Jangan Hanya di Manfaatkan Tenaga nya, Tunaikan Haknya Juga Dong

Bismillah

Beberapa hari lalu saya diskusi dengan supervisor saya. Ngobrol berbagai hal mulai dari harga sepeda di iklan internet yang terlalu murah, cara menguji keaslian madu, pekerjaaan kantor dan akhirnya ngobrol tentang  pendapatan yang diterima tiap bulan. Supervisor saya ini sudah lebih satu tahun menjabat, tetapi status nya PLH (pelaksana harian). KALAU PELAKSANA HARIAN KOK SETAHUN LEBIH ?, mungkin seharusnya lebih tepat status nya adalah plt (pelaksana tahunan). :). Sudah umum di tempat kerja manapun kalau yang namanya supervisor mempunyai tugas dan tanggung jawab lebih di bandingkan operator. karena “lebih” nya tugas dan tanggung jawab itu, maka seharusnya pendapatan  yang dia dapatlan juga “lebih”. Tetapi berhubung status supervisor saya ini masih plh, dikarenakan tidak adanya SK GM tentang pekerjaan nya sekarang yang sudah BUKAN OPERATOR lagi, maka gaji yang dia terima pun masih gaji operator. Mungkin kalau istilah keren nya adalah Kerjaan Jenderal Gaji nya Kopral. Bagi beberapa orang, hal ini lumrah karena dia harus magang dulu dst dan bagi beberapa orang hal ini dipandang DHOLIM. tapi saya salut pada supervisor saya karena dia bisa qana’ah dengan gaji yang diterimanya.

Hmm.. Jadi intropeksi usaha tambak yang dikelola adek di desa. Apakah petambak-petambak yang diajak kerja sama itu telah ditunaikan hak nya dengan proporsional ya?? Apakah mereka mengeluh juga terkait upah yang kita berikan setelah memanfaatkan tenaganya???

hal ini juga bisa jadi masukan buat rencana ke depan untuk buka usaha dengan seorang kawan. Nanti kalau punya karyawan, mungkin sebaiknya bayar dimuka aja atau setiap gajian ditanyain “kurang ga mas gajinya?? kalau kurang yang sabar ya.. doakan laba usaha bertambah bulan depan.” :D.

Bagaimana pandangan islam ????

saya kutip dari beberapa sumber

Seorang pengusaha muslim / badan usaha akan menyegerakan untuk menunaikan hak orang lain baik itu berupa upah pekerja, maupun hutang terhadap pihak tertentu. Seorang pekerja harus diberi upah sebelum keringatnya kering. Sikap orang yang memperlambat pembayaran hutang merupakan kezhaliman. Adapun orang yang mengingkari hutangnya boleh disebarkan aibnya dan diberi hukuman.

Dengan demikian, pada suatu usaha jasa atau badan niaga diharuskan untuk menciptakan suatu sistem yang memiliki orientasi menyegerakan penunaian hak tersebut, seperti mempercepat pembayaran atau membayarnya sesuai waktu yang ditentukan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَعْطُوْا اْلأَجِيْرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ

“Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya.”

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثَلاَثَةٌ أَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: رَجُلٌ أَعْطَى بيِ ثُمَّ غَدَرَ، وَرَجُلٌ بَاعَ حُرّاً فَأَكَلَ ثَمَنَهُ، وَرَجُلٌ اِسْتَأْجَرَ أَجِيْراً فَاسْتَوْفىَ مِنْهُ،
وَلَمْ يُعْطِهِ أَجْرَهُ

[I]”Ada tiga golongan yang menjadi musuh-ku di hari Kiamat nanti. Orang yang memberi (jaminan) atas nama-ku, lalu ia berkhianat. Orang yang menjual orang merdeka lalu memakan hasilnya. Dan orang yang menyewa pekerja dan meminta pekerja itu untuk melaksanakan seluruh tugasnya, namun tidak memberikan upahnya.

sumber : http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatekonomi&parent_id=10&idjudul=1&section=e001

berikut juga ada tanya jawab di situs almanhaj.or.id

Pertanyaan
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Bagaimana hukumnya majikan yang membebani pekerja denan lebih dari satu pekerjaan, misalnya, tukang ukir dituntut untuk mengerjakan pekerjaan lainnya. Apakah ini dibolehkan? Padahal ia datang hanya untuk satu pekerjaan saja.

Jawaban
Hal ini merujuk kepada kesepakat awal. Jika didatangkan untuk bekerja sebagai satpam, maka tidak boleh dipindah tugaskan sebagai sopir. Jika ia datang untuk bekerja sebagai teknisi listrik, maka tidak boleh ditugaskan menjahit. Jika ia datang untuk bekerja di lading tidak boleh dipekerjakan di pabrik. Jika ia datang untuk bekerja sebagai tukang bangunan, maka tidak boleh ditugasi pekerjaan tehbikal, dan sebagainya. Karena masing-masing mereka memiliki keahlian tersendiri, maka dari itu majikan harus menepati janjinya dan tidak membebani pekerja dengan tugas yang tidak mampu dikerjakannya atau tidak dikuasainya dan bukan bidangnya. Juga tidak boleh memberatkannya dengan panjangan waktu kerja. Biasanya , pekerja itu bekerja selama tujuh atau delapan jam per hari. Jika telah disepakati suatu pekerjaan tertentu dengan jam kerja tertentu serta masa kerja tertentu, maka tidak boleh dilanggar.

Tetapi jika sama-sama rela untuk merubah bidang pekerjaan, atau mengurangi atau menambah pekerjaan dengan konsekwensi menambah atau mengurangi upah, maka itu terserah kesepakatan antara keduanya. Jika tidak ada kesepakatan baru, maka pekerja itu harus diberi insentif tambahan karena adanya tambahan pekerjaan dari yang telah disepakati. Wallahu a’lam

[Ad-Durr Ats-Tsamin fi Fatawa Al-Kufala wal Amilin, hal. 56 Syaikh Ibnu Jibrin]
[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini Lc, Penerbit Darul Haq

sumber : http://almanhaj.or.id/content/172/slash/0

—-

Mungkin bisa menjadi masukan juga bagi mereka para Juragan yang memperkerjakan Anak buah nya atau para Manager yang me memanage anggota nya atau juga para pengendali keuangan di suatu organisasi/lembaga. Apakah Gaji yang anda berikan sudah sesuai dengan pekerjaan karyawan anda dan juga dia ikhlas menerima nya ???

^^

Iklan

Meneladani Pribadi Panglima Perang Salib, Shalahuddin AL Ayyubi

Bismillah,

Shalahuddin Al Ayyubi, mungkin sudah banyak yang tahu tentang Tokoh muslim yang satu ini. Beliau dilahirkan pada tahun 532 H/ 1138 M di Tikrit, sebuah wilayah Kurdi di utara Iraq. Pada tahun 1169, Shalahuddin diangkat menjadi panglima dan gubernur (wazir). Setelah berhasil mengadakan pemulihan dan penataan kembali sistem perekonomian dan pertahanan Mesir, Shalahuddin mulai menyusun strateginya untuk membebaskan Baitul Maqdis dari cengkeraman tentara Salib. Beliau lah yang menjadi panglima muslim ketika perang salib terjadi. Kepemimpinan nya sangat luar biasa dan beliau sangat di segani musuh di medan perang. Beliau lah yang merebut kembali baitul maqdis pada perang salib 2.

Di balik itu semua ternyata pribadi seorang salahuddin al ayyubi sangatlah mengagumkan. Pada pribadi beliau tersimpan pribadi yang berani, wara; zuhud, pemaaf, tegas dan sebagainya.

Berikut beberapa sifat beliau yang bisa kita teladani :

Selalu Mengingat Alloh dimanapun berada

Sudah menjadi kebiasaan bagi Sultan Shalahuddin membacakan Kitab Suci Al-Quran kepada pasukannya menjelang pertempuran berlangsung. Beliau juga sangat disiplin mengqada setiap puasanya yang tertinggal dan tidak pernah lalai mengerjakan solat lima waktu sampai pada akhir hayatnya.

Dekat Dengan Rakyat dan adil

Shalahuddin amat dekat dan sangat dicintai oleh rakyatnya. Ia menetapkan hari Senin dan Selasa sebagai waktu tatap muka dan menerima siapa saja yang memerlukan bantuannya. Ia tidka nepotis atau pilih kasih. Pernah seorang lelaki mengadukan perihal keponakannya, Taqiyyuddin. Shalahuddin langsung memanggil anak saudaranya itu untuk dimintai keterangan.

Mengutamakan Sholat Jamaah

Beliau sentiasa menjaga waktu-waktu solat dan mengerjakannya secara berjamaah. Dikatakan bahawa beliau sepanjang hayatnya tidak pernah terlepas dari mengerjakan solat jamaah, bahkan ketika sakit yang membawa pada ajalnya, beliau masih tetap  mengerjakan solat berjamaah. Sebaik saja imam masuk berdiri di tempatnya, beliau sudah siap di dalam saf

Haus dengan Ilmu Agama

Beliau suka mendengarkan bacaan Al-Quran, Hadis dan ilmu pengetahuan. Dalam bidang Hadis, beliau memang mendengarkannya secara teratur, sehingga beliau boleh mengenal jenis-jenis hadis. Hatinya sangat lembut dan pemurah, sering menangis apabila mendengarkan hadis.

Zuhud Terhadap Dunia

Minumannya tidak lain dari air kosong saja, memakai pakaian yang terbuat dari bulu yang kasar, dan mengizinkan dirinya untuk dipanggil ke depan pengadilan. Beliau mengajar sendiri anak-anaknya mengenai agama Islam.”

Seluruh kaum Muslimin yang menyaksikan kewafatannya menitiskan air mata apabila Sultan yang mengepalai negara yang terbentang luas dari Asia hingga ke Afrika itu hanya meninggalkan warisan 1 dinar dan 36 dirham. Tidak meninggalkan emas, tidak punya tanah atau kebun. Padahal berkhidmat pada kerajaan berpuluh tahun dan memegang jawatan sebagai panglima perang dan Menteri Besar sebelum menubuhkan Emirat Ayyubiyah.

Kain yang dibuat kafannya adalah betul-betul dari warisan beliau yang jelas-jelas halal dan sangat sederhana. Anak beliau yang bernama Fadhal telah masuk ke liang lahad meletakkan jenazah ayahnya. Dikatakan bahwa beliau dikebumikan bersama-sama pedangnya yang dipergunakan dalam setiap peperangan agar dapat menjadi saksi dan dijadikannya tongkat kelak pada hari kiamat. Rahimahullahu anh.

—-

Masih banyak teladan yang bisa kita ambil dari salah satu tokoh muslim ini. Semoga sedikit ringkasan ini bisa mempertebal iman kita dan menambah semangat kita untuk menjadi pribadi muslim yang baik.

sumber

http://www.suaramedia.com/sejarah/sejarah-islam/19768-kisah-sholahuddin-al-ayyubi-sang-panglima-besar-islam.html

http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/shalahuddin-al-ayyubi-macan-perang-salib.htm

http://dakwahkampus.com/nafsiyah-islamiyah/kisah/1493-salahudin-al-ayubi-singa-padang-pasir.html

Hukum Koperasi Karyawan

Bismillah,

Hari ini ada rapat anggota tahunan koperasi karyawan di tempat saya bekerja, rapat ini bertujuan memilih ketua koperasi baru, dewan pengawas dan perangkat lain nya. dalam acara ini juga di adakan doorprize berupa dua buah sepeda motor, Laptop dan barang berharga lain nya. dan tidak lupa dibagi angpao buat karyawan. lumayan kata temen saya, 500 ribu . (saya ndak tahu besaran pasti nya)

Jadi teringat dulu sewaktu saya memutuskan tidak ikut koperasi karena ada salah satu usaha koperasi yang namanya pinjaman dengan bunga ringan. Waktu itu ada yang bilang, “rugi kamu nggak ikut koperasi, kamu nggak ngapa-ngapa in minimal 300ribu perbulan masuk kantong”.saya diam saja waktu itu.

mungkin ini sedikit penjelasan tentang hukum syar’i koperasi konvensional (yang saya yakini) dari beberapa sumber :

Pertama: Kaidah baku dalam memahami riba adalah perkataan Fudhalah bin Ubaid radhiallahu ‘anhu, yang mengatakan,

Setiap piutang yang memberikan keuntungan maka (keuntungan) itu adalah riba.

Demikiaan juga keterangan Abdullah bin Sallam. Beliau mengatakan, “Apabila kamu mengutangi orang lain, kemudian orang yang diutangi itu memberikan fasilitas layanan membawakan jerami, gandum, atau pakan ternak maka janganlah menerimanya, karena itu riba.” (HR. Bukhari)

Berdasarkan keterangan di atas maka apa pun bentuk kelebihan yang diberikan oleh orang yang berutang karena konsekuensi utangnya maka statusnya adalah riba, baik yang menerima itu adalah pihak perorangan atau organisasi, semacam koperasi.

Yang kami maksud dengan “konsekuensi utang” adalah semua sebab yang mengakibatkan kreditor memberikan kelebihan–apa pun bentuknya–kepada debitor, baik disepakati di awal atau hanya sebatas karena perasaan “tidak enak” kepada yang mengutangi. Artinya, andai bukan karena adanya utang tersebut, dia tidak akan memberikan apa pun kepada debitor.

sumber : http://konsultasisyariah.com/hukum-koperasi-simpan-pinjam

Dampak Riba yang Begitu Mengerikan

Sungguh dalam beberapa hadits disebutkan dampak buruk dari memakan riba. Orang yang mengetahui hadits-hadits berikut ini, tentu akan merasa jijik jika harus terjun dalam lembah riba.

  –  Memakan Riba Lebih Buruk Dosanya dari Perbuatan Zina

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahih)

  –   Dosa Memakan Riba Seperti Dosa Seseorang yang Menzinai Ibu Kandungnya Sendiri

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya)

 –   Tersebarnya riba merupakan “pernyataan tidak langsung” dari suatu kaum bahwa mereka berhak dan layak untuk mendapatkan adzab dari Allah Ta’ala

Tersebarnya riba merupakan “pernyataan tidak langsung” dari suatu kaum bahwa mereka berhak dan layak untuk mendapatkan adzab dari Allah ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.” (HR. Al Hakim. Beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi)

sumber: http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/memakan-satu-dirham-dari-hasil-riba.html

Saran

Adapun ikut berpartisipasi di koperasi yang berbasis bunga, meski hanya untuk menyimpan dana saja dan tanpa ada keinginan untuk mendapat imbalan apapun, sebaiknya dihindari. Jika kita ikuti, maka kita dapat dianggap mendukung sistem koperasi yang tidak sesuai syariah. Padahal dalam sebuah hadits, telah diingatkan bahwa : “Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja” (HR Bukhari).

sumber :  http://www.republika.co.id/berita/konsultasi/klinik-syariah/11/03/28/lirij2-apakah-koperasi-simpan-pinjam-termasuk-riba

Saya mengutip pernyataan salah seorang ustadz yang intinya seperti ini ” setiap yang anda lakukan di dunia ini carilah dalilnya, baik dari Al Quran hadits atau Ijma . Pilihlah dalil yang paling rajih karena yang demikian itu lebih aman” . Bagi yang ikut koperasi adakah alasan syar’i nya mengikuti koperasi ?? kalo iya, share dong.. ^^

Salman Al Farisi, Sang Pencari Kebenaran

Bismillah,

Salah seorang ustadz pada ceramahnya mengingatkan agar kita membaca shiroh-shiroh nabi dan juga sahabat salafus sholeh. Sungguh membaca kisah mereka dapat menumbuhkan keimanan di bandingkan membaca novel-novel ataupun komik seperti  laskar pelangi, sang pemimpi, naruto, one piece dsb . Tidak dikatakan membaca novel atau komik di larang, tapi sesuaikan porsinya.

Salah satu sahabat yang patut di teladani adalah salman al-farisi. Bagaimana kisahnya mengorbankan kedudukan,harta dan juga keluarga nya dalam  mencari kebenaran .

Berikut kisah singkatnya

Salman berasal dari desa Ji di Isfahan, Persia. Ia adalah anak kesayangan ayahnya, seorang bupati di daerah itu. Salman mulanya adalah penganut Majusi yang taat hingga ia diserahi tugas sebagai penjaga api.

Suatu saat ia melewati sebuah gereja Nashrani yang sedang mengadakan sembahyang. Setelah masuk dan memperhatikan apa yang mereka kerjakan, Salman menjadi kagum. Ia pun bertanya tentang asal agama mereka yang ternyata berasal dari Syria. Salman mennceritakan hal ini kepada bapaknya dan mengatakan bahwa upacara kaum Nashrani sungguh mengagumkan, lebih baik dari agama Majusi yang mereka anut. Lalu terjadilah diskusi antara Salman dan bapaknya yang berujung pada dijebloskannya Salman dalam penjara dengan kaki terikat rantai.

Kepada orang-orang Nashrani, Salman memstorieshukan bahwa ia telah menganut agama mereka dan berpesan agar ia distorieshu jika ada rombongan dari Syiria yang datang. Setelah permintaannya dipenuhi ia pun meloloskan diri dari penjara dan bergambung dengan rombongan tersebut ke Syiria. Di Syiria ia tinggal sebagai pelayan bersama dengan seorang Uskup untuk belajar agama yang baru ia anut. Salman sangat mencintainya dan ketika menjelang wafat ia menanyakan kepada sang Uskup siapa yang harus ia hubungi sepeninggalnya. Lalu orang tersebut menceritakan tentang masa itu yang ternyata sudah dekat dengan kebangkitan seorang Nabi pengikut agama Ibrahim yang hanif, beserta tanda-tanda kenabian yang ada padanya termasuk tempat hijrahnya.

Suatu hari lewatlah rombongan berkendaraan dari jazirah Arab. Salman minta agar mereka mau memintanya membawa pergi ke negeri mereka dengan imbalan sapi-sapi dan kambing-kambing hasil jerih payahnya sebagai peternak. Permintaan tersebut dikabulkan. Namun ketika sampai di negeri yang bernama Wadil Qura, rombongan tersebut menganiaya Salman dan menjualnya kepada seorang Yahudi sebagai budak. Setelah beberapa lama, Salman dibeli oleh seorang Yahudi lain dari Bani Quraidhah dan dibawa ke Madinah. Sesampainya di Madinah Salman pun akhirnya yakin bahwa negeri ini adalah sebagaimana yang disebutkan kepadanya dulu.

Setelah mendengar kedatangan Rasulullah SAW yang hijrah ke Madinah, Salman pun datang menjumpai beliau beberapa kali, dan ia mendapatkan semua tanda-tanda kenabian yang pernah diceritakan kepadanya. Hal ini membuat Salman yakin akan kebenaran Rasulullah SAW dan menyatakan keislamannya. Namun statusnya sebagai budak telah menghalangi Salman untuk turut serta dalam perang Badar dan Uhud. Dengan bantuan finansial para sahabat, Salman pun akhirnya berhasil ditebus dan dimerdekakan.

Ketika terjadi perang Khandaq, kaum Muslimin di Madinah diserang oleh kekuatan gabungan anti Islam dari luar dan dari dalam. Pasukan Quraisy dan Ghathfan menyerbu Madinah dari luar sedangkan Yahudi Bani Quraidhah menyerang dari dalam. Melihat kondisi ini Salman menyarankan strategi perang Persia yang asing bagi bangsa Arab, yakni penggalian parit sepanjang daerah terbuka mengelilingi kota. Melihat ini, pasukan kaum kafir yang hendak menyerbu Madinah merasa terpukul dan dipaksa berkemah di luar kota Madinah hingga pada suatu malam Allah mengirimkan angin topan yang memporak-porandakan mereka.

Salman adalah sahanat utama yang taqwa, cerdas, dan bersahaja. Kendatipun dari golongan kelas atas dan seorang putera Persia, negeri yang terkenal dengan kemewahan, namun ia amat zuhud kepada dunia. Ketika menanti ajal, Sa’ad bin Abi Waqqash datang menjenguknya dan ia dapati Salman menangis, teringat pesan Rasulullah : “Hendaklah bagian masing-masingmu dari kekayaan dunia ini seperti bekal seorang pengendara”, sedangkan ia merasa hartanya masih banyak. Sa’ad mengatakan : “Saya perhatikan, tak ada yang tampak di sekelilingku kecuali satu piring dan sebuah baskom.”

Sekelumit kisah sang pencari kebenaran Salman Al Faritsi ini mengandung banyak pelajaran. Kecintaan dari ayah, kedudukan terhormat sebagai anak pembesar dan penunggu api, serta kehidupan yang berkecukupan tidaklah menjadi tujuan tertinggi hidupnya. Kendatipun belum menjadi seorang muslim, Salman seakan memiliki pribadi yang hanif dengan fitrah yang bersih.

Salman mampu bersifat objektif dan mau mengakui kekurangan agama Majusi yang dianutnya dibandingkan agama Nashrani yang kemudian dipeluknya. Ia pun tak segan-segan masuk Islam ketika Rasul ditunggu-tunggunya tiba. Bukanlah menjadi soal bagi Salman sang pemuda Persi untuk memeluk agama Nashrani yang berasal dari Syiria. Sungguh bahagia hati Salman, budak dari Persi untuk memeluk Islam yang dibawa oleh Muhammad, orang Arab. Kebenaran adalah dari Allah, tak peduli siapa yang menyampaikan dan darimana asalnya. Maka seseorang yang berjiwa hanif sudah sewajarnya mengikuti kebenaran yang datangnya dari Allah.

Wallahu’alam.***

disadur dari http://www.oaseqalbu.net/modules.php?name=News&file=article&sid=55#isi

Luruskan Niat, Bekerja Adalah Ibadah

Bismillahirrohmanir rohiim

SMUK

Sudah menjadi salah satu kebiasaan  di suatu perusahaan pada akhir tahun atau semester mengadakan penilaian kinerja perusahaan, mengevaluasi pencapaian-pencapaian target tahunan dan juga mengevaluasi dan menilai kinerja karyawan yang terlibat di perusahaan tersebut. Banyak metode dalam menentukan nilai kinerja perusahaan mulai dari sistem Malcolm baldrige, balance score card dan lainnya. Di perusahaan saya bekerja, setiap individu karyawan di potret nilai kinerja dalam satu periode penilaian (semester) menggunakan sistem manajemen unjuk kerja yang lebih dikenal dengan sebutan SMUK.

Secara singkat, SMUK ini terdiri dari dua jenis penilaian yaitu penilaian kompetensi yang berkaitan dengan  hard skill dan penilaian kinerja yang berkaitan dengan soft skill. Nilai total dari kedua jenis penilaian tersebut adalah nilai akhir kinerja karyawan. Nilai SMUK ini sangat penting bagi para karyawan Karena nilai SMUK ini berkaitan dengan jenjang karir dan juga uang insentif tiap semester. Semakin bagus nilai seseorang, semakin cepat dia naik peringkat dan juga semakin besar uang yang dia dapatkan.

Sewaktu supervisor  saya memberi tahu  bahwa nilai kinerja saya adalah sangat potensial (SPOT), hati saya sangat senang, Alhamdulillah, kerja selama satu semester dinilai baik oleh atasan langsung saya. Tetapi  memang sudah menjadi rahasia umum kalau di sini ada filter jumlah karyawan berprestasi yang bernama “kuota dan kalibrasi”. Maksud dari kuota disini adalah jumlah orang yang mendapatkan kriteria nilai Excellent (STAR), sangat optimal (SOPT) sangan potensial (SPOT), optimal (OPT), Potensial (POT) dan seterusnya sudah ditentukan jumlahnya. Dan seperti yang di bayangkan, jumlah kuota ini sistemnya adalah sistem pyramid dimana jumlah mereka yang dinilai POT lebih banyak dari criteria diatasnya.

Sedikit gambaran bagi yang tidak paham apa itu STAR, SOPT,SPOT, OPT dan POT, penjelasan sederhananya adalah STAR itu jika dianalogikan rangking anak sekolah adalah ranking 1, sedangkan POT adalah rangking 5. Padahal murid di sekolah itu tidak lebih dari 10. hehe

Karena munculnnya isu kuota dan kalibrasi ini, semangat kerja jadi menurun terlebih ketika mendengar isu bahwa saya adalah termasuk yang beruntung mendapatkan kalibrasi ke bawah. Artinya nilai saya turun dari SPOT menjadi POT*. Langsung downgrade 2 tingkat ! J. Naluri sebagai manusia biasa yang masih sangat fragile dengan godaan nafsu, saya pun mulai beburuk sangka, meng gibah, negative thinking dan seterusnya kepada mereka yang mengkalibrasi nilai saya. – semua penyakit hati berseliweran- . Apalagi setelah mendengar isu siapa yang mendapatkan SPOT, hati lebih dongkol lagi karena saya merasa performance saya lebih baik dari pada dia.- Muncul penyakit hati yang lain, takabur  – Betapa merana jika hari-hari dilalui dengan hati yang kotor seperti ini terus-terusan.  Sungguh, nafsu dalam diri ini jika tidak dikendalikan maka secara tidak sadar dia akan menjadi penyakit dalam tubuh hati dan pikiran kita. dalam postingan saya tentang GOS (Gembira Optimis Semangat) dapat anda rasakan betapa ku tidak bisa menikmati pekerjaan ku. Capek..

Pencarian Hakekat Bekerja

Alloh menanamkan nafsu dalam diri manusia dengan bukan tanpa tujuan, nafsu dalam diri ini sebagaai salah satu indicator keimanan seorang muslim. Jangan sampai dia bilang “saya beriman kepada Alloh dan Rasulnya” tetapi kehidupan nya tidak mencerminkan hal ucapan tersebut. Oleh karena itu Alloh juga memberi  rambu-rambu untuk mengendalikan nafsu ini, dan jika seseorang  mentaati rambu-rambu itu maka dia lulus ujian sebagai orang beriman.

Dalam sebuah hadits yang di riwayatkan imam Bukhari dan Muslim tentang pentingnya menjaga hati

ingatlah bahwa dalam tubuh terdapat sepotong daging, apabila ia baik maka baiklah badan itu seluruhnya, apabila ia rusak maka rusaklah badan itu seluruhnya. Ingatlah itu adalah jantung (hati)” HR Bukhari Muslim.

Meresapi hadits ini,maka saya langsung tersindir. Betapa hati saya rusak saat ini dan juga merusak badan saya yang berimplikasi langsung terhadap semangat kerja dan profesionalisme kerja.  Setelah merenung ternyata yang saya lakukan diatas tidak mengubah keadaan dan menjelekkan diri saya sendiri di hadapan orang lain. Bukankah dengan menjelek-jelekan orang lain itu termasuk juga menjelek-jelekan diri sendiri? -_-

QS Al hujurat ayat 12 menyatakan dengan jelas larangan meng gibah

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan buruk-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari buruk-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”

Saya juga teringat hadits Rasul tentang larangan menuduh orang lain.

“Apakah kalian mengetahui apa itu orang yang pailit? Para sahabat berkata : Orang yang pailit dalam (pandangan) kami adalah yang tidak memiliki dirham (harta) dan juga tidak barang (makanan). Beliau bersabda : sesungguhnya orang yang pailit adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) sholat, puasa dan zakat. akan tetapi datang dan telah menghina si ini, dan menuduh si ini, dan telah memakan harta si ini, dan menumpahkan darah si ini, dan telah memukul si ini. maka si ini akan di beri dari pahala orang itu, dan si ini juga di beri dari (pahala) kebaikannya. dan apa bila telah habis pahalanya sebelum semuanya mendapat (pahala) darinya, maka dosa yang lain akan di berikan kepadanya dan kemudian dia di lemparkan ke neraka.” (HR Muslim dan At-Tirmidzi)

Membaca hadits ini, lengkap sudah penderitaan saya akibat penyakit hati. Jika saya terus-terusan meng gibah dan menuduh mereka yang mengkalibrasi nilai kinerja saya maka akan menghabiskan pahala yang saya kumpulkan. Sungguh dahsyat efek penyakit hati ini, menyebabkan Rugi di dunia dan akhirat !!!

Bekerja adalah Ibadah

Bekerja adalah ibadah, mungkin kata-kata ini sudah sangat sering kita dengar. Banyak dalil Al Quran dan hadits yang menganjurkan seorang muslim untuk bekerja. Silahkan di buka tafsir Al quran nya surat-surat yang berkaitan dengan perintah bekerja QS Almulk : 15, QS Al jumuah : 10, QS Alinsyiroh : 7 dsb. Juga hadits-hadits nya.

Jika bekerja adalah ibadah, maka kita tentunya mengharapkan pahala dari Alloh karena ibadah bekerja kita. Sudah paham, bahwa syarat diterimanya ibadah adalah ikhlas karena Alloh dan tidak bertentangan dengan yang di contohkan Rasul. Ikhlas, kata ini harus direnungkan lebih dalam. Apa arti kata ikhlas dalam bekerja ???

Sebenarnya konsep ikhlas sudah sering saya ucapkan sewaktu sholat, dalam doa iftitah saya lafadzkan, tetapi saya belum bisa merenungi dan menerapkan nya dalam kehidupan

 “ katakanlah : sesungguhnya sholatku, ibadahku,hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh tuhan seluruh alam”  (Q S Al An’am : 162)

konsep ikhlas lain nya Dijelaskan juga dalam hadits :

dari Umar ibn Khathab berkata, Rasululloh bersabda “ sesungguhnya tiap amal perbuatan tergantung niatnya dan sesungguhnya setiap orang hanya mendapatkan  sesuai apa yang ia niatkan. Barang siapa yang berhijrah karena (keridhoan) Alloh dan Rasulnya, maka hijrah nya kepada (keridhoan) Alloh dan Rasulnya. Barang siapa yang hijrah karena dunia yang ia tuju atau wanita yang akan dinikahinya maka hijrahnya itu ke arah yang ia tuju”  (HR Bukhari Muslim)

Cukup dua dalil diatas, mengintepretasikan  apa itu keikhlasan niat. Niat kan setiap aktivitas dalam kehidupan ini untuk ibadah kepada Alloh. Berarti selama ini kalau saya mengharapkan di nilai bagus oleh atasan, maka nilai keikhlasan saya berkurang. Kalau keihklasan saya berkurang, maka pahala saya juga akan berkurang. Wah ternyata rugi bersikap seperti yang saya lakukan selama ini.

Sikap terhadap SMUK yang di kuota oleh para pengkalibrasi-pengkalibrasi,  saya akan pegang hadits Rasul berikut

Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, beliau berkata : Suatu saat saya berada dibelakang nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda : Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah, niscaya dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering. (hadits arbain no 19)

Alloh sudah mengatur semuanya, tidak usah berprasangka buruk kepada siapapun tapi berbaik sangkalah kepada Alloh dan mereka. bekerja adalah ibadah !!

Luruskan niat, Semangat-semangat kerja !!!!!

* nilai SMUK belum keluar, tapi isu yang beredar sudah sangat kuat

– hasil diskusi sama teman, supervisor dan inspirasi membaca buku, tidak semua nya dialami penulis. kata “saya” disini biar pembaca lebih meresapi –

GOS (Gembira Optimis Semangat)

Bismillah,

Meeting pagi atau short briefing pagi sudah menjadi rutinitas di kantor saya setiap senin dan rabu. Semua karyawan yang berada di lantai satu gedung operasional diwajibkan ikut untuk sharing informasi terkait pekerjaan masing-masing. Short briefing ini konsepnya memang sangat bagus untuk kinerja perusahaan.  Dulu sewaktu short briefing ini menjadi salah satu indikator kinerja karyawan, hampir semua karyawan datang dengan semangat dan tepat waktu. Tetapi seiring berjalan nya waktu jumlah kehadiran karyawan semakin tidak menentu, kadang sedikit kadang banyak tetapi masih sering sedikitnya sih. mungkin dikarenakan short briefing sudah tidak masuk lagi di indikator kinerja karyawan atau mungkin short briefing itu sendiri yang “boring” ??  sedikit yang saya ketahui, beberapa peserta short briefing datang untuk makan snack yang disediakan. mungkin snack itulah yang membuat short briefing menarik bagi mereka.

entahlah..

Saya sendiri termasuk golongan yang malas ikut short briefing. saya malas ikut kegiatan satu ini lebih karena short briefing yang membosankan dan juga kerjaan saya sebagai operator yang sulit ditinggal. Senin pagi akhirnya saya ditunjuk juga untuk menjadi pemimpin/moderator short briefing. Dengan agak berat hati saya lakukan tugas itu. Short briefing dimulai dengan do’a, lalu penyampaian kondisi sistem tenaga listrik hari minggu. setelah nya tugas moderator menyampaikan “sesuatu’ di short briefing. saya yang belum menyiapkan materi akhirnya menyampaikan hasil rapat di kantor pusat yang saya ikuti minggu lalu dan menyarankan ke peserta short briefing agar membaca buku positive power nya mantan GM UP Cirata, pak Iwan. Meskipun saya sendiri belum mengkhatamkan buku tersebut tapi dari beberapa bab yang sudah saya baca., saya yakin buku tersebut sangat bagus untuk dibaca. Setelah menyampaikan “sesuatu” tersebut apa adanya, short briefing dilanjutkan penyampaian kegiatan masing-masing karyawan dan sharing informasi kalau ada. untuk penutup short briefing semua peserta dimohon berdiri dan mengucapkan yel-yel pebangkit semangat kerja yang dipimpin moderator.

Sewaktu saya melihat opsi yel-yel penutup tertulis dua kalimat yaitu GOS (Gembira optimis Semangat) dan TEAM (Together Everyone Achieve More). entah kenapa saya agak berat untuk memilih GOS sebagai yel-yel penutup, saya lebih condong ke TEAM ysebagai yel-yel yang diucapkan pagi itu. Akhirnya saya meneriakkan ” TEAM, Together Everyone Achieve More ” dan diikuti peserta short briefing.  saya mendengar peserta meneriakkan TEAM ini dengan agak kaku, mungkin karena menggunakan bahasa inggris atau mungkin karena yel-yel ini paling jarang diucapkan. entahlah..

malam harinya saya melanjutkan buku positive power tersebut. ada bab yang membuat saya merenung. Bab di buku tersebut berjudul “Cirata The Champion” yang mengulas yel-yel di PLTA Cirata. Singkat saja, bab tersebut menulis ketika GM Cirata, pak Iwan, pada suatu kesempatan menanyakan ke karyawan nya di short briefing pagi tentang arti yel-yel “Cirata The Champion” tersebut dan hasilnya  mengejutkan beliau bahwa mayoritas karyawan disana tidak mengerti apa itu arti “Cirata The Champion” yang mereka teriakkan hampir tiap hari selama dua tahun. Akhirnya beliau sebagai pemimpin disana menjelaskan apa itu Cirata The Champion dan bagaimana langkah-langkah mewujudkannya. memang begituah seharusnya tugas manager, memanage dan mengarahkan anak buahnya untuk lebih baik dan menjadi the champion.

Setelah membaca buku tersebut saya menganalisa diri saya sendiri apakah selama ini saya sudah GOS dalam bekerja ?? Mengapa saya kok berat mengucapkan nya pada sahort briefing senin lalu ??

Setelah merenung beberapa hari, saya sadar saya belum sepenuhnya GOS dalam bekerja. ini dia alasan nya..

G for Gembira

di kantor saya termasuk orang yang senang tertawa dalam bekerja tetapi apakah ini adalah indikator saya Gembira dalam bekerja ??? Mmm mungkin sedikit benar. Siapa yang tidak gembira bekerja di BUMN yang melayani masyarakat se Jawa Bali, gaji cukup dan fasilitas dari perusahaan pun bagus. Oke dalam hal ini saya harus gembira (mungkin lebih tepatnya bersyukur).

Mari melihat sisi yang lain, dulu sewaktu saya memutuskan untuk menjadi operator saya membayangkan bahwa yang namanya operator sistem  listrik se jawa bali itu akan menguasai semua tentang sistem ketenaga listrikan mulai dari pembangkitan listrik,  transmisi dan proteksi alat listrik sampai ke sistem distribusi nya. angan-angan saya waktu itu adalah skill saya akan di upgrade sedemikian rupa sehingga skill saya mencakup semua bidang tersebut (meskipun belum sampai ke expert tapi paling tidak saya pernah di traning di ketiga bidang tersebut dengan training “beneran” bukan trainig “alibi SPPD “).  Setelah dua tahun duduk di ruangan yang super dingin ini, saya  sekali ikut kursus operator distribusi se-ASEAN di senayan hotel. sedikit informasi, saya banyak tidak paham nya materi yang disampaikan waktu itu karena dua hal, yang pertama saya tidak punya persiapan karena pemberitahuannya agak mendadak dan yang kedua bahasa inggris saya jelek. hehe

Ketika saya sharing dengan ke sepuluh teman sesama operator di ruangan dingin ini, ternyata kebanyakan mereka juga sudah berkurang kegembiraan nya dalam bekerja dibandingkan awal-awal mereka bekerja di sini. saya tidak tahu alasan detail mereka tapi satu yang saya tahu bahwa mereka rindu dengan “kecerdasan” mereka dulu semasa kuliah yang berkibar-kibar dan bisa dibanggakan. saya asumsikan bahwa pengetahuan kami sekarang di bidang ketenaga listrikan dibandingkan semasa kuliah dulu adalah bertambah sedikit (akibat kebiasaan yang diulang) dan berkurang banyak (akibat lupa).

Mungkin bagi beberapa orang pendapat saya ini terlalu idealis, tapi beginilah jiwa anak muda. Semangatnya berkobar-kobar untuk mendapatkan apa yang dulu dia angankan. tapi tatkala realita itu tidak terjadi akibat “sistem” maka kebahagiaaan itu akan berkurang…

O for Optimis

(masih) dulu sewaktu saya masuk ruangan dingin ini, banyak informasi berseliweran di telingan bahwa jenjang karir di ruangan ini bagus. secara kami adalah salah satu “pion” penting dalam performance perusahaan terkait ekskursi frekuensi dan tegangan. Penilaian kinerja adalah minimal PIW (grade 2 atas), 5 tahun sudah jadi SPV atau keluar dari ruangan ini minimal asisten UPT dst.

wooww siapa yang tidak semangat dan optimis dengan jenjang karir ke depan mendengar  informasi yang melenakan tersebut. Optimisme pun membuncah di dada. semester pertama masuk, banyak studi kelistrikan yang saya buat bersama teman-teman. Apakah studi kami tersebut dibaca atau tidak itu urusan belakang yang penting buat studi dulu. Administrasi kerja selalu dilakukan mulai dari hal se-pele sampai yang sepuluh pele. 😀 :D.

seiring berjalannya waktu ternyata ada informasi yang mengagetkan, pembatasan kuota penilaian kinerja. pada  semester pertama 2011 dari 16 orang operator yang di rekomendasiikan dinilai PIW disunat semua menjadi Cadre (grade 3) oleh mereka yang bekerja di SDM dan juga atasan saya menyetujuinya. Optimisme saya pun kontan juga disunat oleh pengetahuan saya terkait sistem penilaian yang berbasis kuota, like and dislike juga senior and junior (dua hal terakhir yang berbahas inggris ini asumsi saya pribadi).

Realita di ruangan juga ternyata bicara bahwa informasi melenakan di awal masuk dulu “palsu”. rekan-rekan yang masuk 4 tahun diatas saya juga belum ada tanda-tanda akan naik jabatan, bahkan ada salah seorang rekan yang sudah sangat senior juga masih menjabat sebagai operator. belakangan saya juga tahu bahwa beliau juga mendapat informasi melenakan seperti yang saya dengar dulu.

S for Semangat

Semangat ?? sudah jangan di tanya deh, dari penjelasan G dan O diatas anda semua paham kenapa semangat saya naik turun. Semangat saya naik bisa dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu

1.  setelah pulang kampung, memang the power of familys spirit itu luar biasa. semangat yang dihembuskan bapak ibu kakak adek setiap kali pulang memang luar biasa. saya tidak bisa membayangkan kalau nanti ada seorang wanita di samping saya yang akan menyemangati saya tiap saya akan berangkat kerja (lho kok curhat yang lain? ) hehehe

2. supervisor yang “cerewet” . bagi saya dengan “cerewet” nya supervisor berarti dia melakukan tugas nya mensupervisi kami meskipun tidak berarti juga supervisor yang “pendiam” tidak mensupervisi lho ya… ^^

3. setelah dinas/rapat. jangan diasumsikan saya hanya semangat setelah dinas luar daerah saja lho ya, saya juga semangat setelah dinas/rapat di kantor pusat. sedikit info bagi yang tidak tahu kenapa dinas luar daerah bisa mambangkitkan semangat ya.. uang dinas luar itu jauh lebih besar dari gaji harian kami, jadi wajar banyak pemburu dinas luar di tempat kami. (kalimay terkahir jangan dibaca keras2 ^^V). tapi jangan bayangkan operator seperti kami sering dinas luar ya..  dinas saya saja yang termasuk “sering” dinas luar dibanding operator yang lain, itu terjadi 8 bulan yanglalu. ^^

4. kalau juventus menang… #ga nyambung. hehehe

Banyak diantara kita ternyata yang sering mengucapkan kata-kata positif tetapi tidak mengetahui makna nya atau bahkan bertolak belakang dengan kejadian pada diri kita.

Akhirnya ada Plesetan GOS  adalah gelisah ogah-ogahan dan semerawut

GOS terakhir jangan di tiru ya.. 😀

pesan : kalau anda setali tiga uang dengan kondisi saya , mari kita diskusi dan share cara terbaik untuk menangani keadaan ini. kita tinjau dari sudut agama, profesional pekerjaan, moral dsb.

… to be continued

— skalau memang tidak ada hikmah yang bisa anda ambil maka setelah membacanya, langsung  di SHIFT DELETE memori otak yang anda gunakan selama membaca tulisan ini —