami, jadi wajar banyak pemburu dinas luar di tempat kami. (kalimay terkahir jangan dibaca keras2 ^^V). tapi jangan bayangkan operator seperti kami sering dinas luar ya..  dinas saya saja yang termasuk “sering” dinas luar dibanding operator yang lain, itu terjadi 8 bulan yanglalu. ^^

4. kalau juventus menang… #ga nyambung. hehehe

Banyak diantara kita ternyata yang sering mengucapkan kata-kata positif tetapi tidak mengetahui makna nya atau bahkan bertolak belakang dengan kejadian pada diri kita.

Akhirnya ada Plesetan GOS  adalah gelisah ogah-ogahan dan semerawut

GOS terakhir jangan di tiru ya..😀

pesan : kalau anda setali tiga uang dengan kondisi saya , mari kita diskusi dan share cara terbaik untuk menangani keadaan ini. kita tinjau dari sudut agama, profesional pekerjaan, moral dsb.

… to be continued

— skalau memang tidak ada hikmah yang bisa anda ambil maka setelah membacanya, langsung  di SHIFT DELETE memori otak yang anda gunakan selama membaca tulisan ini —

One thought on “GOS (Gembira Optimis Semangat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s